" kaaaak kaaaak kaaaaak....!" teriak Chal sambil berlari kecil menuju ruang tengah tempat member lain sedang berkumpul.
"Ada apa Chal, kenapa kamu teriak-teriak seperti itu?"Brian merespon teriakan Chal.
"Ini kak aku menemukan segelas ice coffee americano di depan pintu waktu aku mau keluar untuk jojing.."Chal dengan wajah panik sambil menenteng bungkusan ice coffe americano.
"Hah...", ada lagi yang mengirim kopi kerumah ini.?"Jamal tersontak kaget dengan raut wajah yang khawatir.
"Kira-kira apakah pengirimnya orang yang sama dengan yang sekian lama mengirimkan kita kopi dan makanan?"sambil meletakkan tangannya di dagu Aland mulai berfikir.
"Mungkin saja dengan orang yang sama, soalnya pengirimnya tau jam-jam di saat kita lagi santai atau lagi mau makan siang.."
Jimmy mulai mengeluarkan ilmu detektifnya.
" Sepertinya ini tidak bisa di biarkan, ini sudah sangat menggaggu ketenangan kita."
Brian sudah mulai merasa terganggu dengan masalah ini.
" Kalian ada apa, kenapa muka kalian pada tegang begitu?"Gavin pun keluar dari kamarnya dengan wajah ngantuk.
" Ini kak tadi Chal menemukan segelas ice coffee di depan pintu."Jamal menjelaskan ke Gavin.
" Mana kopinya coba aku liat.."Gavin pun memeriksa bungkusan kopi itu.
" Ada memonya.."Semua member pada sontak mendekat ke Gavin untuk membaca isi memo itu.
*Maaf kalau selama ini saya sudah membuat kegaduhan atau membuat kalian merasa terganggu dengan kiriman kopi dari saya yang tidak mencantumkan nama," tapi saya melakukan itu semua tidak ada maksud untuk menggaggu ketenangan kalian. saya hanya ingin memberikan ice coffee americano buat Gavin karena saya tau kalau Gavin sangat suka dengan ice coffee americano, saya hanya penggemar Gavin bukan orang jahat, semoga kalian mau memaafkan kesalahn saya. maaf saya tidak mencantumkan nama karena saya hanya ingin menyenangkan Gavin dan member lain saja dengan kiriman makanan dan kopi dari saya.tolong maafkan kesalahan saya ini.
terima kasih*.
"Oooh..." ternyata fans berat kak Gavin. tapi kenapa dia tidak mencantumkan nama seperti fans-fans kita yang lainnya..?"Chal mulai berfikir.
"Mungkin dia tujuannya hanya ingin melihat kak Gavin senang aja, makanya selama ini dia mengirim secara diam-diam."
Jimmy mencoba menjawab pertanyaan Chal.
Setelah membaca memo itu dengan member lain Gavin pun terdiam sambil bertanya dalam hati apa maksud penggemarnya itu melakukan hal seperti ini, bukannya selama ini penggemarnya saling berebut memperkenal diri tapi kenapa penggemarnya yang satu ini berbeda..
"Kenapa kak Gavin melamun..?"
Edgar membuyarkan lamunan Gavin.
" Ah tidak apa-apa."Gavin pun kembali kekamarnya dengan segelas ice coffee dari penggemar misteriusnya.
"Akhirnya yang selama ini membuat kita khawatir dan merasa terganggu terungkap juga.."Brian akhirnya merasa legah.
Member lain sedang bersantai di ruang tengah, sambil bercanda berbeda dengan Gavin yang lebih betah di dalam kamarnya di temani dengan komputer, kyboard, buku dan pulpen.
Gavin mencoba membaca ulang memo dari penggemar misterius itu, Gavin menjadi penasaran ingin cari tau siapa pengirim ice coffee itu dan kenapa dia tidak mau kasi tau namanya.
"Siapa kira-kira si pengirim kopi dan makanan tiap hari itu, apa dia tidak ada kerjaan lain?"Apakah dia Wanita atau Pria?"
Di fikiran Gavin penuh dengan pertanyaan dan rasa penasaran dengan penggemar misteriusnya itu, sampai Gavin punya niat akan mencari tau siapa penggemar misteriusnya itu..
"Sepertinya aku harus menemukan siapa orang di balik penggemar misterius ini, aku harus memancingnya agar dia keluar dari persembunyiannya.."
✎ (❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧
︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments