Setelah Gavin semalaman berfikir untuk mencari cara untuk menemukan si pengantar kopi itu atau lebih tepatnya Kelana, Gavin memutuskan untuk menunggui Kelana pada saat mengantar kopi dia akan menangkapnya dengan tangannya sendiri.
Gavin sudah menghafal dan menghitung jam berapa si Kelana datang mengantarkan kopi. dan sepertinya besok pagi adalah waktu yang tepat kebetulan besok Gavin tidak ada jadwal untuk ke studio.
Malam ini Gavin menyalakan alarm dari hanphonenya biar Gavin tidak kebablasan tidur.
Tidak terasa malam pun mulai berganti fajar dan itu artinya waktunya Gavin bangun.. waktu menunjukan pukul 05:30 pagi
kriiiiing kriiiing kriiiiing...."
Gavin terbangun setelah mendengarkan suara alarm dari hanphonenya lalu mematikan alarmnya. Gavin memakai jaketnya karena di luar udaranya sangat dingin. kali ini Gavin memastikan akan menangkap si pengantar kopi itu.
Gavin pun bersembunyi di antara dinding tembok yang memisahkan antara pintu dan jendela, sambil bersiap-siap menangkap si pengantar kopi itu.
Lalu tiba-tiba si pengantar kopi itu muncul juga, perasaan Gavin antara deg degan karena sebentar lagi dia bakal tau siapa fans misteriusnya itu.
Dengan suara khasnya Gavin mengagetkan si pengantar kopi itu, dari belakang
" Kenapa tidak sekalian di antarkan ke dalam rumah saja.." sambil melipat tangannya di dada Gavin menyapa si pengantar kopi.
Si pengantar kopi pun sontak kaget dan menjatuhkan kopinya, dia berusaha kabur tapi dengan sigap Gavin menangkapnya dan membuat si pengantar kopi itu nyaris terjatuh tapi Gavin berhasil menahannya dengan kedua tangannya yg melingkar di pinggang si pengantar kopi itu dan topi untuk menutupi mukanya si pengantar kopi itu pun terjatuh hingga memperlihatkan rambutnya yang panjag pun terurai indah.
Mereka berdua saling bertatapan antara kaget dan saling terpesona satu samalain.
"Apakah dia yang namanya Kelana," ternyata dia wanita yang sangat cantik..." Gavin berbicara dalam hati tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun dari mata Kelana. Begitupun dengan Kelana mata Kelana tidak berkedip sedikitpun dari pandangan Gavin dan posisi tangan Kelana masi melingkar di leher Gavin.
Merekapun akhirnya tersadar setelah beberapa menit saling berpandangan, lalu Gavin melepaskan tangannya dari pinggang Kelana secara tiba-tiba yang membuat Kelana terjatuh ke tanah.
"Aww.." kenapa kamu menjatuhkanku." Kelana meringis kesakitan sambil buru-buru berdiri kembali.
" Badan kamu berat seperti karung beras." Gavin mencoba menetupi groginya dengan cara menjaili Kelana.
" Tunggu sebentar.." Gavin memperhatikan wajah Kelana dengan detail dari ujung rambut sampai ujung kaki,lalu mengintrogasinya.
" Kenapa selama ini kamu begitu rajin mengantarkan ice coffee americano,? apa kamu tidak takut uang kamu habis, terus kenapa kamu pakai cara sembunyi-sembunyi seperti gini..?" Gavin memberi pertanyaan pada kelana secara beruntun.
"Aku harus jawab yang mana dulu ini,? kamu kasi pertanyaan seperti lagi introgasi buronan yang ketangkap saja." Kelana mencoba untuk protes.
Gavin berusaha menahan tawanya mendengarkan ucapan Kelana.
"Jawab saja semuanya," aku mau tau alasannya apa sampai kamu berbuat seperti ini.." Gavin berusaha memasang wajah galak di depan Kelana.
" Alasannya karena aku ngefans sama kamu dan aku tau kalau kamu suka minum ice coffee americano saat perut kamu kosong, makanya setiap pagi aku mengantarkan untukmu, aku tidak ada niat apa-apa selain ngefans."
Kelana mencoba menjelaskan maksudnya melakukan hal seperti itu, perasaan Kelana campur aduk antara senang dan takut. Kelana senang karena bisa melihat Gavin dengan jarak yang sangat dekat, sedihnya Kelana takut nanti ketahuan media dan mengganggu kegitan Gavin.
Gavin melanjutkan pertanyaannya.
" Apa kamu tidak capek atau ngantuk harus keluar rumah cuma mengantarkan kopi saja?" Gavin terus mengerjai Kelana dengan memberikan pertanyaan.
" Tidak karena setelah aku antarkan kopi buat kamu aku langsung berangkat kerja.." Kelana selalu siap dengan jawaban yang di pertanyakan Gavin.
" Kamu kerja di mana?" tanya Gavin.
" Di caffee kejora.." balas Kelana.
Gavin pun kaget saat mengetahui kalau Kelana kerja di caffee kejora.
" Apa..." di caffee kejora?" jangan- jangan kamu yang waktu itu aku tanyaain soal pengirim kopi itu?" Gavin terkejut saat mendengar nama Caffe Kejora.
" Itu bukan aku dia teman ku," sampai kapan aku di introgasi seperti ini?" Kelana mulai protes karena dari tadi di introgasi dengan Gavin.
"Sampai kamu mengakui kesalahan kamu ini di depan ku dan mau menerima hukuman dari aku sebagai balasan sudah bikin aku terganggu selama ini.
Gavin punya ide untuk mengerjain si Kelana yang selama ini sudah mengganggu ketenangannya..
"Apa...!" hukuman" kenapa harus ada hukuman aku tidak melakukan tidakan kejahatan yang fatal." Kelana kaget karena dapat hukuman dari Gavin.
" Siapa bilang tindakan kamu tidak fatal kamu sudah mengganggu jam tidur ku," kamu membuat member lain khawatir karena mereka fikir kamu berniat jahat untuk mencelakaiku dengan cara pakai ice coffee.." Gavin mulai mengeluarkan jurus jitu agar Kelana makin ketakutan.
" Mencelakaimu dengan cara pakai kopi?" Kelana semakin bingung kenapa jadi merembet ke soal mencelakai."
" Ya bisa saja kamu menaruh racun ke dalam ice coffee itu." Gavin mencoba memperumit masalah ice coffee ini agar Kelana mau menerima hukuman dari Gavin.
" Hah menaruh racun..?" aku tidak ada niat sedikit pun untuk mecelakaimu Gavin," itu sama saja kamu menuduh tanpa bukti." Kelana mulai agak emosi dan kecewa atas tuduhan Gavin.
" Kalau kamu tidak sanggup menerima hukuman dari aku masalah ini aku bawa ke polisi dengan laporan meresahkan keluarga ku." Gavin semakin menakut-nakuti Kelana.
" Po- polisi...?" kenapa mesti bawa-bawa polisi..," oke baiklah aku terima hukuman dari kamu. Dengan muka kesal Kelana menerima hukuman dari Gavin.
" Apa hukumannya..?"
✎ (❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧
︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments