Di tengah kesibukan para member untuk menyelesaikan projectnya, Gavin tidak pernah lupa dengan misinya untuk mencari si pengirim ice coffee itu.
"Sebaiknya besok aku lanjutkan lagi pencarian si pengirim kopi itu, sampai hari ini dia tetap saja mengirim kopi ke kantor ataupun ke dorm.."Gavin berbicara dalam hati sebelum memejamkan matanya..
Malampun telah berganti pagi.
"Apa itu kak?"Jimmy pun menanyakan tentengan yang di bawa Jamal.
"Biasa kiriman kopi buat kak Gavin.."Jamal menjawab pertanyaan Jimmy.
"Ternyata perempuan itu masi tetap mengirimkan kopi buat kak Gavin tapi dia tidak mau memberi tahukan nama dia.."Jimmy mulai merasa khawatir.
"Nah maka dari itu kenapa dia sampai melakukan seperti itu, apa dia mau bikin kak Gavin penasaran.." ujar Jamal.
"Tapi kalau seperti ini lama-lama nanti kak Gavin jadi kesal, tau sendirikan kak Gavin orangnya seperti apa." balas Jimmy.
"Betul juga Jimmy, kak Gavin kalau sudah kesal pasti bakal tidak peduli lagi." tandas Jamal.
Jamal dan Jimmy lagi membahas soal si pengirim kopi buat Gavin, tiba-tiba pintu kamar Gavin terbuka..
" Hoaaaam..."Gavin keluar dari kamarnya sambil menguap..
"Kak Gavin ada kiriman kopi buatmu.."Jimmy memberikan kiriman kopi itu ke Gavin..
"Sejak kapan kiriman ini berada di depan pintu?"Gavin pun meraih kopi itu dari tangan Jimmy.
"Aku juga tidak tau kak soalnya yang menemukan kak Jamal."
"Ouw.."
Di saat Gavin mau mengeluarkan gelas kopi itu dari plastik tiba-tiba Gavin menemukan memo lagi.
"Ada memo lagi di dalam plastik." ucap Gavin.
Jimmy dan Jamal mendekati Gavin.
"Ayo di baca kak.."Jimmy sangat penasaran dengan isi memo itu.
Selamat pagi Gavin..
Jangan pernah bosan menerima kiriman kopi dari aku, tetaplah selalu semangat dan jangan lupa untuk tersenyum
😊
"Waaah.." kak Gavin dapat ucapan semangat dari penggemar misteriusnya.."Jimmy pun menggoda Gavin.
"Apa mau gadis ini, kenapa dia tidak mau mencantumkan namanya..."Gavin bergumam dengan suara kecil, tapi bisa terdengar oleh Jimmy dan Jamal.
"Mungkin gadis ini masi malu kak."Jamal mencoba berfikir positif.
"Tapi sampai kapan dia mau main kucing-kucingan seperti ini..!"Gavin mulai kesal dengan kelakuan gadis itu.
"Atau laporkan saja ke polisi kak."Jimmy mencoba memberi solusi.
"Sepertinya tidak perlu lapor polisi soalnya ini bukan tindakan kriminal."Gavin menyikapi saran Jimmy dengan positif.
" Tapi ini meresahkan kak."Jimmy mencoba meyakini Gavin.
"Selama dia tidak berniat untuk mencelakai anggap aja ini sebagai kerjaan orang iseng aja.."Gavin mencoba membuat Jimmy dan Jamal tenang.
"Nanti kakak coba cari orangnya." ucap Gavin.
"Semoga cepet ketemu kak." Jimmy memberi semangat buat Gavin.
Aland dan Edgar pun datang dari arah kamar masing-masing.
"Hoaaam..."semalam tidur ku nyenyak sekali."Edgar menguap sambil meregangkan ototnya yang kaku saat tidur..
"Ini kopi siapa ?"Aland menanyakan asal ice coffee americano yang berada di atas meja.
"Biasa kak kopi dari penggemar rahasia kak Gavin."Jimmy pun menjawab pertanyaan Aland.
"Haah..." orang itu masi kirim kopi juga..? " dengan wajah kaget yang di tunjukkan Aland.
"Iya kak, dan hari ini kak Jamal yang menemukannya." ujar Jimmy.
Di tengah perbincangan Aland, Edgar, Jimmy dan Jamal. Chal dan Brian pun ikut bergabung.
"Tapi hari ini ada memo di dalam plastik pembungkus kopi itu."Jimmy mencoba memberitahukan ke yang lain soal memo itu..
"Serius ada memo lagi?"Aland sedikit terkejut..
"Wah sudah mulai sedikit ada peningkatan kak Gavin," setidaknya dia sudah mulai mau berkomunikasih walaupun cuma lewat memo."
" Tapi tetap saja bikin penasaran Aland."Jamal membalas ucapan Aland.
"Betul kata Jamal gadis itu bikin penasaran. cetus Jimmy.
Akhirnya mereka semua terdiam sambil memasang wajah serius.
✎ (❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧
︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments