" Iya juga sih, tapi koq itu kopi bisa sampai sini sepagi ini bukannya caffenya belum buka kalau jam segini?" dengan mengkerutkan alis Jamal mencoba berfikir.
"Mungkin saja orang itu membeli kopinya semalam trus di simpan dulu di kulkas pagi baru di antarkan kesini."
Aland mencoba menerka-nerka.
"Masuk akal juga." jawab Jamal.
Tidak lama kemudian Gavin terbangun dari tidurnya dan keluar dari kamar sambil menggaruk kepalanya.
"Hoaaam," ini ada apa rame-rame seperti ini?"
"Ini kak ada yang mengirim ice coffee americano tapi tidak ada nama pengirim dan penerimanya ini sangat misterius."
Jimmy mencoba menjelaskan ke Gavin.
"Trus kalian tau ini misteriusnya dari mana?"Tanya Gavin.
"Aku tadi yang menemukannya di depan pintu, dan saat itu tidak ada orang satupun yang lewat." ujar Brian.
"Paling ini kopi dari fans kita, tidak usah di fikirkan."
Gavin dengan santai menanggapi soal kopi misterius itu cuma masalah biasa..
Sedangkan dari tadi Brian, Jamal, Aland dan Jimmy berfikir keras mencari tau siapa pengirim kopi itu.
Tiba-tiba Jimmy, Aland, Jamal dan Brian berteriak bersamaan.
Jangaaan...!!"
Gavin meminum ice coffee itu dengan santai.
Glek..."
"Hey ada apa dengan kalian....?!"tanya Gavin dengan wajah kaget mendengar teriakan para member.
"Kenapa kakak minum kopi itu," kita belum tau itu kopi dari siapa dan tujuannya apa kirim kopi secara misterius kaya begini."jimmy mengomeli Gavin.
"Apa salahnya di minum kan ini kopi di temukan di depan pintu rumah kita itu artinya si pengirim menujukan buat salah satu dari kita, karena kita gak tau ini kopi buat siapa di antara kita ya sudah aku minum saja.." Gavin menjelaskan dengan gamblang.
"T-tapi kak kopi itu kan misterius bisa saja orang jahat yang menyimpannya di depan pintu dengan tujuan untuk mencelakai kita gimana.?"aland mencoba untuk mengingatkan Gavin.
" Tenang saja tidak akan terjadi apa-apa kok." ujar Gavin
sambil melanjutkan meminum kopi itu sambil sarapan.
Setelah melewati perkara kopi misterius itu mereka pun menjalani aktifitas masing-masing.
Semua member berangkat ke kantor agenci yang menaungi mereka, jadwal mereka saat ini sangat padat apalagi saat mau merilis album baru seperti ini.
Pada saat jam makan siang ada seseorang yang mengirimkan mereka paket untuk makan siang.
"Hari ini kalian dapat kiriman makan siang dari seseorang." ujar manager mereka.
"Dari siapa kak?" tanya Chal
Semua member memanggil managernya dengan sebutan kakak agar mereka merasa lebih dekat.
"Kakak juga tidak tau soalnya paket di titip di bagian resepsionis.." jawab manager.
"Waaah..." kenapa hari ini kita selalu dapat kiriman misterius ya." ujar Brian.
"Betul kata kak Brian, tadi pagi kopi sekarang makan siang."
Jamal membenarkan perkataan Brian.
"Mungkin saja dari restoran yang mau di endorse kak." cetus Edgar.
"Tapi sepertinya bukan Edgar," kita tidak ada ambil endorse produk apapun saat kita sibuk seperti ini." sahut Aland.
"Apa kita punya fans misterius kak..?" tanya Edgar.
"Jangan buat aku semakin takut Edgar."
Edgar mencoba menakut-nakuti Brian dan Jamal.
Gavin pun keluar dari studio nya dan bergabung dengan member lain di ruang makan, yang sudah di sediakan oleh Agenci.
" Ada apa lagi ini..?" tanya Gavin.
"Ini kak ada yang kirim makanan buat makan siang kita."
jawab Chal ke Gavin.
" Siapa yang mengirim..?" tanya Gavin dengan santai.
"tidak tau juga kak tidak ada nama pengirimnya." jawab Chal.
" Anggap aja rezeki kan lumayan tidak keluar uang lagi buat beli makanan." ujar Gavin sambil mencomot makanan yang berada di meja.
" T-tapi kita kan tidak tau dari siapa.." cetus Brian.
"Tenang saja kak Brian kita tidak akan kenapa kenapa kok, kalau makan makanan ini."
Dengan tenangnya Gavin meyakinkan Brian dan member lain agar mereka semua mau makan kiriman makanan itu..
✎ (❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧
︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments