"Semoga surat yang kedua ini di balas oleh si pengantar kopi misterius itu, aku tidak mau merasakan rasa bersalah ini lama-lama.
dan semoga si pengantar kopi itu mau memaafkan kesalahan ku."Gavin berbicara sendiri sambil meletakkan suratnya di tempat yang sering si pengantar kopi itu meletakkan ice coffee americanonya.
Hari ini Gavin bangun lebih pagi dari biasanya Gavin ingin dia yang lebih dulu menemukan ice coffee itu, karena Gavin sudah memperhitungkan kalau hari ini dia akan dapat balasan dari surat yang dia letakkan 2 hari yang lalu.
Dan tidak sia-sia Gavin bangun lebih pagi dari biasanya, ternyata si pengirim kopi itu membalas surat dari Gavin 2 hari yang lalu.
Gavin pun buru-buru masuk ke kamarnya dengan segelas ice coffee americano dari si pengirim kopi misterius, dan membaca surat balasan itu.
Dear Gavin..
Gavin tidak perlu meminta maaf ke aku karena semua ini kesalahan ku yang sudah mengganggu ketenangan Gavin selama ini, aku hanya mementingkan kesenangan ku saja dengan cara yang salah dan membuat Gavin jadi terganggu. Selama ini aku hanya berfikir kalau aku mengirimkan Gavin ice coffee americano ke Gavin tiap hari itu akan membuat Gavin senang ternyata aku salah, ternyata aku hanya menambah beban fikiran Gavin saja dan membuat Gavin jadi tidak bisa konsentrasi dengan pekerjaan.
Sekali lagi saya minta maaf atas kesalahan saya ini.
Gavin serius masi mau menerima kiriman ice coffee americano dari aku?"
apakah Gavin tidak merasa terganggu?"
Aku senang sekali kalau Gavin masi mau meneriman kiriman ku..
terimakasih sudah mau memaafkan ku.
Begitulah isi surat pendek dari si pengirim kopi misterius itu, Gavin membaca surat itu sambil senyum-senyum karena si pengirim kopi itu sudah memaafkan Gavin.
Gavin pun menulis surat balasan ke si pengirim kopi itu.
Dear Si Pengirim Kopi..
Saya masi mau menerima ice coffee americano dari kamu dan saya tidak merasa terganggu bahkan aku dan memberlainnya sudah terbiasa dengan kiriman kopi dari kamu. apa kamu tidak mau bertemu aku atau menunjukkan dirikamu?"
Banyak fans-fans aku yang berebutan ingin ketemu aku tapi kenapa kamu malah bersembunyi dan tidak mau bertemu aku?
apa aku menyeramkan di mata kamu?
Saya tunggu balasannya..!"
Setelah menulis surat Gavin berharap semoga si pengantar kopi itu membalas lagi surat dari Gavin.
Terdengar dari luar kamar Gavin suara berisik dari memberlain yang sudah bangun dan sedang sarapan.Gavin pun keluar dari kamarnya dengan segelas ice coffee americano di tangannya.
"Uhuk Uhuk..." Jamal tersedak air yang sedang di minumnya. Kak Gavin sudah bangun jam segini.." terus itu ice coffee dari mana kak?" tanya Jamal.
Jamal merasa heran melihat Gavin bangun sepagi ini.
"Apa kalian lupa kalau setiap pagi aku dapat kirim ice coffee americano..?"Gavin menjawab dengan santai sambil menyeruput ice coffeenya.
" Ta-tapikan biasanya salah 1 dari kami yang mengambilnya kak, kenapa hari ini kakak yang mengambilnya sendiri?"Jamal merasa aneh pada Gavin.
"Kebetulan tadi kakak terbangun pagi-pagi karena haus setelah kakak minum kakak ingat kalau ice coffeenya pasti sudah datang makanya kakak cek dan benar kopinya sudah ada di depan pintu."
Gavin mencoba menjelaskan ke Jamal tapi dengan bahasa yang tidak sesuai dengan fakta.
"Ouw begitu.." saya fikir kak Gavin lagi bermimpi berjalan sambil bawa ice coffee hahaha.."Jamal pun menggoda Gavin sambil tertawa dan yang lainpun ikut tertawa.
Pagi ini terdengar suara tawa para member di ruang makan, mereka mengawali pagi dengan bahagia.
Tapi yang lebih bahagia lagi adalah Gavin karena dia sudah mulai bisa berkomunikasi dengan si pengirim kopi misterius itu walaupun cuma lewat surat, setidaknya Gavin agak merasa legah dan tidak di hantui lagi dengan perasaan bersalah.
✎ (❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧
︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments