Hari ini Gavin tidak begitu fokus dalam mengerjakan apapun termasuk saat latihan dance, Gavin masi memikirkan soal si pengirim kopi itu yang membalas suratnya, ternyata si pengirim kopi itu merasa sedih atas kata-kata yang di tulis Gavin dalam suratnya beberapa hari yang lalu.
"Kenapa aku sebodoh itu mengeluarkan kata-kata kasar ke si pengirim kopi itu, padahal aku sudah tau kalau si pengirim kopi itu adalah wanita.."Gavin dari tadi bergerutu dalam hati dan menyalahi dirinya sendiri atas tindakannya itu..
Tiba-tiba Jimmy membuyarkan lamunannya.
"Kak..," ada apa dengan kakak hari ini?" tidak biasanya kakak melakukan kesalahan dance."Jimmy menyadari ada sesuatu yang terjadi pada Gavin.
Semua para member sudah saling mengenali satu sama lain karena mereka sudah 10 tahun tinggal bersama, jadi kalau ada salah satu dari member yang berubah dan berkelakuan tidak biasanya mereka akan tau.
" Em ya...," kakak tidak apa-apa Jimmy, kakak cuma memikirkan lirik yang lupa kakak tulis."Gavin mencoba menyembunyikan apa yang sedang menggaggu fikirannya.
"Kalau kakak sakit tidak usah ikut latihan lebih baik kakak istirahat saja di rumah."Jimmy mengkhawatirkan kesehatan Gavin.
"Kakak tidak apa-apa Jimmy." ucap Gavin.
Akhirnya latihan mereka pun sudah selesai dan mereka semua bersiap-siap untuk pulang.
"Ayo cepat kita pulang!" ajak Gavin.
Gavin mengajak para member untuk buru-buru pulang ke rumah, Gavin ingin cepat sampai di rumah untuk meletakkan surat buat si pengantar kopi itu.
"Kenapa kak Gavin buru-buru mau pulang?" biasanya kak Gavin yang paling betah di studio."Chal juga merasa ada keanehan pada Gavin.
"Kakak mau istirahat badan kakak sakit semua."Gavin berbohong pada Chal
Gavin sengaja menyembunyikan dulu soal balasan surat dari si pengantar kopi itu karena Gavin ingin tau dulu siapa orang di balik misteri ice coffee ini.
"Ayo kita pulang sekarang."Brian mengajak semua member untuk pulang kerumah.
Sesampainya mereka di rumah, Gavin buru-buru masuk ke kamarnya dan mengecek kembali isi surat yang di kirim si pengantar kopi misterius itu.
"Hari ini sepertinya kak Gavin agak aneh, ada apa ya?"Chal mulai bertanya pada member lain.
"Betul sekali kak Gavin tidak biasanya seperti itu."Jimmy pun membenarkan perkataan Chal.
"Aneh bagaimana maksud kalian?"Brian balik bertanya pada Chal dan Jimmy.
"Kami merasa ada sesuatu yang di sembunyikan kak Gavin dari kita-kita, tidak biasanya kak Gavin melamun dan melakukan kesalahan saat dance berulang kali."Jimmy menjelaskan kecemasannya tentang Gavin ke Brian.
"Betul sekali kak," apa kak Brian tidak merasakan keanehan kak Gavin hari ini?"Chal balik bertanya pada Brian..
"Hari ini kakak lihat Gavin baik-baik saja kok tidak ada yang aneh, mungkin memang hari ini Gavin lagi banyak fikiran makanya tingkahnya seperti itu."Brian tidak menyadari keanehan pada Gavin, dan berharap Gavin baik-baik saja.
"Sudahlah kalian tidak usah terlalu khawatir pada Gavin, kakak yakin Gavin baik-baik saja,Sebaiknya kalian istirahat saja tidak usah berfikir yang macam-macam tentang Gavin."Brian berusaha membuat Jimmy dan Chal agar tidak khawatir tentang perubahan Gavin.
"Baiklah kak."Mereka pun masuk kekamar masing-masing.
Sebenarnya Brian juga merasakan keanehan pada Gavin hari ini cuma Brian berpura-pura kalau tidak ada yang aneh pada Gavin hari ini, Brian sengaja melakukannya agar Chal dan Jimmy tidak semakin khawatir dengan perubahan Gavin.
Setelah semua member masuk ke kamar masing-masing dan semua ruangan menjadi sepi Gavin mengendap-endap keluar kamar untuk meletakkan surat keduanya buat si pengirim kopi misterius itu.
"Semoga surat yang kedua ini di balas oleh si pengantar kopi misterius itu, aku tidak mau merasakan rasa bersalah ini lama-lama.
dan semoga si pengantar kopi itu mau memaafkan kesalahan ku."Gavin berbicara sendiri sambil meletakkan suratnya di tempat yang sering si pengantar kopi itu meletakkan ice coffee americanonya.
✎ (❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧
︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments