Pagi ini sangat cerah udara pun masi sangat sejuk, hari ini Gavin bangun lebih cepat dari biasanya dia ingin menikmati suasana di pagi hari sambil bersepeda di taman dekat rumah memang beberapa hari ini Gavin sangat sibuk dengan pembuatan albumnya, di tambah lagi Gavin juga pusing memikirkan penggemar misteriusnya itu yang masi saja sering mengirimkan ice coffee americano sampai sekarang. Gavin butuh refreshing walaupun sebentar.
Kaaaaak kaaaaaak...!" teriak Chal yang membuat seisi rumah menjadi terbangun dari mimpi indahnya.
Brian, Aland, Jimmy, Edgar dan Jamal seketika terbangun setelah mendengarkan suara teriakan Chal
"Ada apa Chal pagi-pagi sudah teriak-teriak begini."Sambil berjalan keluar kamar Brian mengomeli Chal.
"Ada apa,"apakah ada maling yang masuk?"Jamal dengan setangah berlari sampai menabrak kursi karena panik menghampiri Chal.
"Ini ada apa lagi ribut-ribut..."Aland menghampiri Chal dengan muka masi ngantuk, Jimmy dan Edgar membuntutin dari belakang.
"Ini kak..! kak Gavin hilang kamarnya kosong aku cari di sekeliling rumah tapi kak Gavin tidak ada..."Chal dengan wajah panik.
"Hei.." Chal kamu fikir Gavin itu anak kecil yang begitu gampangnya di culik, lagipula siapa yang berani menculik Gavin liat tatapan Gavin saja penculiknya bakal kabur duluan..."Brian menenangkan Chal.
Jimmy, Aland, dan Jamal tertawa mendengarkan perkataan Brian.
"Hahaha benar sekali kata kak Brian, kak Gavin tidak segampang itu di culik.."Aland membenarkan kata Brian..
"T-tapi kak Gavin kemana sepagi ini, bukannya kak Gavin manusia yang paling susah untuk bangun pagi..?"Chal masi mengkhawatirkan Gavin.
"Mungkin kak Gavin pergi mencari udara segar.."Jamal mencoba menenangkan Chal dari kepanikan.."
"Tidak biasanya kak Gavin keluar rumah sepagi ini..." ucap Chal dengan perasaan masi panik.
"Sudahlah Chal kamu tidak usah khawatir seperti itu, paling sebentar lagi kak Gavin kembali."Jimmy ikut menenangkan Chal..
Tiba-tiba suara bel dari pintu berbunyi.
Ding dong.. ding dong...
Edgar berlari menuju pintu untuk membukanya.
" Kak Gavin sudah kembali.." teriak Edgar.
" Kalian menunggu aku," Ada apa ?" tanya Gavin dengan bingung.
"Chal panik dan mengira Kakak di culik orang karena kakak menghilang dari kamar, dan membuat seisi rumah terbangun dengan teriakannya.."Jimmy menjelaskan ke Gavin.
"Siapa yang berani menculik aku, sini kalau berani.."Dengan gaya savage nya Gavin menjawab penjelasan Jimmy. "Tadi aku habis bersepeda di sekitar taman dekat rumah karena aku liat udaranya segar dan cuacanya juga bagus.."
Gavin memberi tahukan ke semua member alasan Gavin keluar rumah pagi-pagi untuk mereda ke khawatiran mereka.
"Oh ya kak ice coffee americano kakak aku simpan di kulkas, kalau kakak mau minum ambil saja di kulkas.."
Chal memberi tahu Gavin soal ice coffee americano yang dia temukan di depan pintu.
Semua member sudah mulai terbiasa dengan kiriman ice coffee americano dari si penggemar misterius Gavin..
" Apakah ada memo lagi yang kamu dapat Chal..?" tanya Gavin.
" Aku tidak mengecek kak." jawab Chal.
Gavin buru-buru menuju kulkas untuk memeriksa apakah di dalam plastik ice coffee itu ada memo lagi seperti kemarin, dan ternyata dugaan Gavin benar ada memo di dalam plastik kopi itu.
Gavin semoga hari ini kamu bisa bekerja dan latihan dengan semangat, jaga kesehatan kamu dan jangan lupa makan yang banyak, saya tau kamu sudah mulai kesal dengan kelakuan aku ini tapi aku harap kamu jangan membenci ku..."
"Kakak dapat memo lagi..?"Edgar mengagetkan Gavin dari lamunannya.
"Ah iya ada memo lagi, dan seperti biasa dia cuma kasih suport buat kakak.."
"Di mana yang lainnya?"Gavin bertanya ke Edgar.
"Ada di ruang tengah kak sedang sarapan.."Gavin pun menuju ruang tengah.
"Aku mau bertanya selama ini siapa saja yang sering menemukan kiriman ice coffee ini?"Gavin bertanya kesemua member.
"Yang pertama menemukan aku.."Brian si penemu pertama.
"Aku 2 kali menemukan."Chal pun angkat tangan.
"Aku menemukan sekali. Jamal ikut mengangkat tangan.
"Coba kalian ikut aku dan tunjukkan di bagian mana orang itu meletakkan gelas ice coffee nya?"
Gavin meminta Brian, Chal dan Jamal menunjukkan letak ice coffee itu saat mereka menemukan.
"Di sini...!"
Mereka bertiga menunjuk dengan letak gelas yang sama.
"Oke.."Gavin pun meninggalkan mereka tanpa memberikan komentar panjang.
✎ (❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧
︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments