Pagi ini seperti biasa Gavin bangun paling belakangan, Gavin beberapa hari ini sibuk untuk merampungkan lagu yang dia tulis sehingga mengurangi tidur malamnya, Gavin lebih tenang mengerjakan lagunya saat malam.
Karena menurut Gavin saat malam dia lebih mudah menyusun lirik, fikirannya lebih freesh di bandingkan saat siang.
Dan tidak ada member lain yang berani membangunkan Gavin saat tidur, karena menurut mereka kalau Gavin marah sangat mengerikan.
"Kak Jamal apakah kita ke studio tanpa kak Gavin?"Edgar bertanya pada Jamal.
"Biarkan saja kak Gavin menyusul nanti, sepertinya kak Gavin sangat kelelahan mengerjakan lagu kita."Jamal mengerti dengan kelelahan Gavin.
"Kalau begitu kita berangkat saja kak biar kita tidak kena macet."Edgar mengajak Jamal dan lain untuk berangkat duluan.
Merekapun berangkat duluan ke studio tanpa Gavin.
Tidak lama kemudian setelah member lain berangkat, Gavin pun terbangun dari tidurnya dan keluar dari kamar.
"Hoaaaam...."
"Hmm..." sepertinya yang lain sudah berangkat duluan ke studio."Gavin berbicara sendiri, sambil membuka kulkas untuk mengambil ice coffee americano yang setiap hari di kirim si pengirim misterius itu,lama kelamaan Gavin pun merasa terbiasa dengan kiriman ice coffee americano itu.
Tiba-tiba Gavin menemukan sebuah surat di dalam plastik ice coffee itu, dengan cepat Gavin membuka dan membaca surat itu.
Dear Gavin
Terimakasih sudah menulis surat buat aku dan aku sangat merasa senang walaupun sedikit agak sedih karena Gavin merasa terganggu dengan tindakan aku selama ini yang sering mengirim ice coffee secara diam-diam tapi aku melakukan semua ini karena aku tidak mau membuat Gavin kena masalah dengan media jika aku menunjukkan diri ku, aku tau sekarang Gavin bukan orang biasa lagi jadi aku harus memikirkan keselamatan Gavin.
sekali lagi aku minta maaf atas kelakuan aku ini, aku janji besok adalah ice coffee americano yang terakhir aku antarkan buat Gavin dan tidak akan pernah lagi mengantarkan ice coffee buat Gavin.
Terimakasih.
Gavin membaca surat dari si pengirim misterius itu dengan perasaan bersalah dan menyesal karena telah menulis surat buat si pengirim misterius itu dengan kata-kata kasar.
Gavin pun masuk kekamarnya untuk mengambil secarik kertas dan pulpen, Gavin ingin membalas surat dari si pengirim kopi misterius itu dan ingin meminta maaf atas kata-katanya.
Dear Si pengirim kopi..
Saya minta maaf kalau kata-kata saya di surat yang beberapa hari yang lalu membuat kamu sedih, tapi saya minta kamu tunjukka diri kamu kalau memang kamu betul-betul fans aku. kamu tidak usah mengkhawatirkan aku soal media itu bisa aku selesaikan, yang saya mau kamu tunjukkan diri kamu saja. kalau soal ice coffee yang sering kamu kirim itu jangan berhenti mengirimkan aku ice coffee aku akan tunggu kiriman ice coffee dari kamu.
Terimakasih.
Gavin memutuskan untuk tetap menerima kiriman ice coffee dari si pengirim miterius itu agar Gavin tidak putus komunikasi walaupun cuma lewat surat, tapi Gavin yakin suatu hari dia bisa dapat kontaknya.
Gavin masi penasaran dan masi ingin cari tau siapa si pengirim kopi itu walaupun sebenarnya Gavin sudah tau kalau si pengirim itu adalah seorang wanita tapi Gavin mau melihat wujud wanita itu.
Setelah menulis surat Gavin pun bersiap-siap untuk ke studio, hari ini mereka ada latihan dance untuk persiapan MV di album terbaru mereka.
✎ (❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧
︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments