Mobil yang membawa Dirga dan Nirmala melaju membelah jalan raya, beriringan dengan mobil Bara. Bara terus mengikuti mobil di depannya dengan tetap fokus, ia mengemudi sendiri. Sebenarnya Dirga dan Bara adalah teman dekat. Tapi entah kenapa melihat kedekatan antara Dirga dan Nirmala membuat Bara tidak suka. Saat mengetahui Nirmala telah di khianati, respon Bara sama seperti Dirga, ia merasa punya kesempatan untuk mendekati Nirmala, ia akan menjadi orang pertama yang akan mengobati luka hati Nirmala. Tetapi ternyata dia telah kalah, kalah cepat dari Dirga. Tetapi dia takkan menyerah begitu saja sebelum Nirmala memilih sendiri antara dirinya atau Dirga.
Nirmala dan Dirga duduk di kursi belakang dengan satu tangan saling bergandengan sedangkan tangan satu lagi berpegangan.
''Kalau kamu ngantuk tidur saja, Sayang.'' Ucap Dirga dengan mengecup pucuk kepala Nirmala beberapa kali.
''Iya, Mas.'' Sahut Nirmala. Ia merebahkan kepalanya pada bahu kokoh Dirga. Sebenarnya Nirmala tidak merasa ngantuk, tetapi ia tengah memikirkan bagaimana respon Faris, Sintia, Retno, Tika serta keluarga Sintia nanti melihat kehadiran nya di acara pernikahan itu.
Nirmala tahu, kota asal Sintia adalah kota Bandung. Dan kedua orangtuanya yang sudah renta juga menetap di Bandung. Sudah pasti nanti anggota keluarga Sintia juga hadir di pernikahan itu. Nirmala tidak habis pikir, bisa-bisanya mereka semua mengkhianati nya, padahal waktu itu Nirmala sudah pernah mengenalkan Faris kepada kedua orangtua Sintia sebagai suami nya. Bisa-bisanya mereka mengizinkan Sintia menikah dengan pria beristri. Nirmala benar-benar merasa menyesal telah membantu manusia-manusia tidak tahu terimakasih itu.
***
Siang beranjak sore, rombongan Faris sudah sampai di Villa, di sambut oleh keluarga Sintia yang sudah sampai duluan. Rencananya pernikahan mereka akan dilaksanakan nanti malam, setelah Isya.
Dua keluarga itu beramah-tamah dengan mengucapkan kata-kata selamat kepada Faris dan Sintia. Mereka bahkan begitu membanggakan anak yang di kandung Sintia. Anak yang tumbuh dari hasil hubungan zina kedua orangtuanya.
''Nak Faris, beneran Nirmala tidak tahu tentang hubungan dan pernikahan kalian ini?'' tanya Ayah Sintia. Mereka semua sedang berkumpul di ruang keluarga.
''Tidak, Pak. Bapak tenang aja. Pokoknya semuanya aman.'' Faris menjawab yakin. Sintia pun mengangguk setuju.
''Baguslah. Bapak tidak enak sama Nak Nirmala kalau dia tahu. Kasihan dia.'' Kata pria paruh baya itu lagi. Rambutnya telah memutih sebagian.
''Udah lah, Pak. Ngapain juga kasihan, lagian salah sendiri kenapa tidak bisa mengandung. Nak Faris kan butuh keturunan sebagai pelengkap keluarga kecilnya. Dan itu bisa di dapatnya dari putri kita.'' Timpal Ibunya Sintia yang lebih muda dari Ayahnya. Ibu Sintia memiliki postur tubuh yang gemuk.
''Benar sekali. Lagian Nirmala mau berbuat apa kalau dia tahu semuanya. Sintia sekarang sudah mengandung, dan Nirmala tidak mungkin meminta cerai dari Faris. Lagian mana ada pria lain yang mau sama wanita mandul seperti dia. Nggak usah munafik lah, semua suami pasti menginginkan keturunan dari istrinya.'' Kali ini Retno yang ikut berbicara.
''Iya, anda benar sekali calon besan.'' Sahut Ibu Sintia dengan senyum mengembang. Saat dua keluarga itu tengah mengobrol ringan, Faris pamit ke kamar, ia ingat kalau dia belum menghubungi Nirmala. Dia akan menghubungi Nirmala agar Nirmala tidak curiga, tidak berpikir yang aneh-aneh padanya. Sedangkan Sintia masih memilih berkumpul dengan keluarga nya.
Faris duduk di atas kasur pengantin yang telah di hiasi sedemikian rupa. Sprei bewarna putih dengan taburan kelopak bunga mawar merah di atasnya.
Melihat itu, Faris tiba-tiba teringat kamar pengantin nya dan Nirmala dulu. Mendadak Faris di landa rasa gundah gulana dengan dada terasa sesak.
''Waktu itu Nirmala masih segel, malam pertama kami sungguh berkesan karena aku yang kesulitan membobol pertahanan Nirmala.'' Faris mendesah panjang. Setelah itu ia mulai menghubungi Nirmala, ia harus berbohong lagi kepada Nirmala untuk yang kesekian kalinya.
Bersambung.
Maaf, kali ini update nya pendek, ya, teman-teman. Selamat membaca. Terimakasih sudah mampir. Untuk visual tokoh, silahkan berimajinasi sesuai keinginan masing-masing. Salam hangat dari aku, si penulis yang selalu berusaha membuat karya terbaik untuk para pembaca.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments
Ajusani Dei Yanti
lanjut kak
2023-03-14
0
Esjasz Malek
esok update ye thor.. tak sabar..huhu
2022-11-26
2