Sesampainya aku di rumah Mama mertuaku, aku memarkirkan mobil di luar pagar. Bukan apa-apa, entah kenapa mendadak perasaan ku menjadi tak enak. Di dalam pagar, aku melihat mobil Mas Faris terparkir rapi di bawah pohon mangga yang memiliki batang besar dan tinggi, mangga itu juga sedang berbuah lebat. Mobil itu benar-benar mobil Mas Faris. Aku sangat mengenalinya. Ternyata Mas Faris lembur di rumah Mamanya. Dasar pembohong.
''Tidak salah lagi, itu memang mobil Mas Faris.'' ucapku di dalam hati. Aku berjalan mengendap-endap memasuki pagar rumah Mama mertua agar tak ketahuan, sebentar lagi Magrib akan segera datang, gelap pun juga sudah begitu dominan, memudahkan aku untuk diam-diam memasuki rumah Mama mertua. Beruntungnya Mama mertua serta yang lainnya tidak keluar, mereka sepertinya tengah asyik mengobrol di dalam rumah. Dari luar aku bisa mendengar suara mereka yang becanda gurau di sertai dengan tawa berderai. Aku berjongkok di dekat jendela ruang keluarga, aku diam di sana, mencoba menguping hal apa yang tengah mereka bicarakan, dan siapa saja yang terlibat di dalam obrolan tersebut.
''Segera urus surat-surat untuk keperluan pernikahan kalian Faris, supaya Sintia ada status nya.'' ucap Mamanya Mas Faris. Itu memang suaranya. Mendadak tungkai kakiku terasa lemas begitu aku tahu ternyata Mama mertua yang aku percaya baik ternyata tega ikut membohongi dan mengkhianati aku. Beliau malah mendukung Mas Faris agar segera menikahi Sintia.
''Iya, Tante benar sekali. Aku capek kayak gini terus, di gantung nggak jelas.'' kini giliran Sintia yang bersuara. Dia berkata dengan begitu manja. Dasar teman tak tahu di untung.
''Aku akan segera mengurus semuanya, kalian tenang saja.'' ucap Mas Faris lagi.
''Nah begitu dong. Jadi lelaki itu yang gentleman, Nak. Sintia sekarang tengah mengandung anak mu, jadi kamu harus bertanggungjawab sama dirinya dan janin yang ada di kandungan nya. Kamu harus selalu memperhatikan dan menjaga Sintia, supaya cucu Mama lahir dengan sehat dan selamat.'' aku menutup mulutku setelah mendengar perkataan Mama barusan. Ternyata Sintia tengah hamil, secepat itukah? Cepat atau memang mereka yang sudah lama mengkhianati aku. Bodohnya aku.
''Tapi gimana dengan Nirmala, Ma? Aku takut Nirmala mengetahui hubungan aku dan Sintia.''
''Alaaahhh nggak usah kamu pikirkan wanita mandul itu. Kalau dia tahu hubungan kamu dan Sinta, itu malah lebih baik supaya dia nyadar diri apa kekurangan nya. Lagian salah sendiri sudah dua tahun menikah kok nggak hamil-hamil. Sintia saja yang baru berhubungan dengan mu bisa hamil begitu cepat. Berarti si Nirmala itu memang mandul. Nggak becus banget jadi istri dan mantu.'' aku semakin kaget mendengar perkataan wanita yang sempat aku hormati seperti Mama kandung ku tersebut. Tega sekali beliau. Dada ku terasa begitu sesak, air mataku mendadak meluncur membasahi pipinya. Aku menangis dalam diam.
''Iya, bener banget. Aku juga udah nggak sabar pengen punya ponakan yang lucu dan menggemaskan.'' kali ini giliran Tika yang angkat bicara. Mereka semua benar-benar keterlaluan.
''Ah, terimakasih, karena Tante dan Tika selalu baik dan selalu menganggap aku berarti di keluarga ini.''
''Iya, sama-sama Sayang. Jaga kesehatan kamu, ya. Ini mangga mudanya biar Tante yang bikin rujak yang enak buat kamu.''
''Sekali lagi terimakasih banyak, Ma. Em, bolehkan aku panggil Tante dengan sebutan Mama saja, soalnya sebentar lagi aku kan akan menjadi istrinya Mas Faris.''
''Boleh banget dong Sayang.''
''Uhhh ... jadi nggak sabar deh pengen cepat-cepat nikah sama Mas Faris.''
''Kamu ada-ada saja Sayang.'' ucap Mas Faris. Setelah itu mereka tertawa kecil. Mereka seperti bahagia sekali.
Hatiku begitu hancur setelah mendengar obrolan mereka, tega sekali mereka semua terhadap aku. Mama dan Tika, ternyata mereka sama jahatnya seperti Sintia dan Mas Faris. Hanya karena aku yang tak kunjung hamil di pernikahan kami yang kedua, tega-teganya mereka memvonis aku mandul dan tega-teganya mereka mengasingkan aku. Awas saja kalian. Akan aku buat kalian semua menyesal karena telah berani bermain-main dengan ku. Lagian aku juga tidak butuh keluarga munafik seperti kalian.
Setelah itu aku berlalu dari rumah Mama Mas Faris. Aku memilih pergi ke suatu tempat yang bisa membuat aku merasa tenang.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments
Erlinda
ayo Nirmala jgn hanya sekedar ngomong aja mau membalas perbuatan mereka buktikan balas semua penghianata suami,sahabat mertua dan adik ipar mu itu
2023-07-03
0
Ajusani Dei Yanti
beuuu nyesek aku thorrrr kuh
2023-03-14
0
Sulati Cus
jgn2 mlh anakmu yg mandul
2022-12-27
1