Ajakan Pak Dirga

Aku dan Mas Faris berangkat kerja menggunakan mobil kami masing-masing. Kami keluar dari pagar rumah dengan saling beriringan. Aku dan Mas Faris bekerja di perusahaan yang berbeda, dia bekerja di perusahaan percetakan yang cukup besar di Ibukota, di sana Mas Faris menjabat sebagai seorang manajer, sedangkan Sintia menjadi sekretaris nya. Sintia bisa berkerja dan satu kantor dengan Mas Faris atas usulan dariku, dan atas permintaan ku, karena aku yang merasa kasihan dengan Sintia yang tak kunjung mendapatkan pekerjaan setelah bersusah payah ia mencari pekerjaan di mana-mana. Akhirnya aku merekomendasikan dirinya untuk bekerja di perusahaan tempat Mas Faris bekerja, karena pemilik perusahaan itu merupakan teman dekat ku.

Sedangkan aku bekerja di perusahaan yang memproduksi berbagai jenis makanan ringan dan lain-lain nya. Aku juga menjabat sebagai seorang sekretaris di perusahaan tempat ku bekerja, hanya bedanya aku bukan sekretaris manajer, tapi aku menjabat sebagai sekretaris CEO utama. Jabatan ku lebih tinggi dari Sintia maupun Mas Faris.

***

Sesampainya di perusahaan aku bekerja dengan profesional seperti hari-hari biasa, aku tidak mau mencampurkan urusan pribadi dengan urusan pekerjaan, karena tak ada gunanya. Kalau aku terlalu memikirkan tentang perselingkuhan Mas Faris dan Sintia, bisa-bisa aku di pecat oleh Pak Dirga. Pak Dirga, sang CEO yang dingin, angkuh dan tegas. Pak Dirga memiliki wajah yang sangat tampan, tapi di usianya yang tak lagi muda dia masih betah melajang. Sampai saat ini setahu ku Pak Dirga masih sendiri, belum ada satupun wanita yang berhasil masuk ke dalam hatinya, padahal Pak Dirga begitu di gilai banyak wanita cantik dan kaya raya.

Aku menemani Pak Dirga meeting, selesai menemani nya meeting, aku memilih duduk di depan laptop lagi untuk menyiapkan laporan meeting untuk hari esok, rasanya aku ingin kerja, kerja dan kerja. Agar aku bisa melupakan masalah yang tengah aku hadapi walau hanya sedetik saja. Aku bekerja dengan sangat keras, sampai aku tidak menyadari ternyata Pak Dirga dari tadi terus memperhatikan aku, Pak Dirga telah berada di depan ku, lalu dia berkata.

''Aku lihat kamu terlalu serius dan sibuk hari ini, saat karyawan lain makan siang, tetapi kamu tidak. Apa kamu tidak merasa lapar Nirmala?'' ucap Pak Dirga ia menatap ku lekat. Tatapannya berhasil membuat ku merasa salah tingkah.

''Tidak, Pak.'' jawabku singkat.

''Masalah apa yang tengah kamu hadapi?'' tanya Pak Dirga dengan nada yang begitu lembut. Rasanya baru kali ini aku mendengar ia berkata selembut itu.

''Maksud, Bapak?'' ulangku.

''Kamu terlihat sedang tidak baik-baik saja hari ini Nirmala, matamu yang biasanya begitu jernih hari ini nampak sedikit merah, tatapan mu juga begitu sayu. Ada apa? Ayo ceritakan sama aku. Anggap saja aku ini teman mu, kamu tidak perlu canggung, kita bekerjasama sudah cukup lama.'' katanya lagi.

''Tidak, Pak. Aku baik-baik saja. Aku bekerja cukup keras karena aku ingin mendapatkan bonus dari Bapak. Hehehe ...'' balas ku sambil terkekeh kecil.

''Kamu akan mendapatkan bonus, karena kamu merupakan sekretaris yang begitu dapat di andalkan. Sekarang ayo kita makan siang sama-sama.'' ajak Pak Dirga.

''Kita?'' tanyaku heran. Tumben-tumbenan Pak Dirga mengajak ku makan bersama nya.

''Iya.'' jawabnya singkat. Ia menutup pelan leptop ku.

''Em ...'' aku sedikit ragu.

''Ayo cepat.'' Pak Dirga menarik tanganku, aku merasa sedikit grogi dengan tingkah aneh Pak Dirga.

''Oke, Pak.'' akhirnya aku mengangguk kepala. Setelah itu kami berjalan dengan berdampingan menuju kantin perusahaan.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Ajusani Dei Yanti

Ajusani Dei Yanti

pasti pak bos demen ama kamu 🤭🤭🤭

2023-03-14

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!