Perhatian Dirga

Siang harinya, Nirmala mengemudi kendaraan roda empat miliknya dengan kecepatan sedang, dia sudah selesai dengan urusan nya dan sekarang dia akan kembali ke rumah Dirga. Saat dia tengah fokus menyetir, tiba-tiba ponselnya yang ada di dashboard mobil berdering, Nirmala mengangkat nya cepat, dengan memasang headset di hp dan di telinga nya. Di layar ponsel, tertulis nama Pak Dirga di lengkapi dengan sebuah foto pria yang tampan rupawan. Nirmala mengulas senyum ketika dia tahu sang kekasih lah yang menghubunginya.

''Iya, Mas,'' jawab Nirmala.

''Kamu lagi ada di mana sekarang, Sayang? Kenapa kamu keluar sendirian?'' suara Dirga terdengar panik.

''Aku lagi di jalan mau pulang ke rumah mu sekarang Mas.''

''Kamu membuat Mas khawatir saja, lain kali jangan bawa mobil sendiri lagi, di rumah kan sudah ada sopir pribadi. Mas benar-benar khawatir ketika tahu kamu keluar sendiri.'' Dirga berkata begitu cepat.

''Kamu tenang saja, aku sudah sehat kok. Tadi aku cuma mampir ke rumah ku sebentar untuk mengambil sesuatu. Siapa yang memberi tahu mu kalau aku lagi diluar?'' tanya Nirmala penasaran. Karena saat dia keluar dari rumah tadi tidak ada siapapun yang melihatnya pergi. Hanya ada security yang sedang berjaga-jaga di pos, itupun security nya lagi sibuk main catur sama temen seprofesi nya.

''Kamu tidak bisa pergi diam-diam, Sayang. Kamu tidak bisa membohongi, Mas. Karena Mas sudah menyiapkan banyak mata-mata untuk mengawasi mu.'' Dirga terkekeh kecil

''Hah kamu ada-ada saja, Mas.'' Nirmala menggeleng kecil, dia menganggap kalau Dirga terlalu berlebihan.

''Maaf kalau apa yang Mas lakukan terkesan lebay, tapi semua itu Mas lakukan karena Mas sangat mencintai mu, Sayang. Mas takut kehilanganmu.'' Ungkap Dirga.

''Iya, iya. percaya deh,'' timpal Nirmala.

''Ya sudah, Mas tutup dulu telepon nya, ya. Soalnya sebentar lagi akan ada meeting. Hati-hati kamu Sayang. I love you. Muahc,''

''Iya, Mas. Love you to.'' Balas Nirmala dengan senyum mengembang. Hatinya berbunga-bunga tiap kali Dirga mengatakan kata-kata cinta.

Nirmala melepaskan handset yang ada di telinga nya. Ia merasa senang dengan perhatian Dirga. Tapi di sudut hati terdalam nya, ia merasa was-was, ia takut Dirga akhirnya nanti sama seperti Faris, diam-diam mengkhianati nya. ''Mas Faris yang tidak terlalu tampan dan kaya pun bisa mengkhianati aku, apalagi Mas Dirga yang punya segalanya.'' Pikir Nirmala takut. Wajar saja Nirmala merasa takut, pengkhianat yang di lakukan oleh Faris berhasil meninggalkan trauma tersendiri di dirinya.

Tadi ketika Nirmala di rumahnya, dia berpesan kepada dua orang pembantu di rumah agar mereka tidak mengatakan kepada Faris kalau dia sempat pulang. Dua orang pembantu itu pun mengatakan kalau Faris membawa Sintia ke rumah dan ke dalam kamar, Nirmala hanya mampu tersenyum getir mendengar apa yang di katakan sang pembantu. Dia merasa sekarang sang suami sudah terang-terangan menunjukkan hubungan dia dan Sintia kepada orang-orang. Dan beruntungnya tadi pagi Dirga sudah memerintah orang suruhannya untuk mematai-matai Faris dan Sintia, mematai-matai untuk mengambil bukti tentang perselingkuhan mereka supaya Nirmala bisa segera mengajukan gugatan cerai ke pengadilan. Dengan adanya bukti itu, maka proses perceraian akan berjalan cepat.

***

Sore harinya, Faris dan Sintia tidak langsung pulang ke rumah Nirmala. Mereka mampir terlebih dahulu ke rumah Mamanya Faris. Setibanya mereka di sana, Mama dan Adik Faris menyambut Sintia dengan begitu ramah, mereka bercipika-cipiki dan berpelukan hangat.

''Ayo masuk Sayang. Kamu pasti lelah,'' Bu Retno, Ibunya Faris berkata begitu lembut pada Sintia. Ia lalu membimbing Sintia masuk ke dalam rumah. Sintia sangat senang di perlakukan begitu, rasanya ia seperti sudah menjadi istri Faris sungguhan. Faris dan Tika berjalan di belakang Sintia dan Retno dengan senyum yang mengembang, mereka terlihat seperti sebuah keluarga yang begitu harmonis. Setibanya mereka di ruang keluarga yang tak terlalu besar, mereka duduk berkumpul di sofa yang di hadapan nya terdapat sebuah televisi.

''Mama ambil minum dulu, ya,'' pamit Retno seraya mengelus pelan lengan Sintia. Sintia dan Faris mengangguk kecil.

Tidak lama setelah itu Retno muncul dari dapur dengan membawa nampan yang di atasnya terdapat tiga gelas jus jeruk untuk Sintia, Faris dan Tika.

''Ayo, di minum dulu,'' kata Retno lagi.

''Terimakasih Tante, Tante emang calon mertua yang baik.'' Puji Sintia dengan senyum mengembang.

''Kamu juga calon menantu Tante yang dapat di andalkan Sayang. Jaga kandungan mu baik-baik, ya,'' Retno mengelus perut Sintia yang masih rata.

''Iya, Tante.'' Jawab Sintia tersenyum simpul.

''Faris, Mama kesel banget sama Nirmala, tadi malam Mama menghubungi nya berulangkali tapi tak kunjung di angkat, Mama mengirim pesan juga tidak dia balas, hanya di baca nya saja. Sebenarnya dia kenapa sih? Aneh banget. Untung tadi malam kamu segera mentransfer uang ke Mama, kalau tidak, Mama tidak tahu hari ini harus masak apa.'' Tutur Retno dengan memasang wajah kesal dan sedih. Dia menyampaikan kekecewaan nya terhadap Nirmala kepada Faris.

''Aku juga tidak tahu dia kenapa, Ma. Padahal tadi malam aku juga sudah memaksanya untuk mengirim uang ke Mama, tapi dia menolak. Tumben sekali dia seperti itu.'' Timpal Faris, dia dapat menangkap ada yang tak beres dengan sang istri.

''Mungkin dia lelah kali,'' sambung Tika.

''Emang Nirmala masih belum pulang dari luar kota?'' tanya Retno.

''Belum, Ma,'' Faris menjawab lesu.

''Jangan-jangan Kak Nirmala lagi sibuk sama pria lain di sana. Ck!'' Celetuk Tika yang berhasil menciptakan rasa sakit di dada Faris.

''Tika, kamu kalau ngomong jangan mengada-ada, Nirmala tidak mungkin melakukan itu, Mas kenal betul dengannya. Dia itu sangat mencintai, Mas.'' Bantah Faris begitu yakin dengan kesetiaan Nirmala.

''Sangat mencintai, tapi kenapa dia pelit sama Mama dan aku,'' kata Tika lagi berusaha memojokkan Nirmala di depan sang kakak.

''Cuma sekali ini saja dia perhitungan sama kalian, mungkin mood nya sedang buruk sekarang.'' Faris masih membela Nirmala.

''Iya, mungkin dia sedang datang bulan Tika.'' Timpal Sintia tersenyum sinis.

''Kak Sintia ada-ada saja.'' balas Tika.

''Habis aku juga merasa kesal sama dia. Gara-gara dia kan uang tabungan untuk bayi yang ada di kandungan aku berkurang.'' Sintia berucap dengan bibir sedikit di majukan.

''Ah aku ada ide, Kak Sintia dan Kak Nirmala 'kan berteman cukup dekat, coba kali ini Kak Sintia yang menghubungi nya, Kak Sintia coba pinjam uang ke Kak Nirmala, aku yakin dia pasti mau ngasih ke Kakak. Kalau Kak Nirmala mau ngasih pinjaman ke Kakak, kan lumayan uangnya, kita bisa jalan-jalan ke Mall pakai uang itu.'' Usul Tika.

''Ahaaa boleh juga ide mu itu, Tika. Kamu memang Adik ku yang cerdas sama kayak aku. Kita memang cocok jadi ipar. Tinggal aku bilang uang itu untuk orang tuaku di kampung pasti Nirmala langsung kasih, dia kan orangnya suka caper dan sok baik.'' Sahut Sintia begitu yakin kalau Nirmala akan meminjamkan nya uang.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Maria Magdalena Indarti

Maria Magdalena Indarti

dasar mertua, adik ipar sama jahat dg selingkuhannya

2023-09-25

0

Ajusani Dei Yanti

Ajusani Dei Yanti

dasar sekumpulan orang gak tau diri

2023-03-14

0

millie ❣

millie ❣

Dasar sekumpulan bandit emak2 rempong loe pade loe pikir Nirmala segoblok loe hahahh 😤😤😤😤

2022-11-24

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!