Keesokkan paginya, Dirga telah rapi dengan pakaian kantorannya. Jas dan dasi yang ia pakai semakin menambah kesan ketampanan nya. Nirmala menatap kagum wajah rupawan pria yang ada di hadapannya, berulangkali dia memuji ketampanan Dirga, dia memuji hanya di dalam hati. Tidak dia ungkapkan, karena dia tidak mau menjadi wanita yang lebay. Semua harus nampak mahal dan elegan.
''Sayang, kamu beristirahat lah di rumah, ya. Mas tidak akan lama di perusahaan hari ini.'' Pesan Dirga kepada Nirmala sebelum dia berangkat. Mereka sedang sarapan pagi di meja makan. Kondisi Nirmala sudah membaik.
''Iya, Mas. Lama juga tak apa. Kamu fokus saja sama pekerjaan yang ada di perusahaan. Kondisi ku sudah mendingan kok, dan aku juga sudah baik-baik saja.'' Balas Nirmala dengan sebuah senyuman yang menghiasi bibir seksi nya.
''Baiklah. Kalau begitu Mas berangkat dulu. Cup cup cup. Kalau kamu butuh apa-apa di rumah ini tinggal panggil pelayanan aja, ya. Mas sudah menyiapkan dua orang pelayan khusus untuk mu. Dan kalau kamu merindukan Mas, tinggal hubungi Mas saja, Mas akan selalu ada untukku,'' kata Dirga manis sekali. Dia bahkan mengecup pipi dan kening Nirmala beberapa kali.
''Baiklah, Mas. Sekali lagi terimakasih banyak.'' Ujar Nirmala. Sekarang mereka sudah berdiri dengan saling berhadapan. Lalu mereka berpelukan beberapa saat. Nirmala mengantar Dirga ke depan, setelah itu Dirga berangkat ke kantor. Nirmala melepas kepergian sang kekasih dengan melambaikan tangannya. Perlahan mobil yang membawa Dirga menjauh meninggalkan halaman rumah.
''Aku tidak menyangka akan berada di sini dan di ratukan oleh pria yang sangat baik dan sungguh tampan. Meskipun hubungan kami ini salah, tetapi kami tidak melakukan apapun, kami tidak melakukan hal di luar batas. Aku dan Mas Dirga saling mencintai. Iya, sekarang hanya Mas Dirga seorang yang aku cintai. Sedangkan rasaku untuk Mas Faris sudah mati karena pengkhianatan yang dia lakukan.'' Ucap Nirmala di dalam hati, setelah itu ia masuk ke dalam rumah. Rumah milik Dirga yang begitu megah lagi mewah.
***
Di tempat berbeda, pagi-pagi sekali, Faris dan Sintia tiba di rumah milik Nirmala. Mereka masuk ke dalam rumah tanpa rasa sungkan sama sekali terhadap pembantu. Faris menemui dua orang pembantu yang ada di belakang, lalu berkata.
''Bik, jangan katakan apapun kepada Non Nirmala kalau aku membawa Sintia ke rumah ini. Kalau sampai dia tahu, aku tidak akan segan-segan untuk memecat kalian.'' Ancam Faris kepada dua orang pembantu yang bekerja di rumah itu. Dua orang pembantu hanya bisa mengangguk kecil, meskipun rasanya mereka ingin membantah ucapan sang majikan, tapi mereka tak punya kuasa untuk itu. Orang kecil seperti mereka punya batasan tersendiri dalam bertindak. Tidak punya kebebasan dalam berpendapat karena posisi mereka yang berada di bawah. Sudah bisa makan dan dapat gaji pun mereka sudah sangat bersyukur. Tapi jauh di dasar lubuk hati mereka, mereka ingin sekali mengadu semuanya kepada Nirmala. Mereka tidak rela dan tidak tega wanita baik seperti Nirmala di khianati oleh suami dan sahabat sendiri.
Setelah mengatakan itu, Faris naik ke lantai atas ke kamar mereka. Iya, kamar dia dan Nirmala. Tapi sekarang di dalam kamar itu Sintia seakan berkuasa. Sintia membuka lemari pakaian Nirmala, lalu dia mengambil satu pakaian yang paling indah. Ia memakainya tanpa rasa bersalah.
''Bagaimana, Mas? Apakah aku terlihat cantik pakai baju ini?'' tanya Sintia kepada Faris, dia berputar-putar dengan memegang gaun indah yang ia pakai.
''Kamu cantik sekali Sayang.'' Puji Faris, dia memeluk Sintia dari belakang. Mereka berdua berdiri di depan cermin meja rias.
''Baju ini pantasnya di tubuh ku, bukan di tubuh si Nirmala. Aku akan ambil ini, ya, Mas. Ini untukku.'' Kata Sintia.
''Jangan Sayang. Nanti kalau Nirmala lihat kamu pakai baju ini dia bisa curiga dan marah sama kamu. Mending sekarang kamu buka bajunya. Kita harus segera berangkat ke kantor, nanti kita bisa terlambat.''
''Em baiklah kalau begitu. Tapi nanti setelah pulang kerja kita ke sini lagi, ya. Rasanya aku pengen bermain-main di ranjang kalian ini.'' Sintia berkata dengan begitu manja, rasanya ia ingin menguasai semua yang di miliki Nirmala. Bahkan dari tadi dia juga melirik kotak brankas yang ada di kamar itu, rasanya dia ingin membuka brankas dan mengambil benda-benda berharga yang ada di dalamnya. Bahkan Sintia juga kepikiran untuk mengambil sertifikat rumah.
''Iya, Sayang. Nanti malam kita nginap di sini.'' Faris mengiyakan permintaan sang kekasih. Bagi nya itu tidak masalah, karena Nirmala masih belum pulang.
''Oke deh Mas.'' Sintia mengecup bibir Faris beberapa saat, setelah itu mereka berangkat ke kantor.
Di perusahaan tempat mereka bekerja, desas-desus tentang hubungan mereka sudah terdengar hingga ke telinga sang atasan. Hingga sesampainya mereka di kantor, mereka langsung di panggil oleh Pak Bara, sang CEO di perusahaan itu, sekaligus teman Nirmala.
''Ada apa, Pak. Hingga Bapak memanggil kami ke sini?'' tanya Faris hati-hati. Sekarang dia dan Sintia sudah duduk di ruangan Bara. Mereka menatap Bara takut-takut, karena ekpresi wajah Bara yang kurang bersahabat.
''Saya dengar dan Saya sering melihat sendiri kalian selalu datang dan pulang berdua dengan satu kendaraan yang sama. Dan dari beberapa karyawan lain yang bekerja di perusahaan ini, mereka juga mengatakan kalau antara kalian berdua ada hubungan istimewa. Apakah benar begitu?'' tanya Bara menatap Sintia dan Faris lekat. Tatapan nya begitu tajam seakan hendak menusuk.
''Em tidak, Pak. Di antara kami tidak ada hubungan apa-apa dan tidak ada yang spesial. Hubungan kami hanya sebatas teman biasa dan rekan kerja saja. Hanya itu.'' Faris menjawab mantap. Ia meyakinkan Bara. Sintia yang duduk di sebelahnya mengangguk menimpali.
''Iya, benar sekali, Pak.'' Kata Sintia.
''Saya harap memang begitu adanya. Karena saya tidak akan membiarkan para pengkhianat bekerja di perusahaan milik saya. Kalian harus ingat baik-baik, Nirmala itu teman saya, sahabat saya, kalian bisa berada di sini berkat dia. Jadi jangan sampai kalian berbuat curang dan berbuat macam-macam di belakangnya. Kalau sampai itu terjadi saya tidak segan-segan untuk memecat kalian.'' Bara berkata dengan penuh penekanan, seketika membuat wajah Sintia dan Faris berubah pucat. Tetapi mereka berdua berusaha terlihat tenang. Setelah itu mereka permisi keluar.
Usai Sintia dan Faris keluar dari ruangan Bara, Bara menghubungi Nirmala untuk menanyakan sendiri semuanya kepada Nirmala.
''Kamu lagi di mana sekarang Nirmala?'' tanya Bara ketika panggilan darinya sudah di angkat oleh Nirmala.
''Aku lagi ada di suatu tempat, Bara.'' Jawab Nirmala.
''Sudah, aku sedang tidak ingin becanda cantik. Apakah kamu baik-baik saja?'' tanya Bara lagi.
''Tentu aku baik-baik saja, Bara. Tumben sekali kamu menghubungi aku. Emang ada apa?''
''Aku harap kamu akan selalu baik teman ku. Kalau kamu lagi ada masalah hubungi aku segera, ya. Karena aku akan selalu ada untukmu.''
''Kamu kok ngomong gitu, aneh banget.''
''Ya nggak apa-apa. Aku ingin yang terbaik saja untukmu. Dan aku juga tidak rela kalau sampai kamu di sakiti oleh siapapun.'' Ucap Bara lagi. Nirmala hanya mampu mengatakan kalau dia tidak apa-apa, meskipun dia bisa menduga kalau Bara pasti sudah curiga melihat kedekatan antara suami dan sahabatnya itu di tempat mereka bekerja. Nirmala yakin, tidak lama lagi Faris dan Sintia akan di depak dari perusahaan itu karena perbuatan mereka sendiri. Dan tidak akan lama lagi Nirmala juga akan mendepak Faris dan Sintia dari hidup nya. Sekarang Nirmala tengah berada di rumahnya, sekarang dia tengah membuka brankas dan mengambil semua benda dan surat berharga di dalamnya. Nirmala keluar dari rumah Dirga untuk tanpa memberi tahu Dirga terlebih dahulu karena dia takut Dirga khawatir akan kondisinya. Lagian Nirmala keluar tidak lama, dia pulang ke rumahnya hanya untuk mengamankan harta bendanya.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments
Ajusani Dei Yanti
keren jiwa authorrr kuh alurnya gak menye2 lanjut
2023-03-14
1
millie ❣
Ni Seruu kgk pernah ada yg novel'y crita'y ngelawan balik kyk gini klo ada perselingkuhan yg ada nrima n teraniaya mulu sebel gue klo ini g syuka deh gue 😍😎😎🌹🌹☕☕
2022-11-24
2
Windy Lyana
untung Nirmala lbh cpt nyelametin berkas" pentg .ntar saat Faris lihat udah kosong Brankas nya 😂😂😂😂
2022-11-24
2