Menangis dan meratapi nasib hanya sebuah kesia-siaan. Aku memilih menyambut uluran tangan Pak Dirga karena aku bisa melihat tatapan matanya yang begitu tulus terhadap ku, perlakuan nya juga sangat lembut. Mas Faris selingkuh aku pun bisa, bahkan pria yang mengaku mencintai ku dari sejak lama adalah pria yang begitu sempurna dengan rupa dan jabatan nya. Lalu apa alasan aku untuk menolaknya, karena aku masih mencintai Mas Faris? Cihh, sorry, aku tidak mau menjadi wanita menyedihkan dengan terus berharap pada pria bajingan itu. Apalagi Ibu dan Adiknya juga telah mengkhianati aku, tak sudi rasanya aku berharap dan mau bertahan dengan keluarga toksid seperti mereka.
***
Pagi- pagi sekali Pak Dirga masuk ke kamar ku, pria baik dan tampan itu membuka jendela kamar hingga udara pagi masuk melalui jendela. Dia masih memakai piyama tidurnya, hanya dengan memakai piyama tidur saja Pak Dirga terlihat sangat mempesona dengan tubuh tinggi atletis, dada bidangnya serta rupanya yang rupawan.
''Bagaimana kondisi mu hari ini, Sayang?'' Pak Dirga berjalan menghampiri aku yang masih terbaring di atas kasur dengan selang infus melekat di punggung tangan. Dia membelai rambutku dengan begitu lembut, netra nya begitu lekat menatap ku.
''Aku merasa tubuhku lebih baik pagi ini Pak. Em ... Pak, kenapa Pak Dirga memanggil aku dengan sebutan Sayang?'' ucapku, aku dan Pak Dirga saling memandang dengan jarak cukup dekat.
''Karena aku mencintaimu, menyayangi mu.'' jawabnya serius.
''Tapi aku ini wanita bersuami, aku masih istri orang, Pak.'' kataku lagi penuh penekanan.
''Aku tahu itu Sayang, kamu tenang saja, aku tidak akan berbuat yang tidak-tidak terhadap mu. Biarkan aku terus memanggil mu dengan sebutan Sayang, karena aku merasa senang mengucapkan itu padamu.''
''Apa saat di kantor Pak Dirga akan memanggil ku dengan sebutan sayang juga? Bagaimana tanggapan orang-orang.'' kataku lagi.
''Saat di kantor aku akan memanggil mu dengan sebutan biasa. Tapi hanya untuk sementara waktu sampai kita benar-benar meresmikan hubungan kita.'' jelas Pak Dirga.
''Pak Dirga serius dengan ku? Apa Pak Dirga tidak merasa malu? Aku tahu begitu banyak wanita cantik dan seksi di luaran sana yang mengagumi sosok mu.'' tanyaku memastikan. Kini tangan Pak Dirga telah berada di pipi ku, dia mengelus pipiku dengan sangat lembut. Aku merasa detak jantung ku semakin berdetak hebat.
''Tentu saja Sayang, aku sangat serius dengan mu. Karena sudah lama sekali aku memendam perasaan ini. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan langka ini. Kamu lebih cantik dan seksi dari wanita manapun.''
''Iiihhh Pak Dirga senang, ya, saat Mas Faris mengkhianati aku.''
''Senang ada, tidak senang juga ada. Senang nya karena aku bisa menggantikan posisi si Faris itu, dan tidak senang nya saat aku tahu kamu menangis dan merasa sakit hati kerena pengkhianatan manusia-manusia tidak tahu diri itu, kamu tahu, aku juga merasakan sakitnya Sayang. Makanya tadi malam aku menghubungi mu, karena aku tidak sengaja melihat Faris dan selingkuhan nya itu keluar dari sebuah pusat perbelanjaan dengan saling bergandengan mesra.'' jelas Pak Dirga lagi. Aku pun mengangguk kecil. Aku tidak peduli lagi Mas Faris dan Sintia mau berbuat apa di belakang ku, karena semakin aku memikirkan mereka, semakin sakit pula hatiku rasa.
''Bapak tidak akan ke kantor hari ini?'' tanyaku.
''Tidak Sayang, hari ini aku akan menemanimu. Dan satu lagi, jangan panggil aku dengan sebutan Bapak.''
''Lalu?''
''Panggil aku dengan sebutan Mas atau Sayang.''
''Tapi aku belum menyayangi mu.'' kataku begitu saja.
''Siapa tahu dengan terus memanggil ku Sayang kamu bisa menyayangi ku dengan cepat. Bukankah ucapan adalah doa.''
''Em, baik lah kalau begitu.''
''Okey, Mas ke bawah dulu, ya. Mas akan membuatkan bubur ayam spesial untukmu.''
''Emang Mas bisa masak?''
''Bisalah. Pria yang mencintai mu ini adalah pria serba bisa.'' katanya lagi membanggakan diri. Aku tersenyum kecil melihat nya. Lalu setelah itu.
Cup!
Satu kecupan Pak Dirga darat kan di kening ku, lalu dia berlalu dari hadapan ku dengan bersiul-siul ria tanpa rasa bersalah sedikitpun karena telah berani mencium istri orang. Dada ku menghangat saat mendapat kan kecupan tak terduga dari sang CEO tampan yang terkenal angkuh, sombong lagi dingin itu. Tapi siapa sangka ternyata dia bisa bersikap begitu lembut dan manis dengan ku. Aku merasa begitu beruntung bisa di cintai olehnya.
Tidak lama setelah itu ponselku yang berada di atas nakas berdering, aku sedikit kaget mendengar suara deringan nya karena aku yang masih meresapi kecupan Pak Dirga di kening ku. Aku lalu mengambil ponselku dengan hati-hati, saat aku melihat siapa yang menghubungi, ternyata nama Mas Faris tertera di layar utama. Aku mengangkat nya cepat dengan perasaan biasa saja, mungkin karena cintaku telah musnah untuknya makanya aku merasa biasa saja. Rasa sakit yang dia berikan mampu menghapus rasa cinta yang dahulunya teramat dalam aku berikan kepada nya.
''Nirmala, kamu di mana sekarang? Kenapa kamu tidak ada di rumah. Padahal kini masih sangat pagi.'' kata Mas Faris dari seberang sana.
''Aku di luar kota sekarang, Mas.'' jawabku singkat.
''Di luar kota?'' ulangnya.
''Iya, Mas. Tadi malam Pak Dirga menjemput aku katanya ada pekerjaan mendadak di luar kota. Tadi malam kami langsung meluncur ke Bandung. Maaf, ya, karena aku lupa memberi kabar kepada mu.'' kataku berbohong. Lucu sekali pernikahan yang kami jalani ini, dia berbohong aku pun berbohong. Rumah tangga yang penuh dengan kepalsuan secepatnya memang harus di akhiri.
''Lupa? Aku ini suami mu lho Nirmala, bisa-bisanya kamu lupa sama suami sendiri.'' nada suara Mas Faris terdengar sedikit meninggi.
''Em, bukan begitu, Mas. Maksud aku, aku tidak mau mengganggu kamu tadi malam karena kamu sedang lembur.''
''Baiklah, Sayang. Hati-hati kamu di sana, ya. Jaga diri baik-baik, dan satu lagi, jaga hati kamu selalu untuk Mas.'' ucap Mas Dirga, aku rasanya pengen muntah mendengar kata-kata nya itu. Jaga hati katanya. Dasar pria tak tahu diri.
''Iya, Mas. Kamu juga, jaga hatimu selalu untukku, jangan sampai ada wanita lain yang ikut masuk ke sana.'' kataku lagi dengan nada selembut mungkin.
''Ya udah, kalau begitu Mas tutup dulu, ya. Mas akan mandi.'' nada suara Mas Faris terdengar sedikit gugup. Akupun memaklumi itu, karena aku tahu sebabnya.
''Oke, Mas.'' setelah itu panggilan terputus.
Tidak lama setelah itu Pak Dirga muncul dari balik pintu kamarku dengan membawa nampan yang di atasnya terdapat semangkuk bubur ayam yang masih mengepul asapnya dan segelas susu.
''Ini Sayang, silahkan di nikmati bubur ayam spesial untuk wanita spesial.'' kata Pak Dirga terdengar sangat manis.
''Terimakasih Mas.''
''Sama-sama, ayo, biar Mas yang suapin.'' Pak Dirga mulai menyendok dan meniupkan bubur ayam itu.
''Mas, tadi malam saat Mas membawa aku dari rumah apa ada pembantu di rumahku yang melihat itu?'' tanyaku. Satu yang aku khawatir kan aku takut Bibik menceritakan kalau Pak Dirga lah yang menggendong tubuhku yang tak berdaya tadi malam.
''Ada.''
''Lalu?''
''Lalu Mas katakan kalau Mas akan membawa kamu ke rumah sakit. Dan satu lagi, Mas juga berpesan kepada Bibi, kalau nanti suamimu bertanya katakan kalau mereka tidak tahu kamu pergi ke mana.''
''Ah, kamu cerdas sekali.''
''Kenapa? Apa Faris menghubungi mu Sayang?''
''Huum.''
''Kamu tidak akan pulang kan?''
''Tidak.''
''Baguslah. I love you Sayang.'' lagi-lagi Pak Dirga mengecup tangan ku. Pria tampan ini sepertinya sudah kebelet ingin kawin.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments
Ajusani Dei Yanti
lanjut thorrrr kuh seru
2023-03-14
0
Sulati Cus
😂😂😂10 11 km selingkuh aku balas jgn mau ngenes mending cari bahagia sendiri
2022-12-27
3
Yuliana Tunru
q baru gabung thor..ceritax menarik jg mersahkan dirga dan nirmala smoga bisa brrsatu buang klga penghianat itu
2022-12-18
1