Keesokan paginya aku masih berusaha bersikap biasa saja di depan Mas Faris, berpura-pura tidak tahu apa-apa tentang hubungannya dan Sintia. Meskipun hatiku rasanya sungguh sakit karena pengkhianatan mereka, tapi aku harus tetap mempertahankan harga diriku sebagai wanita cerdas. Aku tidak boleh terlihat lemah dan kalah karena pengkhianatan mereka.
Aku memasak sarapan pagi seperti biasa, di rumah kami ada dua orang pembantu, tapi saat aku sedang tidak sibuk-sibuk amat aku masih menyempatkan diri memasak untuk Mas Faris dan karena Mas Faris juga sangat menyukai masakan ku.
''Sayang ... Aroma masakan mu memang sangat menggoda, seperti dirimu yang selalu membuat Mas tergoda.'' tiba-tiba Mas Faris memeluk ku dari belakang saat aku sedang mengaduk-ngaduk nasi goreng di dalam kuali yang masih berada di tungku. Rasanya pengen muntah aku mendengar perkataan Mas Faris barusan.
''Em, lepas dulu, Mas. Aku lagi masak ini.'' ucapku berusaha menyingkirkan tangan Mas Faris dari perut ku. Rasanya aku sudah tak sudi lagi untuk dia sentuh. Jijik! Aku merasa jijik bila mengingat Mas Faris yang telah membagi dirinya dengan mantan sahabat ku Sintia. Iya, aku sebut mantan sahabat karena rasanya tak sudi lagi aku memiliki sahabat seorang pengkhianat seperti nya. Aku telah banyak berkorban dan membantu Sintia dalam membangkitkan perekonomian keluarganya, tapi ini balasan nya, ia malah menikam ku dari belakang.
''Ya sudah, Mas tunggu di meja makan saja deh. Jangan lama-lama, ya, Sayang. Muahhc ...'' ucap Mas Faris lagi sambil mencium pipiku, setelah itu ia berjalan ke meja makan. Aku menghapus bekas ciuman Mas Faris di pipiku dengan tissue yang tersedia di dapur, untungnya dia tidak melihat apa yang aku lakukan.
Tidak lama setelah itu aku menghidangkan dua piring nasi goreng di atas meja makan. Satu untuk diriku dan satu untuk Mas Faris.
''Makan, Mas. Habiskan, ya.'' kataku dengan senyum semanis mungkin. ''Akan aku buat kau menyesal Mas karena telah berani menduakan aku dengan Sintia.'' ucapku di dalam hati.
''Iya, pasti habis lah, Sayang.'' sahut Mas Faris sambil menyendokkan nasinya.
''Baguslah.'' ucapku lagi.
''Sayang, mata kamu kenapa sembab dan agak kemerahan gitu?'' tanya Mas Faris, dia menatapku lekat.
''Masak?'' ulangku.
''Iya.''
''Em, ini mungkin karena tadi malam aku kesulitan untuk tidur, Mas.'' jawabku berbohong.
''Kamu kenapa sulit tidur? Kalau lagi enggak enak badan mending periksa ke Dokter cepat Sayang. Nantinya malah kenapa-kenapa.'' Mas Faris berkata sok peduli.
''Iya, Mas. Nanti aku akan periksa ke Dokter langganan kita. Kamu temenin, ya.'' ucapku pura-pura manja.
''Maaf Sayang, Mas nggak bisa nemenin kamu. Soalnya jadwal hari ini padat banget.''
''Saat jam makan siang juga nggak bisa?'' tanyaku penuh selidik.
''Tidak Sayang, karena Mas sudah janjian makan siang sama rekan kerja, Mas.'' jawab Mas Faris meyakinkan aku. Dia tersenyum kaku ke arah ku, senyum yang di paksakan karena di dalamnya menyembunyikan seribu kebohongan dari ku.
''Ya udah kalau gitu.'' jawabku mengalah.
''Wajahnya jangan cemberut gitu dong, nanti cantiknya hilang.''
''Cantikan mana aku sama Sintia, Mas?'' tanyaku sengaja ingin melihat reaksi Mas Faris setelah mendengar nama Sintia aku sebut.
''Uhuk uhuk uhuk ...'' tiba-tiba Mas Faris terbatuk-batuk.
''Kamu kenapa, Mas? Nih minum makanya yang pelan dong, Mas.'' aku menyodorkan segelas air putih, Mas Faris meneguknya cepat.
''Terimakasih Sayang.'' ucap Mas Faris setelah batuknya reda.
''Sama-sama. Oh ya kamu masih belum jawab pertanyaan aku tadi, cantikan mana aku atau Sintia?'' ulangku menatap Mas Faris lekat.
''Iya cantikan kamu lah Sayang. Istri Mas mah cantik nomer satu.''
''Nomer satu?'' tanyaku.
''Iya, nomer satu di hati, Mas. Takkan tergantikan sampai kapanpun.'' jawab Mas Faris mantap dan meyakinkan aku, ia menggenggam tanganku yang ada di sampingnya. Aku hanya mampu berdecih di dalam hati mendengar kebohongan nya. Mas Faris ternyata jago membual.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments
Ajusani Dei Yanti
yg sabar sayang kamu pasti bisa melalui ini
2023-03-14
0
Uthie
Lanjut 💪
2022-12-13
1