Kedatangan

"Apa? Mela? Mela siapa? Anak tukang jamu itu? Atau anak tukang ayam?" tanya Marni masih menerka-nerka.

"Nggak, Buk, Mela anaknya Pakde Hasan dan Bude Ayu," sahut Lisa.

"Apa?" Melani maksud kamu?" Hamid membelalakkan matanya.

"Iya, Pak, Melani. Sepupu Lisa."

"Hah? Yang betul kamu, Nduk? Darimana kamu tahu? Kalau cuma dari orang, nggak usah dipercaya." Marni mencoba menepis prasangkanya.

"Tadi Lisa memergoki mereka di penginapan di jalan mawar itu."

"Apa? Penginapan? Maksud kamu mereka berzina?" tanya Marni yang masih tak percaya.

"Iya, Buk, mereka tidur bareng. Dan yang lebih menyakitkan, Mas Rafli bilang kalau dia nggak cinta sama aku."

"Astaghfirullahalazim." Hamid tiba-tiba merasakan sesak di dadanya. Ia memegangi bagian dada sebelah kiri.

"Pak, Bapak kenapa?" Lisa dan Marni langsung panik melihat Hamid yang kesakitan seperti itu.

"Buk, sakit, Buk." Hamid masih memegangi dadanya semakin kuat.

"Lis, ayo kita bawa ke kamar," ujar Marni.

Lisa mengangguk. Mereka pun segera membawa Hamid ke dalam kamar dan memberikannya obat dan juga air putih. Setelah merasa lebih baik, Hamid pun beristirahat.

"Buk, apa jantung Bapak kambuh lagi?" tanya Lisa yang merasa bersalah karena ini adalah akibat ulahnya.

"Iya, Nduk, sepertinya begitu. Dulu dokter pernah bilang kalau Bapak mu nggak boleh mendengar kabar buruk."

"Maafin Lisa, Buk. Ini semua gara-gara Lisa."

"Ini semua bukan salahmu, Nduk, Mela lah yang salah. Kamu tenang aja, nanti Ibu akan adukan Mela pada orang tuanya. Kamu yang sabar, ya." Marni kembali memeluk Lisa.

Lisa hanya mengangguk sambil terus menangis.

*****

Malam harinya, setelah memastikan kondisi Hamid sudah membaik, Lisa dan Marni pergi ke rumah Mela yang berjarak hanya beberapa rumah saja.

Sesampainya di sana, ternyata sudah ada Rafli yang tengah duduk bersama kedua orang tua Mela dan juga Mela sendiri. Namun, mereka tidak melihat raut wajah tegang, melainkan sebuah kehangatan dalam keluarga.

"Marni? Ngapain kamu ke sini? Mau ngutang ya?" tanya Ayu yang merupakan kakak iparnya.

"Saya mau bicara sama Mas dan Mbak," ucap Marni datar.

"Oh, kamu mau bahas masalah Rafli dan Mela? Iya, mereka udah ngaku kalau saling suka. Terus kamu mau apa? Marah? Nggak terima anakmu nggak jadi nikah sama manager? Takut gagal jadi orang kaya?" Ayu berkacak pinggang seperti sedang memarahi anak kecil.

"Mbak, perbuatan mereka itu nggak pantas. Mela sudah mengkhianati Lisa sebagai saudaranya." Marni mencoba memberi perlawanan.

"Halah, masih pacaran kan? Lagian Rafli sukanya sama Mela kok. Dan orang sekitar juga nggak tahu kalau Lisa mau nikah sama Rafli. Mereka taunya Lisa mau nikah aja. Ya cari dong tukang ojek atau tukang sayur buat nikahin dia. Kayak nggak laku aja anak kamu itu."

"Mbak, jangan seenaknya bicara. Kamu membela anakmu meski dia salah? Mereka sudah menyakiti hati Lisa. Bahkan sekarang Mas Hamid sakit setelah mendengar kabar dari Lisa."

"Masih sakit aja, kan? Belum mati." Hasan yang merupakan ayah Mela menambahkan.

"Astaghfirullahalazim, Mas, jaga ucapanmu. Bagaimana pun juga Mas Hamid itu adalah adik kandungmu. Satu-satunya saudara yang kamu punya. Kenapa Mas tega mengatakan hal itu?" Marni menatap tak percaya.

"Udahlah, suruh si Hamid jadi orang kaya dulu, baru aku akui saudara. Kalau masih miskin, dia nggak pantas jadi adikku."

"Iya, dan kamu juga ngaca ya, Marni. Kalian itu orang miskin, nggak pantes dihargai. Udah sana, pulang." Ayu mendorong Marni dan Lisa hingga ke luar pintu.

Namun, sebelum menutupnya, Marni sempat menahan pintu dan berkata. "Jangan pernah bangga punya anak perempuan yang nggak bisa menjaga kehormatannya. Tadi siang, Lisa memergoki mereka berzina di penginapan. Segera nikahkan mereka agar tidak terlalu lama terjerumus dalam dosa zina."

Dan setelah itu, mereka mendengar sedikit keributan di dalam rumah dimana orang tua Mela mendesak Rafli supaya menikahi anak mereka. Terdengar juga suara makian dan umpatan pada dua insan tak tahu malu itu.

Terpopuler

Comments

pengayom

pengayom

kalau Lisa sudah kaya kalian level nya keluarga Lisa lagi

2024-03-26

0

zahraky

zahraky

Keluarga toxic..😡😡

2024-03-10

0

🌸 Airyein 🌸

🌸 Airyein 🌸

Najis keluarga sombong. Awas aja lu nyesel ntar

2024-02-21

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!