Saling Terbuka

"Lisa, kenapa tadi kamu ajak aku kondangan bareng? Bukannya itu sama aja kamu ngasih tau semua orang?" tanya Amar di tengah suapan bakso yang masih hangat itu.

"Ya, biar warga nggak kaget aja, Mas. Aku bawa kamu juga pun sebagai bukti untuk mereka kalau kita itu bukan orang yang sedang terpuruk." Lisa menjelaskan.

"Oh, terus, setelah nikah, kita ngapain?"

"Hah? Kok kamu nanya. Kalo orang abis nikah ya hidup rukun lah."

"Bukan itu, Lisa. Kita kan nggak saling suka. Tapi aku nggak mau terlibat pernikahan kontrak dengan kamu."

"Apaan sih, Mas, nikah kontrak? Kayak cerita di novel aja." Lisa terkekeh.

"Ya, apapun sebutannya, tapi aku nggak mau kayak gitu," ucap Amar dengan wajah serius.

"Terus kamu maunya gimana?"

"Bisa nggak mulai dari sekarang, kita saling mencoba untuk mencintai satu sama lain?"

Lisa membelalakkan matanya mendengar ucapan Amar.

"Hah? Cinta? Kita?" Lisa seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar. Baru saja dua Minggu lalu ia patah hati akibat ulah Rafli, sekarang ia malah harus dihadapkan dengan pertanyaan sulit.

"Iya, cinta. Apa arti pernikahan tanpa cinta? Emang kamu mau nikah gitu-gitu aja? Tidur misah, nggak punya anak, atau yang paling fatal malah cerai."

"Aduh, kalau cerai jangan deh, Mas. Aku nggak mau bikin kedua orang tuaku malu." Lisa menatap sendu.

"Ya udah, kalau gitu, mulai sekarang, ayo kita belajar untuk saling mencintai."

"Iya, Mas," ucap Lisa sambil meringis. Ia jelas tidak berpikir sejauh itu.

"Sekarang dimulai dari keterbukaan satu sama lain. Kamu dulu."

"Dalam hal apa?"

"Apapun. Pengalaman hidup, pekerjaan, hobi, atau semacamnya."

"Aku dari keluarga sederhana yang hidup pas-pasan. Hanya lulusan SMA. Pengangguran, tapi insyaallah aku rajin beres-beres rumah." Lisa menuturkan.

"Aku yatim piatu. Tinggal di kontrakan kecil, kerja kuli bangunan, insyaallah aku akan bekerja keras untuk menghidupi keluarga ku nanti. Nggak akan aku biarkan istriku pusing memikirkan uang belanja seperti kebanyakan orang. Aku nggak akan bertanya 'uang yang aku kasih habis kemana?' atau 'kenapa boros banget' karena nafkah untuk istri, tidak boleh diungkit."

Sejenak Lisa terkagum-kagum melihat sisi Amar yang bertanggung jawab dan tegas serta berwibawa. Padahal hanya seorang kuli bangunan, tapi caranya menyampaikan sesuatu seperti seorang bos yang berkharisma.

"Sekarang ceritakan pengalaman hidup kamu yang paling berkesan." Amar menambahkan.

"Apa ya?" Lisa tampak berpikir. "Kayaknya nggak ada. Kesan menyakitkan iya. Melihat tunangan main gila sama sepupu." Air muka Lisa berubah kesal.

"Sabar, jangan diinget, nanti makin sedih." Amar mengingatkan.

"Iya, maaf, terus pengalaman paling berkesan di hidup kamu apa, Mas?"

"Dulu aku pernah diselamatkan seseorang saat kecelakaan. Tapi, disaat aku ingin membalas Budi, aku kehilangan dia."

"Kamu yang sabar, ya, suatu hari nanti, pasti kamu akan ketemu sama malaikat penolong mu." Lisa mencoba menghibur.

Amar hanya mengangguk sambil tersenyum. "Sekarang ceritakan hobi dan impian kamu."

"Hobi aku masak, impian aku semoga suatu hari aku punya dapur kayak chef yang di televisi itu, supaya aku bisa masak dengan nyaman."

Amar terkekeh mendengar impian Lisa yang sangat sederhana itu.

"Kenapa? Terlalu norak ya?" Lisa meringis menahan malu.

"Nggak, kok, impian kamu unik. Doain aja semoga aku sukses dan bisa mewujudkan impian kamu."

"Makasih, Mas. Sekarang gantian, hobi dan impian kamu apa?"

"Hobi ku makan masakan kamu. Terus impian aku bikinin dapur yang kamu mau."

Lisa terkekeh mendengar jawaban Amar. "Curang, mana boleh sama."

"Ya beda dong. Kamu masak, aku makan. Kamu pengen dapur bagus, aku yang kerja buat wujudkan itu semua."

"Hahaha, ya, ya, kamu menang, Mas." Lisa kembali menyantap baksonya sambil sesekali terkekeh.

Sedangkan Amar hanya tersenyum saja. Tidak disangka, ada juga orang yang tertawa karenanya. Selama ini, orang yang ia temui rata-rata enggan bicara apalagi tertawa bersamanya. Mela sekalipun, tidak pernah tertawa saat bersamanya.

Terpopuler

Comments

Iqlima Al Jazira

Iqlima Al Jazira

wah... amar, aku padamu 😎

2024-06-04

0

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

syabas Amar..... semangat kerja nya dan menyenangi Lisa...

2024-04-10

0

pengayom

pengayom

tapi kenapa bisa pacaran sama mela

2024-03-26

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!