Melamar

Dua bulan kemudian.

"Apa? Melamar?" Kedua orang tua Lisa terkejut mendengar ucapan seorang pemuda tampan di depan mereka. Begitu juga dengan Lisa, ia sampai mengucek matanya berulang kali untuk memastikan bahwa ini bukanlah mimpi.

"Maaf, Nak, Amar, setahu saya, Nak Amar ini pacarnya Mela, kan?" tanya Hamid.

"Benar, Pak, tapi kami sudah putus dua bulan yang lalu. Dan sekarang saya tahu kenapa dia memutuskan saya."

"Lalu, kenapa Nak Amar malah melamar anak saya? Kalian kan tidak saling suka?" tanya Marni.

"Begini, Pak, Buk, saya sebenarnya sudah lama menyukai Lisa. Namun saya tidak punya kesempatan untuk mengutarakannya," ujar Amar.

Orang tua Lisa kini saling menatap satu sama lain. Mereka tahu bahwa Amar dikenal sebagai anak yatim piatu yang tinggal di sebuah kontrakan di daerah tersebut. Pekerjaan sehari-harinya hanyalah sebatas kuli bangunan. Saat ini, Amar sedang bekerja di sebuah proyek pembangunan minimarket di daerah tersebut.

"Nak Amar, kami sebagai orang tua ingin anak kami bahagia. Sekarang jawaban ada pada Lisa sendiri." Menoleh ke arah Lisa. "Bagaimana, Nduk, apa kamu mau menerima lamaran Nak Amar?" tanya Hamid pada Lisa yang sedari tadi menunduk.

Lisa mengangkat wajahnya, lalu menatap orang tuanya, kemudian Amar. "Lisa menerima lamaran Mas Amar, Pak, Buk, demi kebaikan kita semua."

Hamid dan Marni mengerti akan ucapan Lisa. Yang dimaksud dengan kebaikan adalah untuk menutupi rasa malu pada orang-orang yang sudah mengetahui bahwa Lisa akan menikah.

"Ya sudah, lamaran Nak Amar kami terima. Namun pernikahan akan tetap dilaksanakan pada tanggal yang sudah saya tentukan, apa Nak Amar bersedia?"

"Saya ikut saja, Pak." Amar mengangguk.

Setelah itu, Amar pun pulang ke rumah kontrakannya. Ia merasa sangat lega karena lamarannya diterima oleh orang tua Lisa.

Ia masih ingat saat beberapa hari yang lalu, ia menemui Lisa dan merencanakan ini semua.

Flashback On

Beberapa hari yang lalu, Amar menelepon Lisa dan mengajaknya bertemu di sebuah taman kota.

"Maaf, Mas, ada apa, ya?" tanya Lisa saat ia duduk bersebelahan dengan Amar.

"Lis, maaf jika ini mengganggumu. Tapi, maukah kamu menikah denganku?" tanya Amar to the point.

Tentu saja Lisa terkejut karenanya. "Apa maksud kamu, Mas? Semua orang tahu kalau kamu pacarnya Mela, sepupuku."

"Iya, aku tahu. Tapi dia baru aja mutusin aku karena katanya dia udah punya pacar yang kaya dan seorang manajer dan punya mobil. Sedangkan aku hanya punya motor bebek itupun setengah pakai." Amar menjelaskan.

"Lalu, kenapa kamu malah melamar ku, Mas?"

"Karena kamu adalah partner yang cocok untuk membalas dendam pada mereka. Sama halnya seperti ku, kamu juga dikhianati Rafli, kan?"

"Jadi kamu mau ajakin aku balas dendam, Mas? Jangan, Mas, nanti masuk penjara," cegah Lisa.

Amar hampir tertawa dibuatnya. "Bukan balas dendam seperti itu, Lis. Maksud aku, balas dendam dengan cara halus. Begini, kita ini kan pihak yang tersakiti, jadi, sekarang ini mereka merasa bahwa mereka menang. Nah, dengan kita menikah, maka kita bisa membuat mereka berpikir bahwa kita bisa bangkit dari luka yang mereka berikan. Lagipula aku tau, kalau berita pernikahan mu sudah tersebar."

Lisa tampak bimbang. "Tapi semua orang tau kalau kamu pacar Mela, Mas, nanti aku bakalan di cap sebagai perusak hubungan orang, lagi."

"Kamu nggak usah mikirin itu, yang penting orang tua kamu nggak akan malu hari yang sudah mereka katakan pada warga lainnya tiba."

Lisa tampak ragu, namun setelah lama ia berpikir, akhirnya ia mengangguk. "Baiklah, Mas, aku setuju."

Flashback Off

Lisa berbaring di atas ranjangnya. Hari ini, ia resmi dilamar Amar yang tak lain adalah pacar Mela. Entah bagaimana nanti jadinya jika penduduk mengetahui hal ini. Namun pastinya, Mela duluan yang akan ketahuan meninggalkan Amar karena saat ini, Lisa tengah memegang surat undangan yang bertuliskan Mela & Rafli. Pesta pernikahan mereka akan dilaksanakan Minggu depan. Dadakan memang, karena orang tua Mela tidak ingin anaknya hamil di luar nikah.

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

bagus Lisa terima lamaran Amar.....

2024-04-10

0

pengayom

pengayom

bertukar ceritanya

2024-03-26

0

zahraky

zahraky

Amar kayaknya nyamar jd org miskin 😁

2024-03-10

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!