Tunggu 40 hari

Pagi hari dengan suasana mendung akhirnya Rizal pulang ke rumah. Lisa menyambut kepulangan sang suami dengan cuek, bukannya bermaksud tidak menghargai suami tapi hati ini sudah cukup lelah menghadapi suami tak berguna seperti Mas Rizal.

"Suami pulang bukannya di sambut, ini malah asik main hp," sindir Rizal. Ia menatap Lisa kesal karena Lisa hanya duduk saat dirinya pulang.

Jika kamu tahu mas aku sedang menulis, aku mencari uang agar aku bisa membahagiakan Tiara. Agar Tiara bisa hidup bahagia, bisa makan enak dan bisa membeli apa saja yang Tiara mau. Tapi sayangnya Tiara sudah pergi untuk selamanya, kini aku berjuang menulis untuk siapa? Mungkin hanya untuk diriku sendiri.

Lisa menatap Rizal dingin, dia berharap aku menyapanya? Yang benar saja, hati ini sudah sering kamu lukai mas. Apa kamu lupa itu?

"Aku sedang sibuk," jawabnya cuek dan kembali fokus dengan hp. Lisa fokus dengan tulisannya yang saat ini sedang naik daun.

Berumah tangga bertahun-tahun tapi sedikitpun aku tidak pernah merasakan kebahagiaan, jangankan di sayang nafkah yang cukup saja tidak pernah Mas Rizal berikan, nafkah batin saja Mas Rizal akhir-akhir tidak pernah lagi memberikan padaku, sedih rasanya tapi inilah pernikahanku, rumah tangga yang aku impikan akan bahagia sampai maut memisahkan tapi tak aku dapatkan. Aku tetap sabar menjalani pernikahan ini dulu karena putriku, aku tidak mau dia tubuh tanpa seorang ayah. Tapi kini dia telah tiada, tidak ada lagi yang harus aku pertahanan, sabar Lisa tunggu 40 hari kuburan Tiara belum kering.

"Lisa, buatkan kopi!" titahnya bersungut-sungut.

Dia nyuruh tapi caranya tidak benar, karena tidak mau bertengkar aku beranjak dari tempat duduk dan pergi ke dapur membuatkan kopi Mas Rizal.

Rizal menatap layar ponselnya, ia melihat isi pesan dari Mona.

"Mas, nanti malam nginep lagikan?"

Membaca pesan dari Mona. Rizal senyam-senyum bahkan raut wajahnya terlihat sumringah. Beda sekali saat sedang bersama dengan Lisa."Mona sayang, aku tahu pasti kamu merindukan sodokan aku kan," batin Rizal dalam hati.

"Tidak bisa sayangku, aku takut Lisa akan curiga jika aku terus menginap diluar."

Saat membaca balasan pesan dari Rizal, Mona tampak kecewa karena tidak sesuai dengan harapan Mona.

Padahal sedang musim hujan tapi Mas Rizal lebih milih tidur dengan istri sahnya. Ya iyalah pelakor itu nungguin sisa doang.

Dasar janda gatel pinginnya di garuk-garuk mulu, kalau tidak garuk satu hari saja Mona akan marah dan tidak mau bicara dengan Rizal.

"Ini kopinya," kata Lisa cuek sembari menaruh secangkir kopi di atas meja.

"Tidak ada sopannya kamu ini, aku ini suamimu," pekik Rizal karena tidak suka dengan sikap cueknya Lisa.

"Apa mas masih anggap aku istri, Mas?" tanya Lisa dengan nada menekan.

"Selama kita belum cerai ya kamu masih istriku, ingat itu!" pungkas Rizal tegas.

Lisa duduk di sebelah Rizal, dengan nikmat Rizal menyeruput secangkir kopi buatan Lisa. Rasanya masih sama seperti biasanya, memang kopi buatan Lisa itu paling enak. Jika Mona yang membuatnya rasa hamba dan tidak seenak kopi buatan Lisa.

"Kamu tadi malam tidak tidur di rumah, Ibu kan Mas?" tanya Lisa pada Rizal.

"Di rumah Ibu lah, memangnya aku mau tidur dimana lagi? Kamu jangan cari-cari masalah lah Lis, jangan asal nuduh sembarangan," dengan ketus Rizal lagi-lagi bersungut-sungut.

Bohong, di kira aku bodoh Mas. Aku sudah tanya Lita, kamu tidak tidur di rumah Ibu.

Lisa yang enggan melanjutkan perdebatannya dengan suaminya, Lisa memilih masuk ke dalam kamar.

Rizal menghela nafas lega, berharap perselingkuhannya dengan Mona, Lisa tidak sampai tahu.

***

Di kediaman Ratna, Ratna dan Lita sedang masak berdua.

Sekali-kali Lita memperhatikan ibunya yang sedang masak sambil telponan dengan calon mantu yang sangat di sayang.

"Mona, kamu sarapan di rumah Ibu saja!"

"Mona sudah makan Bu, ini Mona juga masak. Oh iya Bu, Mas Rizal ada di rumah Ibu?"

"Tidak, bukannya Rizal tadi malam menginap di rumahmu. Segera buatkan cucu untuk Ibu."

Tanpa memikirkan perasaan Lisa yang baru beberapa hari kehilangan putri kecilnya, Ratna dengan entengnya mengatakan itu kepada Mona.

"Iya Bu, kapan Mas Rizal akan menceraikan Lisa, Bu? Mona tidak tahan saat Mas Rizal jauh dariku, apalagi saat Mona sedang kepingin, Ibu tahukan rasanya kepingin tapi di tahan itu tidak enak," keluh Mona dari sebrang sana.

Ratna meringis malu, ia jadi ingat akan masa mudanya dulu. Hampir setiap hari dan sebelum berangkat kerja selalu saja minta jatah dari suami setiap pagi.

"Calon mantu Ibu, dulu Ibu kalau sudah pingin sekali, Ibu lakukan sendiri, kamu tahu kan caranya? Gunakan timun saja, itu juga enak Nak," saran Ratna begitu konyol.

Mona tertawa geli membayangkan benda berwarna hijau itu benaran masuk, akan seperti apa rasanya? Ya hanya Bu Ratna yang tahu.

"Ibu ada-ada saja, aku tunggu Mas Rizal saja Bu," sahutnya malu-malu. .

Setelah mengakhiri panggilnya dengan Mona, Ratna menatap sinis ke arah Lita.

"Apa? Ingat tidak usah memberitahu kepada Lisa, awas jika kamu memberitahu hal ini kepada Lisa!" sorot mata Ratna penuh ancaman membuat Lita takut.

"Bu, kasian Mba Lisa. Ibu juga punya anak perempuan, apa Ibu tidak takut kejadian seperti ini akan menimpah padaku?" tanya Lita dengan hati-hati.

"Aduh Lita, takdir manusia itu beda-beda," pungkas Ratna dengan entengnya.

"Tapi Bu, Mba Lisa itu masih mantu Ibu. Kenapa Ibu malah mendukung hubungan Mas Rizal dengan Mba Mona?" geram Lita, sebagai seorang perempuan ia tidak ingin Lisa sakit hati dan ia juga takut kalau suatu saat kena karma karena ulah sang kakak nya ini.

Ratna malah terdiam, biarpun Lisa menantuku kalau aku tidak menyukainya Lisa bisa apa? Dia hanya orang lain bagi Rizal.

Bersambung

Terimakasih para pembaca setia

Terpopuler

Comments

Puji Lestari

Puji Lestari

ratnaaa.. ratnaa...
sebenarnya otakmu isinya apa thoo..
apa pas pembagian otak Ratna lagi molor yaa jadi tuanya dah gak ada otaknya gituu...

2022-12-05

1

❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸

❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸

Isi kepala Ratna itu lho apa coba malah begitu... pantes z g beres

2022-11-29

2

Alifa Nur aisyah

Alifa Nur aisyah

bu ratna sama rizal sama saja

2022-11-18

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!