Hari demi hari berlalu

Hari demi hari telah berlalu dan akhir-akhir ini Rizal sering kali pulang dari kantor telat, bahkan setiap kali diajak bicara baik-baik dengan Lisa. Rizal juga marah-marah dan membentak-bentak Lisa. Sering kali Lisa menjadi bahan sasaran di saat dirinya sedang kesal dan marahan dengan Mona.

Kini sudah satu minggu Rizal dan Mona menjalin hubungan terlarang ini. Ratna juga tahu karena Rizal memberitahu ibunya tapi Ratna tidak menasehati Rizal, ia malah memberikan dukungan penuh untuk Rizal dan Mona dalam menjalin hubungan terlarang itu.

Malam ini setelah pulang dari kantor Rizal akan mengajak Mona makan malam di rumah ibunya. Dengan senang hati Ratna memasak enak-enak untuk calon mantu impiannya itu. Ratna selalu menganggap kalau Mona itu jauh lebih baik dari Lisa.

"Bu, masaknya banyak banget?" tanya Lita, tidak biasanya ibunya masak begitu banyak untuk makan malam. Apalagi hanya berdua tapi malam ini ibu masak begitu banyak.

Malam ini Ratna masak daging balado, udang tepung, ayam BBQ dan ada kerupuk emping juga. Jika yang datang Lisa mana mau Ratna sibuk masak enak? Palingan juga goreng tempe, sambel terasi dan sayur asem doang.

"Calon Kakakmu Ipar mau datang malam ini," sahut Ratna dengan senang hati.

Lita ternganga bingung, Kakak ipar? Calon? Lah bukannya Kakakku cuma Mas Rizal saja, lalu apakah Mas Rizal akan menikah lagi? Dengan siapa?

"Maksudnya Ibu apa?" tanya Lita, ia juga membantu ibunya memasak.

"Rizal mau menikah lagi dengan Mona, biarkan saja dia tinggalin Lisa." Ratna malah tersenyum senang.

Lita tampak kaget. "Bu, Mas Rizal mau menikah lagi?! Lalu bagaimana dengan Tiara? Kasian dia Bu masih kecil," ujar Lita tidak tega kepada ponakannya itu.

"Tiara kan ada Ibunya," sahut Ratna begitu enteng.

"Tapi Bu..."

"Lita, kamu itu anak kecil jadi diam saja!" bentak Ratna membuat Lita langsung diam.

Setelah beberapa lama semua masakan siap, langsung mereka sipakan di atas meja makan.

***

Lisa terus kepikiran akan suaminya yang kini semakin hari semakin tidak jelas, kadang pulang dari kantor langsung marah-marah, sering kali keluar malam juga akhir-akhir ini.

"Sudah jam 7 malam tapi Mas Rizal belum pulang," kata Lisa padahal Lisa sudah masak untuk makan malam. Tiara juga sudah tidur tadi habis belajar jadi Lisa hanya menonton televisi sambil menunggu suaminya pulang dari kantor.

Biasanya Rizal pulang jam 5 sore tapi akhir-akhir ini Rizal pulang jam 10 malam kadang juga jam 12 malam, kalau di tanya-tanya ya jawabnya pasti marah-marah. Ada rasa lelah di hati Lisa tapi Lisa masih sabar, entah kapan Lisa akan benar-benar meledak dan memberikan ketegasan kepada suaminya yang mulai sewenang-wenang itu.

Lisa menelpon Rizal tapi tidak di angkat, di chat juga tidak di balas. Hanya helaan nafas berat yang bisa Lisa lakukan, ada rasa marah tapi orang yang ingin di marahi belum pulang ke rumah.

****

Di rumah Ratna begitu rame dan terdengar suara canda tawa saat makan malam bersama. Mona juga terlihat sangat bahagia, Rizal saja tidak henti-hentinya tertawa karena bahagia.

"Kalian sangat cocok," ujar Ratna basa-basi.

"Ibu, tapikan Mas Rizal masih punya istri," sindir Mona dengan tatapan nakal ke Rizal.

"Tidak usah di pikirkan Mon, istrinya Rizal tidak berguna dan tidak bisa apa-apa, kamu itu lebih dari segalanya," puji Ratna setinggi langit membuat Mona senyam-senyum dan ingin terbang.

Lita terlihat tidak bahagia biarpun ia sama Lisa juga tidak akur tapi Lita kepikiran akan Tiara yang tidak lain adalah ponakannya.

"Mas, jika kamu berpisah dengan Mba Lisa. Lalu Tiara bagaimana?" tanya Lita tiba-tiba dan Ratna langsung melotot tajam. "Dasar bodoh, kenapa dia bertanya seperti itu?" geram Ratna dalam hatinya.

"Kan ada Ibunya, sudahlah Lita jangan pikirkan Tiara! Yang penting Mas kamu bahagia dengan Mba Mona," cebik Rizal dengan entengnya.

Mona senyam-senyum, ia yakin kalau ia pasti akan menjadi pemenangnya. Mendapatkan dukungan dari Ratna itu suatu keberuntungan bagi Mona.

Lita kembali diam, makan saja seketika menjadi tidak nafsu. Rasanya jahat sekali jika harus mendukung seorang pelakor, jika aku mendukung Mas Rizal bersama dengan Mba Mona itu sama saja aku memberikan dukungan untuk pelakor. Kasian Mba Lisa, aku yakin dia pasti tidak tahu akan hubungan Mas Rizal dan Mba Mona ini.

Di saat Rizal, Mona dan Ratna tertawa bahagia tanpa merasa bersalah kepada Lisa dan Tiara. Di saat itu juga Lita sedikitpun tidak tertawa dan dia hanya diam tanpa menikmati makannya.

"Zal, kamu dan Mona sudah kikuk-kikuk?" tanya Ratna dengan jail dan penasaran.

"Aku ke kamar dulu Mas, Mba, Bu," pamit Lita dan ia beranjak dari tempat duduknya tidak semangat.

Ratna menatap kepergian Lita dengan sinis. Baguslah anak cungguk itu masuk kamar, lagian banyak ngomong. Bisa-bisa gagal punya mantu berduit, tidak seperti Lisa yang kere dan tidak pernah bersyukur itu.

Dasar Ratna, dia tidak sadar kenapa Lisa tidak pernah bersyukur? Setiap bulan yang dapat gajian bulanan suaminya itu Ratna, Lisa yang istrinya selalu saja di anggap orang lain.

"Sudah biarkan saja! Mungkin Lita banyak PR," cegah Ratna saat Mona hendak memanggil Lita.

"Eh Bu, kikuk-kikuk itu apaan?" tanya Rizal penasaran.

"Ini loh Zal, Mon," dengan jail Ratna memadukan kedua tangannya lalu membentuknya menjadi mulut bebek, di patuk-patukan dengan jail. Membuat Mona dan Rizal akhirnya paham, mereka sama-sama melempar tawa.

Dalam hati Rizal, apa-apa sih ibu ini? Kenapa menanyakan hal seperti ini? Tidak enak sekali rasanya kepada Mona.

"Kok kamu tertawa, Nak?" tanya Ratna.

"Ibu, kita sudah melakukan kikuk-kikuk, Mas Rizal sangat jago Bu di atas ranjang," ujar Mona membuat Rizal malu dan pipinya langsung merah.

"Zal, kalau Mona hamil kamu harus tanggung jawab ya!" titah Ratna dan Rizal mengangguk semangat.

Kini setelah selesai makan malam, Mona membantu Ratna membereskan piring kotor, lalu mencucinya.

Ratna di buat kagum oleh Mona, padahal Mona melakukan ini semua hanya untuk cari perhatian saja.

"Kamu sangat berbeda dengan Lisa, Nak," lagi-lagi Ratna membandingkan Mona dengan Lisa.

"Bedanya apa, Bu?" tanya Mona ingin tahu.

"Ya pokoknya lebih baik kamu, oh iya nginep saja sudah malam, nanti Rizal juga Ibu suruh nginap," kata Ratna dan Mona mengangguk senang.

Setelah mencuci piring, semuanya sudah beres Mona dan Ratna ke ruang tengah.

"Zal nginap saja ya!" kata Ratna, Rizal mengangguk lagi males pulang juga di rumah.

Rizal mengirimkan pesan kepada Lisa, kalau malam ini Rizal menginap di rumah ibunya. Lisa hanya membalas Iya Mas.

Setelah membaca pesan dari Rizal, Lisa mematikan saluran televisi. Lalu ia masuk ke dalam kamarnya, makan malam juga tidak ada yang makan. Kasian Lisa, dia begitu setia tapi di hiyati oleh suaminya.

***

Malam yang semakin larut Rizal mengajak Mona masuk ke dalam kamar, Ratna juga sudah masuk ke dalam kamarnya.

"Mas, gunung kembar aku sakit," keluh Mona dengan manja, membuat Rizal tersenyum kecil dan pikirannya langsung traveling jauh.

"Kenapa? Apa karena kurang Mas sedot?" Rizal malah menggodanya dengan nakal.

"Sepertinya Mas, kan beberapa hari ini Mas tidak menginap di rumah," ujar Mona dengan nakal. Dasar wanita ikan asin.

Rizal membuka kancing baju Mona, lalu dua gundukan kembar milik Mona menyembul keluar dari dalam tempatnya.

"Mas apa punya istrimu segede ini?" tanya Mona dengan nada manja.

"Tidak sayang, goyangannya juga enakan goyanganmu," jawab Rizal membuat Mona senyam-senyum penuh kemenangan.

Tanpa meminta izin dari Mona, Rizal mencium bagian itu, lalu ia mengulumnya dengan lembut secara bergantian.

Lagi-lagi Rizal lupa akan istri dan anaknya, ia kembali bergulat panas di atas kasur dengan penuh kehangatan dan keromantisan. Padahal saat melakukannya dengan Lisa, Rizal tidak sebahagia ini.

Bersambung

Terimakasih para pembaca setia

Terpopuler

Comments

Puji Lestari

Puji Lestari

lhaaaaaaa ikan asin ber akting, awas ratnaaa kamu ketipu dgan kulitnya Mona saja...
jangan sampai menyesal klo krna Mona kaya padahal Mona gak kaya dia akan menguasai gajinya Rizal saja nantinya dan kamu dan Lita akan dapet zonk...
silahkan menikmati dulu sekarang..

2022-12-05

1

❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸

❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸

Stres kalian ber2

2022-11-29

1

❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸

❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸

Lita rada bener ini y

2022-11-29

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!