Pemakaman Tiara

Saat melihat Tiara sudah terbujur kaku dan tubuhnya di tutupi dengan kain, lalu bagian kepalanya di tutupi kain kapan. Rizal menatap semua itu dengan kesedihan, air matanya berjatuhan begitu deras bag air hujan yang turun begitu saja.

"Tiara," lirihnya terdengar suaranya begitu sendu. Dengan langkah kaki yang lemas Rizal berjalan mendekati jenazah putrinya.

Lisa terus menangis, Ipah terus berada di samping Lisa dan memberikan kekuatan untuk sahabatnya itu.

"Nak, ini Papa, bangun sayang!" pinta Rizal yang diiringi isak tangis.

"Percuma, saat dia hidup kamu kemana saja? Sekarang kamu mengatakan kalau kamu itu Papanya, Papa macam apa? Anakmu hanya minta di belikan sepatu tapi apa? Kamu bilang tidak punya uang, sampai Tiara menghembuskan nafas terakhirnya dia hanya mengatakan Papa aku mau sepatu," cecar Lisa yang diiringi isak tangis.

"Lisa sudah, jangan seperti ini di samping jenazah Tiara! Kasian Tiara, nanti sedih dia," nasehat Ipah dengan nada lembut.

"Tiara maafkan Papa....!!" Rizal terus menangis, tapi percuma Tiara tidak akan bangun juga.

"Maaf, maafmu sudah tidak di butuhkan oleh Tiara, dasar manusia iblis," pekik Lisa dengan nada menekan.

Semua persiapan pemakaman sudah selesai akhirnya jenazah Tiara siap di kebumikan.

Lita menangis saat melihat jenazah Tiara sedangkan Ratna tidak ada sedihnya sama sekali, ia hanya diam dan tampak cuek bahkan Ratna saja tidak mau melihat jenazah Tiara sama sekali.

Anak sekecil Tiara yang tidak punya dosa apapun pada Ratna, ia sangat membenci Tiara padahal Tiara adalah cucunya anaknya Rizal. Tapi Ratna selalu menganggap Tiara itu orang lain, setiap kali datang ke rumahnya juga kalau mau makan Tiara selalu di omelin dulu oleh Ratna.

Malangnya nasib Tiara di dunia ia tidak pernah bahagia, mudah-mudahan di surga sana ia bahagia bersama malaikat-malaikat Allah.

"Lisa, semuanya sudah siap dan jenazah Tiara harus segera di kebumikan," kata Fahmi kepada Lisa.

"Iya Fahmi, ayo kita makamkan sekarang hari juga semakin siang," jawab Lisa nada suaranya agak bindeng karena menangis terus.

Lisa sama sekali tidak perduli akan Rizal, ia bahkan lebih memilih berjalan dengan Ipah dan Tasya. Lalu Fahmi ikut mengangkat keranda yang membawa jenazah Tiara, Rizal juga ikut serta.

Setiap langkah Lisa mengantarkan putri satu-satunya ke peristirahatan terakhirnya, setiap langkah itu juga air matanya menetes. Hatinya masih tidak rela walaupun mulutnya mengatakan iklhas.

"Lisa, kamu yang kuat ya!" pinta Ipah, ia juga menangis, ia tahu betapa sedihnya sahabatnya ini.

"Tiara sudah pergi untuk selamanya, lalu bagaimana caraku menjalankan hidup?" tanya Lisa kepada Ipah dan Ipah memberikan rangkulan erat ke tubuh Lisa.

Sesampainya di makam, keranda di turunkan Fahmi dan Rizal ikut turun langsung ke dalam liang lahat untuk memakamkan jenazah putrinya.

Di dalam liang lahat sana Rizal mengazani putrinya untuk terakhir kalinya. Saat di dalam makam Rizal berusaha untuk menahan air matanya, hingga semuanya selesai Fahmi dan Rizal dan yang lainnya naik ke atas, lalu makam Tiara mulai di uruk dengan tanah.

Lisa lunglai ia tampak lemas dan pucat, ingin ia ikut Tiara ke surga saja agar bisa selalu bersama-sama dengan Tiara, tapi itu tidak mungkin karena takdirnya masih harus hidup dan Lisa tidak tahu Allah punya rencana baik apa untuk dirinya di masa depan?

Rizal mendekati Lisa yang ingin memeluk Lisa yang saat ini tampak lemas dan pucat, namun belum sempat Rizal melakukan itu, Lisa menepis uluran tangan Rizal dengan kasar.

"Lis, ini banyak orang," kata Rizal dengan nada lirih.

"Aku tidak perduli," pekik Lisa dengan tegas. Aku tidak butuh pelukannya, bahkan aku benci melihat suamiku sendiri.

Kini akhirnya makam sudah selesai di uruk, saatnya tabur bunga di atas pusaran Tiara.

"Tiara, doakan Mama sukses ya Nak! Nanti Mama belikan sepatu, nanti Mama antarkan ke rumah baru Nak. Mama sayang sekali dengan Tiara," sambil bertabur bunga Lisa berusaha kuat dan tidak mau menangis lagi.

"Tiara maafkan Papa," hanya penyesalan dan kata maaf yang bisa Rizal katakan di atas pusaran Tiara.

Setelah pemakaman selesai, tabur bunga dan doa juga untuk Almarhumah Tiara juga selesai. Semua pelayat akhirnya pulang ke rumah, Lisa, Ipah, Fahmi, Tasya dan Rizal juga pulang.

Sesampainya di rumah Lisa, di sana masih banyak orang-orang yang ikut sibuk membantu di rumahnya dan Lisa melihat Ratna duduk di sofa dengan santainya, Ratna tidak ikut ke makam karena malas jalan, anaknya seperti iblis dan ini ibunya seperti dedemit.

Lita ikut ke makam, ia pulang membawa kain-kain bekas tadi dan kini ia sedang mencuci kain-kain itu dengan bantuan tetangga yang datang untuk membantu.

Di antara yang lain hanya Ratna yang tidak merasakan kesedihan sama sekali, padahal semua keluarga menangis, Lisa juga melihat Lita menangis tapi Ratna begitu cuek dari awal datang.

Saat semuanya sudah selesai dan rumahnya Lisa juga mulai sepi, Fahmi dan Ipah juga pulang dulu dan nanti malam mereka datang lagi untuk mengaji di malam pertama kepergian Tiara.

Kini beberapa tetangga juga masih ada yang di rumah Lisa, mereka membantu untuk acara pengajian nanti malam.

Lisa berusaha kuat dan sabar, Rizal juga dari tadi berusaha mendekati Lisa tapi Lisa begitu cuek.

Bersambung

Terimakasih para pembaca setia

Terpopuler

Comments

Arief Juniardi

Arief Juniardi

bagus lah cuekin aja tuh si Rizal ,suami yng sableng lucknut gitu
ikutan kesel juga...

2022-12-08

1

Puji Lestari

Puji Lestari

abaikan aja si Rizal itu Lisa, klo perlu tuh rumah kamu gembok seklian biar Rizal gak bisa masuk, lagian dia dia juga numpang kan dirumahmu berarti Rizal gak punya hak atas rumahmu itu....

2022-12-05

1

❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸

❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸

Wes lah.. buang saja suami lucknut macam Rizal begitu.ngapain juga punya suami begitu

2022-11-29

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!