"Tok.....tok....."
Mendengar ada suara ketukan pintu, Ratna beranjak dari tempat duduknya dengan senyuman bahagia.
"Ceklek...."
"Mona, masuklah Nak...!" sambut Ratna antusias, coba jika Lisa yang datang Ratna pasti tidak akan sesumpringah ini.
Ratna dengan senang hati mengajak Mona masuk ke dalam rumahnya, Rizal yang hendak beranjak dari tempat duduknya ia cukup terpaku dengan kecantikan Mona dan tubuh langsing Mona. "Cantik sekali," gumamnya dalam hati.
"Bu, ini aku bawakan bubur ayam," kata Mona dan memberikan tentengan plastik yang ada di tangannya.
"Kamu repot-repot sekali Nak, oh iya mungkin kalian jodoh, kebetulan Rizal juga ada disini," kata Ratna menerima tentengan dari Mona, lalu mengajak Mona duduk di sofa.
Ratna sering kali menceritakan tentang Rizal kepada Mona, saat bercerita tentang Rizal, Ratna selalu saja membanggakan Rizal di setiap katanya, hingga Mona merasa kagum dan penasaran Rizal itu laki-laki seperti apa?
Mona adalah tetangga baru di tempat tinggal Ratna. Dia tinggal disana sudah satu tahun, Rizal tidak mengenalnya. Ratna sangat mengenal dekat Mona, apalagi jarak rumah mereka hanya 5 menit. Sering sekali Mona mampir ke rumah Ratna saat hendak berangkat kerja.
"Mas kenalin aku Mona," katanya dengan nada lembut. "Tampan juga yang namanya Mas Rizal, benar juga kata Bu Ratna," gumam Mona dalam hatinya.
"Aku Rizal, Mon," dengan semangat Rizal mengulurkan tangannya ke Mona dengan senang hati mereka saling bersalaman dengan tatapan saling genit.
Ratna senyam-senyum, ia yakin kalau misinya untuk menjodohkan Mona dan Rizal itu akan berhasil, apalagi saat melihat keduanya saling menatap satu sama lain.
"Aku Mona, Mas," jawabnya agak genit dan beberapa saat melepaskan jabatan tangan mereka.
"Cantik sekali, gundukan kembarnya juga sangat menggoda," gumam Rizal dalam hatinya.
"Kalian saling mengenal saja dulu, Mona kamu tidak usah kawatir Nak, Rizal dan istrinya sudah tidak saling cinta kok, mereka juga akan segera berpisah," ujar Ratna pada Mona dan Mona tersenyum senang.
"Mas Rizal tampan, aku juga sudah lama sangat merindukan kehangatan dari seorang laki-laki," lirihnya dalam hati.
"Iya Bu, kan Ibu sudah sering kali menceritakan tentang Mas Rizal padaku," ujar Mona dengan nada lembut.
Rizal berpikir keras, apa saja yang sudah di ceritakan ibu pada Mona tentangku? Mudah-mudahan bukan tentang keburukanku, wanita cantik seperti Mona, aku harus bisa mendapatkannya dan Lisa biarkan saja dia, salah sendiri jadi wanita banyak protes.
"Oh iya Bu, Mona mau berangkat kerja dulu ya," pamit Mona dengan sopan, ia menyalami tangan Ratna lalu mencium punggungnya.
Pertama kali bertemu, Rizal sudah di buat kagum oleh sikap manis Mona kepada ibunya. "Aku yakin Mona pasti sangat jauh berbeda dari Lisa," pikir Rizal di otaknya.
Rizal juga berpamitan kepada sang ibu, lalu buru-buru keluar mengejar Mona yang sudah keluar lebih dulu.
"Mon, kamu jalan kaki?" tanya Rizal.
"Iya Mas, sepeda motor aku sedang di bengkel," jawab Mona dengan jujur.
Senyum kecil Rizal begitu penuh ide, ini adalah saat yang baik untuk aku mendekati Mona.
"Berangkat bareng saja, aku yakin kita satu arah," tebak Rizal dengan nada menggoda.
Mona tersenyum simpul. "Memangnya kamu kerjanya dimana, Mas?" tanya Mona penasaran.
"Di Kantor XX no 9, kalau kamu?" Rizal balik bertanya kepada Mona.
"Aku di Kantor XX no 10, ternyata tempat kerja kita berdekatan Mas," jawab Mona menggoda.
"Mungkin kita jodoh," celetuk Rizal dengan tatapan menggoda juga. Dasar laki-laki brengsek, dia tidak ingat sama anak dan istrinya.
Akhirnya mereka berangkat bersama ke kerjaan mereka masing-masing.
***
Jam menunjukkan pukul 9 pagi, Tiara sudah pulang dari Bimbanya, Tiara pulang di jemput Ipah sekalian Ipah jemput Tasya dan Ipah juga mau mampir ke rumah Lisa untuk membicarakan tentang tulisan.
"Ipah, kamu sudah baca ceritaku?" tanya Lisa antusias, dari tadi malam ia nulis sudah dapat 5 bab, Lisa sungguh serius dengan kerjaan menulis ini dengan harapan bisa sukses seperti Ipah.
Ipah menulis sudah hampir 5 tahun, ia saja sudah bisa renovasi rumah, emasnya juga banyak, punya mobil juga. Selain dari hasil menulis Ipah mendapatkan semua itu dari suaminya juga, suaminya juga orang yang sangat rajin bekerja dan sama uang tidak pernah perhitungan sama sekali. Ipah terhitung wanita yang sangat beruntung punya karir yang bagus ya biarpun hanya sebagai penulis online, tapi suami dia sangat menyayangi dan tidak pernah sedikitpun marah padanya.
"Sudah Lis, cerita yang kamu buat cukup menarik, mudah-mudahan kamu juga sukses di novel online ya Lis, biar kamu bisa mandiri," doanya Ipah untuk Lisa. Biarpun Ipah sudah sukses tapi Ipah tidak sombong, ia juga sering kali membantu Lisa saat dalam kesulitan.
"Oh iya Lis, aku beliin naget, sosis sama ayam, nanti kamu masak buat Tiara!" titah Lisa, ia menaruh plastik berisi belanjaan itu di atas meja.
"Pah, kamu repot-repot sekali, terimakasih ya," dengan senang hati Lisa menerima pemberian Ipah, biarpun ada rasa tidak enak, tapi Lisa yakin pasti Tiara akan bahagia jika makan makanan enak itu.
"Tidak repot Lis, Tasya juga beli," jawab Ipah yang diiringi senyum tulus.
Kini saat Tiara dan Tasya asik bermain, Lisa dan Ipah sama-sama sibuk menulis novel. Hingga satu jam berlalu akhirnya satu bab selesai dan langsung mereka posting.
"Ting..Ting..!!"
Mendengar tukang bakso lewat, Tiara tiba-tiba menatap mamanya, Ipah yang seolah mengerti tatapan itu ia tersenyum kecil.
"Anak-anak bagaimana kalau kita makan bakso!" ajaknya dengan antusias, Tiara dan Tasya langsung semangat dan mereka bersorak hore.
Mereka berempat makan bakso bersama-sama, senang rasanya saat melihat Tiara makan dengan lahap. Lisa sadar kalau anaknya jarang sekali makan enak, makan bakso saja hampir tidak pernah. Ada rasa sedih dalam hatinya, tapi Lisa tahan dan ia harus semangat menulis untuk merubah nasibnya dan membahagiakan putri kesayangannya.
"Tiara, Tasya, kalau kurang nambah saja!" titah Ipah dengan nada lembut.
"Apa boleh, Tante?" tanya Tiara dengan sopan.
"Tasya juga masih lapar, Ma," sambung Tasya.
"Boleh dong Nak," jawab Ipah dengan senang hati.
Ipah memesan dua mangkok bakso lagi untuk Tiara dan Tasya.
Setelah beberapa saat pesanan kedua anak kecil itu datang dan mereka kembali memakannya dengan lahap.
"Pah, sekali lagi terima kasih ya," kata Lisa bersyukur sekali punya sahabat sebaik Ipah.
"Sama-sama Lis, perasaan dari tadi terima kasih terus, ayo makan, kamu kalau kurang juga nambah saja!" kata Ipah, yang kini lahap memakan bakso miliknya.
Setelah selesai makan bakso Ipah membayarnya, karena jam sudah menunjukkan pukul 12 siang, akhirnya Ipah pamitan pulang.
***
Di kantor Rizal.
Rizal sedang berjalan ke kantor Mona yang tidak jauh dari kantornya. Ia sengaja datang ke kantor Mona untuk mengajak Mona makan siang.
Mona juga tidak menolak dengan senang hati ia menerima ajakan Rizal, saat makan siang tidak lupa mereka juga bertukaran no ponsel.
"Mon, kapan-kapan jalan bareng yuk!" ajaknya di sela-sela menikmati makan siangnya.
"Boleh Mas," lagi-lagi Mona tidak menolak.
"Nanti Mas telpon kamu ya!" kata Rizal begitu manis pada Mona.
Mona tersenyum simpul. "Jangankan telpon Mas, datang ke rumah juga boleh," sahutnya manja.
"Serius boleh?" tanya Rizal memastikan.
"Serius Mas Rizal," jawab Mona dengan genit dan tatapan nakal.
Setelah selesai makan, Rizal membayar semua makanan mereka. Giliran buat istri dan anak begitu pelit. Dasar laki-laki brengsek.
Mereka kembali ke kantor masing-masing, Rizal kembali fokus dengan pekerjaannya dan ia juga memikirkan cara agar nanti malam bisa datang langsung ke rumah Mona, seketika Rizal tersenyum karena menemukan ide bagus.
"Jika aku datang ke rumah Mona, kira-kira apa yang akan Mona berikan padaku?" otak Rizal traveling cukup jauh.
Rasanya tidak sabar menunggu nanti malam agar bisa datang ke rumah Mona.
Entah apa yang akan terjadi nanti malam?
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
Puji Lestari
sadaaarr kadal buntung,,
semoga saja dapat karmanya krna sudah menyia nyiakan anak dan istri ...
sabaaarr ya Lisa, semoga besok ada pelangi yg lebih cerah lagi yg sudah menunggumu.
2022-12-05
1
❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸
Kucing garong di suguhi ikan asin saja langsung mode on
2022-11-29
1
❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸
Bersyukur sekali punya sahabat seperti Ipah y
2022-11-29
1