Mengintip

Sore harinya...

Semburat merah mulai menghiasi langit biru. Istana kerajaan serigala pun tampak sunyi kala ini. Para penghuni istana yang telah mensukseskan acara dipersilakan raja untuk beristirahat. Mereka pun tidur siang sejenak sebelum malamnya beraktivitas lagi. Raja Tanura begitu pengertian terhadap penghuni istananya. Ia tahu rasa berterima kasih.

Sore ini Raja Tanura sedang melukis pemandangan indah taman belakang istana. Ditemani gemercik air kolam ikan yang menenangkan, ia tampak menikmati setiap kuas yang tertorehkan pada lukisannya. Raja tampak senang, hatinya juga bahagia karena apa yang diinginkannya tercapai. Namun, sampai detik ini ada sebuah rahasia yang belum sempat terbongkar. Sang istri masih merahasiakannya.

Ratu Endless merahasiakan jati diri Liona dari sang raja. Tujuh belas tahun ia menyimpan rapat-rapat perihal asal-muasal gadis cantik tersebut. Namun, kini ia tampak gusar dengan rahasia besar tentang Liona. Ia merasa bingung untuk menceritakannya atau tidak. Ia merasa membohongi suaminya sejak lama.

Ratu Endless datang, menghampiri suaminya. "Suamiku." Ia memeluk raja dari belakang.

"Istriku, kau tidak tidur siang?" Raja Tanura pun tersadar istrinya datang. Ia menoleh ke belakang.

Ratu menggelengkan kepalanya di bahu sang raja. "Aku ingin berdua bersamamu. Mengenang masa-masa dulu." Tiba-tiba ia berbicara seperti itu.

Raja menghentikan aktivitasnya sejenak. Ia terheran dengan sikap ratunya. "Apa yang bisa kulakukan untukmu?" tanya raja kepada ratu.

Sang ratu pun tersenyum. "Belasan tahun kita bersama. Apakah ada sesuatu yang membuatmu tidak menyukaiku?" tanya ratu kepada suaminya.

Raja Tanura semakin terheran-heran. Ia mengernyitkan dahinya. "Istriku, ada apa? Apakah aku melakukan suatu kesalahan hingga membuatmu berbicara seperti itu?" Raja memandangi istrinya.

Ratu pun ikut memandangi wajah suaminya. Terbesit keinginan jujur akan siapa Liona yang sebenarnya. Tapi saat itu juga ia khawatir raja tidak bisa menerimanya. Ia takut terjadi apa-apa dengan Liona.

Suamiku, maafkan aku. Aku harus tetap merahasiakan hal ini darimu. Aku takut kau berlaku kasar kepadanya, sedangkan aku sudah begitu menyayanginya. Tolong jangan marah padaku.

Ratu pun menggelengkan kepalanya. Ia menatap dalam wajah suaminya. Ia memeluk sang raja. Raja pun bertambah heran dengan sikap istrinya. Namun, ia tidak menggubrisnya.

Lain raja dan ratu, lain juga dengan Liona dan Han. Sore ini Liona sedang berendam di kolam pemandian air panas. Ia pun memilih kolam perendaman khusus keluarga utama kerajaan. Yang mana hanya raja dan ratu sajalah yang boleh berendam di sana. Tentunya dengan pelayanan khusus dari pihak pelayan kolam pemandian. Liona pun tampak menikmati langit sore dan burung-burung yang berterbangan di angkasa.

Layaknya manusia, Liona juga membutuhkan relaksasi dari masa-masa gundah yang melanda pikirannya. Seperti saat ini, ia sedang mencoba melupakan suatu perasaan yang mengganggu hatinya. Tentang siapa dirinya dan siapa sosok yang dirindukannya. Liona mencoba menepiskan hal itu semua. Ia ingin menikmati harinya.

Dengan berlapis kain yang menutupi bagian dada hingga lututnya, Liona tampak membasuh tubuh dari wajah hingga ke kedua kakinya. Kolam pemandian air panas itu tentu saja membuat pikirannya relaks dari apa yang melanda. Namun, sepertinya Liona harus berhati-hati terhadap seseorang yang selalu membuntutinya. Ialah Han, si pangeran dingin yang memendam perasaannya.

Liona, kau begitu cantik. Bagai mutiara yang terpendam.

Terpopuler

Comments

HNF G

HNF G

cie ciee....pangeran han jd joko tarub😅😅😅😅

2022-12-10

1

Elder FR

Elder FR

cantik tp lo gk berani ungkapin

2022-11-21

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!