Ratu sendiri tampak mendukung keinginan suaminya yang akan mengundang banyak putri dari negeri lain. Tentu saja keadaan istana akan sangat ramai dan membutuhkan tempat yang luas untuk menampung para tamu undangan. Ratu pun bekerja sama dengan pihak pelayan istana untuk mempersiapkannya. Ia akan mewujudkan keinginan suaminya. Endless menginginkan yang terbaik untuk kerajaan serigala.
Esok harinya...
Pagi hari telah datang. Rapat penting pun baru saja selesai dilaksanakan. Beberapa petinggi kerajaan mendiskusikan perihal pesta purnama yang akan segera diselenggarakan. Han pun ikut serta berada di sana. Ia berpartisipasi dalam menyampaikan aspirasi.
Rapat penting itu menghasilkan pembagian tugas untuk beberapa kelompok pesta perayaan. Yang mana Han bertugas untuk ikut serta dalam pendekorasian ruangan. Ia dikelompokkan bersama Liona. Namun, berbeda tugas dan tanggung jawabnya. Sedang yang lainnya kebagian untuk seksi konsumsi dan keamanan.
Liona sendiri tidak hadir di rapat itu. Ia masih tertidur pulas di dalam kamarnya. Hari masih pagi, mentari pun belum terbit sempurna. Liona jadi tidak mengikuti rapatnya. Namun, ia bisa mendengarnya nanti dari pelayan yang berjaga. Liona akan menyusul hasil rapatnya.
Kini di ruang rapat yang besar itu para hadirin sudah memegang tugasnya masing-masing. Mereka pun segera melaksanakan tugas yang diberikan para petinggi istana. Begitu juga dengan Han yang mulai mendekorasi ruangan. Ia tampak senang saat mulai membantu melepaskan tirai istana. Han akan menggantinya dengan yang baru agar tampak lebih elok lagi.
Beberapa jam kemudian...
Hari semakin beranjak siang. Liona pun sudah mandi dan berdandan rapi untuk hari ini. Tampak dirinya yang membawa beberapa tangkai bunga hias. Liona pun ingin meletakkan bunga hias itu di ruangan yang akan dijadikan tempat pesta. Tanpa menyadari jika Han melihat kehadirannya.
Liona datang sendiri setelah pelayan memintanya untuk mandi dan bergegas. Tentu saja perintah itu datangnya langsung dari ratu. Sehingga mau tak mau Liona pun memenuhinya. Namun, hari ini ia tampak berbeda. Liona seperti sedang memikirkan sesuatu yang entah apa.
"Putri Liona." Tiba-tiba saja pelayan perempuan datang dan menemuinya.
"Bibi?" Liona pun kaget karena ada yang menegurnya.
"Putri, mari ikut saya. Ratu sudah menunggu di gazebo depan istana." Pelayan itu menuturkan.
Liona mengangguk. Ia tidak bisa menolaknya. "Baiklah." Ia pun akhirnya pergi ke luar istana bersama pelayan perempuan itu.
Liona tampak tidak bersemangat hari ini. Han pun menyadarinya. Tapi ia belum bisa bertegur sapa karena masih sibuk dengan pekerjaannya. Han bersama para pelayan pria menghias ruangan pesta jadi lebih mewah. Ia pun tak segan menaiki tangga untuk membersihkan atapnya. Han berbaur bersama para penghuni istana lainnya.
Liona sendiri segera pergi ke gazebo depan istana. Di sana ternyata ratu telah menunggunya. Liona pun berdehem sambil merapikan gaunnya. Ia akan menemui ibunya. Liona harus tampak anggun di hadapan ibunya. Seorang ibu yang sudah merawatnya sejak bayi. Ia adalah Ratu Endless, seorang ratu yang baik hati.
Pasti ibu sudah menungguku sedari tadi.
Liona pun cepat-cepat melangkahkan kakinya menuju ratu yang duduk di gazebo depan istana. Ia berusaha tersenyum di tengah ketidaksemangatnya dalam mengikuti acara pesta. Liona tampak memikirkan sesuatu yang entah apa. Sedang Ratu memang telah menunggunya di sana. Ratu ingin berbicara kepada putri angkatnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments