Tanpa sepengetahuan Liona, Han sudah kembali dari menghadap raja. Pria berjubah putih itu tampak memerhatikan Liona yang sedang membuat obat penawar dari balik dinding ruangan. Han diam-diam ingin tahu apa yang sedang Liona kerjakan. Ia tidak berani menampakkan dirinya secara langsung.
Pangeran Han?
Rum pun menyadari jika ada orang di balik dinding ruang pengobatan. Tapi ia diam saja karena tahu siapa orang yang diam-diam datang ke ruangannya. Rum pun menahan tawa manakala bayangan Han terpantul di dinding ruangan. Ia pun membiarkan Han mengintip Liona yang sedang mencuci ramuan.
Eh???
Liona sendiri merasa ada yang memerhatikannya. Tentunya perasaan ini terjadi alami pada dirinya. Ia pun melihat keadaan sekitarnya. Lalu mencoba menoleh ke belakang dan melihat siapa yang memerhatikannya. Namun, saat itu juga ia tidak melihat siapa-siapa. Liona kehilangan jejak akan penguntitnya.
Siapa ya? Apakah itu Han?
Karena tidak ingin terlalu memikirkan, akhirnya Liona meneruskan membuat ramuan penawarnya. Dengan dibantu Rum, ia akan menyelesaikan ramuannya hari ini. Tentu saja ramuan itu akan diuji coba terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Rum pun sudah menyiapkan tikus percobaannya.
Malam harinya...
Raja Tanura mengumpulkan semua penghuni istana di ruang makan kerajaan. Yang mana di atas meja ruangan itu berisi sajian makan malam yang sangat banyak. Terdiri dari buah-buahan dan juga lauk pauk yang segar. Makan malam ini adalah makan malam sepesial menyambut purnama ke tiga. Raja Tanura pun menuturkan maksud tujuannya mengumpulkan para penghuni istana.
"Aku berniat mengadakan pesta. Aku juga akan mengundang raja dan ratu kerajaan lainnya. Kalian bisa membantuku?" tanya raja kepada para penghuni istana.
Liona dan Han tampak ada di sana. Keduanya duduk berseberangan dengan mata yang saling mencuri pandang. Sang ratu pun tampak memerhatikan keduanya. Tapi ia lebih fokus terhadap pembicaraan suaminya.
"Kami siap menjadi tuan rumah jika Yang Mulia menginginkan," terang salah satu penghuni istana kepada raja.
"Mohon maaf Yang Mulia, apakah Yang Mulia menginginkan pesta yang besar?" tanya yang lainnya.
Tanura menggabungkan kedua tangannya. "Tidak perlu besar. Sekedarnya saja tapi tetap terlihat mewah. Putraku juga sepertinya sudah cukup umur untuk mengenal putri dari negeri lain. Bukankah begitu, Han?" tanya raja kepada Han.
Saat itu juga Han jadi gelagapan. "Em, Ayah. Ak-aku—"
"Tak apa. Ini adalah pesta perayaan pertama di purnama ke tiga. Aku harap semua penghuni istana bisa saling bahu-membahu memeriahkan acara. Aku berharap kepada kalian." Raja mengungkapkan harapannya.
"Apakah acara akan dilaksanakan tergesa-gesa, Yang Mulia?" tanya sesepuh istana.
Raja menggelengkan kepalanya. "Aku rasa dalam tiga hari ini kita bisa mewujudkannya. Bagaimana menurut kalian?" tanya raja lagi kepada penghuni istana.
Mereka terlihat saling pandang satu sama lain. Mereka pun mengangguk, setuju dengan permintaan sang raja. "Baik, Yang Mulia." Sebuah keputusan bersama dibuat malam ini.
"Bagus. Segeralah mulai mendekorasi istana esok hari. Bagi tugas dengan sebaik mungkin. Jangan kecewakan aku," pinta Tanura kepada para penghuni istana.
"Baik, Yang Mulia." Mereka pun akhirnya memenuhinya.
Pesta bulan purnama akhirnya akan diadakan tiga hari lagi. Yang mana raja mempunyai maksud tertentu di balik pesta perayaan itu. Yaitu memperkenalkan Han kepada putri dari negeri lain. Han sudah harus beradaptasi dengan rumpun yang lebih luas lagi. Tentunya sang ayah juga akan ikut mengawasi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
HNF G
hiyuuuhhh...gmn dong....ayahnya gak tau sih kl liona bukan anaknya☹️☹️☹️
2022-12-10
1