Terpesona

Rum meminta para pelayan wanita pergi setelah selesai mendandani Liona. "Kau ingin memancing amarah ibumu?" tanya Rum sambil menyisiri rambut Liona yang panjang.

"Ibu tidak akan marah padaku." Liona begitu yakin.

Rum tersenyum. "Ratu memang tidak pernah marah. Tapi sekali marah akan sangat berbahaya. Bahkan paduka raja pun tidak akan berkutik karenanya." Rum menceritakan.

Liona menoleh ke arah Rum yang sedang menyisiri rambutnya. "Benarkah, Nek. Ibu seram berarti?" Dengan lugunya ia berkata seperti itu.

Rum terkekeh. "Kau ini terkadang memang menyebalkan." Rum dengan gemas mencubit pipi Liona.

"Nenek, sakit!" Liona pun segera menjauhkan wajahnya.

Rum tersenyum. Ia kemudian mengusap pipi Liona. "Pantas saja pangeran Han kepincut denganmu. Kau suka membuat orang gemas." Rum menuturkan.

"Pangeran Han?" Liona tak percaya.

Rum mengangguk. "Kau tidak menyadarinya?" Wanita tua itu seakan ingin membeberkan apa yang ia tahu selama ini kepada Liona.

Liona menggelengkan kepalanya.

Rum merapikan rambut dan gaun Liona. "Nanti juga tahu sendiri. Sejak dipisahkan paduka, apakah tidak merasakan perbedaan dari pangeran?" Rum seperti ingin bermain teka-teki.

"Ah, Nenek. Mana mungkin pangeran menyukaiku. Banyak putri kerajaan lain yang menyukainya. Aku kalah saing." Liona merasa pesimis.

"Hahaha. Itu berarti kau juga mempunyai perasaan padanya?" tanya Rum menyelidik.

Liona tertegun sejenak. "Entahlah, tapi yang jelas aku ingin kami bermain bersama lagi. Sejak dipisahkan ayah, dia begitu dingin kepadaku. Kadang saja hangat, itu juga tidak terduga." Liona mulai menceritakan isi pikirannya.

Rum mengerti. "Mungkin pangeran tidak tahu bagaimana cara mendekati seorang gadis." Rum menduganya.

Liona menoleh. "Ah, Nenek. Jangan membuatku GR!" Liona khawatir terlalu percaya diri jika Han menyukainya. Ia memasang wajah cemberut kepada Rum.

"Hahaha." Rum tertawa lagi. "Baiklah. Sekarang mari kita ke ruangan pesta. Ratu sudah menunggunya." Rum pun mengajak Liona ke ruang pesta.

"Hah ... baiklah."

Dengan malas Liona pun beranjak bangun. Rum juga menggandeng tangannya sampai keluar dari kamar. Ia khawatir Liona tidak jadi datang ke ruang pesta jika dilepaskan. Rum bak nenek kandung Liona sendiri. Liona pun tidak merasa sungkan lagi. Bercanda tawa dan bergurau sesuka hati.

Jika bukan karena ibu, tentu aku malas datang ke ruangan itu.

Sepanjang perjalanan menuju ruang pesta, mereka banyak bertemu dengan pelayan dan tamu undangan yang lalu-lalang di sekitar koridor istana. Rum pun meminta Liona untuk tersenyum dan tidak menampakkan kemalasannya. Liona akhirnya bersandiwara di tengah rasa malas yang melanda. Pada akhirnya mereka sampai juga di ruangan pesta. Saat itu tampak Han yang sedang berbincang lalu menghentikan aktivitasnya.

Liona?!

Ia terkejut melihat Liona didandani sedemikian cantiknya. Liona tampak berbeda dengan butiran mutiara di rambutnya. Liona juga mengenakan gaun yang terbuka di bagian lengannya. Membuat Han terpesona. Sementara Liona sendiri segera menghampiri ibunya.

Dia cantik sekali. Astaga! Kenapa aku begini?!

Han semakin menjadi. Ia menelan ludahnya sendiri. Niat hati tidak ingin memandangi, namun kedua bola matanya selalu saja tertuju kepada Liona. Getaran di dalam hatinya mengatakan jika ia sedang jatuh cinta. Tapi Han tidak berani untuk mengakuinya. Terlebih mereka sedari kecil dibesarkan bersama.

"Ibu." Liona pun menyapa ibunya yang sedang berbincang.

"Kau sudah datang, Nak? Kemari, ini pangeran Hara. Dia datang dari negeri seberang." Ratu memperkenalkan Liona kepada pangeran kerajaan lain.

Saat itu juga Han mengernyitkan dahinya. Ia merasa kesal melihat sang ibu memperkenalkan Liona dengan putra mahkota lain. Han cemburu. Malam ini pun menjadi saksi dirinya yang memerhatikan Liona dari jauh.

Putra tunggal dari kerajaan serigala itu tampak memerhatikan setiap gerak-gerik Liona. Sedang Liona sendiri tidak menyadari kehadiran Han. Liona malas berbaur dan ingin menyendiri. Tapi karena permintaan ratu untuk hadir di acara pesta, mau tidak mau ia memenuhinya. Liona pun tersenyum palsu di hadapan para tamu undangan yang hadir di sana.

Terpopuler

Comments

HNF G

HNF G

hahahahaha.....ada yg hareudang.....jenggotnya kebakar, kepala berasep, hati tertusuk duri😅😅😅😅😅😅

2022-12-10

1

Elder FR

Elder FR

masih gw pantau😂😂😂

2022-11-14

0

Syifa

Syifa

ngak kebayang bisa bikin cerita beginian😅

2022-11-14

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!