Purnama

Liona pun mulai mengambil kembali bunga-bunga yang berjatuhan. Ia merapikannya ke dalam keranjang. Sementara itu Han mengintipnya dari balik dinding istana.

Dia begitu cantik. Tapi aku tidak boleh berlama-lama menatapnya.

Han pun akhirnya mengakui kecantikan Liona saat sudah beranjak remaja. Han kepincut Liona. Namun, ia tidak berani mengakuinya.

Beberapa hari kemudian...

Malam pesta akhirnya datang. Banyak rombongan kerajaan hadir seraya menyapa raja dan ratu serigala negeri ini. Hiasan mewah dan berkelas pun mewarnai ruangan pesta. Tampak Han yang ikut menyambut para tamu undangan di sana.

Han diperkenalkan dengan putri pembesar negeri lain. Tentu saja ia merasa canggung malam ini. Apalagi malam ini adalah malam pertama baginya berbaur dengan rumpun yang lebih besar lagi. Namun, di tengah kesibukannya ia tidak melihat Liona hadir di sana. Han pun jadi memikirkannya.

Dia tidak datang?

Tentu saja Han memikirkan Liona. Kontak mata yang begitu dekat terjadi beberapa hari lalu. Menggetarkan setiap denyut nadi yang ada di tubuhnya. Jantungnya berdetak kencang merasakan getaran-getaran rasa yang tidak bisa diungkapkan. Harus Han akui jika ia terpesona dengan Liona.

"Jadi ini putra Anda, Raja Tanura?" Seorang pembesar negeri lain melihat Han yang tampan.

"Benar. Dia akan segera naik tahta dan menggantikanku. Benarkan begitu, Han?" Raja tampak ramah menanggapi pertanyaan tamunya.

Han tersenyum. Matanya tidak bisa berbohong jika sedang mencari-cari seseorang di ruangan pesta. Sang ratu pun masuk ke ruangan dan melihat keresahan putranya. Ia tampak mengerti apa yang sedang Han pikirkan.

"Bi, di mana Liona?" Ratu bertanya kepada pelayan perempuannya.

"Putri masih di kamar, Yang Mulia. Dia katanya sedang tidak enak badan." Pelayan itu menuturkan.

Ratu mengangguk. "Kalau begitu biarkan saja dia beristirahat sejenak. Pesta juga baru saja dimulai." Ratu mengizinkan Liona untuk beristirahat terlebih dahulu.

Sebagai seorang ibu pastinya mempunyai kepekaan yang luar biasa terhadap anak kandungnya. Begitu juga dengan ratu yang bisa merasakan apa yang sedang Han rasakan. Ia jadi teringat kala keduanya masih bayi dan dipertemukan. Bagaimana Han dan Liona yang berhenti menangis saat didekatkan. Ratu pun mempunyai perasaan yang lain tentang keduanya. Namun, ia belum bisa mengungkapkan.

Pesta akhirnya dimulai. Diiringi tarian dan suara gendang yang berdendang. Minuman khas kerajaan serigala pun disajikan berupa perasan anggur yang begitu nikmat. Para petinggi dan pembesar negeri berbaur menjadi satu. Begitu juga dengan putri dan para pangeran kerajaan yang datang. Mereka dipersilakan untuk saling mengenal dan berbincang.

Sementara itu...

Kemeriahan pesta ternyata tidak menarik perhatian Liona untuk ikut hadir dan meramaikan. Kini ia sedang duduk di pinggir kolam bunga teratai dan memandangi bulan purnama yang terang benderang. Wajahnya menyiratkan kesedihan yang mendalam. Suatu rasa pun berkecamuk di dalam hati kecilnya.

"Entah mengapa aku merasa merindukan seseorang yang berjasa dalam hidupku. Tapi aku sendiri tidak tahu siapa itu. Apakah aku bukan penduduk asli istana ini?"

Liona bertanya-tanya sendiri. Ia merindukan sosok yang berjasa dalam hidupnya tapi bukan raja ataupun ratu. Ia juga tidak tahu siapa itu. Namun, perasaan itu begitu besar di dalam hatinya.

"Hah ... ini aneh sekali. Ke mana aku harus mencari jati diriku?" Liona bertanya lagi. Ia penasaran akan dirinya sendiri.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!