Muncul sebuah rasa rindu di dalam hatinya yang ia sendiri tidak tahu untuk siapa. Akhir-akhir ini pikiran Liona terganggu dengan sesuatu yang tidak bisa ia ungkapkan. Ia pun menatap rembulan yang bersinar terang di atas sana. Berharap dapat menemukan jawaban atas pertanyaannya. Liona merasa kehilangan sesuatu yang tidak diketahuinya.
Lain Liona lain juga dengan Han. Pangeran serigala itu tampak mencari Liona di sekeliling istana. Han juga sudah mencari Liona di dalam kamarnya. Namun ternyata, Liona tidak ada. Hingga akhirnya ia bertemu dengan para pelayan wanita. Han pun menanyakan kepada mereka di mana Liona berada. Namun, para pelayan tidak mengetahuinya. Han jadi pusing sendiri jadinya.
"Dia ke mana ya? Kenapa tidak hadir di acara pesta?"
Dalam diam memerhatikan. Begitulah Han kepada Liona. Ia peduli tapi selalu bersikap dingin saat bertemu Liona. Han seperti tidak bisa memosisikan dirinya di dekat Liona. Ia salah tingkah lalu menutupi dengan sikap dinginnya.
"Mungkin dia sedang berada di kolam bunga teratai."
Terlintas di benak Han untuk mencari Liona di kolam bunga teratai. Ia pun lekas-lekas pergi ke sana. Dan ternyata benar, Liona sedang menatap rembulan di sana. Han pun ingin menemuinya.
"Pangeran." Namun, sebelum sempat salah satu pengawal datang menghadapnya.
"Ada apa?" tanya Han segera. Ia tampak tergesa-gesa untuk menemui Liona, namun tertahan karena ada pengawal yang datang.
"Pangeran, perjamuan akan segera dimulai. Pangeran diminta Yang Mulia untuk segera ke ruangan," tutur pengawal tersebut.
Han menghela napasnya. Ia ingin menemui Liona saat ini. Tapi sang ayah sudah memanggilnya. Han pun mau tak mau mengurungkan niatnya untuk menemui Liona.
"Baik." Han pun segera pergi dari tempat itu. Ia bersama pengawal kerajaan pergi menuju ruang perjamuan.
"Han mencari Liona?"
Tanpa sepengetahuan Han maupun Liona, ratu ternyata melihat keduanya dari teras atas istana. Yang mana keduanya hampir bertemu di kolam bunga teratai. Bias-bias perasaan Han kepada Liona pun dapat dirasakan oleh ratu. Tidak mungkin Han mau berlelah-lelahan mencari jika itu tidak penting baginya. Dan malam ini ratu memergoki putranya ingin menjumpai Liona yang ada di sana. Ratu pun berpikir ulang untuk keduanya.
Liona sendirian di kolam bunga teratai. Apakah dia sedang memikirkan siapa jati dirinya?
Tentu saja ratu khawatir dengan apa yang dilihatnya malam ini. Ratu tidak ingin kehilangan Liona yang bak putri kandungnya sendiri. Ia menyayangi Liona sama seperti menyayangi putranya. Tujuh belas tahun merawat Liona tentulah bukan sebentar. Ratu ingin Liona tetap tinggal di istana. Ia ingin Liona menemaninya.
"Pengawal, tolong panggilkan Rum dan minta dia untuk mendandani Liona sekarang!" Ratu berkata kepada pengawal yang berjaga di dekatnya.
"Baik, Yang Mulia." Pengawal itupun memenuhinya.
Ratu segera pergi dari tempatnya. Ia kembali ke ruangan pesta. Meninggalkan Liona yang sedang termenung di sana. Menatap bulan purnama yang bersinar dengan terangnya.
Beberapa saat kemudian...
Para pelayan wanita mendatangi Liona yang sedang termenung di tepi kolam bunga teratai. Mereka pun menyampaikan amanat ratu agar Liona segera berdandan. Dengan malas Liona pun memenuhinya. Ia memasuki kamar bersama Rum dan yang lainnya. Ia pun didandani sedemikian cantik rupa.
"Hah ... aku malas sekali menghadiri pesta." Liona tampak sungkan datang ke acara pesta.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
shookyot7💜
💪💪🥰
2022-11-16
0