Kepulangan Raja

"Tidak, Bu. Han berbohong." Liona membela dirinya.

Ibunya pun tersenyum melihat keduanya. "Baiklah. Lain kali Han hati-hati bermainnya. Liona juga ya." Ratu berpesan lagi kepada keduanya.

"Baik, Bu." Keduanya pun mencium ratu bersamaan.

Ratu tampak bahagia memiliki sepasang anak. Umur keduanya juga tidak berbeda jauh, hanya berbeda jam saja. Ratu pun amat menyayangi mereka. Sekalipun kepada Liona yang merupakan anak angkatnya. Kehidupan ratu menjadi bahagia semenjak kehadiran keduanya. Ratu pun berharap Liona selalu betah tinggal di istana.

Liona sendiri belum menyadari sedang tinggal di mana. Ia masih terlalu kecil untuk menelaah jalan hidupnya. Yang ia inginkan hanyalah bermain-main dengan riangnya. Tentunya bersama Han, kakak angkatnya. Liona pun bersuka cita tinggal di istana.

Semak mawar yang ada di halaman depan istana ini menjadi saksi akan kasih sayang ratu kepada keduanya. Ratu pun mulai menyuapi Liona dan Han secara bergantian. Tak jarang ratu tersenyum kepada keduanya. Ratu juga berharap Liona tidak pernah tahu siapa jati dirinya.

Mereka tampak akrab. Aku bahagia sekali semenjak kehadiran Liona di sini. Aku berharap dia tidak pernah tahu siapa jati dirinya yang sebenarnya.

Lantas Liona dan Han pun dengan lahap menyantap makanan yang dibawakan ratu untuk mereka. Ratu pun tampak bahagia melihat keduanya sehat dan ceria. Ratu menyayangi Liona dan putranya.

Beberapa hari kemudian...

Langkah kaki prajurit terdengar bergemuruh manakala pintu gerbang istana dibuka. Tampak beberapa prajurit datang membawa tandu besar di tengah-tengah mereka. Prajurit-prajurit itu berbaris rapi saat memasuki istana. Tak lama kemudian mereka pun menurunkan tandunya.

"Yang Mulia."

Seorang pria bermahkota keluar dari tandu tersebut. Pandangannya tajam dengan raut wajah yang begitu muram. Ia berbadan kekar, besar lagi tinggi. Otot-otot lengannya seperti sudah sangat terlatih. Ia pun melihat keadaan sekitar istana pagi ini.

Sudah lama sekali aku tidak pulang ke istana.

Ia adalah raja kerajaan serigala. Ia pemimpin tertinggi di istana. Cuaca pagi yang cerah mengantarkannya kembali ke istana tempatnya memikul amanah. Ia tampak ditakuti dan disegani lawannya. Ia adalah Raja Tanura.

"Ayah!"

Seorang anak lelaki kecil pun berlari ke arahnya. Sedang sang raja melihat anak lelaki kecil tersebut tanpa mengetahui siapa namanya. Anak kecil itupun menghambur ke pelukannya.

"Ayah, aku rindu," tutur anak kecil itu kepada raja.

Raja merasa bingung karena ada anak lelaki yang memanggilnya ayah. Ia sudah lama sekali tidak pulang ke istana. Sang istri pun berjalan cepat menghampirinya. Ia sambil menggandeng tangan seorang anak perempuan. Ialah ratu bersama Liona yang datang.

"Suamiku." Sang ratu pun menyambut kedatangan raja.

Tanura terheran-heran. "Istriku, mereka?" Ia merasa asing dengan kedua anak kecil tersebut.

"Mereka adalah anak kita." Ratu segera menjelaskan kepada raja.

"Anakku? Sepasang?" Raja tampak tak percaya.

Ratu mengangguk. Saat itu pun raja terharu. Ia segera memeluk kedua anaknya. "Anakku ... putraku ... putriku." Raja memeluk keduanya dengan curahan kasih sayang.

Pagi ini langit menjadi saksi akan kasih sayang seorang ayah kepada putra dan putrinya. Baik Liona maupun Han tampak memeluk raja dengan erat. Seolah tidak mau dilepaskan. Sudah lama sekali mereka menantikan kepulangan raja ke istana. Dan baru di usia lima tahun ini mereka bisa bertemu ayahnya. Mereka pun menyambut kedatangan raja dengan hati yang riang gembira.

Terpopuler

Comments

HNF G

HNF G

emangnya raja gak cium bau manusia di tubuh liona ya? atau bau tubuh liona sdh terkontaminasi dg bau serigala???🙄🤔🤭

2022-12-10

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!