Mencari Keberadaan

Sarapan pagi ini akan dimulai sebentar lagi. Namun, Han tidak melihat Liona di sepanjang barisan tamu undangan. Ia pun menoleh ke arah sekitar untuk melihat kali-kali Liona terlambat datang. Namun, nyatanya putri cantik itu belum juga menampakkan dirinya. Han jadi kepikiran.

Ke mana ya dia?

Han mencari. Tentu saja ia mencari setelah keributan kecil semalam. Liona yang terbiasa dimanja ratu dan raja tampak tidak bisa menerima sikap Han yang arogan. Ya, Han arogan karena telah mengatur-atur Liona tanpa menjelaskan apa alasannya.

Apakah dia marah padaku?

Han kepikiran. Ia kemudian meminta izin untuk keluar ruangan. Han ingin mencari Liona sendiri. Kali-kali saja Liona berada di dalam kamarnya.

"Selamat pagi, Pangeran Han."

Sepanjang perjalanan dari ruang makan ke kamar Liona, ia bertemu dengan banyak para pelayan kerajaan. Han tersenyum. Tentu saja sebagai calon raja ia harus mengayomi rakyatnya. Seperti sang ayah yang dipercaya mengemban amanah sejak lama.

Ketuk tidak, ya?

Sesampainya di depan kamar Liona pun Han menjadi ragu untuk mengetuk pintunya atau tidak. Ia teringat dengan pertengkarannya semalam.

"Lepaskan, Pangeran!" Liona mencoba melepaskan tangannya dari Han.

Han tersadar. Saat itu juga ia melepaskan tangan Liona. Ia tanpa sadar telah berlaku kasar kepada gadis itu. Han pun menelan ludahnya. Ia merasa bersalah.

Liona memasang raut wajah kesalnya. "Kenapa kau menarikku? Kau tidak suka aku berbaur dengan pangeran lain?!" tanya Liona yang kesal.

Han menggelengkan kepalanya. Ia berbalik, membelakangi Liona.

"Aku sedang bicara padamu. Kenapa kau menghindar?" Liona menghampiri Han lagi. Ia berdiri di hadapan Han.

Han bingung. Ia tidak mungkin jujur kenapa Liona tidak boleh dekat-dekat dengan pangeran lain. Tapi ia juga tidak mungkin mencari alasan untuk menutupi semua ini. Han cemburu. Ia tidak ingin ada yang mendekati Liona.

"Kau diam saja? Selalu diam seperti ini saat bicara padaku. Aku tidak mengerti bagaimana sikapmu. Permisi!" Liona pun segera beranjak pergi.

.........

Liona ....

Han merasa bersalah. Ia pun ingin meminta maaf atas perbuatannya semalam.

"Pangeran Han." Tiba-tiba saja kepala pelayan wanita berpapasan dengannya.

"Bibi." Han pun segera tersadar dari ingatannya.

Kepala pelayan wanita itu melihat Han yang sedang terdiam di depan pintu kamar Liona. "Pangeran ingin bertemu dengan putri?" tanya kepala pelayan wanita itu.

Han tersentak. Ia tersadar dengan maksud tujuannya datang. "Em, iya. Sarapan akan segera dimulai, tapi aku tidak melihatnya di ruang makan," tutur Han kepada kepala pelayan wanita itu.

Kepala pelayan wanita itupun mengerti. "Oh, begitu. Tapi mohon maaf, Pangeran. Sepertinya putri tidak menceritakan jika dia sedang keluar istana." Kepala pelayan itu memberi tahu.

Han terkejut. "Apa?! Keluar istana?!" Han tak percaya.

"Benar, Pangeran. Putri keluar istana bersama dua prajurit kerajaan. Mungkin sudah ada sekitar setengah jam yang lalu." Kepala pelayan itu menuturkan lagi.

Roman wajah Han berubah seketika. Rasa panik itu mulai melanda dirinya. Ia pun segera pergi meninggalkan kepala pelayan wanita itu. Ia berjalan cepat menuju pintu gerbang istana.

Liona, kau keluar istana tanpa mengajak ku?

Han pun bergegas pergi, keluar istana. Ia ingin mencari Liona sendiri. Ia tidak memedulikan lagi sarapan pagi bersama rumpun lainnya. Liona diutamakan di atas segalanya. Han menyukai Liona.

Terpopuler

Comments

HNF G

HNF G

ayo...semangat han....terus teranglah pd liona, kau tdk tau kl liona jg suka sm km🥰🥰🥰

2022-12-10

1

Elder FR

Elder FR

nyariin lo😂

2022-11-21

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!