"Lionaaaa!!!" Sang ratu menjerit histeris melihatnya.
"Liona ....?" Sang raja pun terdiam di tempatnya.
Punggung Liona terkena cambukan raja. Dengan rasa sakit yang ditanggungnya, Liona pun menoleh ke arah ayahnya.
"Ayah, tolong ... jangan hukum Han ...." Ia kemudian tergeletak tak berdaya.
"Liona!!!" Saat itu juga ratu berlari mengejar Liona.
"Liona?!" Han pun menyadari jika Liona lah yang telah melindunginya.
Beberapa waktu kemudian...
Semilir angin menyapu helaian rambut seorang pria yang dibiarkan terjuntai. Pria itu tampak sedang melukis seseorang di taman bunga istana. Harum semak mawar menemani dirinya di sana. Ia terlihat begitu lincah memainkan cat dan alat lukisnya. Hingga akhirnya sesosok gambar seorang gadis telah tampak di lukisannya.
Ialah Han yang sedang duduk melukis Liona. Seseorang gadis teman bermainnya sejak kecil. Namun, entah mengapa perasaannya itu bak merekah di dadanya. Han terbayang-bayang dengan kebaikan Liona.
Han belum menyadari jika Liona bukanlah saudara kandungnya. Yang ia tahu ia dibesarkan bersama Liona. Di dalam rumpun keluarga serigala pun tidak ada larangan untuk saling menyukai. Hanya saja beberapa syarat memang harus dipenuhi.
Han merupakan keturunan Raja Tanura dan Ratu Endless. Ia adalah keturunan pertama dari pasangan raja dan ratu serigala. Pastinya ia dikhususkan dan diistimewakan dalam kelompoknya. Walau nyatanya wujudnya hampir sama seperti manusia.
Ya, Han memiliki wujud hampir sama seperti manusia. Hanya saja telinganya tampak seperti telinga serigala. Lebih besar dan lancip ke atas. Han juga memiliki rambut ikal yang panjang. Yang mana rambut itu ia pergunakan untuk menutupi telinganya. Kehidupannya juga tidak jauh berbeda dari manusia. Ada kalanya makan, tidur, dan bersosialisasi dengan yang lainnya.
Kini pria tampan dari keluarga kerajaan serigala itu sudah tampak dewasa dan siap untuk menggantikan tahta ayahnya. Namun, Han tidak mau terburu-buru. Ia masih ingin bebas sebelum terikat dengan banyak peraturan. Han memilih hidup tenang tanpa ikatan.
"Hei, sedang apa?"
Tiba-tiba saja suara seseorang datang dan menyapanya. Han pun segera menoleh untuk melihat siapa gerangan yang datang. Dan ternyata...
"Liona?!" Ia menyadari jika Liona lah yang datang.
Liona menggeser tubuhnya untuk melihat hal apa yang sedang Han lakukan. "Kau sedang melukis siapa, Pangeran?" tanyanya kepada Han.
Saat itu juga Han segera menutup lukisannya. Ia tampak gelagapan saat ditanya Liona.
"Eh?" Sedang Liona sendiri merasa heran dengan sikap Han. "Em, aku tahu. Kau sedang melukis seorang gadis, bukan?" Liona bertanya lagi. "Coba lihat!" Liona pun ingin mengambil lukisan itu.
Han dengan sigap mengambil papan lukisnya. Ia tidak mengizinkan Liona untuk melihatnya.
"Kau kenapa, sih?" Liona pun tampak heran.
Han diam. Ia tidak menjawab satu patah kata pun perkataan Liona. Bunga di taman bak menjadi saksi kecanggungan mereka.
"Pangeran Han." Tiba-tiba seorang pengawal raja datang menghampiri Han.
"Ada apa?" Han pun segera bertanya.
"Yang Mulia memanggil Anda, Pangeran. Paduka ingin segera Pangeran menemuinya," terang pengawal tersebut.
"Baik." Han pun menyanggupinya. Ia segera meletakkan papan lukisnya lalu berlalu pergi untuk menemui raja.
Han tidak membawa serta papan lukisnya. Liona pun jadi heran. Han seperti memang sengaja meninggalkannya di hadapan Liona. Liona pun memanfaatkan kesempatan ini untuk melihat lukisan Han. Ia segera membuka lukisan yang tertutupi selembar kertas putih setelah keduanya pergi. Dan ternyata lukisan itu berisi...
"I-ini?"
Liona tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Jantungnya berdegup kencang, napasnya pun terasa lebih berat. Tak menyangka akan melihat sosok yang ada di dalam lukisan.
Han ....
Saat itu juga Liona menyadari jika Han diam-diam memerhatikannya. Karena ternyata sosok yang dilukis Han adalah dirinya. Liona pun terenyuh melihatnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
vanilla
keren
2022-12-07
1
ig : skavivi_selfish
melting pasti liona
2022-11-23
0
Rain4ever
sedih
2022-11-14
0