Kesal

Seusai pesta...

Malam semakin larut. Mungkin ada sekitar pukul sebelas malam waktu Rusmania dan sekitarnya. Liona pun terlihat sudah mengantuk. Tapi seorang pangeran datang mendekatinya. Ialah Hara, putra mahkota dari negeri lain.

"Putri Liona."

Hara tertarik dengan Liona. Putri bergaun krim itu tampak memukau pandangan matanya. Namun, Liona seperti tidak tertarik untuk melakukan perbincangan. Ia terlihat sudah mengantuk.

"Pangeran Hara? Pesta telah usai, Anda tidak beristirahat?" tanya Liona berbasa-basi.

Hara tersenyum. "Apakah sudah mengantuk? Aku ingin berbincang sebentar denganmu." Hara berterus terang.

Liona tersenyum palsu. "Sudah malam, Pangeran. Bagaimana jika besok pagi saja?" Liona beralasan.

"Liona!" Saat itu juga Han datang memanggilnya.

"Han?" Liona pun tersadar jika Han berada tak jauh darinya.

Han mendekati Liona dan Hara. Ia segera menarik tangan Liona agar tidak dekat-dekat dengan pangeran itu. "Malam sudah semakin larut, Pangeran. Ada baiknya kita segera beristirahat. Permisi." Han pun berpamitan sambil menarik tangan Liona. Ia mencegah Liona dan Hara berbincang lebih lanjut lagi.

Untuk yang pertama kalinya Han memegang tangan Liona. Liona pun tampak tak percaya dengan apa yang Han lakukan. Ia akhirnya menurut saja dibawa Han pergi. Hingga akhirnya Han mengantarkan Liona ke kamarnya sendiri.

"Lepaskan, Pangeran!" Liona pun mencoba melepaskan tangannya dari Han.

Han tersadar. Saat itu juga ia melepaskan tangan Liona. Ia tanpa sadar telah berlaku kasar kepada gadis itu. Han pun menelan ludahnya. Ia merasa bersalah.

Liona memasang raut wajah kesalnya. "Kenapa kau menarikku? Kau tidak suka aku berbaur bersama pangeran lain?!" Liona tampak kesal.

Han menggelengkan kepalanya. Ia berbalik, membelakangi Liona.

"Aku sedang bicara padamu. Kenapa kau menghindar?!" Liona menghampiri Han lagi. Ia berdiri di hadapan Han.

Han bingung. Ia tidak mungkin jujur kenapa Liona tidak boleh dekat-dekat dengan pangeran lain. Tapi ia juga tidak mungkin mencari alasan untuk menutupi semua ini. Han cemburu. Ia tidak ingin ada yang mendekati Liona.

"Kau diam saja? Selalu diam seperti ini saat bicara padaku. Aku tidak mengerti bagaimana sikapmu. Permisi!" Liona pun segera beranjak pergi.

Han menelan ludahnya. Ia pun melihat Liona pergi dari sisinya. Kedua tangannya mengepal karena kesal kepada dirinya sendiri. Ia tidak mungkin mengungkapkan isi hati. Tapi Liona membutuhkan penjelasan darinya, mengapa tidak boleh berbicara dengan pangeran lain. Han kesal sendiri.

Menjelang pergantian hari ini menjadi saksi keributan yang terjadi pada Han dan Liona. Liona yang merasa kesal karena Han tiba-tiba menarik tangannya saat berbincang bersama Hara. Sedang Han yang cemburu karena melihat Liona dekat dengan pangeran lain. Keduanya bak tidak akan bertemu jika masih sama-sama menahan gengsi. Lantas apakah Han akan bergerak untuk mendapatkan hati Liona? Lalu bagaimana caranya?

Esok paginya...

Cuaca cerah menyinari kawasan hutan di utara Rusmania. Kawasan hutan yang sangat lebat dan dihuni oleh puluhan ribu serigala. Hutan itu terlarang dimasuki oleh manusia. Selain luas, tempatnya juga berbahaya. Tak ayal para penduduk membuat perbatasan mistis yang tidak bisa tertembus oleh para serigala. Sehingga desanya aman dan juga tidak terganggu oleh kawanan serigala.

Pagi ini Liona berdandan rapi untuk menghadap raja dan ratu kerajaan. Ia ingin meminta izin untuk keluar istana. Liona ingin mencari angin segar setelah rasa bimbang melandanya. Ia seperti orang yang kehilangan arah tujuannya. Rindu kepada seseorang yang tidak diketahuinya. Liona diterpa dilema akan siapa jati dirinya.

Terpopuler

Comments

shookyot7💜

shookyot7💜

kok bisa sih Thor bikin cerita sebagus ini,top banget👍

2022-11-16

4

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!