Izin

"Baiklah. Aku siap meminta izin."

Lantas ia segera meninggalkan kamarnya. Pergi menuju ruang pertemuan raja. Sesampainya di sana pun ia melihat raja tengah meminum teh bersama ratunya. Liona pun segera tersenyum kepada keduanya.

"Ayah, Ibu." Liona menyapa kedua orang tua angkatnya.

Pilar-pilar dinding istana tampak berkilauan saat terkena sinar matahari. Warna emas melapisi bagian tiang dan juga sisi-sisinya. Layaknya sebuah istana mewah bak kerajaan Eropa. Istana kerajaan itu pun menjadi saksi tumbuh-kembang Liona di sana. Istana megah milik kerajaan serigala.

"Ada apa, Nak?" Sang raja segera bertanya kepada putrinya.

Raja serigala menyayangi Liona dengan belas kasih yang begitu besar. Ia membedakan cara mendidik Liona dan Han. Sampai Han sempat berpikir jika raja tidak lagi menyayanginya. Padahal raja hanya menempatkan posisinya saja. Karena pada kenyataannya mendidik perempuan dan lelaki itu berbeda. Baik dari segi psikologis maupun tindakannya.

"Liona, mari minum teh bersama kami." Ratu menawarkan kepada Liona.

Liona berjalan lebih mendekat lagi. "Ayah, Ibu. Aku ingin meminta izin keluar istana. Aku ingin melihat-lihat sekitar kawasan ini." Liona meminta.

Saat itu juga raja maupun ratu terkejut. Mereka saling pandang satu sama lain. Tak biasanya Liona meminta seperti ini.

"Kau yakin, Nak? Ayah khawatir akan tersasar di hutan." Sang raja tampak mencemaskannya.

Liona menggelengkan kepalanya. "Tidak, Ayah. Aku sudah besar. Lagipula menara istana ini begitu tinggi. Aku bisa melihatnya dari jauh. Lagipula pasti banyak prajurit yang berjaga di sekitar kawasan. Aku yakin tidak akan kesasar." Liona meyakinkan.

Sang ratu tampak menghela napasnya. Ia mengerti apa yang Liona rasakan saat ini. "Kita akan sarapan pagi bersama para tamu undangan. Mungkin satu jam lagi. Pihak dapur istana juga sedang bekerja keras untuk membuatkannya. Tidakkah ingin menunggunya lebih dulu?" bujuk ibunya. Mengalihkan keinginan Liona.

Liona tertunduk. Ia merasa tak berdaya untuk menolak permintaan ibunya. Tapi ia juga ingin melihat alam bebas. Terlebih selama ini hanya berada di istana saja.

"Aku lagi sedang ingin keluar, Bu. Belum tentu nanti ingin lagi."

Liona memasang wajah sendunya. Tentu saja hal itu membuat ratu dan raja mau tak mau memberikan izin padanya. Liona terlihat begitu sedih saat keinginannya ditolak.

Selama ini raja serigala tidak tahu siapa Liona sebenarnya. Yang ia tahu Liona adalah putri kandungnya. Karena hal itulah raja menyayangi Liona dengan sebenar-benarnya rasa sayang. Ia tidak ingin Liona sampai kenapa-kenapa. Ratu merahasiakan jati diri Liona dengan sebaik-baiknya.

"Baiklah. Tapi jauh-jauh." Sang raja akhirnya mengizinkan.

Seketika Liona tersenyum bahagia. Ia menghambur ke pelukan sang raja. "Terima kasih, Ayah." Liona pun memeluk ayahnya. "Terima kasih, Ibu." Liona juga memeluk sang ratu.

Akhirnya Liona mendapatkan izin untuk keluar istana setelah bernegosiasi dengan ayah dan ibunya. Tentu saja hal ini membuat hati Liona riang gembira. Ia akhirnya diperbolehkan untuk keluar istana.

Baiklah. Saatnya mencari udara segar.

Dengan semangat membara ia pun lekas-lekas membawa apa yang dibutuhkan. Air minum dan juga makanan. Liona ingin berjalan-jalan dan mengenal luar kawasan istana. Ia sudah lama menginginkannya.

Setengah jam kemudian...

Han menghadiri sarapan pagi bersama para tamu undangan ayahnya. Terlihat dirinya yang duduk tenang di depan meja makan sambil tersenyum kepada kawanannya. Pagi ini ia tampak lebih segar dengan rambut yang masih basah. Sepertinya ia baru saja selesai mandi dan membersihkan tubuhnya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!