Serigala-serigala itu mendekat dan memerhatikan bayi tersebut. Mereka saling pandang saat melihat bayi itu. Bayi itu pun terus menangis karena kelaparan. Ia belum minum atau makan sesuatu apapun. Sama seperti serigala-serigala yang mendekatinya. Mereka juga kelaparan di tengah gerimis malam. Tapi tangis bayi itu terdengar amat memilukan. Seolah tahu jika tidak ada yang bisa menolongnya di sana. Yang ada hanya serigala-serigala di sekelilingnya.
Serigala-serigala itu kemudian berbisik-bisik dengan kawanannya. Rasa iba terlihat mulai muncul pada diri mereka. Tangis yang begitu memilukan di tengah gerimis hujan, membuat mereka tidak tega untuk memakannya. Lantas salah satu serigala itupun membawanya.
Istana kerajaan serigala...
Di saat yang sama, penghuni istana serigala tampak bersuka cita atas lahirnya putra pertama kerajaan. Sang ratu yang baru saja melahirkan tampak lemas tak berdaya di atas pembaringannya. Ini pertama kalinya bagi ratu merasakan betapa berat perjuangan untuk menjadi seorang ibu. Bayi pertama ratu pun tampak menangis, sesaat setelah terlahirkan ke dunia. Tangisnya begitu kencang hingga seisi istana dibuat gelagapan.
"Yang Mulia, putra Anda sepertinya kelaparan." Seorang pelayan kepercayaan memberikan bayi laki-laki itu kepada ratu.
Ratu yang terlihat lemas pun segera menerima bayinya. Ia dekap dengan penuh kasih sayang lalu disusuinya. Bayi itupun akhirnya berhenti menangis. Ratu memijat dengan lembut telinga sang bayi. Alhasil, bayi itu merasa tenang kala mendapatkan usapan lembut dari ibunya.
"Permisi, Yang Mulia. Ada penduduk yang ingin bertemu dengan Yang Mulia Raja." Seorang pengawal ratu datang dan menghadap dari balik tirai kamar.
"Ada urusan apa?" tanya ratu segera. Ia terus menyusui bayinya.
"Seorang bayi manusia ditemukan di dalam hutan. Mereka tidak tega untuk memakannya lalu membawanya kemari," cetus pengawal tersebut.
Bayi manusia?
Ratu pun merasa curiga. "Pinta mereka untuk membawakan bayi itu." Ratu meminta.
"Baik, Yang Mulia." Pengawal ratu pun segera pergi menemui penduduk yang menemukan bayi tersebut.
Tiba-tiba saja bayi ratu kembali menangis. Ia menangis kencang dan segera melepaskan diri dari ibunya. Seolah memberi tahu jika ada pertanda yang datang. Ratu pun tampak terkejut. Ia tak mengerti mengapa bayinya seperti ini. Ia lekas-lekas meminta bantuan pelayan untuk menidurkan bayinya di dalam keranjang. Ratu pun dibantu berdiri. Ia ingin melihat bayi manusia yang dimaksud.
Siapa yang telah menaruh bayi manusia ke dalam kawasan kami?
Tak lama kemudian datanglah pengawal ratu dan salah satu perwakilan penduduk sambil membawa keranjang bayi. "Hormat kami kepada Yang Mulia." Ia begitu sopan menunggu ratu di balik tirai kamar.
Ratu pun berjalan mendekatinya. Sementara bayi ratu terus meraung-raung, menangis begitu kencang. Ratu dibuat pusing oleh bayinya.
"Mana bayi manusia itu? Cepat berikan padaku!" pinta ratu kepada pengawalnya.
Sang pengawal kemudian menyerahkan keranjang berisi bayi tersebut. Ratu pun melihat bayi itu tampak tenang. "Kalian mendapatkannya di tengah hutan?" tanya ratu kepada salah satu penduduk.
"Benar, Yang Mulia." Penduduk itupun menjawab.
Ratu kemudian mengambil bayi itu dari keranjang. Namun, bayi itu terbangun karena ada pergerakan. Ia pun menangis.
Astaga ....
Saat itu juga ada dua bayi yang menangis di istana serigala. Ratu pun tampak kewalahan mendengarkan tangisan mereka.
"Yang Mulia, coba dekatkan keduanya. Mungkin mereka merasa sendirian jadinya menangis." Seorang pelayan kepercayaan meminta ratu mendekatkan kedua bayi tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments