...Han dan Liona...
.........
"Kau tidak boleh keluar dari perbatasan hutan. Apakah tidak ada yang memberi tahumu?" tanya Han sambil menahan kesal.
Liona mengernyitkan dahinya. "Sejak kapan kau peduli padaku? Tumben mau bicara? Biasanya selalu saja menghindar." Liona mencibir Han.
Han mengepalkan tangannya. Ia seperti tidak sabar untuk mencubit pipi Liona. Liona tampak menggemaskan saat berhasil memancing emosinya. Namun, Han berusaha tenang. Ia tidak ingin mengulang kesalahan yang semalam.
"Jika ada pelarangan keluar dari area perbatasan, sebaiknya kau tidak membangkang. Itu sangat berbahaya bagimu." Han mencoba menjelaskan.
"Oh, ya?" Liona seakan tak percaya. "Memangnya kenapa kalau keluar dari perbatasan hutan? Bahaya apa yang akan kudapatkan?" tanya Liona lagi yang masih membandel kepada Han.
Han mengembuskan napasnya. Ia memalingkan wajahnya dari Liona. Merasa kesal karena Liona membandel padanya.
Han menatap Liona lagi. "Orang-orang jahat akan menangkapmu, dan kau bisa dibunuh oleh mereka. Wujudmu akan berubah saat keluar dari perbatasan hutan. Mereka akan mudah mengenalimu," terang Han kepada Liona.
"Jadi maksudmu aku akan berubah wujud?" Liona tampak tak mengerti.
Han segera tersadarkan siapa Liona yang sebenarnya. Ia memerhatikan baik-baik telinga Liona. Namun, Han diam saja. Ia seolah tidak ingin menggubrisnya.
Perbedaan itu akhirnya Han sadari saat melihat telinga Liona yang seperti manusia. Tidak seperti dirinya yang sedikit lancip ke atas dan memiliki kemampuan bak serigala. Namun, Han seperti tidak ingin jujur jika Liona adalah manusia. Ia masih menganggap Liona sama sepertinya. Sedang Liona tidak menyadari siapa dirinya. Ia tidak dapat membedakan antara ras manusia dan serigala. Karena setiap hari ia melihatnya. Jadi merasa biasa-biasa saja.
"Sudahlah. Kita kembali ke istana. Kita berjalan kaki saja agar kau tidak mabuk perjalanan lagi." Han berjalan duluan di depan.
"Pangeran Han!" Liona pun memanggil Han.
"Apa?" Han segera berbalik menghadap Liona.
"Aku tidak mengerti apa maksudmu. Bisakah kau jelaskan padaku?" tanya Liona kepada Han.
Han menelan ludahnya. Ia khawatir Liona bertanya macam-macam. "Suatu saat kau akan mengetahuinya sendiri. Sekarang ikut bersamaku kembali ke istana. Atau kau tidak akan melihat ayah dan ibu lagi." Han mengancam.
Seketika wajah Liona bertekuk dua belas. "Kau ingin mengusirku?! Berani-beraninya kau mengusirku dari istana! Dasar pangeran dingin!" Liona pun memencak kesal kepada Han.
Han seakan tidak peduli. Ia terus saja berjalan di depan. Mau tak mau Liona pun mengikutinya. Ia tak berdaya untuk menolak keinginan Han.
Baiklah. Aku mengalah saja kepada pangeran dingin itu.
Liona pasrah. Ia akhirnya mengikuti Han. Sedangkan Han diam lagi. Ia tidak banyak bicara saat ini. Han selalu sama di setiap kesempatan. Hanya berbicara seperlunya saja. Dan karena hal itulah membuat Liona merasa kesal. Ia seperti tidak mempunyai teman di istana.
Aku ingin sekali menarik rambutnya lalu kuhempaskan ke kolam bunga teratai.
Liona mendengus kesal di dalam hatinya. Ia berjalan di belakang Han.
Sebagai seorang gadis, Liona mempunyai rasa ketertarikan kepada Han. Han begitu tampan, terlebih ia adalah seorang pangeran. Namun, keduanya berbeda asal-muasal. Han juga seolah menutupinya agar Liona tidak banyak bertanya. Han ingin Liona mengetahuinya sendiri saja.
Perbatasan hutan itu menjadi tembok besar bagi ras manusia dan serigala. Mereka tidak bisa bersama apalagi menjalin cinta. Ras serigala akan berubah menjadi wujud aslinya saat keluar dari perbatasan hutan. Sedang ras manusia akan mati jika tinggal di lingkungan serigala. Namun, hal itu ternyata tidak berlaku bagi Liona.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Elder FR
visualnya bagus thor
2022-11-21
0