Journey 12: Departure And Trouble

Keesokan harinya, Rheina dan kawan-kawan, beserta Rozza yang baru saja bergabung, bersedia mengajukan persetujuan quest pada Raja Rovin. Mereka semua pergi ke istana kerajaan. Sesampainya di sana, mereka disambut hangat oleh seisi istana. Raja Rovin pun terkejut saat melihat Rheina dan Andi telah membawa beberapa rekannya untuk ikut melaksanakan quest darinya.

"Hoho, kalian berdua hebat bisa mendapatkan pengikut baru. Kami bangga pada kalian," ujar Raja Rovin.

"Mereka bukan sekadar pengikut, Yang Mulia. Mereka adalah rekan baru Rheina yang bersedia melaksanakan tugas ini sepenuh hati," jelas Rheina.

Raja Rovin pun setuju menerima mereka untuk melaksanakannya. Sang raja menjelaskan lagi tentang quest itu. Merebut sebuah artefak zat mistis berupa kristal bernama 'Astatine' yang telah dicuri adalah kewajiban mereka sekarang. Sang raja ingin mendapatkannya kembali demi keselamatan dunia. Jika itu jatuh di tangan orang yang salah, maka dunia akan hancur. Kemudian, sang raja meminta mereka semua untuk datang ke laboratorium khusus kerajaan. Para pengawal membawa mereka ke sana.

"Kurasa, ini lumayan menarik juga. Tak kusangka bisa bertugas lagi bersama kalian semua," kata Rozza.

"Syukurlah kalau kamu menerimanya, Rozza. Mari kita laksanakan bersama-sama!" seru Rheina ditambah dengan teriakan setuju oleh mereka semua.

Sesampainya di sana, mereka berlima disambut oleh 2 orang ilmuwan yang akan menjadi mentor untuk membimbing perjalanan mereka nanti. Kedua ilmuwan itu adalah Luca Rossi dan Veronica Barrow. Mereka menyambut Rheina dan kawan-kawan dengan hormat.

"Hai, semuanya! Aku membuat beberapa perangkat untuk kalian semua. Ini akan membantu!" Luca dengan ceria memberi perangkat semacam penghubung suara yang harus dipasang pada telinga mereka.

Veronica menjelaskan perencanaan pada Rheina dan kawan-kawan, "Hai. Saya membuat agenda khusus untuk kalian. Ikuti instruksi agar mempermudah perjalanan kalian nanti."

Selain itu, Luca juga membuat beberapa peralatan khusus yang dia kembangkan sendiri untuk Rheina dan kawan-kawan. Andi, Zihan, Andre, serta Rozza memiliki senjata baru, sedangkan Rheina hanya cukup meng-upgrade senjatanya saja.

"Gokil, nih, tombaknya bisa lipat, hehe." Andre mendapatkan senjata barunya, yaitu tombak lipat dengan dua ujung mata pisau yang tajam.

Andi menguji pedang dengan 'Switch System' terbarunya. "Keren. Ini cukup ringan dan muat di kantung celana!"

Setelah itu, tak lama kemudian, muncul lagi seseorang menyambut, "Selamat datang, semuanya. Saya adalah Doctor Damon. Saya bertanggung jawab atas semuanya di laboratorium ini. Semuanya adalah hasil kerja saya untuk bisa meneliti lebih dalam tentang dunia ini!"

Kemunculan Doctor Damon membuat Andi bertanya, "Doctor, apa Anda yang meminta kami untuk quest ini?"

"Tentu saja. Itu semua agar dunia ini terselamatkan," jelas Doctor Damon. "Apa kalian ingin tahu banyak tentang zat mistis itu?"

"Kami ingin dengar!" kata Rheina penuh semangat.

Doctor Damon pun menjelaskan semuanya secara rinci. Zat mistis yang disebut 'Astatine' itu adalah satu dari enam zat mistis lainnya. Zat mistis merupakan suatu entitas dibalik pembentukan planet Ezean. Keberadaan zat-zat itu hanya sebagian tidak diketahui. Beberapa yang lainnya dijaga oleh pihak tertentu.

"Anda tahu banyak tentang itu, ternyata …," ujar Zihan. "Tapi, apakah Anda tahu siapa yang mencurinya?"

"Apakah kalian pernah dengar tentang organisasi bernama Prime Syndicate?" tanya Doctor Damon.

Mereka semua mendadak terkejut setelah mendengar nama itu. Rheina dan yang lainnya langsung berasumsi bahwa pencurinya adalah organisasi tersebut. Kejadian kemarin adalah ulah mereka juga. Doctor Damon menyarankan mereka untuk menghentikan organisasi itu dengan segala cara agar mereka tidak merebut ke-7 zat-zat mistis.

"Bagaimana, kalian mau berpetualang bersama untuk quest ini?" tanya Rheina.

"Itu terserah kamu, Rheina. Aku hanya ikut saja," kata Andi.

"Selagi itu tugas baik, aku bersedia. Sambil mencari keberadaan ayahku juga!" lanjut Zihan.

"Wah, seru, nih. Ya jelas, dong!" seru Andre. "Lagi pula, aku berhutang padamu, Nona, hehe."

"Berkatmu, aku jadi punya tujuan baru sekarang. Jadi, aku harus ikut. Ini demi adikku juga," ujar Rozza.

Di samping itu, Luca menyelesaikan beberapa barang yang akan dibawa Rheina dan kawan-kawan dalam perjalanan. Mereka semua pun bersedia melaksanakannya, kemudian pergi ke istana untuk mengonfirmasi keberangkatan mereka pada Raja Rovin. Tak lama, seisi istana menyambut perpisahan Rheina dan kawan-kawan. Princess Lira bersalaman dengan Rheina, "Hey, hati-hati. Aku … mendoakan kalian semua …."

"Terima kasih, Yang Mulia Princess. Rheina dan yang lainnya pasti akan menyelesaikannya!"

Rheina dan kawan-kawan pun keluar dari istana, kemudian meninggalkan ibu kota Lariza. Mereka memulai perjalanan sesuai rute yang diberikan oleh Veronica. Akhirnya, mereka sampai di desa bernama Liambo. Desa itu terletak di ujung perbatasan wilayah negeri Veroeland.

Sesampainya di desa tersebut, Rheina dan kawan-kawan menemukan hal aneh di sana. Mereka melihat warga desa berlarian panik seperti kehilangan sesuatu. Tak sampai di situ, muncul seekor Veidro berjenis babi hutan bernama Boar Veidro. Rheina melihat Veidro itu mengarungi beberapa perhiasan. Tiba-tiba, muncul lagi duo berjubah. 

"Kalian lagi! Ini perbuatan kalian, hah?!" tanya Andi dengan kesal.

"Dari kemarin belum kapok juga kalian, sialan!" kesal Zihan.

Tak lama kemudian, duo berjubah itu memperlihatkan wujud asli dengan membuka jubah mereka. Akhirnya, terungkap mereka yang sebenarnya. Kemudian, dengan kompaknya mereka memperkenalkan diri, "Sepertinya kita belum berkenalan, nih. Aku Thea Boesky. Lalu, dia …."

"Hey-hey! Aku Michael Stanko! Senang bertemu dengan kalian!" lanjutnya.

"Senang bertemu denganmu juga, Kawan!" kata Andre.

Andi memukul kepala Andre. "Jangan baik di hadapan musuh, Bodoh!"

Thea dan Michael menyatakan bahwa Rheina beserta kawan-kawannya akan segera dilenyapkan. Maka dari itu, mereka memancing Boar Veidro untuk berbuat kekacauan. Veidro itu sangat kuat dalam fisik, serta liar. Mereka berlima akan kesulitan melawannya.

Pertarungan dengan Boar Veidro, Thea, serta Michael pun dimulai. Seperti biasa, Rheina harus mengalahkan Veidro itu bersama Andi. Zihan melawan Thea seorang diri, sedangkan Andre dengan Rozza menyerang si Michael.

[Firatier: Fiery Lava]

Rheina mengeluarkan sihir lahar berapi ke arah Boar Veidro. Veidro itu pun kepanasan. Andi berkesempatan untuk menyerangnya. Namun, tak lama kemudian, Veidro itu bangkit lagi. Andi tidak sempat kabur dan dia dihajar olehnya.

Zihan merasa kesulitan melawan Thea. Diketahui, Thea adalah seorang petarung bersenjata sepasang kipas sakti. Zihan hampir tidak bisa mengimbanginya karena selalu diserang dari dekat. "Sialan, dia kuat. Aku tak bisa memakai panahku. Dia mendekatiku terus!"

Sementara itu, Andre dan Rozza tengah melawan Michael. Namun, dia bukanlah lawan yang mudah bagi mereka. Rozza berkelit, namun sayangnya cara itu dapat ditebak. Michael telah mempelajarinya saat kejadian kemarin.

"Sekarang … tamatlah riwayat kalian. Hahahaha!" gelak Michael.

Rheina dan kawan-kawan didesak dengan mudah. Michael menghajar Andre dan Rozza habis-habisan dengan pukulan maut penghantam batu, sedangkan Zihan terkena serangan angin milik Thea dan terjatuh. Begitu juga dengan Andi, dia dihantam dengan keras, lalu terhempas. Hal itu mengenai Rheina yang berada di belakangnya. Andi khawatir padanya saat mengenainya tadi. "Rheina! Kamu tak apa?"

"Rheina tak apa, kok, Andi …," jawabnya.

"Mereka kuat sekali. Aku tak bisa bertahan!" ujar Zihan.

"Sial. Harusnya aku tendang 'itu'nya tadi. AKHH!" kesal Andre.

Thea dan Michael meledek mereka, "Hahaha. Kalian ini hanya batu kerikil jalanan. Lemah!"

"Jangan begitu, Thea. Nanti mereka marah, lho!"

Tak lama kemudian, muncul sebuah panggilan melalui perangkat yang dipasang di telinga mereka masing-masing. Panggilan itu bersuara, "Hey, Kalian. Ini bukan saatnya untuk kalah! Apa kalian lupa jika aku menyempurnakan senjata kalian?"

"Apa maksud Anda, Luca?" tanya Rheina.

"Senjata kalian … bisa digabung menjadi satu, lho. Ayo, gunakan kesempatan itu untuk menang!" ujar Luca dari panggilan.

Setelah Luca memberi instruksi tentang penggabungan senjata, Rheina dan kawan-kawan mencoba melakukannya. Busur panah Zihan dijadikan sebagai inti senjata, gagang pedang Andi untuk 'grip', pistol multifungsi Rozza sebagai tempat menaruh panah, dan tombak lipat Andre sebagai 'string' untuk menarik pelatuk. Lalu, Rheina menaruh semacam batu penghantar sihir atau 'Magic Conductor' di bawah ujung gagang pedang Andi sesuai dengan elemen yang diinginkan.

Terciptalah senjata kombinasi bernama 'Mixture Arsenal'. Senjata itu harus ditahan oleh 4 orang agar tidak terhempas saat menembak. Rheina melakukan penembakan dengan menarik 'string' dari tombak lipat milik Andre. Sebelumnya, Rheina menaruh Magic Conductor berwarna merah, artinya elemen yang digunakan adalah api. Mereka melakukan penembakan seraya menyebut nama jurus, "TEMBAKAN GANDA … FLAME SHOT!"

Penembakan panah api pun diluncurkan ke arah Boar Veidro. Tembakan itu sangat dahsyat sehingga menghancurkan Veidro itu tanpa bekas.  Melihat Boar Veidro dikalahkan dalam satu tembakan super, Thea dan Michael merasa kesal dengan kegagalan mereka.

"Sialan kalian. Kami akan mengingat ini!" Thea, serta Michael, kabur untuk kedua kalinya.

Dengan dikalahkannya Boar Veidro, desa Liambo telah terbebas dari kekacauan itu. Barang milik para warga yang dicuri juga telah kembali seperti semula. Rheina dan kawan-kawan turut senang. Mereka berlima pun melakukan perjalanan lagi atas instruksi dari Luca dan Veronica.

...Bersambung …....

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!