Setelah pertarungan usai, tak lama kemudian, tanah berguncang hebat sehingga membuat tanah retak. Lalu, sesuatu dari bawah tanah muncul. Itu adalah seekor monster mutan bernama Veidro. Veidro merupakan makhluk asli Ezean. Mereka memiliki banyak jenis dan terkenal liar karena suka berbuat kerusakan. Suasana yang tadinya tenang menjadi panik. Penonton berlarian sana-sini berusaha menyelamatkan diri. Para polisi datang untuk segera mengevakuasi arena.
"Semuanya harap tenang. Jangan saling dorong-mendorong. Ikuti instruksi kami!" imbau polisi bertugas mengamankan.
Para penonton berhasil keluar dari arena dengan aman dan selamat tanpa adanya korban jiwa, sedangkan pengawal kerajaan siaga mengawasi sang Raja, Ratu, juga Princess. Sementara itu, Rheina dengan Andi masih berada di tengah arena bersama dengan Veidro itu.
"Sialan …. Kenapa di saat seperti ini harus ada Veidro!" kesal Andi.
Rheina menganalisis Veidro itu menggunakan sihir. "Veidro ini adalah jenis Lizard Veidro. Mungkin saja dia mengamuk dari bawah tanah karena pertarungan kita tadi."
"Kalau begitu, akan kuhabisi dia. Kamu berlindung di belakangku saja, Rheina." Andi bersiaga menghampiri Veidro itu.
Rheina menarik baju Andi. "Tidak. Rheina harus ikut bertarung juga!"
Meskipun ragu, Andi setuju untuk bekerja sama dengan Rheina. Kemudian, Andi berlari ke arah Lizard Veidro untuk memulai serangan sambil berteriak, "HIYAAT …!"
Lizard Veidro berbalik arah, lalu menyerang Andi dengan ekornya. Andi pun terhempas. Beruntung, dia mendarat dengan menancapkan pedangnya ke tanah. Giliran Rheina mengeluarkan sihir api panasnya.
[Firatier: Heat Shot]
Sihir api ditembak ke arah Lizard Veidro, tetapi Veidro tersebut tidak merasakan apa-apa. Kemudian, Veidro itu meraung dengan keras sehingga mengeluarkan energi kuat yang dapat memperlambatkan gerakan mereka berdua. Andi bersikeras berjalan dengan gerakan lambatnya. "Lakukan sesuatu, Rheina. Aku akan menyerangnya sekuat tenaga!"
"Baik … akan Rheina coba!" Rheina menggunakan sihir mempercepat gerakan untuk Andi.
[Buff Twistier: Haste Up]
"Ini dia. HIYAA …!" Akhirnya Andi berhasil memukul mundur Lizard Veidro dengan ujung gagang pedangnya sekuat tenaga. Di momen yang tepat, Rheina menggunakan sihir anginnya untuk melenyapkan energi di sekitar mereka.
[Twistier: Wind Back]
Wusshh …! Sihir itu juga menghempas Lizard Veidro. Andi menghampirinya, lalu menyerang berkali-kali sampai membuat monster itu terjatuh.
"Rheina, saat aku menghajarnya, kamu ledakkan dia!"
"Ide bagus, Andi. Baiklah!"
"Nah, Veidro sialan. Rasakan teknik mematikanku ini. Tebasan Bintang!" Andi memasang kuda-kuda untuk bersedia mengeluarkan tekniknya. Dia menebas Lizard Veidro dengan tebasan menyerupai pola bintang. Tebasan terakhirnya membuat monster terhempas ke udara.
"Rheina … sekarang!" pintanya.
[Special Firatier: Spark Detonation]
Rheina menembakkan sihir percikan api besar ke arah Lizard Veidro. Tak lama, Veidro itu meledak dan hancur berkeping-keping. Mereka berdua akhirnya berhasil mengalahkan Veidro itu.
"Kita berhasil, Andi!"
"AKHIRNYA!"
Tak lama kemudian, Rheina melihat seseorang berjubah merah melihat mereka berdua dari bangku penonton. Tak sempat Rheina hendak memanggil, orang itu menghilang. Di momen yang sama, Raja Rovin, sang ratu, dan Princess Lira menghampiri mereka berdua.
"Wow, hebat! Kalian bisa menghancurkan Veidro itu! Kami takjub dengan kerja sama kalian dalam menghadapinya. Tentu, kalian berdua resmi kami nobatkan sebagai pemenang sesungguhnya!" ujar sang Raja dengan rasa bangga.
Rheina senang dengan pernyataan Raja Rovin tentang kemenangan mereka, tapi tidak untuk Andi. Dia merasa tidak pantas dan siap menerima kekalahannya. Raja Rovin menjelaskan sesuatu pada mereka berdua, bahwa kerja sama mereka yang dicari selama kontes itu berlangsung. Sang raja sangat senang melihat keberanian mereka berdua tadi. Sang raja ingin menjelaskan semuanya lebih lanjut. Maka dari itu, mereka diundang ke istana.
"Baik, Yang Mulia!" Rheina dan Andi menyetujui undangan sang raja. Mereka berdua pergi menuju ke istana kerajaan bersama dengan Raja Rovin, sang ratu, Princess Lira, serta para pengawal mereka. Sesampainya di sana, mereka disambut oleh para penghuni istana.
"Selamat datang. Kami senang dengan kehadiran kalian berdua," sambut Perdana Menteri Veroeland, Jovi, pada Rheina dan Andi.
"Oh … salam sejahtera! Kami berdua senang bertemu dengan Anda juga!" balas Rheina semangat menyambut.
Raja Rovin duduk di singgasananya sembari meminta mereka berdua untuk mengenalkan diri mereka masing-masing. "Sebelumnya, beritahulah kami tentang identitas kalian."
"Nama saya Rheina. Dan dia …."
"Saya Andi, Yang Mulia," sambung Andi.
"Rheina … Andi … sikap pemberani kalian dalam insiden tadi membuat kalian berdua kami anggap sebagai pahlawan sejati. Semuanya, berikan tepuk tangan untuk mengapresiasikan kehebatan kedua pemuda pemudi ini," perintah Raja Rovin pada seisi istana.
Prok, Prok, Prok …!
Lalu, Princess Lira menghampiri Rheina dengan wajah tersipu malu lantaran telah meremehkan Rheina sebelumnya. Dia memegang tangan Rheina, lalu meminta maaf. Rheina senantiasa memaafkan, meskipun dia heran dan tidak tahu-menahu maksudnya. Princess Lira berterima kasih atas pengampunannya, kemudian kembali duduk ke singgasananya.
"He'em …." Sang raja mulai menjelaskan seputar kontes dan kejadian yang lain. "Langsung saja ke pokok pembahasannya. Kami akan mengatakan sejujurnya, bahwa kontes itu selenggarakan untuk menguji orang yang akan kami kirim pada sebuah 'quest'. Kami hanya mencari orang terpilih untuk itu."
Raja Rovin melanjutkannnya lagi untuk mengungkap secara rinci, "Quest dari kami adalah merebut kembali sebuah benda/material pusaka milik kami yang telah hilang dicuri. Akan kujelaskan dengan rinci mengenai kejadian ini. Tiga hari lalu, seorang pria misterius diduga merupakan seorang anggota dari organisasi jahat itu berhasil mencuri sebuah material pusaka berupa zat mistis, yaitu Astatine.
"Material itu sangat berbahaya, karena itu kami harus melindunginya. Jika itu ada di tangan orang yang salah, dunia akan dalam bahaya!"
Rheina dan Andi memandang satu sama lain keheranan setelah mendengar penjelasan Raja Rovin. Lantas, Andi bertanya-tanya pada sang Raja mengenai seseorang terkait dengan kasus itu, "Apakah benda itu sangat berharga, Yang Mulia?"
"Itu sangat jelas berharga seperti yang sudah kujelaskan tadi," Raja Rovin meminta pada mereka berdua. "Untuk itu, kami memerlukan orang kuat agar bisa merebut itu kembali. Kami percaya pada kalian berdua untuk melakukan tugas ini. Kami harap kalian bisa menerimanya."
"Bagaimana menurutmu, Andi. Apa kamu ingin ikut melaksanakannya?" tanya Rheina.
"Sudah kubilang. Aku akan mengikutimu. Jadi, itu terserah kamu saja," jawab Andi.
"Rheina pasti akan benar-benar tak bisa pulang dengan cepat jika setuju dengan permintaan Yang Mulia," batinnya."Hmm … mungkin sedikit berpetualang juga tak masalah."
Kemudian, Rheina bertanya, "Yang Mulia. Bagaimana jika Anda memberi kami waktu untuk menjawabnya?"
"Beri waktu? Baik, tidak masalah! Kami akan menunggu sampai kalian bisa memberikan jawaban pasti," ujar Raja Rovin, kemudian bertanya, "Tapi sebelum itu, kami merasa kalau kalian bukan warga di sini. Apakah itu benar?"
"Itu benar, Yang Mulia. Kami berkunjung ke negeri ini karena suatu tujuan. Jadi, mungkin kami bisa singgah lama di sini," jawab Andi.
Mendengar hal itu, Raja Rovin menawarkan sesuatu pada mereka berdua, yaitu memberi mereka sebuah tempat tinggal untuk sementara waktu. Lagi-lagi, Rheina merasa keberatan dengan tawaran sang raja. Raja Rovin menawarkan hal itu sebagai bagian dari hadiah. Sang raja juga tidak keberatan jika mereka akan mencari jawaban selama berhari-hari dan dia tahu mereka pasti sulit dengan keputusan tersebut. Rheina pun menyetujui tawaran Raja Rovin.
Tak lama kemudian, Rheina dan Andi diantar oleh pengawal kerajaan ke bukit berhutan berjarak 100 meter dari istana. Di sana, ada sebuah vila dengan bangunan sederhana. Saat memasukinya, ternyata tempat itu mewah. Terdapat beberapa perabotan terbuat dari perak, tempat tidur yang cukup untuk 4 sampai 5 orang, serta masih banyak lagi.
"Wah … ini luar biasa, Andi. Kita diberi tempat semewah ini!" seru Rheina.
"Iya. Aku senang kita bisa tinggal di sini. Itu artinya, aku tak perlu menginap di kota lagi supaya bisa menghemat uang, haha!" kata Andi.
"Kalau begitu, saya tinggal dulu. Selamat malam," pamit si pengawal raja setelah mengantar mereka berdua.
"Dadah, selamat malam juga," salam Rheina pada pengawal itu. Mereka berdua sekarang tinggal di vila untuk sementara waktu dan merasa senang. Selanjutnya, mereka hendak berdiskusi tentang quest sang raja.
***
Suatu organisasi tidak diketahui yang berupa sekelompok orang-orang misterius itu tengah melakukan rapat untuk merencanakan suatu hal. Diketahui, mereka telah berhasil mencuri sesuatu.
"Kita baru mendapat satu. Masih ada sisa 6 lagi yang akan kita incar. Kita harus menunggu saat-saat tepat untuk merebutnya dan menjadi milik kita," ucap pria perwakilan/ketua sebuah rapat itu.
"Apakah itu artinya kita menunggu perintah sang Master?" tanya anggota lainnya
"Benar. Akan lebih mudah kita menuruti kemauan sang Master kita. Dia cerdas memutuskan sesuatu," jelas sang ketua.
"Yeah! Persiapkan diri kalian. Kita berantas siapa saja yang menghalangi kita!" seru anggota lainnya.
"Sepertinya, aku meramal sesuatu, hehe," kata seorang dukun yang juga merupakan anggota.
"Apa itu?" tanya si ketua.
"Ada beberapa pemuda/pemudi yang nantinya akan mengacaukan rencana kita ini," jelas si dukun. "Mungkin ini akan menarik, hehe …."
"Kalau begitu, kita akan beritahu sang Master supaya hal itu tidak terjadi!" tegas si ketua.
"Siapa mereka? Kita harus secepatnya bertindak sebelum terlambat!" sambung anggota lain.
"Untuk Master. Kita bersumpah untuk tidak akan pernah mengecewakannya. HU … HA!" sorak mereka semua bersama dengan yel-yel penuh semangat.
...Bersambung …....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments