Akan dikenalkan dengan Theo

Clara terlihat sibuk di toko bunganya, karena kebetulan hari ini toko bunganya itu banyak dikunjungi pembeli. Sesekali Clara tidak lupa mendatangi toko kue yang memang kebetulan berdampingan dengan toko bunganya.

Saking sibuknya wanita itu tidak menyadari kalau matahari sudah semakin naik, pertanda hari sudah siang.

"Sudah siang ternyata. Pantas saja perutku terasa lapar," Clara mengelus-elus perut rampingnya.

"Sebaiknya aku harus pergi, sudah saatnya menjemput Bima," Clara baru saja meraih kunci kontak motornya, tapi tiba-tiba wanita itu teringat dengan permintaan putranya itu yang sama sekali tidak ingin dijemput lagi.

Clara kemudian meletakkan kembali kunci motornya dan memutuskan untuk meraih ponselnya dari dalam tasnya. Karena wanita itu ingin menghubungi sang putra.

"Iya, Ma. Ada apa?" terdengar suara putranya itu menjawab teleponnya.

"Kamu sudah pulang, Nak? apa memang kamu benar-benar tidak mau dijemput?" tanya Clara memastikan. Ya, wanita itu masih belum percaya sepenuhnya kalau sang putra bisa pulang sendiri. Perasaan wanita itu benar-benar merasa tidak nyaman.

"Aku bahkan sudah di jalan Ma. Jadi Mama tenang saja. Udah ya, Ma aku mau lanjut lagi," panggilan seketika terputus saja, padahal, Clara sebenarnya Clara masih ingin bicara.

"Dasar batu es," umpat Clara sembari memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas.

Baru saja itu handphone masuk ke dalam tas, tiba-tiba ponselnya itu kembali berdering pertanda kalau ada panggilan masuk. Mau tidak mau, Clara harus mengeluarkan kembali ponselnya.

"Arumi?" Clara mengrenyitkan keningnya. "Ada apa dia menghubungiku di jam segini?" batin Clara dengan tangan yang langsung menekan tombol jawab.

"Ada apa, Rum?" tanyanya.

"Cla, apa kamu sudah makan siang? pasti belum kan?" seperti biasa, sahabatnya itu selalu lebih dulu menjawab pertanyaannya sendiri.

"Ya, seperti biasa kamu benar. Emangnya kenapa?" tanya Clara balik.

"Aku mau mengajakmu makan siang. Kamu ada waktu kan? kebetulan ada seseorang yang ingin aku kenalkan ke kamu," wanita di seberang sana terdengar berbicara dengan penuh semangat.

Clara mengembuskan napasnya. Wanita itu benar-benar tidak tertarik dengan apa yang dibicarakan oleh Arumi yang memang berkali-kali memintanya untuk membuka hati lagi pada pria lain dan memberikan Bima seorang ayah. Jauh di lubuk hatinya,dia memang tahu kalau putranya itu sangat ingin merasakan bagaimana rasanya memiliki seorang ayah, tapi bagaimanapun perasaan tidak bisa dipaksakan kan? karena sampai sekarang di hatinya masih tercetak jelas nama Bara, mantan suaminya.

"Rum, kenapa kamu tidak mencari pria untuk dirimu saja daripada kamu harus susah-susah mengenalkan padaku? ingat usia kamu sudah mau kepala tiga. Sudah seharusnya kamu menikah, supaya Om dan Tante bahagia dan merasa tenang," Clara mencoba menolak secara halus.

"Iya, aku tahu. Tapi menurutku pernikahan itu bukan ajang yang harus diperlombakan. Sekarang aku belum menemukan pria yang cocok denganku,"

"Kamu tidak harus selalu mencari yang cocok denganmu tapi kamu juga perlu mencocokkan diri. Atau bagaimana kalau kamu belajar mengenal pria yang ingin kamu kenalkan itu padaku? kali aja kan kalian berdua cocok?"

Clara mencoba memberikan saran, berharap sahabatnya itu bisa mengerti kalau dirinya tidak mau dikenalkan dengan siapapun itu.

"Cla, yang ingin aku kenalkan ke kamu itu, kakak sepupuku. Dia kakak laki-laki wanita ular itu. Namanya Theo. Dia baru pulang dari luar negeri. Tapi, kamu tenang saja, dia sangat jauh berbeda dengan wanita licik itu. Bahkan Kak Theo juga tidak pernah cocok dengan adiknya sendiri. Makanya dia malas kembali ke Indonesa. Kak Theo mau pulang dari luar negeri karena aku sering menceritakan tentang kamu dan dia ingin sekali bertemu denganmu. Mau ya Cla? please!"

Clara sudah bisa membayangkan raut wajah memelas Arumi saat sedang memohon seperti tadi. Jujur Clara benar-benar ingin menolak, tapi wanita itu merasa tidak enak pada Arumi.

"Baiklah, kalau begitu. Di mana kita akan bertemu?" pungkas Clara akhirnya memutuskan, bersedia.

Terdengar suara Arumi yang dengan sangat ceria menyebut nama sebuah restoran.

"Sampai ketemu di sana ya Cla. Aku akan langsung berangkat ke sana sekarang. Kak Theo juga akan aku kabari agar berangkat juga," panggilan akhirnya terputus menyisakan helaan napas berat dari mulut Clara.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sementara itu, Tania yang disupiri oleh Dito seperti biasa menjemput Tristan dari sekolah. Hari ini Bimo juga harus ikut dengan mobil itu tidak seperti biasanya. Sebenarnya, biasanya Bara meminta Satya untuk menjemput Bimo, namun kali ini karena ada pekerjaan yang sangat penting, mau tidak mau Bara memerintahkan Dito untuk menjemput Bimo sekalian

"Bagaimana hari ini jagoannya Om Dito?" tanya Dito dengan penuh perhatian.

"Seperti biasa Om. Semuanya membosankan. Aku malas untuk belajar karena tidak asik sama sekali," raut wajah Tristan terlihat merenggut, membuat Dito dan Tania terkekeh.

Ketiga orang itu benar-benar tidak ada yang mengajak Bimo bicara. Mereka seperti menganggap kalau tidak ada bocah laki-laki itu sama sekali,dan Bimo sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu, karena perlakuan ketiga orang itu sudah biasa dia dapatkan. Bahkan Tania sama sekali tidak mau dipanggil mama olehnya.

"Karena jagoannya Om Dito lagi kesal, bagaimana kalau Om ajak kamu makan siang di tempat yang Tristan suka. Nanti juga Om akan belikan kamu Es krim kesukaanmu, mau nggak?"

"Mau,Om mau!" sorak Tristan begitu bahagia.

Tidak beberapa lama, mobil yang dikemudikan oleh Dito berhenti di depan sebuah restoran makanan cepat saji yang banyak digandrungi olehnya anak-anak.

"Ayo kita turun!" seru Dito dengan nada gembira.

Tania membuka pintu mobil, lalu turun. Wanita itu juga tidak lupa membuka pintu mobil untuk Tristan putranya dan meraih tangan putranya itu dengan lembut.

Bimo baru saja hendak ikut membuka pintu, namun dia urungkan ketika mendengar suara bentakan dari Tania.

"Hei,anak pungut! kamu tidak usah ikut turun. Kamu di mobil saja, tunggu kami selesai makan. Kamu tidak pantas ikut makan bersama kami! Oh ya, jangan sampai kamu berani mengadu pada Mas Bara nanti. Kalau tidak kamu akan tahu akibatnya!" ucapan Tania benar-benar sangat menyakiti untuk hati seorang anak kecil seperti Bimo. Bimo menundukkan kepalanya, dengan mata yang sudah berembun ingin menangis.

Tania akhirnya menutup pintu mobil, langsung menggandeng tangan putranya Tristan, berjalan masuk ke dalam restoran cepat saji itu. Sementara Tristan masih sempat menoleh ke belakang dan menjulurkan lidahnya ke arah Bimo.

Sepeninggal ketiga orang itu, Bimo akhirnya menangis sembari mengelus-elus perutnya yang sudah sangat lapar. Karena memang uang jajannya juga dirampas oleh Tristan tadi pagi yang membuat dirinya tidak bisa membeli apa-apa.

"Pa, aku lapar!" gumam Bimo sembari menyeka air matanya.

Tbc

Terpopuler

Comments

🍁Angela☠ᵏᵋᶜᶟ❣️

🍁Angela☠ᵏᵋᶜᶟ❣️

wah kasian Bimo yaaaaaa 🫣

2024-03-16

1

murniati cls

murniati cls

jgn jgn Clara yg adknya Theo,yg punya kalung,mgkn ibunya Tania jahat,mknya ibunya Clara membawanya

2024-03-05

0

💐Nie Surtian💐

💐Nie Surtian💐

Kasian Bimo... 😢😢😢

2024-02-25

0

lihat semua
Episodes
1 Terpaksa Bercerai
2 Kembali ke rumah sebenarnya
3 Cerai dan hamil
4 memutuskan untuk pergi
5 Bima dan Bimo
6 Sepupu Arumi
7 Akal bulus Tania
8 Kehilangan Baby Bimo
9 Bara berencana mengadopsi Bimo
10 panggilan anak pungut
11 Akan dikenalkan dengan Theo
12 Bertemu Theo
13 Kemarahan Bara
14 Salah sasaran dan Bertemu
15 Bertukar posisi
16 Kecurigaan Bima
17 Bimo bertemu Clara
18 Karakter yang bertolak belakang
19 Ma, ini aku
20 Aku akan membantumu
21 mengetahui kenyataan lagi
22 Bima tahu kenyataan
23 Bima bertemu Bara
24 Penyebab kecelakaan Bara dulu
25 Sindiran Bima
26 Tristan kena marah
27 Pikirkan kembali niatmu mendekatinya
28 Hukuman buat Tristan
29 Bimo panik
30 Rencana Bima dan Bimo
31 Dito mati kutu
32 Keluarga Prayoga tidak ada yang bodoh
33 Tidak ada anak haram
34 Membeli sesuatu?
35 Dito percaya Jono ada di pihaknya
36 Belum masuk sekolah lagi
37 Bertemu
38 Selamat ulang tahun
39 Pesan romantis
40 Kenyataan baru yang Clara tahu
41 Jangan kasih tahu Bara
42 Kekagetan Arumi
43 pulang kampung
44 Hanya Anakku yang pantas jadi pewaris
45 Tania mengulah
46 Arumi dan Satya bekerja sama
47 Kebingungan Tania
48 Pembelaan Elva
49 Beraninya kamu menantangku
50 Melakukan Test DNA
51 Mencoba mempengaruhi Elva
52 bersitegang
53 Bima mulai bertindak
54 Merasa mendapat kesempatan
55 Hari penandatanganan surat warisan
56 Tristan bukan anakku
57 Ini dia papa kandung Tristan
58 Meminta penjelasan
59 Flash back
60 Aku bukan Bimo tapi Bima
61 Kalung
62 Bimo muncul
63 Bukti hasil test DNA
64 Mau menemui Clara
65 Kekagetan Clara
66 Clara sadar
67 Rencana Arumi, Satya dan Bimo
68 Bara mengungkapkan keinginannya
69 Kita akan tetap berjodoh
70 Aku punya alasan untuk itu
71 Mendatangi Teguh
72 Keputusan Clara.
73 Clara tahu yang sebenarnya
74 Perdebatan Bara dengan Theo
75 Kamu akan tinggal bersama kami
76 Pergi untuk selamanya
77 Kembali menjadi suami istri
78 Yes, berhasil!
79 Pekerjaan siapa itu?
80 Penolakan Karin
81 Karin pulang
82 Itu bukan utang
83 Aku yang terbaik untukmu
84 Pindah sekolah
85 Aku mencintaimu
86 Tamat
87 AKCA Season 2
88 Aku capek
89 AKCA Season 2 (Biar aku yang memperjuangkannya)
90 AKCA Season 2 ( Hargai diri kamu)
91 AKCA Season 2 ( Aku Mundur)
92 AKCA Season 2 (Prom night)
93 AKCA Season 2 (Kamu mau kemana?)
94 AKCA Season 2 ( Apa kamu mampu?)
95 Kamu salah paham
96 Kabar menyedihkan buat Clara
97 Jadi kamu menungguku?
98 Pergi tanpa pamit
99 Trick Adrian
100 AKCA season 2 ( Biar aku yang menjaganya)
101 Universitas pilihan Bima
102 Apa aku sudah menjadi orang asing bagimu?
103 Kamu murahan plus tidak sadar diri!
104 Aku bukan calon istrimu!
105 Aku setuju dengan rencanamu!
106 Salah sasaran
107 Batal dapat yang gratisan
108 Terima kasih sudah menolong!
109 Hukuman buat Viona dan Rini.
110 Game misterius
111 Hati Ayu sudah ada pemiliknya
112 Undangan pesta
113 Bima, tolong aku!
114 Jangan coba-coba mengulanginya lagi
115 Siapa orang itu?
116 Baiklah, aku akan pulang!
117 Kembali ke Indonesia
118 Kekagetan Bara dan Clara
119 Aku tidak ingin dikasihani
120 Kamu harus hadir
121 Bawa temanku saja
122 Acara reuni
123 Kenapa kamu minum?
124 Kepanikan Bima
125 Dalang penculikan
126 Menahan diri
127 Tidur di ranjang yang sama
128 Jangan berkelit lagi!
129 Luapan hati Bima
130 Ingatan Tristan
131 Keputusan Bima
132 POV Bima
133 Pengakuan Tristan dan Bimo
134 Aku tidak bakalan terpancing
135 Kami semua menyangimu.
136 Bima dan Ayunda's wedding
137 Sudah bisa buat anak kecil
138 Kebingungan Ayunda
139 Aku menginginkanmu
140 Membuat Tristan setuju
141 Jangan melihat
142 Tugas antar/ jemput
143 Kecurigaan Tristan
144 Sahabat Salena
145 Antar Renata pulang
146 Kamu harus mengungkapkan perasaanmu
147 Terjawab sudah
148 Mulai menyebalkan lagi
149 Mulai berpikir Kotor
150 Mau menjemput calon istriku
151 Jangan pernah
152 Membawa 6 laki-laki ke kamar
153 Putus
154 Tekad Bimo.
155 Rencana pesta ulang tahun
156 Kamu cukup berdoa.
157 Acara ulang tahun
158 Selalu terlambat
159 Alasan konyol Salena
160 cara licik
161 Rencana yang gagal
162 Tidak gagal sama sekali
163 Siapa pemenangnya
164 Ayo ikut aku!
165 Tidak akan terjadi apa-apa
166 Kekesalan Michelle
167 Keusilan Salena
168 Aku tidak suka aromanya.
169 Bebas
170 Kekesalan Arya
171 Tidak habis pikir
172 Masalah nasi goreng
173 Bimo and Michelle's wedding
174 Kabar baik.
175 Rencana yang gagal
176 Akhir
177 Pengumuman
Episodes

Updated 177 Episodes

1
Terpaksa Bercerai
2
Kembali ke rumah sebenarnya
3
Cerai dan hamil
4
memutuskan untuk pergi
5
Bima dan Bimo
6
Sepupu Arumi
7
Akal bulus Tania
8
Kehilangan Baby Bimo
9
Bara berencana mengadopsi Bimo
10
panggilan anak pungut
11
Akan dikenalkan dengan Theo
12
Bertemu Theo
13
Kemarahan Bara
14
Salah sasaran dan Bertemu
15
Bertukar posisi
16
Kecurigaan Bima
17
Bimo bertemu Clara
18
Karakter yang bertolak belakang
19
Ma, ini aku
20
Aku akan membantumu
21
mengetahui kenyataan lagi
22
Bima tahu kenyataan
23
Bima bertemu Bara
24
Penyebab kecelakaan Bara dulu
25
Sindiran Bima
26
Tristan kena marah
27
Pikirkan kembali niatmu mendekatinya
28
Hukuman buat Tristan
29
Bimo panik
30
Rencana Bima dan Bimo
31
Dito mati kutu
32
Keluarga Prayoga tidak ada yang bodoh
33
Tidak ada anak haram
34
Membeli sesuatu?
35
Dito percaya Jono ada di pihaknya
36
Belum masuk sekolah lagi
37
Bertemu
38
Selamat ulang tahun
39
Pesan romantis
40
Kenyataan baru yang Clara tahu
41
Jangan kasih tahu Bara
42
Kekagetan Arumi
43
pulang kampung
44
Hanya Anakku yang pantas jadi pewaris
45
Tania mengulah
46
Arumi dan Satya bekerja sama
47
Kebingungan Tania
48
Pembelaan Elva
49
Beraninya kamu menantangku
50
Melakukan Test DNA
51
Mencoba mempengaruhi Elva
52
bersitegang
53
Bima mulai bertindak
54
Merasa mendapat kesempatan
55
Hari penandatanganan surat warisan
56
Tristan bukan anakku
57
Ini dia papa kandung Tristan
58
Meminta penjelasan
59
Flash back
60
Aku bukan Bimo tapi Bima
61
Kalung
62
Bimo muncul
63
Bukti hasil test DNA
64
Mau menemui Clara
65
Kekagetan Clara
66
Clara sadar
67
Rencana Arumi, Satya dan Bimo
68
Bara mengungkapkan keinginannya
69
Kita akan tetap berjodoh
70
Aku punya alasan untuk itu
71
Mendatangi Teguh
72
Keputusan Clara.
73
Clara tahu yang sebenarnya
74
Perdebatan Bara dengan Theo
75
Kamu akan tinggal bersama kami
76
Pergi untuk selamanya
77
Kembali menjadi suami istri
78
Yes, berhasil!
79
Pekerjaan siapa itu?
80
Penolakan Karin
81
Karin pulang
82
Itu bukan utang
83
Aku yang terbaik untukmu
84
Pindah sekolah
85
Aku mencintaimu
86
Tamat
87
AKCA Season 2
88
Aku capek
89
AKCA Season 2 (Biar aku yang memperjuangkannya)
90
AKCA Season 2 ( Hargai diri kamu)
91
AKCA Season 2 ( Aku Mundur)
92
AKCA Season 2 (Prom night)
93
AKCA Season 2 (Kamu mau kemana?)
94
AKCA Season 2 ( Apa kamu mampu?)
95
Kamu salah paham
96
Kabar menyedihkan buat Clara
97
Jadi kamu menungguku?
98
Pergi tanpa pamit
99
Trick Adrian
100
AKCA season 2 ( Biar aku yang menjaganya)
101
Universitas pilihan Bima
102
Apa aku sudah menjadi orang asing bagimu?
103
Kamu murahan plus tidak sadar diri!
104
Aku bukan calon istrimu!
105
Aku setuju dengan rencanamu!
106
Salah sasaran
107
Batal dapat yang gratisan
108
Terima kasih sudah menolong!
109
Hukuman buat Viona dan Rini.
110
Game misterius
111
Hati Ayu sudah ada pemiliknya
112
Undangan pesta
113
Bima, tolong aku!
114
Jangan coba-coba mengulanginya lagi
115
Siapa orang itu?
116
Baiklah, aku akan pulang!
117
Kembali ke Indonesia
118
Kekagetan Bara dan Clara
119
Aku tidak ingin dikasihani
120
Kamu harus hadir
121
Bawa temanku saja
122
Acara reuni
123
Kenapa kamu minum?
124
Kepanikan Bima
125
Dalang penculikan
126
Menahan diri
127
Tidur di ranjang yang sama
128
Jangan berkelit lagi!
129
Luapan hati Bima
130
Ingatan Tristan
131
Keputusan Bima
132
POV Bima
133
Pengakuan Tristan dan Bimo
134
Aku tidak bakalan terpancing
135
Kami semua menyangimu.
136
Bima dan Ayunda's wedding
137
Sudah bisa buat anak kecil
138
Kebingungan Ayunda
139
Aku menginginkanmu
140
Membuat Tristan setuju
141
Jangan melihat
142
Tugas antar/ jemput
143
Kecurigaan Tristan
144
Sahabat Salena
145
Antar Renata pulang
146
Kamu harus mengungkapkan perasaanmu
147
Terjawab sudah
148
Mulai menyebalkan lagi
149
Mulai berpikir Kotor
150
Mau menjemput calon istriku
151
Jangan pernah
152
Membawa 6 laki-laki ke kamar
153
Putus
154
Tekad Bimo.
155
Rencana pesta ulang tahun
156
Kamu cukup berdoa.
157
Acara ulang tahun
158
Selalu terlambat
159
Alasan konyol Salena
160
cara licik
161
Rencana yang gagal
162
Tidak gagal sama sekali
163
Siapa pemenangnya
164
Ayo ikut aku!
165
Tidak akan terjadi apa-apa
166
Kekesalan Michelle
167
Keusilan Salena
168
Aku tidak suka aromanya.
169
Bebas
170
Kekesalan Arya
171
Tidak habis pikir
172
Masalah nasi goreng
173
Bimo and Michelle's wedding
174
Kabar baik.
175
Rencana yang gagal
176
Akhir
177
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!