Bima dan Bimo

Waktu berlalu begitu cepat. Tidak terasa, waktu untuk Clara melahirkan tinggal menunggu waktu.

Arumi yang sekarang juga sudah menjadi sahabatnya bahkan sudah memutuskan untuk tinggal bersama Clara, untuk menemani wanita hamil itu. Dan tentu saja itu sudah atas persetujuan kedua orang tua dokter cantik itu.

Kedua orang tua Arumi entah kenapa, pertama kali bertemu Clara, mereka berdua langsung menyukai wanita hamil itu dan bahkan sudah menganggap Clara seperti anaknya sendiri.

Arumi dan kedua orang tuanya sudah mengetahui apa yang dialami oleh Clara, hanya satu yang mereka tidak ketahui, yaitu siapa mantan suami wanita itu,dan Arumi dan kedua orangtuanya juga tidak mau menanyakan hal itu.

"Cla, sudah kamu jangan terlalu memaksakan diri untuk berjongkok-jongkok terus. Toh kamu juga nanti operasi caesar kan?" tegur Arumi ketika melihat Clara yang masih asyik berdiri kemudian berjongkok, bergantian.

"Emangnya tidak bisa normal ya, Rum? Aku benar-benar sangat ingin melahirkan normal," ucap Clara dengan nada sendu.

"Bisa saja sih, Cla. Tapi aku takut kamu nggak kuat. Ingat, bayi yang kamu keluarkan ada dua, aku takut nggak kuat buat ngeluarinnya nanti. Jalan saja kamu sudah ngos-ngosan,"

"Idih, kamu kan dokter, Rum. Harusnya kamu kasih semangat dan dukung keinginanku dong. Kamu harus percaya kalau aku kuat. Lagian kamu kan yang akan menolong persalinanku, jadi aku pasti kuat," ucap Clara dengan penuh semangat.

"Ya udah terserah kamu deh, Cla. Aku akan selalu mendukungmu," ucap Arumi sembari menyelipkan senyuman di bibirnya.

"Nah gitu dong! sekarang aku lanjut lagi ya?"

Arumi menganggukkan kepala, mengiyakan.

"Aku tahu kalau kamu wanita kuat, Cla. Tapi sekuat-kuatnya wanita, ada saat di mana dia lemah. Di saat melahirkan, setiap wanita pasti sangat ingin didampingi suami, sedangkan kamu tidak sama sekali. Aku takut karena memikirkan hal itu di saat persalinan berlangsung, kamu menjadi lemah, itu yang sebenarnya sangat aku takutkan. Karena aku tahu, kalau selama ini kamu suka menangis diam-diam," batin Arumi menatap sendu ke arah Clara yang masih bersemangat dengan apa yang dia lakukan.

"Aahh!" tiba-tiba Clara menjerit sembari memegang perutnya. Tampak ada air yang mengalir dari sela-sela pahanya.

"Clara, ada apa?" Arumi menghambur menghampiri Clara.

"Aduh, aku sepertinya pipis, Rumi. Tapi kenapa sama sekali tidak terasa ya? dan perutku benar-benar sakit.

"Waduh, kamu bukan pipis tapi ketuban kamu yang pecah. Berarti sudah saatnya kamu melahirkan. Ayo cepat!" Arumi seketika membantu Clara berdiri dan memapah wanita itu berjalan keluar untuk secepatnya menuju rumah sakit.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Tidak perlu menunggu lama, Clara kini sudah berada di rumah sakit. Arumi yang sudah terbiasa menangani hal ini mencoba untuk berusaha tenang, agar dia bisa konsentrasi untuk membantu persalinan sahabatnya itu. Karena jujur saja, Arumi merasa sangat beda rasanya menolong orang lain dibandingkan dengan orang yang sangat dekat dengannya.

Pertama-tama Arumi melakukan pengecekan, apakah air ketuban Clara masih cukup untuk melahirkan normal atau memang harus segera diambil tindakan operasi, mengingat perjalanan mereka ke rumah sakit yang memakan waktu hampir 30 menit.

"Air ketubannya masih cukup untuk melahirkan normal. Kamu yang kuat ya! aku percaya kalau kamu pasti bisa. Jangan pikirin yang macam-macam! fokus pada si kembar yang sebentar lagi akan kamu temui!" bisik Arumi memberikan semangat.

"Iya, Rum. Aku pasti bisa! aku tidak akan sedih karena tidak didampingi suami. Aku bisa! aku pasti bisa!" desis Clara memberikan semangat pada dirinya sendiri di sela-sela rasa sakitnya yang semakin menjadi.

Sementara itu di sebuah gedung tinggi yang merupakan perusahaan besar, tepatnya di sebuah ruangan. Tampak seorang pria yang sedari tadi merasa tidak tenang dan dia tidak tahu kenapa dia bisa seperti itu. Bahkan dari tadi peluh tidak berhenti menetes dari pelipisnya. Padahal suhu ruangan itu tidaklah panas.

"Bara, kamu kenapa? kamu terlihat seperti tidak sehat?" tanya Satya, asisten pribadinya.

"Aku juga tidak tahu kenapa. Dari tadi, jantungku berdetak cepat. Padahal aku tidak memiliki riwayat jantung," sahut Bara sembari menyeka peluh di dahinya.

"Aneh, kamu! kamu terlihat kepanasan, padahal ruangan kamu ini sejuk. Apa kamu yakin kalau kamu tidak punya penyakit jantung atau penyakit lain? mana tahu, itu karena pengaruh ingatanmu yang sama sekali belum pulih," Satya mengrenyitkan keningnya.

"Aku sangat yakin, karena setiap bulan aku medical check up. Aku juga bingung dan merasa aneh kenapa sampai sekarang ingatanku belum pulih. Aku sudah berusaha untuk mengembalikan ingatanku, dan aku benar-benar hampir putus asa, Sat," ucap Bara, sembari mengembuskan napasnya yang terdengar berat.

"Sampai sekarang aku juga belum bisa melupakan wanita itu," lanjut Bara lagi.

"Clara mantan istrimu maksudmu?"

Bara menganggukkan kepala mengiyakan."Iya, gara-gara wanita itu, aku tidak bisa mengembalikan rasa cintaku pada Tania. Bahkan mulutku mengatakan kalau aku membenci Clara, tapi hatiku menyangkalnya. Aku benar-benar sudah gila, kan Sat? Padahal jelas-jelas dia lebih memilih uang dibandingkan aku dan Tania sudah berusaha jadi istri yang baik, tapi hatiku sama sekali tidak tergerak untuk mencintainya. Tania selalu tidak pernah lalai untuk memberikan aku obat agar ingatanku cepat pulih, dan kembali mengingatnya, tapi itu sama sekali tidak bisa bekerja, Sat. Hatiku tetap milik Clara," tutur Bara panjang lebar.

"Itu karena kamu memang tidak pernah mencintai Tania, Bara," ingin rasanya Satya mengungkapkan kenyataan itu. Tapi, mengingat permohonan Elva mamanya Bara, yang memintanya untuk merahasiakan kalau pernikahan Bara dan Tania, hanya karena perjodohan, membuat Satya hanya bisa mengucapkannya di dalam hati.

"Sekarang aku mau tanya,apa kamu benar-benar yakin dan percaya kalau Clara memang lebih memilih uang dibandingkan kamu, atau dia terpaksa melakukannya? apa kamu tidak pernah berpikir kalau bisa saja dia di bawah tekanan atau karena memang dia tidak ingin menyakiti hati wanita lain, sehingga dia memutuskan untuk mundur?"

Bara tercenung, karena jujur pria itu yang kala itu sedang emosi tidak bisa berpikir jernih m, sehingga dia tidak berpikir sampai ke arah sana. "Arghhh, kamu benar. Kenapa aku tidak berpikir ke arah sana? padahal aku tahu jelas, kalau Clara itu wanita yang mudah empati pada orang lain, dan sering merasa tidak tega," Bara merutuki kebodohannya sembari mengusap wajahnya dengan kasar.

"Sudahlah! tidak perlu kamu sesali lagi! aku bisa mengerti perasaanmu saat itu," Satria menepuk-nepuk pundak Bara dengan lembut.

"Tapi, sekarang aku tidak tahu di mana dia tinggal, Sat. Setelah aku bercerai dengannya, aku sering diam-diam datang ke kontrakan itu hanya ingin melihatnya dari jauh, tapi aku sama sekali tidak pernah melihatnya lagi, karena ternyata di hari kami bercerai,dia pindah dari sana. Aku meminta orang menyelidiki, apakah dia kembali ke kampung halamannya, ternyata dia juga tidak di sana. Sekarang hatiku benar-benar tidak tenang,Sat. Entah kenapa, aku merasa saat ini dia sangat membutuhkanku," Bara kembali menyeka peluh yang masih menetes di pelipisnya.

"Clara di mana kamu sekarang? aku sama sekali tidak bisa membencimu dan bahkan aku sama sekali tidak bisa melupakanmu. Aku benar-benar mencintaimu, Clara," bisik Bara pada dirinya sendiri.

Di tempat lain yakni di rumah sakit, setelah Bara mengatakan cintanya pada Clara, di saat itu pula terdengar tangisan keras dari bayi laki-laki yang berhasil dilahirkan oleh Clara, dan tidak perlu menunggu lama juga, bayi berjenis kelamin yang sama juga berhasil keluar.

Arumi mengembuskan napas lega,dan senyum dokter cantik itu merekah bahkan wanita itu sampai meneteskan air mata.

"Selamat,Cla! anak-anakmu, lahir dengan sehat, sempurna tidak kurang apapun. Sekarang kamu tinggal memikirkan nama untuk mereka," ucap Arumi, sembari menyeka air matanya.

"Aku sudah punya nama buat mereka, Rum. Yang pertama aku kasih nama Bima Abhimata yang berarti anak yang luar biasa dan bijaksana. Sedangkan yang kedua aku beri nama Bimo Abiyoga yang berarti Anak laki-laki yang luar biasa dan memiliki kelebihan," ucap Clara, dengan senyum yang tidak pernah memudar.

Tbc

Terpopuler

Comments

Priskha

Priskha

obatnya pasti salah tuch

2024-09-12

1

Agoda fraund

Agoda fraund

berarti masih ada cinta diantara keduanya sampai ikatan batinpun masih terikat

2024-06-26

1

𝐀⃝🥀Angel❤️⃟Wᵃf

𝐀⃝🥀Angel❤️⃟Wᵃf

wahh ikatan batin anak dan ayah bgtu kuat ya

2024-03-16

0

lihat semua
Episodes
1 Terpaksa Bercerai
2 Kembali ke rumah sebenarnya
3 Cerai dan hamil
4 memutuskan untuk pergi
5 Bima dan Bimo
6 Sepupu Arumi
7 Akal bulus Tania
8 Kehilangan Baby Bimo
9 Bara berencana mengadopsi Bimo
10 panggilan anak pungut
11 Akan dikenalkan dengan Theo
12 Bertemu Theo
13 Kemarahan Bara
14 Salah sasaran dan Bertemu
15 Bertukar posisi
16 Kecurigaan Bima
17 Bimo bertemu Clara
18 Karakter yang bertolak belakang
19 Ma, ini aku
20 Aku akan membantumu
21 mengetahui kenyataan lagi
22 Bima tahu kenyataan
23 Bima bertemu Bara
24 Penyebab kecelakaan Bara dulu
25 Sindiran Bima
26 Tristan kena marah
27 Pikirkan kembali niatmu mendekatinya
28 Hukuman buat Tristan
29 Bimo panik
30 Rencana Bima dan Bimo
31 Dito mati kutu
32 Keluarga Prayoga tidak ada yang bodoh
33 Tidak ada anak haram
34 Membeli sesuatu?
35 Dito percaya Jono ada di pihaknya
36 Belum masuk sekolah lagi
37 Bertemu
38 Selamat ulang tahun
39 Pesan romantis
40 Kenyataan baru yang Clara tahu
41 Jangan kasih tahu Bara
42 Kekagetan Arumi
43 pulang kampung
44 Hanya Anakku yang pantas jadi pewaris
45 Tania mengulah
46 Arumi dan Satya bekerja sama
47 Kebingungan Tania
48 Pembelaan Elva
49 Beraninya kamu menantangku
50 Melakukan Test DNA
51 Mencoba mempengaruhi Elva
52 bersitegang
53 Bima mulai bertindak
54 Merasa mendapat kesempatan
55 Hari penandatanganan surat warisan
56 Tristan bukan anakku
57 Ini dia papa kandung Tristan
58 Meminta penjelasan
59 Flash back
60 Aku bukan Bimo tapi Bima
61 Kalung
62 Bimo muncul
63 Bukti hasil test DNA
64 Mau menemui Clara
65 Kekagetan Clara
66 Clara sadar
67 Rencana Arumi, Satya dan Bimo
68 Bara mengungkapkan keinginannya
69 Kita akan tetap berjodoh
70 Aku punya alasan untuk itu
71 Mendatangi Teguh
72 Keputusan Clara.
73 Clara tahu yang sebenarnya
74 Perdebatan Bara dengan Theo
75 Kamu akan tinggal bersama kami
76 Pergi untuk selamanya
77 Kembali menjadi suami istri
78 Yes, berhasil!
79 Pekerjaan siapa itu?
80 Penolakan Karin
81 Karin pulang
82 Itu bukan utang
83 Aku yang terbaik untukmu
84 Pindah sekolah
85 Aku mencintaimu
86 Tamat
87 AKCA Season 2
88 Aku capek
89 AKCA Season 2 (Biar aku yang memperjuangkannya)
90 AKCA Season 2 ( Hargai diri kamu)
91 AKCA Season 2 ( Aku Mundur)
92 AKCA Season 2 (Prom night)
93 AKCA Season 2 (Kamu mau kemana?)
94 AKCA Season 2 ( Apa kamu mampu?)
95 Kamu salah paham
96 Kabar menyedihkan buat Clara
97 Jadi kamu menungguku?
98 Pergi tanpa pamit
99 Trick Adrian
100 AKCA season 2 ( Biar aku yang menjaganya)
101 Universitas pilihan Bima
102 Apa aku sudah menjadi orang asing bagimu?
103 Kamu murahan plus tidak sadar diri!
104 Aku bukan calon istrimu!
105 Aku setuju dengan rencanamu!
106 Salah sasaran
107 Batal dapat yang gratisan
108 Terima kasih sudah menolong!
109 Hukuman buat Viona dan Rini.
110 Game misterius
111 Hati Ayu sudah ada pemiliknya
112 Undangan pesta
113 Bima, tolong aku!
114 Jangan coba-coba mengulanginya lagi
115 Siapa orang itu?
116 Baiklah, aku akan pulang!
117 Kembali ke Indonesia
118 Kekagetan Bara dan Clara
119 Aku tidak ingin dikasihani
120 Kamu harus hadir
121 Bawa temanku saja
122 Acara reuni
123 Kenapa kamu minum?
124 Kepanikan Bima
125 Dalang penculikan
126 Menahan diri
127 Tidur di ranjang yang sama
128 Jangan berkelit lagi!
129 Luapan hati Bima
130 Ingatan Tristan
131 Keputusan Bima
132 POV Bima
133 Pengakuan Tristan dan Bimo
134 Aku tidak bakalan terpancing
135 Kami semua menyangimu.
136 Bima dan Ayunda's wedding
137 Sudah bisa buat anak kecil
138 Kebingungan Ayunda
139 Aku menginginkanmu
140 Membuat Tristan setuju
141 Jangan melihat
142 Tugas antar/ jemput
143 Kecurigaan Tristan
144 Sahabat Salena
145 Antar Renata pulang
146 Kamu harus mengungkapkan perasaanmu
147 Terjawab sudah
148 Mulai menyebalkan lagi
149 Mulai berpikir Kotor
150 Mau menjemput calon istriku
151 Jangan pernah
152 Membawa 6 laki-laki ke kamar
153 Putus
154 Tekad Bimo.
155 Rencana pesta ulang tahun
156 Kamu cukup berdoa.
157 Acara ulang tahun
158 Selalu terlambat
159 Alasan konyol Salena
160 cara licik
161 Rencana yang gagal
162 Tidak gagal sama sekali
163 Siapa pemenangnya
164 Ayo ikut aku!
165 Tidak akan terjadi apa-apa
166 Kekesalan Michelle
167 Keusilan Salena
168 Aku tidak suka aromanya.
169 Bebas
170 Kekesalan Arya
171 Tidak habis pikir
172 Masalah nasi goreng
173 Bimo and Michelle's wedding
174 Kabar baik.
175 Rencana yang gagal
176 Akhir
177 Pengumuman
Episodes

Updated 177 Episodes

1
Terpaksa Bercerai
2
Kembali ke rumah sebenarnya
3
Cerai dan hamil
4
memutuskan untuk pergi
5
Bima dan Bimo
6
Sepupu Arumi
7
Akal bulus Tania
8
Kehilangan Baby Bimo
9
Bara berencana mengadopsi Bimo
10
panggilan anak pungut
11
Akan dikenalkan dengan Theo
12
Bertemu Theo
13
Kemarahan Bara
14
Salah sasaran dan Bertemu
15
Bertukar posisi
16
Kecurigaan Bima
17
Bimo bertemu Clara
18
Karakter yang bertolak belakang
19
Ma, ini aku
20
Aku akan membantumu
21
mengetahui kenyataan lagi
22
Bima tahu kenyataan
23
Bima bertemu Bara
24
Penyebab kecelakaan Bara dulu
25
Sindiran Bima
26
Tristan kena marah
27
Pikirkan kembali niatmu mendekatinya
28
Hukuman buat Tristan
29
Bimo panik
30
Rencana Bima dan Bimo
31
Dito mati kutu
32
Keluarga Prayoga tidak ada yang bodoh
33
Tidak ada anak haram
34
Membeli sesuatu?
35
Dito percaya Jono ada di pihaknya
36
Belum masuk sekolah lagi
37
Bertemu
38
Selamat ulang tahun
39
Pesan romantis
40
Kenyataan baru yang Clara tahu
41
Jangan kasih tahu Bara
42
Kekagetan Arumi
43
pulang kampung
44
Hanya Anakku yang pantas jadi pewaris
45
Tania mengulah
46
Arumi dan Satya bekerja sama
47
Kebingungan Tania
48
Pembelaan Elva
49
Beraninya kamu menantangku
50
Melakukan Test DNA
51
Mencoba mempengaruhi Elva
52
bersitegang
53
Bima mulai bertindak
54
Merasa mendapat kesempatan
55
Hari penandatanganan surat warisan
56
Tristan bukan anakku
57
Ini dia papa kandung Tristan
58
Meminta penjelasan
59
Flash back
60
Aku bukan Bimo tapi Bima
61
Kalung
62
Bimo muncul
63
Bukti hasil test DNA
64
Mau menemui Clara
65
Kekagetan Clara
66
Clara sadar
67
Rencana Arumi, Satya dan Bimo
68
Bara mengungkapkan keinginannya
69
Kita akan tetap berjodoh
70
Aku punya alasan untuk itu
71
Mendatangi Teguh
72
Keputusan Clara.
73
Clara tahu yang sebenarnya
74
Perdebatan Bara dengan Theo
75
Kamu akan tinggal bersama kami
76
Pergi untuk selamanya
77
Kembali menjadi suami istri
78
Yes, berhasil!
79
Pekerjaan siapa itu?
80
Penolakan Karin
81
Karin pulang
82
Itu bukan utang
83
Aku yang terbaik untukmu
84
Pindah sekolah
85
Aku mencintaimu
86
Tamat
87
AKCA Season 2
88
Aku capek
89
AKCA Season 2 (Biar aku yang memperjuangkannya)
90
AKCA Season 2 ( Hargai diri kamu)
91
AKCA Season 2 ( Aku Mundur)
92
AKCA Season 2 (Prom night)
93
AKCA Season 2 (Kamu mau kemana?)
94
AKCA Season 2 ( Apa kamu mampu?)
95
Kamu salah paham
96
Kabar menyedihkan buat Clara
97
Jadi kamu menungguku?
98
Pergi tanpa pamit
99
Trick Adrian
100
AKCA season 2 ( Biar aku yang menjaganya)
101
Universitas pilihan Bima
102
Apa aku sudah menjadi orang asing bagimu?
103
Kamu murahan plus tidak sadar diri!
104
Aku bukan calon istrimu!
105
Aku setuju dengan rencanamu!
106
Salah sasaran
107
Batal dapat yang gratisan
108
Terima kasih sudah menolong!
109
Hukuman buat Viona dan Rini.
110
Game misterius
111
Hati Ayu sudah ada pemiliknya
112
Undangan pesta
113
Bima, tolong aku!
114
Jangan coba-coba mengulanginya lagi
115
Siapa orang itu?
116
Baiklah, aku akan pulang!
117
Kembali ke Indonesia
118
Kekagetan Bara dan Clara
119
Aku tidak ingin dikasihani
120
Kamu harus hadir
121
Bawa temanku saja
122
Acara reuni
123
Kenapa kamu minum?
124
Kepanikan Bima
125
Dalang penculikan
126
Menahan diri
127
Tidur di ranjang yang sama
128
Jangan berkelit lagi!
129
Luapan hati Bima
130
Ingatan Tristan
131
Keputusan Bima
132
POV Bima
133
Pengakuan Tristan dan Bimo
134
Aku tidak bakalan terpancing
135
Kami semua menyangimu.
136
Bima dan Ayunda's wedding
137
Sudah bisa buat anak kecil
138
Kebingungan Ayunda
139
Aku menginginkanmu
140
Membuat Tristan setuju
141
Jangan melihat
142
Tugas antar/ jemput
143
Kecurigaan Tristan
144
Sahabat Salena
145
Antar Renata pulang
146
Kamu harus mengungkapkan perasaanmu
147
Terjawab sudah
148
Mulai menyebalkan lagi
149
Mulai berpikir Kotor
150
Mau menjemput calon istriku
151
Jangan pernah
152
Membawa 6 laki-laki ke kamar
153
Putus
154
Tekad Bimo.
155
Rencana pesta ulang tahun
156
Kamu cukup berdoa.
157
Acara ulang tahun
158
Selalu terlambat
159
Alasan konyol Salena
160
cara licik
161
Rencana yang gagal
162
Tidak gagal sama sekali
163
Siapa pemenangnya
164
Ayo ikut aku!
165
Tidak akan terjadi apa-apa
166
Kekesalan Michelle
167
Keusilan Salena
168
Aku tidak suka aromanya.
169
Bebas
170
Kekesalan Arya
171
Tidak habis pikir
172
Masalah nasi goreng
173
Bimo and Michelle's wedding
174
Kabar baik.
175
Rencana yang gagal
176
Akhir
177
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!