🍃🍃🍃🍃🍃🍃
"Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang, maka Allah timpakan ke kamu pedihnya sebuah pengharapan. Supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat Mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah SWT menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya." Imam Syafi’i
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Episode 19
"Bahagia ya menjadi beliau Nona, setelah ini Nona Aisha bicara terus terang dengan Nyonya Besar Zahra
Khumaira ya." ucap Shinta.
"Dengan senang hati." ucap Aisha tersenyum lepas ke arah Shinta.
Shinta yang menangkap perkataan Aisha menjadi terdiam, apakah Aisha sudah di ambang batas puncak kesabarannya? Entahlah…..
Mobil yang dikendarai Aisha sudah terparkir, Aisha masih terduduk di tempat duduk penumpang belum beranjak,
tatapan matanya kosong ke depan.
"Nona Aisha mari turun, sudah di tunggu Nyonya Besar Zahra Khumaira dan Nyonya Besar Fatimah di dalam."
ucap Shinta pelan.
"Iya Kak, terimakasih." balas Aisha.
Aisha berjalan pelan ke arah butik tempat dia dan Fatih fitting baju pernikahan, Aisha menggeleng mengingat kejadian di kampus, dia tersenyum memandang ke depan.
"Assalamualaikum wr wb Umi, Mama." Aisha mencium tangan Umi Fatimah dan Mama Zahra Khumaira bergantian.
"Waalaikumsalam wr wb, lho sendirian? Mana Fatih nak?" tanya Umi Fatimah.
"Mas Fatih masih ngajar Umi mungkin sebentar lagi kesini karena......" ucapan Aisha terputus karena suara yang di kenalinya terdengar.
"Assalamualaikum wr wb, Umi,Mama. Maaf Fatih terlambat." ucap Fatih menunduk.
"Waalaikumsalam wr wb, astaghfirullah mukanya kenapa nak? Siapa yang memukuli?" tanya Umi Fatimah.
"Biasa Ning, Fatih habis melakukan kesalahan sepertinya." ucap Mama Zahra Khumaira.
Mama Zahra Khumaira hanya menggeleng pelan menatap wajah putranya yang lebam.
"Yasuda, Aisha dan nak Fatih pilih yang mana nih? Semuanya cocok soalnya dengan kalian berdua." tanya Umi Fatimah menyodorkan beberapa baju pernikahan.
"Aisha milih ini saja Umi, warna putih adalah suci meskipun tak sesuci hati Aisha dan Mas Fatih, ya kan Mas? Kita berdua masih bernaung dengan dosa dosa dunia kan?" ucap Aisha menskak Fatih.
"I ... iya, mangkanya kita berdua ingin segera menikah agar tidak ada dosa lagi, karena kita berdua belum mahram." ucap Fatih gelagapan.
Mama Zahra Khumaira hanya menggeleng pelan, dalam hatinya merasa ada yang tidak beres dengan Fatih.
"Yauda saja Fatih biar Delon yang menemani untuk mencoba baju pernikahannya." ucap Mama Zahra Khumaira.
Delon segera mengambil setelan baju untuk Fatih coba di ruang ganti butik dan sementara Aisha di dampingi Mama Zahra Khumaira dan Umi Fatimah segera memasuki ruang ganti khusus perempuan.
Aisha perlahan membuka cadarnya karena masih terasa sakit akibat di tampar Vina Renata saat di ruang perkuliahan dan benar saja saat cadar Aisha terbuka, Umi Fatimah pertama kali mengetahui warna merah di pipi Aisha.
"Astaghfirullah Aisha!! Kenapa pipimu nak?" ucap Umi Fatimah khawatir.
"Hehehehe, habis nabrak pintu kamar mandi Umi, tadi waktu di toilet kampus Aisha tergesa-gesa soalnya, hehehehehehe maaf ya." ucap Aisha cengengesan.
Mama Zahra Khumaira yang mengetahui warna merah di pipi Aisha segera keluar menuju ruang ganti Fatih sementara itu Aisha hanya memandang pasrah.
Shinta yang mendengar ucapan Aisha yang berbohong ingin memberitahu hal yang sebenarnya akan tetapi Aisha menggeleng ke arah Shinta.
Brak ( suara pintu di gebrak Mama Zahra Khumaira).
"Kamu apakan Aisha!!! Jawab Fatih!!!" emosi Mama Zahra Khumaira meledak.
"Fatih ceritakan Ma." ucap Fatih menunduk.
Fatih menceritakan semuanya kejadian di ruang perkuliahan Aisha di tampar Vina Renata dan Fatih menceritakan setelah kejadian itu Delon memukuli Fatih karena tugas dari Ayah Ahmad Fatihurahman pagi tadi.
"Astaghfirullah Fatih!! Kamu harusnya bela Aisha di depan wanita lacur itu!! Mama sudah beberapa kali bilang
apa? Wanita itu tak baik buat kamu!! Kamu tahu beberapa uang perusahaan Al-Fatih hilang karena di gunakan foya foya!! Sekarang cepat minta maaf ke Umi Fatimah!!!" perintah Mama Zahra Khumaira.
"Ma sudah, jika Umi Fatimah tahu maka habis Vina Renata dan Mas Fatih nantinya, Mama tahu sendiri seperti apa Umi Fatimah." ucap Aisha di belakang Mama Zahra Khumaira.
"Lho nak Aisha, mana Umi Fatimah? Biarkan dia minta maaf dan jangan suruh Mama untuk bersabar menghadapi wanita lacur itu karena ....." ucapan Mama Zahra Khumaira terputus karena Aisha memeluknya.
"Umi Fatimah lagi di ajak Kak Shinta beli minuman untuk Aisha dan Aisha minta satu hal, izinkan Aisha merubah Mas Fatih untuk lebih baik lagi ya Ma." pinta Aisha.
"Baiklah Aisha tapi dengan syarat, tiga hari menginaplah di rumah Mama lagi tidak ada penolakan." pinta Mama Zahra Khumaira.
"Insya Allah jika Umi mengizinkan ya Ma karena tak baik juga Aisha sering bertemu Mas Fatih, takut Mas Fatih jatuh cinta ke Aisha." ucap Aisha dengan percaya dirinya.
"Yauda kalau gitu, yauda ganti nak Aisha, dan kamu Fatih!!! Liat di rumah nanti!!" ucap Mama Zahra Khumaira menunjuk muka Fatih dengan sedikit emosi.
Selang beberapa menit setelah Mama Zahra Khumaira, Umi Fatimah, Fatih Nur Rahman menunggu Aisha keluar untuk menampilkan baju pernikahan kelak, akhirnya......
Fatih melongo dan tak berkedip menatap Aisha berbalut pakaian pernikahan berwarna putih itu….
"Halo Mas Fatih, kok diam? Cantik ya Aisha? Mangkanya cepat halalkan Aisha." goda Aisha.
Fatih mendengar ucapan Aisha menunduk dengan segera, hatinya berdegup dengan kencang.
"Aish, jangan gitu malu tuh nak Fatih, gimana cocok?" tanya Umi Fatimah.
"Anak Ning Fatimah cantik luar dalam ya, sangat bangga memiliki menantu seperti Aisha Ning." ucap Mama Zahra Khumaira.
Aisha mendengar pujian dari Mama Zahra Khumaira hanya menggeleng sementara Fatih kembali menatap Aisha,hingga.....
" Nona Muda Aisha lebih pantas dengan Tuan Muda Riko saja daripada mendapatkan suami brengseknya macam Tuan Muda Fatih." bisik Delon di telinga Fatih.
Fatih tersentak mendengar ucapan Delon, hatinya terasa di aduk aduk mendengar dan membayangkan Aisha di miliki Riko adiknya.
Akhirnya Fatih dan Aisha memutuskan untuk mengambil pakaian telah di sepakati bersama, Aisha tak ambil pusing karena dia mengikuti Fatih untuk pernikahannya dengan Fatih, tujuannya adalah.......... (coba tebak apa tujuan Aisha ya gaes ya).
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sore hari setelah fitting baju pernikahan dan dimana sebelum Fatih, Riko, Dio dan Arman mengaji kitab Qurratu
Al-Uyun di Pondok Pesantren An-Nur.......
"Benar tadi pagi Kak Aisha di tampar Vina Renata Mas?" tanya Riko tenang.
"Gak ada urusan dengan mu!!!" ketus Fatih.
Riko yang mendengar ucapan Fatih hanya mendengus kesal....
"Sudah tahu jika semua perusahaan Al-Fatih yang memegang adalah......" ucapan Riko terputus karena Abi Hamzah telah datang.
"Assalamualaikum wr wb, yuk ambil wudlu dulu terus shalat Sunnah dua rakaat." ajak Abi Hamzah.
"Waalaikumsalam wr wb, iya Abi." jawab mereka serentak.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Siapa pemegang perusahaan Al-Fatih?
bagaimana nasib Vina Renata selanjutnya? apakah Aisha siap menikah dengan
Fatih?
Yuk gaes tinggalkan komentar dan
like nya ya, boleh kok di tambah dengan hadiahnya hehehehehehehehe.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Miaa Olvyy
nasib Renata harus dikeluarkan dari universitas al-Fatih. buat apa ada dosen yang berilmu tapi tak berakhlak seperti Renata. dan benar adanya orang berilmu itu belum tentu berakhlak
2022-12-29
1
Mutia Kim🍑
Renata buang jauh-jauh aja thor, muak aku sama dia😬
2022-12-15
1
Sadewa Dhani
Tadi sih terpampang jelas nama Khumaira berarti Mama nya Fatih yang memegang semuanya ya kan Thor?🤔🤔🤔
2022-11-07
1