🍃🍃🍃🍃🍃🍃
"Yang paling lengkap dari orang percaya dalam iman, adalah orang dengan karakter terbaik. Dan yang terbaik dari Kamu adalah mereka yang terbaik untuk wanita mereka." (At-Tirmidzi dan disahkan oleh Al-Albani).
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Episode 13
Setelah semua berkumpul, Ayah Ahmad Fatihurahman menatap Abi Hamzah penuh arti.
"Oh ya sahabatku, langsung saja ya, aku setuju jika Aisha menikah dengan anakmu Fatih tetapi semua di tangan Aisha dan tentunya di tangan Fatih anakmu itu sahabat ku." ucap Abi Hamzah tegas.
"Santai Hamzah, Fatih menerima perjodohan ini, bukan begitu Fatih?" ucap Ayah Ahmad Fatihurahman menatap Fatih penuh harap.
Fatih yang tengah di tatap ayah nya pun menunduk mencari jawaban untuknya, sebab di lubuk hati nya sangat dalam dia masih mencintai seseorang yang bernama Vina Renata.
“Jika Mas Fatih meragukan wajahku ini dan meragukanku. Aisha bersedia membuka niqab/cadar Aisha untuk Mas Fatih tetapi jangan sampai nantinya jatuh hati kepadaku Mas Fatih.” ucap Aisha menatap ke arah Fatih.
“Aku tak yakin seperti apa bentuk wajahmu itu tetapi bolehlah kamu menunjukkan wajahmu itu di depanku saat ini juga.” tantang Fatih sembari menatap wajah Aisha yang tengah menunduk di samping mamanya.
Aisha perlahan membuka cadarnya di depan keluarga besar Fatih. Mama Zahra Khumaira tersenyum melihat Aisha dan Fatih yang segera bertatapan wajah seutuhnya. Abi Hamzah dan Umi Fatimah ikut tersenyum menatap putri semata wayangnya yang sudah mulai menerima perjodohannya dengan anak sahabatnya tersebut.
"Assalamualaikum wr wb Mas Fatih calon suamiku." ucap Aisha menatap lekat Fatih yang melongo.
Fatih menatap wajah Aisha dan menunjuk ke arah Aisha.
"Kamu?? Ternyata kamu yang saat itu....." ucapan Fatih terputus karena dia mengingat kejadian saat itu.
Fatih menelan ludahnya sambil menatap lekat wajah Aisha.
"Iya saya yang menolongmu saat dulu." ucap Aisha.
"Cantik......" ucap Fatih.
"Hah cantik? Hahahahahahaha, katanya tak mau di jodohkan dengan pilihan ayah dan mamamu ini Fatih? Masih menolakkah kau?" ledek Ayah Ahmad Fatihurahman.
Fatih langsung menunduk menahan gejolak saat kedua matanya menatap lekat Aisha.
"Sial, wanita itu yang memergokiku berciuman dengan Vina Renata, tapi kenapa saat itu wajahnya judes ya?." batin Fatih.
"Kenapa diam nak Fatih? Apakah Aisha tak seperti pilihan hatimu?" tanya Umi Fatimah.
"Cantik Tante....." ucap Fatih menatap lekat wajah Aisha kembali.
Semua tertawa mendengar ucapan Fatih, Mama Zahra Khumaira hanya menggelengkan kepalanya.
"Alhamdulillah, panggil kami berdua sesuai Aisha panggil untuk kita berdua ya nak, jangan lupa tetap mengaji karena seminggu lagi itu kalian berdua harus menikah." ucap Abi Hamzah tegas.
“Bagaimana Mas Fatih? Apakah masih meragukanku? Memang aku bukan wanita yang mengumbar wajah dan auratku seperti dia yang kamu miliki Mas Fatih.” Ucap Aisha menatap lekat wajah Fatih.
Fatih yang menatap wajah Aisha berulang kali terpesona dengan kecantikan wajah Aisha. Kulit wajah Aisha yang putih dengan perpaduan iris mata berwarna coklat serta hidung yang sedikit mancung membuat Fatih membisu.
“Ehem, bagaimana Fatih? Kok diam? Kalau terpesona bilang aja terpesona. Jangan jual mahal seperti ayahmu ini saat dulu mau menikah dengan mamamu. Hehehehehehe peace Ma.” Ucap ayah Ahmad Fatihurahman sembari meringis ke arah istrinya.
“Cantiknya dia ya Allah. Andaikan dia tidak di jodohkan denganmu Mas, aku bersedia demi melupakan Dina yang pernah hadir di hatiku.” lirih Riko yang berdiri di belakang Fatih yang sedang mengagumi Aisha.
“Jangan begitu Tuan Muda Riko. Bagaimanapun juga Tuan Muda harus ingat bagaimana Tuan Muda Fatih harus selamat dari cengkraman ular itu.” bisik Delon pelan.
Semua menatap wajah Aisha Khumairah terkagum dengan kecantikannya, termasuk Fatih yang tak berhenti menatap wajah Aisha. Kedua netra saling berpandangan, hingga….
"Baiklah Yah tapi aku ingin menikahinya sesuai yang aku pinta kemarin." jawab Fatih.
Ayah Ahmad Fatihurahman menganggukkan kepala setuju dan di ikuti Mama Zahra Khumaira. Fatih yang masih mengagumi wajah Aisha merasakan tatapan mata Aisha yang begitu teduh dan nyaman di hatinya.
"Pernikahan dengan acara biasa pun akan bermakna jika kedua insan itu saling mengenal dan mencintai kelak daripada pernikahan acara besar besaran nanti akan menimbulkan kecemburuan kepada seseorang, bukan begitu Tuan Fatih?" ucap Aisha menatap lekat kedua Fatih.
Fatih yang mendengar ucapan Aisha segera menatap Aisha dengan geram tetapi segera mereda karena Ayah Ahmad Fatihurahman mengucapkan......
"Jadikanlah istrimu bidadari satu satunya untukmu Fatih, benar begitu Hamzah? Bukankah kita berdua dulu tidak mencintai kedua istri kita saat mengaji bersama di pondok pesantren kala itu?." ucap Ayah Ahmad Fatihurahman menatap lekat Abi Hamzah.
"Hahahahahahaha, benar Ahmad Fatihurahman, Aisha anakku, apakah kamu berkenan perjodohan ini?." tanya Abi Hamzah menatap lekat Aisha.
"Aisha bersedia Abi, dengan senang hati dan sepenuh hati ikhlas menerima pernikahan dengan Mas Fatih." jawab Aisha mantap.
Delon dan Shinta menelan ludah kasarnya, Shinta segera bergerak menuju Delon dan berbisik sesuatu untuk segera di sampaikan ke Ayah Ahmad Fatihurahman.
"Alhamdulillah dan seminggu lagi kita melakukan akad nikah kalian berdua di rumah ini, mari semuanya kita makan bersama." ajak Ayah Ahmad Fatihurahman ke Abi Hamzah dan Umi Fatimah.
Semua beranjak ke ruang makan kecuali Delon, Shinta dan Ayah Ahmad Fatihurahman.
"Ada apa Delon? Shinta? Ada yang ingin di sampaikan?" ucap Ayah Ahmad Fatihurahman.
"Maaf Tuan Besar, sebaiknya Shinta menjadi pendamping Nona Muda Aisha sementara ini karena tadi Nona Muda Aisha mengetahui dalang penculikan dan rencana pembunuhan terhadap dirinya tetapi Nona Muda Aisha menutupinya." ucap Shinta menunduk.
"Lakukan tugasmu Shinta hitung hitung kamu mengenal kakaknya juga dan Delon segera masukkan Shinta menjadi mahasiswi di kampus Aisha, paham kalian berdua?" ucap Ayah Ahmad Fatihurahman menepuk pundak Delon.
"Dengan senang hati Tuan Besar, untuk sementara apakah Tuan Muda Fatih di lepaskan?" tanya Delon hati hati.
"Lepaskan saja tetapi jangan kembalikan semuanya karena yang memegang semuanya adalah menantuku yaitu Aisha." tegas Ayah Ahmad Fatihurahman.
Delon tersenyum mengangguk mendengar ucapan Ayah Ahmad Fatihurahman, sementara Shinta menatap Anas kakak Aisha dengan penuh kekaguman.
Ayah Ahmad Fatihurahman berjalan ke arah ruang makan untuk bergabung dengan lainnya, selama menyantap makanan tanpa ada yang bersuara sedikitpun hanya terdengar dentingan sendok dan garpu.
“Saling mengenal kalian berdua dan kita tinggal dulu ke depan, oh ya sahabatku bisa buatkan kopi dan minta rokok dua bungkus buat kita berdua, hehehehehehehe. Rokokku habis soalnya.” ucap Abi Hamzah ke arah Ayah Ahmad Fatihurahman.
“Siap sahabatku, mari kita ke depan dan kamu, Fatih. Saling mengenal dengan Aisha tak burukkan meskipun kalian sudah sering bertemu di kamnpus dan saat mamamu sakit juga, mengobrollah dengan hati dan lupakan apa yang harus kamu lupakan.” ucap Ayah Ahmad Fatihurahman sembari menepuk pundak Fatih yang tengah menatap Aisha yang tengah membereskan piring ke dapur.
Fatih mengangguk menjawab ucapan ayahnya. Kemudian mereka semua memberikan ruang untuk Aisha dan Fatih berbicara dengan jarak karena mereka berdua belum terikat pernikahan.
"Kita tinggal dulu, mengobrol lah dengan calon istrimu karena sebentar lagi kalian berdua jarang bertemu hingga hari pernikahan." ucap Abi Hamzah.
Setelah semua meninggalkan ruang makan hanya beberapa asisten rumah tangga yang membereskan meja makanan dan menyediakan beberapa camilan untuk Aisha dan Fatih.
"Kaget? Tenang aja saya tak akan membongkar semuanya Mas, karena saya menghormati Abi dan Umi beserta kedua orangtua Mas." ucap Aisha menatap Fatih.
"Jangan bilang anda tahu yang melakukan penculikan itu?" tanya Fatih gemetar.
"Tahu dan itu pasti keinginan anda juga kan? Kenapa tidak menolak perjodohan ini? Apa karena anda tidak mendapatkan yang di inginkan oleh anda dan dia Mas Fatih?" nada Aisha penuh penekanan.
Fatih tercekat mendengar ucapan Aisha, dia gemetar mendengar ucapan Aisha.
"Saya tidak pernah di ajarkan Abi dan Umi membalas dendam apa yang orang lain lakukan tapi untuk saat ini biar Allah SWT yang membalas semuanya dan semoga tidak berimbas ke anda Tuan Muda Fatih." Aisha kembali menekan nada bicaranya.
"Apa yang anda inginkan dari saya?" tanya Fatih menatap Aisha yang beranjak dari duduknya.
"Pernikahan yang diridhoi Allah SWT dan menggantikannya dia dengan saya di hatimu." senyum Aisha ke arah Fatih.
Fatih yang menatap wajah Aisha berbalut dengan kerudung hanya bisa berusaha untuk tidak tertarik dengan Aisha.
"Masih cantikkan Vina Renata, kamu tak ada apa-apa nya Aisha." batin Fatih.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Apakah Fatih jatuh cinta dengan Aisha? apakah Aisha juga mencintai Fatih? apakah keduanya saling membenci nantinya?
Tetap setia ya gaes ya ....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Sadewa Dhani
nanti nanges nanges kalau sudah bucin?? ente kadang kadang ente😡😡😡
2022-11-07
1
Mutia Kim🍑
nanti bucin, mampus kau Fatih😬
2022-11-06
1
Tyo Prasetyo
Huek huek mual liat wajah manis si Fatih, Thor buat Fatih bucin ke Aisha setelah ini ya, biar tahu ras tuh anak😡😡😡
2022-11-06
1