🍃🍃🍃🍃🍃🍃
“ Hakikat cinta adalah rintihan panjang yang dikeluhkan oleh lautan perasaan kasih sayang. Ia adalah cucuran air mata kesedihan langit pikiran. Ia adalah senyuman ceria kebun-kebun bunga cinta" Kahlil Gibran
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Episode 10
Tiga hari sudah berlalu semenjak kesembuhan Mama Zahra Khumaira yang berangsur-angsur sangat cepat membuat selalu ingin menyegerakan pernikahan Fatih dengan Aisha akan tetapi Aisha yang berstatus sebagai calon menantu Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira tidak membuatnya jumawa tetapi Abi Hamzah belum memberikan jawaban untuk menyegerakan pernikahan Aisha dan Fatih.
Aisha tetap melakukan kegiatan sehari-hari mulai dari kuliah di jurusan kedokteran, mengajar ngaji santriwati di pondok pesantren An-Nur milik Abi Hamzah nya.
Sementara Fatih yang tengah mengambil hati orangtuanya kembali bingung karena posisinya sekarang bukan sebagai atasan tetapi sudah di bawah posisinya.
"Yah Ma, please siapakah Khumairah itu? Apakah Mama? Ayolah ma jawab, please……" rengek Fatih.
"Kalau iya kenapa? Dan kalau tidak kenapa?" enteng Mama Zahra Khumaira.
"Mama gak kasihan Fatih gak megang uang sepeserpun? Gak bisa beli yang Fatih suka??" rengek Fatih lagi.
"Kan sudah Mama kasih makan lagian kamu juga kerja sebagai dosen di kampusnya ayah mu, apalagi yang kurang??" tanya Mama Zahra Khumaira.
"Semuanya Ma, mulai dari pangkat, harta dan Fatih ingin menikah dengan Vina Renata." tegas Fatih.
"Oh begitu, kamu tahu apa yang kurang darimu? Dan apa kesalahan besar Mama Ayah ke kamu anakku, Fatih?" tanya Mama Zahra Khumaira penuh penegasan.
Fatih menggeleng, sementara itu Ayah Ahmad Fatihurahman hanya tersenyum mendengar istrinya mulai bersikap tidak memanjakan Fatih, hingga dia meneruskan ucapan istrinya....
"Kesalahan Mama dan Ayah adalah memanjakan mu akan dunia saja dan kurang bersyukur kepada Allah SWT, terutama ayahmu ini terlalu memanjakanmu dengan Harta, tahta dan jabatanmu yang kamu pegang saat itu tapi untuk saat ini Ayah ingin kamu belajar agama dengan sahabatnya Ayah yaitu Abi Hamzah." sambung Ayah Ahmad Fatihurahman.
"Apakah Mama dan Ayah masih berniat menjodohkan dengan anaknya sahabatnya Mama dan Ayah tersebut??" tanya Fatih.
"Ya jelaslah!! Karena alasan Ayah yang pertama dan paling kuat adalah melihatmu yang jauh dari agama dan Allah SWT itu!! Tetapi kalau dulu Ayah memiliki alasan. Karena Ayah memiliki nadzar untuk menjodohkan antara anak Ayah dan Hamzah sahabat Ayah, tetapi karena kamu di butakan oleh cinta dengan Vina Renata kekasihmu itu maka Ayah cabut semua fasilitasmu!!" tegas Ayah Ahmad Fatihurahman.
"Sampai kapan Ayah mau mencabut fasilitas untuk Fatih? Sudah tiga hari ini Fatih nurut sama Ayah dan Mama, apa masih kurang?" sahut Fatih sembari bergelayut manja di bahu mamanya.
"Turuti Ayahmu nak, untuk saat ini biarkan Delon mengantarkan kamu untuk semua aktivitasmu termasuk menimba ilmu agama di sahabat nya Ayah, jangan melawan lagi, yuk yah kita istirahatkan besok Ayah ada jadwal." ajak Mama Zahra Khumaira menggandeng tangan suaminya agar tidak bertambah emosi.
Riko dan Delon yang semenjak tadi hanya menguping pembicaraan mereka bertiga dari kamar hanya tersenyum penuh arti, hingga Riko membuatkan tiga gelas kopi untuk mengajak Kakak nya tersebut berdiskusi.....
"Kopi mas, jangan buat pusing, nurut sama Ayah dan Mama saja." ucap Riko sambil memberikan secangkir kopi.
"Menurutmu nih ya dik. Apakah Vina Renata itu buruk? Dan kenapa Ayah dan Mama membencinya?" sahut Fatih.
"Liat aja sendiri mas, bisa membedakan mana wanita yang mahal dengan wanita yang murahan kan??" sahut Riko di ikuti Delon mengacungkan dua jempol ke arah Riko.
"Baku hantam yok!! Ngapain ngatain Vina Renata? Iri bilang kalau kau gak punya pacar." ucap Fatih penuh emosi.
"Kalem bro bro kalem, bentar, Mas Delon minta tolong ambil kan permen dong 2 bungkus ya." pinta Riko sambil mengambil asbak rokok.
“Oh ya Mas, kalau kamu masih ingat dengan Dina? Aku bisa tuh menikahinya tapi tahu sendiri kan apa yang membedakannya dengan wanita lainya? Begitu juga dengan Vina Renata yang menurutku sangat berbeda dengan Aisha yang di jodohkan buatmu, jujur aku iri denganmu, Mas Fatih!!” lanjut Riko sembari menatap lekat kedua mata Fatih.
Delon pun segera mengambil permen dua bungkus dengan bertanya tanya, sementara Fatih hanya mengerutkan keningnya bertanya tanya juga.
"Ini Tuan Muda Riko permennya." ucap Delon sambil memberikan dua bungkus permen.
"Terimakasih Mas Delon, ente tau ini apa Mas Fatih?" tanya Riko ke Fatih.
"Anak kecil juga tahu itu namanya permen." sahut Fatih.
Kemudian Riko membuka salah satu bungkus permen tersebut dan melemparkannya di asbak yang sudah penuh dengan abu rokok, kemudian berbicara.....
"Ente ambil Mas kemudian makan, silahkan." ucap Riko sambil tersenyum.
"Ogah, jijik tau sudah kena abu rokok." ketus Fatih.
Delon yang mengerti ke arah mana pembicaraan Riko hanya tersenyum dan membatin "Secara kecerdasan Tuan Muda Riko menang tetapi segi kepintaran Tuan Muda Fatih menang."
Riko melemparkan satu bungkus permen ke arah kakaknya dan berkata.....
"Sekarang ente buka tuh permen kemudian makan, apa perbedaannya?" ucap Riko tenang.
Fatih menurut seperti kerbau di cocok hidung nya....
"Jelas lebih manis dan bersih yang terbungkus daripada yang kena abu rokok, terus dimanakah letak perbedaannya?." sahut Fatih polos.
"Ente kadang kadang ente ya Mas, untung kakakku kau, kalau bukan pasti tak masukkan ke lubang buaya kau." gemas Riko.
"Hehehehehehehe kagak paham." senyum Fatih.
Riko hanya menggeleng dan membakar rokoknya dan menyeruput kopinya sedikit demi sedikit kemudian.......
"Itu perbedaannya Aisha dengan Vina Renata, pernah lihat Vina Renata tertutup pakaiannya? Dan pernah lihat wajahnya Aisha? Jujur ya Mas, kalau boleh aku memilih. Jika aku menjadi kamu, aku pinang Aisha karena wanita yang mahal itu menjaga tubuhnya hanya untuk suaminya bukan untuk umum." Riko menghembuskan asap rokoknya sambil membayangkan wajah Aisha.
Fatih yang mendengar ucapan adiknya hanya merenungi dan mengingat kembali Vina Renata beserta Aisha bersamaan.
"Yauda, tak tidur dulu, besok jangan lupa ngaji di Abi Hamzah, oh ya kalau Mas Fatih mundur dari perjodohan dengan Aisha izinkan aku maju untuk … untuk menggantikan kamu." ucap Riko sambil meninggalkan Fatih sendirian.
Sementara Delon hanya tersenyum dan menggeleng pelan menatap dua saudara yang berbeda sifat dan sikap, Fatih yang lebih tua dari Riko terpaut 3 tahun yang saat ini usia Fatih 28 tahun sementara Riko berumur 25 tahun.
"Permisi Tuan Muda Fatih saya tinggal istirahat, jangan lupa tahajud nanti biar bisa memilih antara mahal dan murah ya." ledek Delon.
Fatih hanya tersenyum kecut mendengar ucapan Delon, saat ini dia ingin menghubungi Vina Renata tetapi semua fasilitas di putus oleh ayahnya sehingga dia tidak tahu harus bagaimana menjalin hubungannya dengan Vina Renata.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Keesokan harinya Aisha berangkat ke Kampus Al-Fatih menggunakan niqabnya kembali hingga kedua sahabatnya pun bertanya.
"Aisha, dari kemarin apa gak gerah tuh memakai niqab plus kerudung? Tapi kenapa awal masuk kampus tanpa niqab??" tanya Sofiyah.
"Alhamdulillah … Ndak gerah tuh, kalau awal ku kira kampus ini banyak perempuannya hehehehehehe, yuk masuk kelas, mana si Dina?." tanya Aisha mencari Dina.
Dina yang tengah berbicara dengan seorang cowok yang menunjuk Aisha kemudian menghampiri mereka berdua.
"Aisha ada yang cari tuh." ucap Dina.
"Emangnya dia tahu namaku?" tanya Aisha.
"Yaelah dia tanya menunjukkan sebuah video dan aku yakin itu kamu, lagian mahasiswi sini yang pakai niqab kamu saja jadi aku tunjuk kamu tadi." ujar Dina sambil mengecek jadwal di ponselnya.
"Gak kenal aku, yaudalah yuk masuk, lagian kamu mau masuk kelas malah ngedate." ucap Aisha.
"Eh tunggu, nanti jadi ke pusat pembelanjaan? Mau ya Aisha, please." pinta Sofiyah.
"Yauda nanti biar diantar Kakak ku juga." ucap Aisha sambil membawa buku buku kedokteran nya.
Ketiga sahabat tersebut masuk ke ruang kelas, sementara cowok tadi menghubungi seseorang dan berkata. "Benar dia orangnya, apa nanti saya bawa dia Nona??" tanya pemuda itu.
"Bereskan kalau … kalau perlu, kau hilangkan nyawanya!!" ucap suara dari seberang.
Setelah tiga jam berlalu kini Aisha, Sofiyah dan Dina bersiap siap untuk pergi ke pusat pembelanjaan.
"Lho kok ada dua temanmu sih? Mau kemana kita??" tanya Anas.
"Mau belanja, oh ya Sofiyah, Dina kenal kan dia kakakku." ucap Aisha mengenal kan ke kedua sahabatnya tersebut.
"Sofiyah, jomblo tiga tahun dan siap di nikahi." Sofiyah mengulurkan tangannya.
"Anas, kakak Aisha." ucap Anas sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya sambil menunduk.
"Dina, jomblo lima tahun dan siap di nikahi juga." Dina mengulurkan tangannya untuk mencoba menjabat tangan Anas.
"Anas, kakak Aisha." ucap Anas sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya sambil menunduk juga.
Aisha yang mengerti dan paham Dina dan Sofiyah tidak terbalas uluran tangan nya dari Anas hanya menggeleng.
"Jangan kaget ya, kakakku memang gitu, di gamon soalnya." ucap Aisha.
"Hah? Gamon? Apa itu?" ucap Sofiyah.
"Gagal move on, yauda yuk Sofiyah Dina keburu siang." ajak Dina dan Sofiyah yang mengagumi wajah Anas dan perilaku Anas.
Selama perjalanan hanya suara Aisha, Sofiyah dan Dina yang terdengar sementara Anas memilih untuk diam.
"Kita berdua manggilnya apa nih? Abang? Kakak? Atau … atau calon suami??" celetuk Sofiyah.
" Samain aja dengan Aisha manggilnya." jawab Anas singkat.
"Kalau aku panggil yayang boleh??" celetuk Dina.
"Maaf, saya tidak berminat." ucap Anas pendek.
Keduanya pun tertawa mendengarkan jawaban pendek Anas, sementara Anas hanya geleng geleng melihat kelakuan kedua sahabat adiknya tersebut.
Aisha, Dina dan Sofiyah berjalan keluar masuk toko yang ada di pusat perbelanjaan tersebut sambil di ikuti Anas dari belakang mereka bertiga, hingga akhirnya.....
"Tunggu di sini sebentar ya, aku mau ke toilet dulu." ucap Aisha ke Dina dan Sofiyah.
"Perlu di antar??" Dina menawarkan diri.
"Ndak usah, titip Kak Anas aja ntar ilang di ambil cabe." sahut Aisha sambil berlari kecil berharap tidak di kejar kakaknya.
"Hah cabe? Cabe itu apa ya? Kalian tahu??" tanya Anas sambil menundukkan kepalanya.
"Cabe itu sejenis Valakor, tau Valakor kak??" tanya Dina.
"Ndak tau, yauda cepetin deh milihnya terus kita jemput Aisha." ucap Anas sambil melihat jarum jam di tangannya.
Sementara itu Aisha yang berada di kamar mandi mencuci tangannya segera keluar dari toilet akan tetapi dia di tabrak seorang wanita.....
"Hei cewek murahan kita bertemu lagi." ucap wanita itu.
"Waalaikumsalam wr wb, ada yang bisa di bantu??" ucap Aisha sambil menatap matanya karena wajah wanita itu terhalang oleh masker yang di pakai nya.
"Banyak omong kau!! Bawa dia!!" perintah wanita itu ke kedua pria di sampingnya.
Aisha yang hendak berlari tidak sempat itu pun di bius dengan sapu tangan yang sebelumnya sudah di beri cairan bius.
"Bawa dia dan jangan sampai dia lolos, akan ku lihat siapa dia sebenarnya!!" sinis wanita itu sambil menatap sekitar untuk memastikan tidak ada yang melihat.
Anas dan kedua sahabat Aisha yang menunggu Aisha lama pun terlihat gelisah, Anas pun segera berlari ke arah toilet untuk menyusul Aisha, akan tetapi nihil tidak ada siapapun di depan toilet tersebut.
Anas segera menelfon Abi Hamzah untuk mengabarkan bahwa Aisha menghilang di pusat pembelanjaan, setelah Abi Hamzah mendapatkan telfon Anas hanya tersenyum dan dengan tenang nya dia berkata dengan Umi Fatimah dengan sangat tenang.......
"Sebentar lagi ujian akan datang bagi Aisha dan orang yang berurusan dengan Aisha salah besar." ucap Abi Hamzah sambil menghubungi sahabatnya Ayah Ahmad Fatihurahman.
Sementara itu Vina Renata datang ke rumah Fatih membawa seluruh keluarga besarnya, senyum Vina Renata mengembang membayangkan rumah di depannya sebentar lagi menjadi miliknya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Siapakah yang berani menculik anak dari Abi Hamzah dan Umi Fatimah sekaligus calon menantu dari Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira? mau di buat perkedel kentang seperti nya setelah ini, sementara Vina Renata mendatangi rumah Fatih dengan membawa keluarga besarnya, ada apa gerangan Vina Renata membawa keluarga besarnya?
Simak Daan ikuti terus ya gaes ya, ikan hiu berenang di kali jangan lupa sholat dan mengaji ya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Miaa Olvyy
ada aja 2 teman nya Anisha, bisa²nya menawarkan diri begitu
2022-11-25
1
Sadewa Dhani
Curiga nih yang menculik si Valakor tuh😡😡😡
2022-11-07
1
Tyo Prasetyo
Bau bau yang memegang perusahaan Fatih kok Riko ya Thor? tapi biar aja sih Riko yang pegang, Thor bisa buat musnah si Renata?😡😡😡
2022-11-06
0