🍃🍃🍃🍃🍃🍃
"Cinta sejati tidak berakhir dengan kematian. Jika Allah SWT menghendaki, cinta itu akan berlanjut sampai ke surga."
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Episode 4
Dio dan Arman hanya menelan ludah kasar, seperti memakan buah simalakama, maju kena mundur pun kena, akhirnya mereka berdua mengangguk setuju.
"Tenang aja kalian berdua, Fatih Masih di bawah Om di perusahaan Al-Fatih Group jadi ketika kalian berdua di ancam bilang Om, oke Dio dan Arman?" ucap Ayah Ahmad Fatihurahman.
Dio dan Arman mengangguk dan menatap wajah Fatih dengan pandangan tak percaya, Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira melenggang pergi untuk beristirahat, sementara Riko kembali ke kamarnya.
Keesokan harinya di lain tempat.........
Aisha sudah bersiap setelah sepulang dari kampus untuk mengikuti kuliah, ya saat ini dia bersiap untuk ke rumah Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra.
"Ciye ciye. Yang bersemangat menemui calon mertua." ledek Anas sambil membenarkan niqab Aisha.
"Kak, Aisha sedikit malu nih, pakai niqab ndak ya?" ujarnya sambil meremas ujung jilbabnya.
"Dik, yang berhak memandang wajahmu adalah Abi, Umi, kakakmu ini dan suamimu kelak, jangan nervous, Insya Allah adik bisa kok menjalaninya." ucap Anas memberikan semangat.
Sementara Aisha bersiap ke rumah calon mertuanya…..Sebuah mobil memasuki halaman pondok pesantren An-Nur, ya mobil yang membawa Fatih untuk di tempa ilmu agama sementara Riko, Dio dan Arman ikut karena keinginan Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira.
"Siapa itu Kak?" ucap Aisha sambil menengok ke arah mobil yang tengah terparkir.
"Mungkin tamunya Abi, yuk Kakak tunggu di luar, kakak menemani Abi dulu menyambut tamunya." ujar Anas sambil meninggalkan Aisha.
Sementara Fatih yang memainkan ponselnya membalas pesan kekasihnya yang tengah kesal ke Fatih, hingga......
"Maaf Tuan hapenya saya bawa, terimakasih." ucap Delon merebut paksa ponsel Fatih.
Fatih hanya melengos karena semakin ketat penjagaan dari ayahnya dan mamanya, sementara Riko, Dio dan Arman hanya tertawa cekikikan hingga mereka tersadar.....
"Assalamualaikum wr wb, sudah sampai ternyata anak anak dari Ahmad Fatihurahman dan Zahra Khumaira, silahkan masuk Nak." sambut Abi Hamzah.
"Waalaikumsalam wr wb Tuan Hamzah, ini ada surat dari Tuan Besar Ahmad Fatihurahman." Delon menyerahkan surat.
"Oh ya terimakasih, mana yang namanya Fatih?" tanya Abah Hamzah sambil menatap foto Fatih.
"Saya pak ustadz, ada yang bisa di bantu?" sahut Fatih.
Fatih yang hendak maju ke arah Abi Hamzah terdiam karena melihat Aisha berjalan ke arahnya, hingga......
"Assalamualaikum wr wb, Abi Hamzah berangkat dulu ya aku,bye bye Abi." ucap Aisha sambil mencium tangan Abi Hamzah.
Kemunculan Aisha lengkap dengan niqab dan pakaian yang sangat tertutup memberikan sedikit ke kepoan ke Riko, Dio dan Arman sementara Fatih hanya cuek.
"Lho dia kan yang bersama cewek seksi itu kan ya? Kenapa di sini? Mau tobat dia?" ucap Aisha dalan hati sambil menatap ke arah Fatih yang tengah bersikap cuek.
"Adikku jangan menatap yang bukan mahrammu, ingat pesan Kakak tampanmu ini." ucap Anas sambil memaksakan menurunkan kepala Aisha untuk menundukkan pandangan Aisha ke arah Fatih.
"Lho anakku sudah mau berangkat? Yauda hati hati salam ke mereka ya, Anas langsung pulang setelah mengantarkan adikmu." titah Abi Hamzah.
"Siap Abi Hamzah, Anas dan adik berangkat dulu, assalamualaikum wr wb." ucap Anas berpamitan ke Abi Hamzah dan tamu di depannya.
"Waalaikumsalam wr wb, sepertinya kita kenal ya mas Dio dengan cowok itu, benar begitu Mas Arman?" ucap Riko sambil menatap punggung Anas yang menggandeng tangan Aisha.
"Seperti Anas kakak kelas kita SMA tapi bukanya dia ke Al Azhar untuk melanjutkan study ya?" sahut Arman kemudian.
"Ya benar dia anakku Anas, silahkan masuk dan persiapkan untuk mengaji setelah ini." ajak Abi Hamzah.
Di perjalanan menuju rumah Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira Aisha tengah memikirkan cowok yang tadi berkunjung ke rumah nya, hatinya bertanya tanya.
"Ada apa gerangan adikku Aisha? Sepertinya memikirkan sesuatu?" tanya Anas memecah lamunan Aisha.
"Kak, mereka tadi siapa ya?" tanya Aisha dengan jiwanya yang kepo.
"Uda jangan pikirkan mereka, sekarang fokus ke calon mertuamu saja, biar mereka di tempa Abi untuk mu kelak karena salah satu dari mereka calon mu." jawab Anas sambil menatap GPS di ponselnya.
"Oh mereka calon nya Aisha? Oke deh Aisha fokus yang di depan Aisha karena Allah SWT kak, kakak kapan nikah?" tanya Aisha sembari mengedip-ngedipkan mata ke arah Anas.
"Ada pertanyaan lainya? Sepertinya pertanyaan itu terus yang kamu tanyakan." protes Anas.
"Uluh uluh uluh kakak marah, emang yang namanya Vina Renata itu di telan belahan bumi mana sih? Sehingga kakak tak menemukan nya kembali?" tanya Aisha dengan kekepoannya.
"Kabar terakhirnya dia menerima cinta dari salah satu anak pemilik perusahaan terbesar di negeri kita dik tapi yaudalah kalau jodoh pasti tak kemana kok, sudah sampai adikku, semangat ya hari ini." ucap Anas sambil memberhentikan mobilnya di depan rumah besar.
"Masya Allah besar rumahnya kak, kakak tak salah alamat? Yakin ini rumahnya?" tanya Aisha sambil memperhatikan rumah disampingnya.
"Ndak kok, tuh sahabat nya Abi dan Umi sudah menunggu calon menantu, ciye calon menantunya." ledek Anas.
"Sekali lagi ngeledek Aisha tak bilangkan Abi untuk mengkhitbahkan Ning dari pondok kota sebelah kau kak." ancam Aisha sambil membuka pintu mobil.
Anas mendengar peringatan dari Aisha hanya tersenyum getir mengingat perjodohan yang bakal terjadi jika dia tak menemukan Vina Renata secepatnya.
Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira berjalan ke arah Aisha yang tengah berjalan berdampingan dengan Anas.
"Assalamualaikum wr wb, Om Tante, gimana kabarnya? Sehat?" tanya Aisha sambil mencium tangan Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira bergantian.
"Waalaikumsalam wr wb, Aduh kok panggil Om dan Tante lagi? Panggil saja Mama dan Ayah ya Aisha, kan sebentar lagi Aisha jadi menantunya Mama." jawab Mama Zahra Khumaira sambil mencium pipi Aisha.
"Lho kok menantunya Mama aja sih? Kan aku juga menjadi mertua laki lakinya, silahkan masuk Nak Anas." ajak Ayah Ahmad Fatihurahman ke Anas.
"Mohon maaf Om. Abi Hamzah tadi berpesan untuk segera pulang Om Ahmad Fatihurahman, saya pamit dulu, titip Aisha ya Om Tante, terimakasih, assalamualaikum wr wb." pamit Anas.
"Waalaikumsalam wr wb, salam ke Abi Hamzah dan Umi Fatimah ya nak." jawab Ayah Ahmad Fatihurahman.
Anas mengangguk dan tersenyum ke arah Aisha untuk pamit, setelah kepergian Anas yang pulang ke Pondok Pesantren An-Nur, Aisha digandeng erat oleh Mama Zahra Khumaira.
"Assalamualaikum wr wb, Bibi sudah siap semuanya?" tanya Mama Zahra Khumaira ke bibi.
"Waalaikumsalam wr wb, sudah siap semuanya Nyonya besar, mohon maaf Nyonya kalau boleh tahu ini siapa ya?" tanya bibi sambil menatap lekat Aisha yang memakai niqab.
"Assalamualaikum wr wb bibi, perkenalkan nama saya Aisha." ucap Aisha mencium tangan bibi.
"Ini Aisha bibi, calon istri dari Fatih, Aisha buka cadarmu karena di sini hanya ada Mama, Ayah dan bibi saja." pinta Mama Zahra Khumaira ke Aisha.
Aisha pun membuka niqab di depan Bibi dan asisten rumah tangga lainya, sementara Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira tersenyum melihat kekaguman semua asisten rumah tangganya menatap Aisha.
"Masya Allah Nyonya Besar, cocok dengan Den Fatih, mari Nona Aisha dan Nyonya." ajak bibi untuk menuju dapur.
Aisha pun tersipu malu mendapatkan pujian terhadap dirinya tetapi dia langsung menunduk untuk menunjukkan kerendahan hatinya. Mama Zahra Khumaira, Aisha dan bibi berserta asisten rumah tangga lainya mengikuti dari belakang.
"Aisha duduk sini yuk, biar bibi dan asisten rumah tangga yang masak." ajak Mama Zahra Khumaira sambil menarik tangan Aisha.
"Maaf Ma, Aisha ingin juga membantu Bibi dan asisten rumah tangga untuk memasak." ucap Aisha menunduk di hadapan Mama Zahra Khumaira.
"Baiklah Aisha, ayo ke dapur." ajak Mama Zahra Khumaira.
Mereka berdua pun berjalan ke dapur............
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hayo putus cerita nya, mau tau kelanjutannya? Bagaimana kabar Fatih dan Riko beserta dua sahabat Fatih yang sedang di tempa ilmu agama nya?......
.
.
.
.
Jangan lupa dukung terus ya, terimakasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Sadewa Dhani
Baper diriku membaca nya, kapan ya mendapatkan calon istri seperti itu 😓😓😓😓
2022-11-07
1
Kyyy
kisah nya begitu tragis Thor..
seharusnya di beri peringatan khusus, garis keras bagi para jomblo ngenes dilarang baper
2022-11-07
1
Tyo Prasetyo
Jangan sampai Anas dengan Renata, amit amit jabang bayi 😓😓
2022-11-05
0