🍃🍃🍃🍃🍃🍃
"Cinta tak pernah memintabuntuk menanti. Ia mengambil kesempatan, atau mempersilakan. Yang pertama adalah keberanian, yang kedua adalah pengorbanan." (Salim A. Fillah)
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Episode 14
"Apa yang anda inginkan dari saya?" tanya Fatih menatap Aisha yang beranjak dari duduknya.
"Pernikahan yang diridhoi Allah SWT dan menggantikannya dia dengan saya di hatimu." senyum Aisha ke arah
Fatih.
Fatih yang menatap wajah Aisha berbalut dengan kerudung hanya bisa berusaha untuk tidak tertarik dengan Aisha.
"Masih cantikkan Vina Renata, kamu tak ada apa-apa nya Aisha." batin Fatih.
“Aku memang tak secantik kekasihmu dan indah tubuhnya. Akan tetapi aku hanya menjaga semuanya yang ada dalam diriku hanya untuk kamu, calon suamiku Mas Fatih.” ucap Aisha sembari menatap Fatih lembut.
“Apakah kamu yakin jika kamu bisa menaklukkan hatiku? Dan apa itu tak akan menyakitimu nantinya? Aku masih mencintai Vina Renata dan aku menerima perjodohan ini bukan karena hatiku tetapi karena mamaku, karena …” ucapan Fatih terputus karena Aisha memberikan secangkir kopi kesukaannya.
“Karena ingin menikah dengan dia? Dan santai saja Mas, aku baik baik saja meskipun hatimu nantinya bukan untukku akan tetapi aku berjanji menjadi istrimu dan melaksankan tanggungjawab dan mengabdi ke kamu, ya meskipun hatimu masih terpaut dengan dia. Jadi minum kopinya dan aku tahu jika kamu penyuka kopi bukan?” ucap Aisha sembari beranjak dari hadapan Fatih.
Aisha berjalan menuju ruang keluarga untuk bergabung dengan Abi Hamzah, Umi Fatimah, Mama Zahra Khumaira dan Ayah Ahmad Fatihurahman beserta lainya.
"Lagi cerita apa sih? Kelihatannya seru ya?" ucap Aisha.
"Rencana pernikahanmu Aisha dan besok Fatih akan mengajakmu membeli baju pernikahan setelah dia mengaji dengan Abimu." balas Mama Zahra Khumaira.
"Insya Allah ya Ma soalnya Aisha sore lagi males keluar juga soalnya." ucap Aisha.
Semua tertawa mendengar ucapan Aisha, Fatih melihat Aisha tertawa pun tersenyum simpul dan itu di pergoki oleh Delon.
"Bagaimana Tuan? Jika tak berminat dengan Nona Muda Aisha biarkan Tuan Muda Riko yang menggantikanmu." ucap Delon memanasi Fatih.
Fatih hanya menunduk mendengar ucapan Delon, sementara itu Riko hanya ikut tersenyum melihat Aisha yang sedang bersenda gurau dengan keluarganya.
"Jika Mas Fatih menyakitimu maka aku lah yang orang pertama yang menghancurkanya, kakak ipar." batin
Riko.
Abi Hamzah memberikan kode ke Ayah Ahmad Fatihurahman untuk berbicara sesuatu.....
"Shinta kemari, Aisha biarkan Shinta yang menjagamu sampai pernikahan dan setelah menikah jika ingin tetap di
jaga oleh Shinta maka mintalah ke dia." ucap Ayah Ahmad Fatihurahman menatap Aisha serius.
"Wah makasih Ayah tapi apakah boleh jika Shinta menjadi kakakku Yah? Boleh kan Abi dan Umi? Mungkin Kak Anas bisa menjadi suami dari Kak Shinta nantinya." ucap Aisha menggoda Shinta.
Semua tertawa mendengar ucapan Aisha, Abi Hamzah dan Umi Fatimah hanya menggeleng mendengar ucapan Aisha yang seolah-olah menjodohkan Anas dengan Shinta.
Sementara Shinta hanya menunduk mendengar ucapan Aisha di iringi degup jantungnya yang terdengar olehnya saat mendengar nama Anas.
"Bagaimana Shinta? Apa kamu bersedia menjaga Aisha?" tanya Ayah Ahmad Fatihurahman.
"Dengan sangat terhormat dan senang hati Tuan Besar Ahmad Fatihurahman." balas Shinta sambil menunduk.
Aisha menatap Fatih dan memberikan senyuman untuk Fatih, Fatih langsung menunduk dengan degup jantungnya berdebar-debar.
"Sial! Kenapa dia seperti itu!! Aku tidak boleh mencintainya!! Dan jangan sampai aku berpindah hati!!"
batin Fatih.
Akhirnya Abi Hamzah dan Umi Fatimah pamit untuk pulang akan tetapi Aisha di minta untuk menginap di rumah Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira.
"Ning Fatimah bolehkan Aisha menginap di sini? Semalam saja setelah itu biar di pingit mereka berdua." pinta Mama Zahra Khumaira.
"Baiklah Zahra dan sepertinya Fatih juga berharap agar Aisha berada di sini, benar begitu Fatih?" tanya
Umi Fatimah menatap lekat Fatih.
Fatih hanya menunduk diam, sementara Aisha tersenyum melihat Fatih yang tengah kikuk di tanya Umi Fatimah.
"Diam berarti iya Fatimah, Aisha mau ya nginap sini? Nanti tidur sama Mama dan biar Ayah tidur dengan Fatih." ucap Mama Zahra Khumaira.
"Iya deh iya, Fatih nanti tidur sama Ayah, paham? Hei Fatih jangan kau menatap Aisha seperti itu." ucap
Ayah yang memergoki Fatih mencuri pandang ke Aisha.
"I ... iya Yah." Fatih terlihat gugup.
Semua tertawa menatap Fatih yang tengah gugup karena tengah menatap Aisha kembali. Setelah Abi Hamzah, Umi Fatimah dan Anas pulang mereka masuk ke rumah dengan di ikuti Delon dan Shinta.
"Ma, Aisha tidur dengan Kak Shinta ya, kasihan Ayah kalau tak ada Mama dan lagian Mas Fatih sudah gede juga ngapain di temani toh nanti setelah menikah Aisha menemani Mas Fatih di kamarnya." ucap Aisha sambil bermanja-manja ke Mama Zahra Khumaira.
"Masya Allah Aisha, kamu sangat pengertian dengan Ayahmu ini, baiklah biar Fatih tidur sendiri malam ini, Shinta temani Aisha ke kamarnya." ucap Ayah Ahmad Fatihurahman.
"Mari Nona Muda Aisha ikuti saya." Shinta berjalan di depan Aisha.
"Sebentar, Mama Ayah bisa Aisha meminta sesuatu? Tapi semua harus kumpul di sini." pinta Aisha.
Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira mengangguk setuju dan menyuruh Delon untuk mengumpulkan semua Bibi asisten rumah tangga.
Setelah semua berkumpul terlihat sedikit cemas karena semuanya di kumpulkan termasuk Fatih dan Riko.
"Sudah Tuan Besar Ahmad Fatihurahman." ucap Delon sambil menghitung jumlah bibi asisten rumah tangga.
"Terimakasih Delon, Silahkan Aisha karena Ayah dan Mama bingung juga kenapa kamu meminta seperti ini." jawab Ayah Ahmad Fatihurahman mengerenyitkan dahinya.
"Terimakasih Ayah, Oke semua assalamu'alaikum wr wb, Terimakasih telah berkumpul di sini semuanya, Aisha
minta tolong jangan panggil Aisha dengan sebutan Nona Muda panggil saja Aisha termasuk kamu Kak Shinta, jangan memanggil Aisha dengan sebutan Nona Muda, panggil saja Aisha atau Dik, paham? Dan setuju?" Aisha tersenyum ke arah mereka semua termasuk ke arah Fatih sedikit lama.
"Maaf Nona, biarkan kita memanggil seperti apa yang seharusnya." pinta salah satu bibi asisten
rumah tangga.
"Baiklah panggil saja Nona, tapi lebih senang jika aku dipanggil Aisha." ucap Aisha.
Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira tersenyum mendengar permintaan Aisha.
"Baiklah semua bersiap untuk makan malam setelah itu Aisha dan Shinta beserta Delon ikut saya dengan istriku
ke sebuah tempat, paham?" pinta Ayah Ahmad Fatihurahman.
Semua mengangguk dan memberikan hormat tetapi Aisha hanya menerka dengan ucapan Ayah Ahmad Fatihurahman. Aisha pun segera menyusul bibi asisten rumah tangga yang bersiap siap untuk memasak.
"Masak apa bibi? Aisha bantu ya." pinta Aisha.
"Jangan Non, Nona Aisha duduk saja." pinta Bibi tersebut.
"Ah bibi gak seru, biar Aisha bantu, sini ikannya." ucap Aisha sambil mengambil alih ikan dari tangan bibi asisten rumah tangga.
Fatih yang tadi mengikuti Aisha hanya menggeleng menatap Aisha memasak untuk makan malam.
"Bagaimana Tuan Muda? Apa masih belum bisa move on?." tanya Delon yang memergoki Fatih mencuri pandang ke Aisha.
"Awas jatuh cinta dan lupakan Vina Renata, karena mendapatkan wanita seperti itu untuk saat ini sudah hampir punah Mas." Riko menimpali ucapan Delon.
"Ngapain sih kalian, sana sana mengganggu orang aja." manyun Fatih.
Delon dan Riko tertawa menatap Fatih memanyunkan bibirnya, Shinta yang tengah kebingungan mencari Aisha pun menemukan Delon, Riko dan Fatih tengah tertawa.
"Delon mana Nona Muda Aisha?" ucap Shinta ke arah Delon.
"Tuh di sana, ada apa sih kau menjaga Aisha segitunya?." ucap Fatih tak suka.
Shinta yang geram pun segera mencabut pistol nya dan mengarahkan ke arah pelipis Fatih.
"Jangan berharap kekasihmu untuk menyentuh Nona Muda Aisha Tuan Muda Fatih, ini perintah dari Tuan Besar
Ahmad Fatihurahman." ucap Shinta sambil menekan pucuk pistolnya ke pelipis Fatih.
Delon hanya menelan ludah nya kasar dan Riko melotot Shinta menodongkan pistolnya ke Fatih,
"Jangan sampai saya mengoyak otak dan tubuh Vina Renata karena menyentuh Nona Muda Aisha, paham Tuan Muda Fatih?" ancam Shinta kembali.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bagaimana kabar dari Vina Renata?
apakah Fatih bisa mencintai Aisha dan meninggalkan Vina Renata? atau
sebaliknya?.
Jangan lupa dukung terus ya gaes
ya......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Miaa Olvyy
sepertinya yah Fatih akan Jatuh cinta kepada Aisha.. nyatanya dia curi-curi pandang ke Aisha, dan ketika Aisha senyum lama ke Fatih aja, Fatih pun menunduk dan berdebar-debar hatinyaa
2022-12-29
0
Tyo Prasetyo
Shinta kok dendam dengan Renata? ada apa ya Thor??🤔🤔
2022-11-06
0