🍃🍃🍃🍃🍃🍃
"Senja memang menenangkan tetapi lebih menenangkan jika menciummu di surga bersamaku kelak dengan anak anak kita akan tetapi satu pertanyaan ku buatmu, apakah kamu mau bersama ku di surga kelak sayang?" Khibban NurCahyo
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Episode 17
"Kenapa diam? Apa tidak bisa menjawab?" tanya Fatih.
"Tanyakan ke Abi Hamzah besok bilang saja keutamaan shalat Tahajud “ ucap Aisha sambil berlalu meninggalkan Fatih.
Fatih hanya melongo mendengar jawaban Aisha, sementara Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira dari tadi mendengar percakapan Fatih dan Aisha hanya tersenyum dan salin tertawa kecil melihat Fatih sang anak di buat bertanya tanya oleh sikap Aisha malam ini.
Shubuh menyambut keluarga besar Al-Fatih, semula hanya Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira kini hampir seluruh penghuni rumah besar tersebut berebut untuk shalat berjamaah kecuali Fatih.
"Mana Mas Fatih, Ma?" tanya Aisha.
"Mungkin masih molor nak, Ayah panggil Fatih ini Aisha nyari lho." ucap Mama Zahra Khumaira ke Ayah Ahmad Fatihurahman.
"Duh anak itu, iya iya bentar." ucap Ayah Ahmad Fatihurahman mengambil langkah menjemput Fatih dan tidak lupa membawa air satu ember.
Teriakan Fatih terdengar hingga ke lantai satu saat Ayah mengguyur air ke wajah Fatih.
"Eh banjir banjir!!" teriak Fatih.
"Banjir gundulmu, cepat ganti baju dan shalat Shubuh, di suruh Aisha jadi Imam shalat Shubuh, awas telat!!" ancam Ayah Ahmad Fatihurahman.
Fatih memanyunkan bibirnya menatap kepergian ayahnya kemudian dia bersiap untuk turun kebawah sambil menggerutu "Ngapain sih tuh anak, selalu cari muka ke Ayah dan Mama, awas kau."
Setelah Shalat Shubuh Fatih berniat untuk kembali tidur akan tetapi sebuah panggilan menghentikannya.....
"Mau kemana Mas Fatih? Dzikir Shubuh dulu, sini ikut Aisha ada Ayah dan Mama juga." ucap Aisha.
Fatih menoleh ke arah Aisha, ingin rasanya menolak akan tetapi Ayah yang berada di belakang Aisha memberikan kode ancaman untuk ikut.
"Sialan!! Kenapa sih harus di paksa?" batin Fatih.
Fatih pun berjalan lesu tak semangat untuk mengikuti dzikir Shubuh...
"Maaf ya Aisha sedikit memaksa Mas Fatih tetapi ini Aisha lakukan agar setelah pernikahan kita bisa tetap istiqamah Mas menjalankan sunnah maupun wajibnya juga." ucap Aisha seolah-olah membaca isi hati Fatih.
Fatih hanya memberikan senyuman terpaksa ke arah Aisha dan ke kedua orangtuanya meskipun di hatinya terpaksa melakukannya.
Acara sarapan pagi pun telah selesai Fatih dan Aisha bersiap untuk ke kampus, Fatih sebagai dosen di universitas al-Fatih sementara Aisha sebagai mahasiswi segera bergegas tapi.....
"Fatih yok berangkat, lho ini??" ucapan Dio terputus menatap Aisha.
"Eh ada cewek bercadar, kenalkan aku Arman." ucap Arman mengulurkan tangannya.
Shinta yang tengah di belakang Aisha segera pasang badan untuk menepis uluran tangan Arman.
"Maaf, jangan sentuh Nona Muda ." tegas Shinta.
"Waalaikumsalam wr wb, oh kalian Kak Dio dan Kak Arman, kenalkan saya Aisha, maaf ya kakakku super protektif." sahut Aisha sambil mengatupkan tangan nya menyambut Dio dan Arman.
"Eh iya gak apa-apa, kamu siapa? Kok berada di sini?" tanya Dio.
"Dia calon istri dari Tuan Muda Fatih, jauhi Nona Muda Aisha jika ingin masih bernafas kalian berdua!!" ucap Shinta tegas.
Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira berjalan ke arah Aisha saat mendengar Dio dan Arman sahabat Fatih di teras rumahnya.
"Lho Aisha sudah memakai niqab, Shinta titip Aisha ya dan jangan jauh jauh dari Aisha." pinta Mama Zahra Khumaira.
"Benar apa yang di katakan istriku itu Shinta, sekarang kamu kuliah satu kelas dengan Aisha." ucap Ayah Ahmad Fatihurahman tegas.
Fatih yang mendengar ucapan Ayah Ahmad Fatihurahman hanya membatin "Sial!!! Kalau seperti ini bagaimana aku berduaan dengan Vina Renata."
Fatih segera berangkat dengan pengawasan dari Delon sementara Dio dan Arman menatap lekat kedua mata Aisha seolah-olah mengingat sesuatu tentang Aisha.
Aisha segera masuk di ikuti Shinta sebagai sopir pribadinya sekaligus pengawalnya, Aisha menatap keluar jendela kemudian....
"Kak Shinta nanti jika Mas Fatih berduaan dengan Vina Renata biarkan saja dan tolong bilang ke Kak Delon juga." pinta Aisha.
"Izinkan saya mengoyak kepala Vina Renata Nona Muda." pinta Shinta.
"Jangan kotori tanganmu Kak dan satu lagi panggil nama saja ketika di kampus ya." pinta Aisha.
Shinta menghela nafas panjang mendengar permintaan Nona Muda nya tersebut "Kamu begitu sabar Nona, saya salut kepadamu, baru mengenal sebentar saja hatimu begitu lembut dan sangat menghormati yang lebih tua darimu." batin Shinta.
Akhirnya setelah beberapa menit perjalanan Aisha tiba di kampus nya, Sofiyah dan Dina yang sedang duduk-duduk di sebuah taman kampus pun mengamati Aisha.
"Darimana saja gak keliatan dua hari?" tanya Sofiyah.
"Hehehehe habis ada masalah dikit kemarin, sudah makan kalian berdua?" tanya Aisha balik.
"Sudah dong, eh itu siapa? Kenalin dong." tunjuk Dina ke arah Shinta yang di belakang Aisha.
Aisha menoleh dan membalikkan badannya ke arah yang di tunjuk Dina.
"Oh, dia Kak Shinta, sini Kak Shinta duduk sini." ajak Aisha.
"Lho, bukankah kakakmu cuman Kak Anas ya Aisha?" tanya Dina.
"Insya Allah Kak Shinta itu calon kakak ipar ku, benar begitu Kak Shinta?" pertanyaan Aisha membuat Shinta gelagapan.
"Hem anu itu, jangan di bahas dulu deh." ucap Shinta menunduk malu.
Sofiyah mendengar ucapan Aisha menatap Shinta dengan tatapan elangnya seolah-olah Anas hanya miliknya kelak.
"Wah kayaknya Sofiyah mendapat saingan nih untuk mendapatkan Kak Anas." cengir Dina.
"Sudah sudah, yuk masuk bukan kah hari ini kita mata kuliah dengan dosen killer ya? Kalau gak salah namanya hemmmmmm." Aisha mengingat nama dosen pengganti itu.
"Namanya Vina Renata, dosen yang sok berkuasa karena kekasihnya adalah pemilik Universitas Al-Fatih ini Aisha." ucap Dina.
Aisha menoleh ke arah Dina dengan tatapan kaget setelah mendengar nama Vina Renata di sebut sementara Shinta langsung menghubungi Delon untuk menanyakan posisinya saat ini.
"Are you okay Aisha? Tampaknya kamu kaget mendengar nama Vina Renata, tenang saja kita berdua akan melindungimu." sahut Sofiyah.
Aisha mengangguk dan segera beranjak ke kelas kuliah sementara Shinta yang tengah menghubungi Delon dengan sedikit kesal hanya bisa pasrah.
Ruang kuliah yang semula ramai tiba tiba mendadak sepi karena kedatangan Aisha dengan Sofiyah, Dina dan Shinta, Aisha dengan tenang mengambil tempat duduk di depan meja dosen sementara Shinta duduk di belakang Aisha untuk berjaga jika nantinya akan terjadi sesuatu terhadap Aisha.
Vina Renata yang tengah bergandengan tangan dengan Fatih memasuki ruang kuliah dimana Aisha mengikuti kuliah dari Vina Renata.
"Selamat pagi mahasiswa mahasiswi saya semuanya, perkenalkan nama saya Vina Renata dan di samping saya. Dia adalah Fatih Nur Rakhman, oh ya dia calon suamiku jadi jangan berharap untuk mendapatkan hatinya." ucap Vina Renata sombong.
"Huuuuuu" suara mahasiswa mahasiswi serempak.
Sementara Aisha menunduk mendengar ucapan Vina Renata, dia tersenyum di balik niqab nya, Fatih tersenyum ke arah mahasiswa mahasiswi di depannya dan tepat ketika mata Aisha dan mata Fatih bertatapan saat itu Vina Renata menatap ke arah Aisha.
"Hei kamu!! Di sini bukan tempat mahasiswi bercadar ya, buka cadarmu!!" bentak Vina Renata.
Aisha tetap tenang mendengar bentakan Vina Renata, sementara Shinta bersiap menarik pistolnya untuk mengarahkan ke Shinta dan Fatih hanya menatap intens ke Aisha "Setidaknya kamu bisa merasakan bagaimana hebatnya Vina Renata karena dia yang pantas buatku bukan kamu." batin Fatih.
.
.
.
.
Bagaimana gaes? ada yang bisa menebak cerita selanjutnya? apakah Shinta memberikan pelajaran ke Vina Renata atau kah Aisha tetap tenang menghadapi Vina Renata?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Miaa Olvyy
Fatih sok sok an pulaa
2022-12-29
1
Miaa Olvyy
ih belagu amat si Renata😏🥴
2022-12-29
1
Mutia Kim🍑
Idih percaya diri sekali anda, Renata😒
2022-11-08
0