Episode 16

🍃🍃🍃🍃🍃🍃

"Bila engkau hendak memuji seseorang, maka puji lah Allah SWT Karena tiada seorang manusia pun di dunia yang lebih banyak dalam memberi kepadamu dan lebih santun lembut kepadamu selain Allah." Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu.

🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Episode 16

Aisha tersenyum mendengar ucapan Fatih dan menggeleng pelan....

"Tidak masalah karena Jangan khawatir mengenai takdir cinta, karena Allah telah menuliskan nama pasanganmu sebelum engkau lahir ke dunia. Maka, yang perlu engkau lakukan hanyalah memperbaiki hubunganmu dengan Allah, maka dari itu Aisha memperbaiki dulu hubungan Aisha dengan Allah SWT beserta ke Rasulullah Saw." Aisha tersenyum menatap Fatih.

Fatih menatap Aisha, berjalan ke arahnya pelan, semakin dekat dengan Aisha. Aisha memejamkan matanya menunggu sesuatu yang akan terjadi selanjutnya, tiba tiba Fatih...........

Click

Suara amunisi pistol tengah di tekan setelah itu ujung pistol menempel di pelipis Fatih.

"Berhenti!! Jangan melangkah lebih Tuan Muda Fatih!!" ucap Shinta mengancam Fatih.

Fatih merespon dengan mengangkat kedua tangannya menyerah karena berhadapan dengan Shinta teringat saat dulu ketika Shinta menghabisi musuh Fatih di saat menyelematkan Vina Renata tapi ternyata Shinta kecewa dengan Fatih karena saat itu.........(nanti aja ya ceritanya hehehehehehehehe).

"Kak, turunkan pistolnya, please." pinta Aisha dengan nada memohon ke Shinta.

Shinta pun menurun kan pistolnya.....

"Jangan sampai anda salah sasaran Tuan Muda Fatih karena semenjak kejadian itu saya menyesal menolong anda dengan Vina Renata!!." sinis Shinta berbisik ke telinga Fatih.

Fatih menelan ludahnya kasar, sementara Aisha berjalan ke arah Fatih.....

"Yuk jamaah shalat Isya Mas, Aisha ingin Mas Fatih yang jadi Imam." ajak Aisha.

"Baiklah." pendek Fatih.

Aisha mengangguk dan tersenyum bahagia karena permintaan pertamanya di turuti Fatih.

"Kak Shinta minta tolong panggilkan Ayah dan Mama beserta Kak Delon dan Kak Riko untuk bersiap jamaah, Kak Shinta ikutkan?" ucap Aisha.

"Maaf Nona, saya jarang shalat dan lupa gerakan dan bacaannya, maaf." ucap Shinta.

"Tak apa apa, nanti Aisha ajarin deh tapi ajarin Aisha menggunakan pistol itu ya hehehehehehehehe." cengir Aisha.

Shinta mengangguk sementara itu Fatih yang mendengar percakapan Aisha dan Shinta menaruh sedikit kekaguman ke Aisha.

Setelah semua di panggil Shinta untuk bersiap sholat jamaah isya kini tibalah Fatih dengan ragu ragu untuk maju menjadi iman shalat.

"Mas Fatih bisa kok, yuk Mas." pinta Aisha di shaff perempuan.

Ayah Ahmad Fatihurahman tersenyum mendengar ucapan Aisha sementara Mama Zahra Khumaira......

"Makasih ya nak Aisha, terimakasih merubah Fatih." bisik Mama Zahra Khumaira.

Aisha menjawab dengan anggukan, Fatih dengan memantapkan hatinya menjadi imam shalat Isya malam itu.

Setelah selesai Aisha masih khusyuk berdoa dan Fatih yang tengah merenung mendengar doa Aisha.

"Ya Allah, terimakasih atas nikmat dan karuniamu sampai detik ini, ya Allah pinta Aisha satu, jika Aisha mampu menjalani kehidupan kedepannya maka berikan kekuatan dan kesabaran untuk Aisha, Aisha hanya ingin masuk surgamu meskipun dosa Aisha banyak tetapi Aisha juga tak kuat dengan api neraka mu ya Allah, ya Allah berikanlah rahmat dan berikanlah rezeki yang lancar dan barokah dunia akhirat ke kedua orang tua ku dan ke-dua orangtua Mas Fatih. Rabbana atina fiddunya hasanah wafil akhiroti hasanah waqina adzabannar, Rabbighfir lī, wa li wālidayya, warham humā kamā rabbayānī shaghīrā, amin amin amin." Aisha mengusap mukanya dan terasa air matanya keluar.

Fatih yang mendengar dan menatap Aisha telah selesai berdoa pun membatin "Sebegitu tulusnya kamu berdoa Aisha tetapi maaf hatiku masih untuk Vina Renata."

Aisha yang merasa di lihat Fatih pun melemparkan senyumnya ke calon suaminya tersebut.....

"Mas Fatih juga harus berdoa keinginannya Mas Fatih, Aisha tinggal dulu, assalamualaikum wr wb." ucap Aisha beranjak meninggalkan Fatih menuju kamarnya untuk beristirahat.

Fatih yang menatap senyum Aisha hanya kembali menunduk dan membatin kembali "Andaikan tidak ada Vina Renata di hatiku pasti aku bisa mencintaimu, maaf Aisha aku tetap mencintai Vina Renata."

Aisha yang tengah di tunggu Shinta di kamarnya pun di buat kaget karena Shinta telah bersiap tidur di sofa.

"Ngapain Kak Shinta tidur situ, sini tidur sama Aisha." ajak Aisha menarik tangan Shinta.

"Eh tapi Nona, saya terbiasa tidur di sofa." Shinta menunduk.

"Tak boleh!! Sini tidur sama Aisha." Aisha memaksa Shinta untuk tidur satu ranjang dengannya.

Shinta pun menuruti Aisha, Aisha yang bersiap untuk tidur menoleh ke Shinta.

"Kak Shinta sudah punya calon suami?" tanya Aisha.

"Eh... belum Nona, kenapa Nona bertanya seperti itu?" tanya Shinta.

"Hemmm, berarti masih ada kesempatan nih Aisha menjodohkan Kak Anas dengan Kak Shinta nih." ucap Aisha.

"Maaf Nona, saya tidak pantas dengan Tuan Muda Anas, beliau pantas bersanding dengan wanita yang baik baik bukan seperti saya." ucap Shinta.

"Kita lihat nanti karena aku sendiri tak suka jika Kak Anas masih memikirkan kekasihnya saat SMA dulu, namanya hampir sama dengan kekasih Mas Fatih." balas Aisha.

"Hah? Apakah namanya juga Vina Renata Nona?" tanya Shinta.

"Ya benar dan semoga saja bukan Vina Renata kekasih Mas Fatih." jawab Aisha pelan tapi masih bisa di dengar oleh Shinta.

"Amin amin amin, semoga saja bukan Nona, yauda kita istirahat Nona karena besok Nona memiliki jadwal yang super padat." ajak Shinta.

Aisha pun mengangguk dan segera berdoa sebelum tidur.

"Bismika allahumma ahyaa wa bismika amuut, ya Allah Aisha tidur dulu ya, nanti Aisha ingin tahajud ya Allah." ucap Aisha dan Shinta pun mengikuti doa Aisha.

Aisha telah terlelap begitu juga Shinta yang sudah ikut terlelap sementara itu Fatih mencoba mencari data diri Aisha.

"Ternyata dia memang benar benar begitu kuat agamanya tetapi apa dayaku masih mencintai Vina Renata." ucap Fatih menatap laptop di depannya.

Laptop yang masih di pegang Fatih dan tidak di perbolehkan Ayah Ahmad Fatihurahman untuk di bawa keluar kamarnya pun membuat Fatih memaksimalkannya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Fatih yang terbangun karena haus dan memandang laptopnya masih menyala bergegas mengambil air minum di dekat musholla rumahnya, dia menatap Aisha yang tengah berdoa tengah malam.

"Ngapain tuh anak jam segini masih berdoa, gak capek apa terus berdoa." ucap Fatih menggerutu.

Author be like : sudah pernah di ulti malaik Izrail belum kau Fatih? Tuh mulut di jaga Napa.

Fatih: author gak bisa di ajak guyon.

Author : pala bapak kau guyon, sini gua ulti lu! (author mengambil pisau dan mengacungkan ke arah Fatih)

Fatih : peace Thor peace.

Setelah Fatih mendapatkan semprotan dari author pun tetap menatap lekat Aisha yang sudah selesai berdoa.

"Assalamualaikum wr wb, ada apa Mas Fatih? Kok belum tidur? Apa mau shalat Tahajjud juga?" sapa Aisha mengagetkan Fatih.

"Eh, ini mau minum, belum istirahat?" tanya Fatih basa basi.

"Habis bermunajat Mas, alangkah baiknya Mas Fatih Tahajud gih." ucap Aisha.

"Hah Tahajud? Apa tuh? Baru dengar soalnya. Yang aku tahu hanya shalat Shubuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib dan Isya. Apa arti Tahajud?" tanya Fatih.

"Shalat Tahajud adalah shalat sunah muakad yang didirikan pada malam hari atau malam menjelang pagi/ sepertiga malam setelah terjaga dari tidur. Shalat ini bukanlah bagian dari salat lima waktu yang diwajibkan bagi umat Muslim dan dapat dikerjakan sedikitnya dua rakaat dan sebanyak-banyaknya tidak terbatas." jelas Aisha.

"Manfaatnya apa jika melaksanakan shalat tahajud? Apakah bisa langsung doa kita dikabulkan?" tanya Fatih kembali.

Aisha menggeleng dan tersenyum mendengar pertanyaan Fatih....

"Kenapa diam? Apa tidak bisa menjawab?" tanya Fatih yang berdiri agak jauh dari tempat Aisha.

"Tanyakan ke Abi Hamzah besok bilang saja keutamaan shalat Tahajud." ucap Aisha sambil berlalu meninggalkan Fatih.

Fatih hanya melongo mendengar jawaban Aisha, sementara Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira dari tadi mendengar percakapan Fatih dan Aisha hanya tersenyum dan salin tertawa kecil melihat Fatih sang anak di buat bertanya tanya oleh sikap Aisha malam ini.

.

.

.

.

.

.

.

,

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Gaes tetap semangat ya, jangan lupa terus bermunajat dan berikhtiar, sehat selalu ya gaes ya....

Jangan lupa like, komentar nya, terimakasih....

Terpopuler

Comments

Mutia Kim🍑

Mutia Kim🍑

Nah lebih cocok Shinta sama Anas aja, jangan sama perempuan ular itu😬

2022-11-08

0

Mutia Kim🍑

Mutia Kim🍑

Shinta kecewa karena apa Thor? jangan gantung

2022-11-08

0

Sadewa Dhani

Sadewa Dhani

Thor bolehlah sekali saja ulti Fatih, sekali saja ulti Thor 😂😂😂

2022-11-07

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Pengumuman
67 Episode 66
68 Episode 67
69 Episode 68
70 Episode 69
71 Episode 70
72 Episode 71
73 Episode 72
74 Episode 73
75 Episode 74
76 Episode 75
77 Episode 76
78 Episode 77
79 Episode 78
80 Episode 79
81 Episode 80
82 Episode 81
83 Episode 82
84 Episode 83
85 Episode 84
86 Episode 85
87 PENGUMUMAN
88 Episode 86
89 Episode 87
90 Episode 88
91 Episode 89
92 Episode 90
93 Episode 91
94 Episode 91
95 Episode 92
96 Episode 93
97 Episode 94
98 Episode 95
99 Episode 96
100 Episode 97
101 Episode 98
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Pengumuman
67
Episode 66
68
Episode 67
69
Episode 68
70
Episode 69
71
Episode 70
72
Episode 71
73
Episode 72
74
Episode 73
75
Episode 74
76
Episode 75
77
Episode 76
78
Episode 77
79
Episode 78
80
Episode 79
81
Episode 80
82
Episode 81
83
Episode 82
84
Episode 83
85
Episode 84
86
Episode 85
87
PENGUMUMAN
88
Episode 86
89
Episode 87
90
Episode 88
91
Episode 89
92
Episode 90
93
Episode 91
94
Episode 91
95
Episode 92
96
Episode 93
97
Episode 94
98
Episode 95
99
Episode 96
100
Episode 97
101
Episode 98

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!