🍃🍃🍃🍃🍃🍃
"Hujan terkadang memberikan makna ketika kita tahu bahwa kegersangan butuh siraman begitu juga tubuh kita yang butuh siraman rohani juga tidak hanya siraman lahir kita saja."
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Episode 6
"Fatih Nur Rakhman!!!! Habis kau nanti!!! Mama ayo kita jemput anak ****** itu." ucap ayah dengan nada tinggi.
"Hah walang? Siapa Ma yang jadi walang?" polos Aisha.
"Haduh gimana jelasin nya ya? Yauda yuk daripada ayahmu itu menghajar habis Fatih." ajak Mama Zahra Khumaira.
Aisha yang di antar Mama Zahra Khumaira dan Ayah Ahmad Fatihurahman sambil memikirkan siapa jadi walang, di balik niqabnya dan sementara itu Ayah Ahmad Fatihurahman di tenangkan Mama Zahra Khumaira.
Mobil yang dikendarai Ayah Ahmad Fatihurahman, Mama Zahra Khumaira dan Aisha pun telah terparkir di Pondok Pesantren An-Nur.
Terlihat Ayah Ahmad Fatihurahman sedikit berlari kearah masjid yang berada di area pondok, sementara Aisha dan Mama Zahra Khumaira berlari kecil mengejar Ayah Ahmad Fatihurahman.
"Assalamualaikum wr wb sahabatku Hamzah, mana anak itu?" ucap Ayah Ahmad Fatihurahman sambil menatap Riko, Dio dan Arman bergantian.
"Waalaikumsalam wr wb, duduk dulu Ahmad Fatihurahman, anak itu siapa Ahmad Fatihurahman?" tanya Abi Hamzah heran.
"Siapa lagi bukan Fatih? Kemana dia Hamzah?" tanya Ayah Ahmad Fatihurahman sambil duduk di sampingnya.
"Oh Fatih, dia tadi pamit keluar sepertinya tergesa-gesa tapi kenapa tidak mengajak Delon ya Ahmad Fatihurahman? Apakah anakku bersamamu?" tanya Abi Hamzah.
"Astaghfirullah lupa aku, seperti nya di belakang ku Hamzah." sahut Ayah Ahmad Fatihurahman sambil melirik kitab Qurratu Al-Uyun di depan Hamzah.
Sementara itu Aisha Yang berjalan ke arah Abi Hamzah bersama Mama Zahra Khumaira menunduk kan pandangannya.
"Assalamualaikum wr wb Abi, anakmu pulang." ucap Aisha sambil mencium tangan Abi Hamzah.
"Waalaikumsalam wr wb, sepertinya ada yang tak beres ini, yauda kalian bertiga pulang, besok lagi di lanjutkan ngajinya ya." ucap Abi Hamzah ke arah Riko, Dio dan Arman.
Riko yang menatap Aisha mengagumi sosok Aisha yang menunduk pandangan di depan nya. Hati Riko merasa berdesir menatap Aisha sebagai sosok wanita yang menjaga pendangan yang bukan mahramnya.
"Ahmad Fatihurahman sepertinya anakmu sudah balik, tuh si Fatih, mari ke rumah kita bicara baik baik jangan gunakan emosimu sahabat ku." ajak Abi Hamzah sambil mengajak Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira.
Aisha pun mengikuti ketiga orang tua tersebut akan tetapi sebuah panggilan menghentikan langkahnya. Aisha yang merasa dipanggil hanya tetap menunduk tanpa menatap ke arah Riko.
"Assalamualaikum wr wb, tunggu sebentar, boleh berkenalan? Riko Nur Fatihurahman, kamu?" ucap Riko mengulurkan tangannya untuk berjabat.
"Waalaikumsalam wr wb, nama saya Aisha, maaf." ucap Aisha sambil mengatupkan tangan di depan dadanya.
"Kenapa tidak menjabat tangan ku? Apakah ada yang salah?." tanya Riko heran.
"Bukan muhrim Kak, maaf saya duluan, assalamualaikum wr wb." sahut Aisha sambil berlalu tetap menunduk kan pandangannya.
Fatih yang tergopoh-gopoh berjalan karena diseret oleh Delon pun masuk ke rumah Abi Hamzah itu pun hanya pasrah dengan keadaannya sekarang.
"Assalamualaikum wr wb, maaf Tuan Besar Ahmad Fatihurahman saya lengah." ucap Delon menundukkan kepalanya.
"Waalaikumsalam wr wb, bukan salah mu Delon memang dia seperti itu, duduk kami Fatih!, Ayah mau tanya dan jawab jujur!" tegas Ayah Ahmad Fatihurahman.
"Apalagi sih Yah? Ada yang salah?" tanya Fatih tanpa dosa.
Tiba-tiba......
PLAK
PLAK
PLAK
Tiga tamparan tepat di pipi Fatih hingga membekas merah, Ayah Ahmad Fatihurahman yang emosinya memuncak tidak dapat meredam amarahnya, tiga kali tamparan untuk Fatih berhasil membuat Fatih membisu.
"Jawab Ayah! Kamu sama dengan wanita itu masih berhubungan?!!" tegas Ayah Ahmad Fatihurahman.
"Iya! Kenapa?! Fatih tidak mau ada perjodohan! Semua yang Fatih lakukan selama ini untuk Ayah dan Mama semata tetapi ketika Fatih menentukan jodoh Fatih sendiri kenapa harus di persulit?" ucap Fatih menatap tajam Ayah Ahmad Fatihurahman.
"Kamu tahu? Wanita itu telah menampar calon istrimu yang tak bersalah itu wanita yang kamu bela, hah? Apakah kamu tahu wanita itu tak cukup menyakiti Mama mu ini di depan umum? Belum jadi istrimu saja dia pongah bagaimana ketika sudah menjadi istrimu?" ucap Mama Zahra Khumaira.
Sementara Aisha menunduk karena dibela oleh kedua orang tua Fatih hanya berfikir mencerna arti kata ****** dengan walang yang hampir semua. Wajah Aisha yang polos bolak-balik menggeleng karena tidak paham dua kata yang baru didengarnya.
"Lho Aisha di tampar? Sama siapa tadi Om Tante?" tanya Anas yang sedari tadi hanya menyimak pembicaraan.
"Biasa wanita itu bernama....." ucapan Ayah Ahmad Fatihurahman terputus karena kerah bajunya dipegang kuat oleh Fatih.
"Sekali lagi Ayah menyebutnya wanita ****** maka AKU FATIH NUR RAHMAN menolak perjodohan yang ayah mama lakukan!!" ancam Fatih.
Mama Zahra Khumaira yang mendengar ucapan Fatih langsung pingsan tak sadarkan diri, penyakit jantungnya kumat mendengar ucapan Fatih
"Mama, Ma, bangun, Umi tolong Mama Zahra Khumaira Mi." pinta Aisha.
Ayah Ahmad Fatihurahman langsung mendekap tubuh istrinya dari tangan Aisha, sambil menggendong tubuh istrinya dia berucap.
"Kamu Fatih!!! Delon urus dia!! Sayang bertahan lah." ucap Ayah Ahmad Fatihurahman terisak sambil mengangkat tubuh Mama Zahra Khumaira untuk di bawa ke rumah sakit.
Delon yang tengah memukuli tubuh Fatih akhirnya berhenti ketika Anas mengehentikan perlakuan Delon.
"Mas Delon, sudah cukup, ayo Fatih ke rumah sakit, mamamu sakit seperti itu masih aja keras kepala." ucap Anas mengulurkan tangan untuk membantu nya bangun.
"Makasih, aku tak bermaksud membuat Mama kembali sakit tapi aku juga masa depan yang harus sesuai dengan keinginan hatiku." kekeh Fatih.
"Menurut keinginan hatimu begitu tetapi pernah kah kamu berfikir ketika menikah nanti kamu masih memiliki tanggungjawab ke mama mu? Karena laki laki itu surganya di telapak kaki ibunya meskipun sudah menikah." ucap Anas sambil memberikan sapu tangan untuk Fatih.
Fatih terdiam mendengar ucapan Anas yang sama persis di dengarnya saat SMA dulu, seperti menemukan sosok kakak kelasnya saat di OSIS SMA dulu.
"Uda jangan berfikiran aku memberikan sapu tangan ini karena suka kamu atau cinta kamu, cepat susul mamamu, Mas Delon antar dia ke rumah sakit untuk menyusul Abi Hamzah dan Umi Fatimah." pinta Anas ke Delon.
"Siap Tuan Muda." sahut Delon sambil menarik paksa tubuh Fatih.
Anas yang dipanggil Tuan Muda hanya nyengir kuda sambil berkata menatap kepergian Delon menarik paksa Fatih. "Belum jadi iparnya saja di panggil seperti itu tapi kelakuan calon iparku seperti tak memiliki hati nurani, sudikah aku menerimanya untuk jadi ipar? Astaghfirullah ya Allah maaf kan hamba mu yang ghibah sesaat ini."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sementara di kamar inap VVIP Ayah Ahmad Fatihurahman terlihat bingung menatap Mama Zahra Khumaira belum bergerak sedikit pun, hanya terpasang alat deteksi denyut jantung dan selang oksigen yang membantu pernafasan Mama Zahra Khumaira.
"Ahmad Fatihurahman mari kita shalat dulu biar tenang hatimu, Umi dan Aisha shalat di sini ya dan nitip adik Zahra Khumaira." pinta Abi Hamzah ke arah Umi Fatimah
Umi Fatimah mengangguk menanggapi perkataan suaminya sementara Aisha hanya menatap kosong karena semua ini salahnya hingga Mama Zahra Khumaira penyakit jantungnya kambuh. Umi Fatimah yang mengerti Aisha merasa bersalah segera memeluk anak perempuan satu-satunya itu.
"Aisha anakku, jangan merasa bersalah, Umi yakin kamu bisa merubah Fatih nantinya menjadi lebih baik." ucapan Umi Fatimah menyejukkan hati Aisha.
"Aisha siap kapanpun Umi tapi bukan untuk Kak Fatih tetapi untuk Mama Zahra Khumaira saja, kesembuhannya lebih penting daripada anaknya yang tak tahu menyenangkan hati kedua orangtuanya." sebal Aisha.
"Hust gak boleh begitu Aisha, ayok shalat dan berdoa untuk Mama Zahra Khumaira juga." ajak Umi Fatimah ke Aisha.
Sementara Fatih yang berada di depan kamar Mama Zahra Khumaira mendengar ucapan Aisha sedikit tercubit ke relung hati nya, Delon yang menyadari tingkah laku Tuan Muda nya yang menunduk......
"Sebaiknya Tuan melepaskan wanita yang bernama Vina Vina Renata itu dan jika saya menjadi Tuan akan menerima perjodohan ini karena saya saja kagum dengan Nona Muda itu, wanita yang baik dan mahal harganya adalah wanita yang mampu menutup aurat untuk mahramnya kelak." ucap Delon sambil memukul pelan bahu Fatih.
Mampus kau Fatih, ucapan Delon menusuk hati kan? mangkanya deh terima saja daripada jadi perkedel kau nantinya.......
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.......
......POV FATIH, RIKO, DIO dan ARMAN......
...****************...
Delon yang mendapat tugas menjaga ketat Fatih pun tersentak kaget ketika Abi Hamzah memanggil nya untuk bergabung mengaji kitab Qurratu Al-Uyun.
"Assalamualaikum wr wb sebelum kita belajar memahami ilmu hari ini silahkan berwudlu dan shalat Sunnah dua rakaat terlebih dahulu." ucap Abi Hamzah ke empat pemuda di depannya.
"Mohon maaf Pak Kyai untuk apa berwudlu dan shalat Sunnah dua rakaat terlebih dahulu? Bukankah segera belajar dan akan segera selesai?" ucap Dio polos.
"Ya bener itu Pak Kyai saya ada janji dengan kekasih saya soalnya jadi kita mulai langsung saja." ucap Fatih.
Grep
Grep
Grep
Suara tangan Delon menekan leher Dio dan Fatih bersamaan.
"Yang sopan sama orang tua, mau hancur kalian?" ancam Delon.
Fatih dan Dio ciut hatinya, sementara Riko dan Arman segera mengambil air wudlu untuk segera menunaikan shalat Sunnah dua rakaat.
"Iya Delon santai napa, yauda Dio kita laksanakan perintah Pak Kyai ini." ucap Fatih sinis.
Abi Hamzah hanya menggeleng sambil tersenyum dan berucap di hatinya "Ahmad Fatihurahman junior ternyata lebih buas dari pada ayahnya saat dia muda dulu pantas saja terlihat masih membara egosentrisnya."
Setelah mereka berempat menunaikan shalat Sunnah dua rakaat Abi Hamzah memulai untuk mengajari mereka bab pernikahan.
Abi Hamzah menerangkan dengan telaten karena isi kitab Qurratu Al-Uyun yang berisi huruf Hijaiyah gundul dengan penuh kesabaran dan selalu tersenyum.
"Oh begitu ya Pak Kyai, jadi sebelum menikah kita harus mengetahui sifat dan sikap calon istri kita?" Riko mengajukan pertanyaan.
"Ya benar sekali nak Riko karena dalam firman Allah SWT “...maka kawinilah siapa yang kamu senangi dari wanita-wanita...” (QS An-Nisa [4]: 3), yang memiliki arti kalian menikah apakah senang dengan wajahnya, sifat nya ataukah sikap nya." ujar Abi Hamzah.
"Tetapi apakah di perbolehkan menikahi wanita karena tubuhnya yang seksi bagaikan gitar spanyol Pak Kyai?." polos Arman.
"Subhanallah, berarti mencari nafsu saja dong, contoh nya begini, Abi bertanya, apa yang kalian cari saat menikah kelak? Bertaqwa kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW bersama istrimu atau hanya menjadi kan istri mu pelampiasan nafsu mu belaka?" tanya Abi Hamzah ke arah empat pemuda di depannya.
"Ya gak munafik juga sih Pak Kyai, tubuh wanita itu uhhhh nikmatnya nagih Pak Kyai." ucap Dio penuh keyakinan.
Abi Hamzah tersenyum, dia menanggapi dengan senyuman dan tidak emosi hanya mengangguk mendengar ucapan Dio. Dio dan Fatih melakukan toss untuk merayakan pemikiranya yang sama tentang wanita.
"Kalau tubuh istrimu sudah tidak bagus lagi apa yang kamu lakukan nak? Meninggalkannya kemudian berganti dengan wanita lainnya atau kamu operasi untuk tetap menjadikan tubuh istrimu sebagai pemuas syahwatmu belaka nak?" tanya Abi Hamzah seraya tersenyum menatap Dio dan Fatih bergantian.
Dio terdiam, otaknya mencerna ucapan Abi Hamzah dengan sangat keras, sementara Arman langsung mengangkat tangannya sambil berkata....
"Bergantung situasi Pak Kyai, kalau di perbolehkan untuk menikah lagi dengan wanita lain ya saya menikah lagi Pak Kyai, apakah jawaban saya benar Pak Kyai?" ucap Arman penuh keyakinan.
Sementara Fatih hanya memandang keluar jendela mengingat tubuh Vina Renata yang aduhai ingin rasanya menerkam tubuh Vina Renata dan menjadi kan istrinya, Fatih dan Vina Renata hanya sebatas mencium tak lebih tapi apakah itu berakibat fatal? Entahlah....
Abi Hamzah menanggapi jawaban Arman tersenyum kemudian menatap Fatih yang melamun menatap ke luar jendela.
"Nak Fatih apa jawabanmu?" tanya Abi Hamzah.
"Eh saya Pak Kyai? Saya jelas mencari wanita lain Pak Kyai karena mumpung masih muda juga." ucap Fatih penuh semangat.
Riko mendengar jawaban kakak nya itu hanya menutup mukanya dan berkata dalam hati "Dasar Mas edan!!!"
"Nah betul Pak Kyai yang di katakan Fatih, benar begitu Arman?" Dio meminta persetujuan Arman.
"Ya benar itu pak Kyai, kan kita bisa berganti ganti pasangan memakai pengamanlah biar tak terkena penyakit kelamin." seru Arman.
Abi Hamzah menunduk wajahnya sambil menggelengkan kepalanya kemudian tersenyum.....
"Apakah kalian memiliki orang tua perempuan? Adik perempuan? Saudara perempuan? bagaimana jika mereka di lecehkan seperti itu? Apakah yang membedakan antara hewan dan manusia? Ada yang tahu?." tanya Abi Hamzah sambil menatap ke empat pemuda di depannya bergantian.
"Mohon dijelaskan Pak Kyai, karena kita minim ilmu agama, meskipun Ayah Ahmad Fatihurahman sering mengajak saya dan Mas Fatih untuk sering mengaji bahkan memukul kita tapi kitanya saja yang bandel, mohon di jelaskan Pak Kyai." ucap Riko sambil menundukkan kepalanya.
"Wanita itu harus dibimbing dan disayangi bukan sebagai pelampiasan nafsu belaka dan perbedaan manusia dan hewan cuman satu yaitu akal, jika kalian berucap untuk bergonta-ganti pasangan berarti kalian tak ubahnya dengan hewan? Benar begitu anak muda?" Abi Hamzah tersenyum lebar sembari menatap Fatih, calon menantunya.
Riko, Dio dan Arman mengangguk sementara Delon menangkap gerak gerik Fatih yang mengambil sesuatu di tasnya dan menekannya berkali-kali.
"Ponsel!! Sial!! Kecolongan lagi!!" ucap Delon dalam hati.
Fatih yang asyik menghubungi Vina Renata yang tengah berbelanja di toko perhiasan, Fatih terdiam ketika Vina Renata memberi pesan......
Sayangku Vina Renata: Beb kartu Black Card nya kok diblokir sih?
Fatih : Hah? Perasaan kemarin masih bisa sayang?.
Sayang ku Vina Renata: Ih jengkel aku, yauda aku minta bayar mamamu aja, mupung dia di sini juga nih.
Fatih : Hah mama? Kamu sama mama?
Ponselnya Fatih dirampas Delon dengan paksa dan Delon memberikan pukulan telak setelah mengetahui Fatih menghubungi Vina Renata yang sangat di benci oleh Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira.
Dio dan Arman yang melihat Delon memukul telak Fatih hanya duduk tak berani membantu Fatih karena teringat pesan Ayah nya Fatih, sementara Riko adiknya hanya menggeleng lemah karena mengetahui kakak nya menghubungi Vina Renata, Abi Hamzah yang mengetahui tersebut memanggil Anas untuk melerai Fatih dan Delon tapi Fatih berlari keluar masjid untuk menyusul Vina Renata.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Gemas liat tingkah laku Fatih lama lama Thor,. nikah kan Riko dengan Aisha aja Thor, eits tidak semudah itu reader, tetap stay cool dan calm, yuk vote,like dan share jika ingin berbagi ke semuanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Sadewa Dhani
Lha kok sama Fatih jodoh nya Aisha? wah ini gak bener author nih, Thor sharelock kita baku hantam yok 😡😡😡
2022-11-07
1
Tyo Prasetyo
Setuju sih Riko dengan Aisha, secara Riko itu menghormati Aisha banget deh kayaknya 🥰🥰🥰
2022-11-06
0
SMA TARBIYATUL MURIDIN
Kok lebih pantas Riko menjadi kekasih untuk Aisha ya Thor? 😘😘😘
2022-11-03
0