Episode 5

🍃🍃🍃🍃🍃🍃

"Jika kita di pertemukan karena cinta semoga karena Allah SWT hingga kita dipisahkan oleh Allah SWT juga dengan maut menjemput ku dan berjanjilah bertemulah kita kembali di Surga Firdaus kelak."

🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Episode 5

Warning warning: untuk episode 5 ini sedikit panjang ya jadi pahami benar alur nya ya gaes ya.

Mama Zahra Khumaira, Aisha dan bibi berserta asisten rumah tangga lainya mengikuti dari belakang.

"Aisha duduk sini yuk, biar bibi dan asisten rumah tangga yang masak." ajak Mama Zahra Khumaira sambil menarik tangan Aisha.

"Maaf Ma, Aisha ingin juga membantu Bibi dan asisten rumah tangga untuk memasak." ucap Aisha menunduk di hadapan Mama Zahra Khumaira.

"Baiklah Aisha, ayo ke dapur." ajak Mama Zahra Khumaira tersenyum memandang Aisha kemudian menggandeng lengan Aisha lekat.

Mereka berdua pun berjalan ke dapur dengan tersenyum mengembang di bibir Mama Zahra, sementara Ayah Ahmad Fatihurahman menghampiri istrinya mengetahui bahwa Aisha sudah merebut hati istrinya untuk menjadikan menantunya.

"Tampaknya ada yang bahagia nih? Sayang jadi keluar sama Aisha?." tanya Ayah Ahmad Fatihurahman.

"Insya Allah Sayang tapi Mama juga harus bertanya dengan Aisha dulu, lihat dia sayang, meskipun dia calon mantu kita, Aisha tetap ingin memasak untuk kita berdua." ucap Mama Zahra Khumaira sambil bergelayut manja ke tangan suaminya.

"Eh ada Ayah, Ayah mau maem apa? Ini Aisha buat nasi goreng uka uka." Aisha menawarkan ke Ayah Ahmad Fatihurahman.

"Hah uka uka? Nasi goreng apa tuh? Bolehlah nanti ayah cicip deh." seru Ayah Ahmad Fatihurahman memberikan jempol ke arah Aisha.

Mama yang sedikit mengenal nasi goreng uka uka pun tertawa lepas hingga Aisha dan Ayah Ahmad Fatihurahman menatapnya bersamaan.

"Kenapa sayang? Ada yang salah dengan nasi goreng itu?" tanya Ayah Ahmad Fatihurahman.

"Itu nasi goreng buatan Uminya saat di pondok dulu yah, saat mengantar kan untuk Abi Hamzah ketika setelah akad nikah tapi saat itu Umi Fatimah kebanyakan garam sehingga Abi Hamzah menyuapinya untuk mencicipi berdua." ucap Mama Zahra Khumaira.

"Oalah yang saat itu toh, tapi bukankah kamu juga ikut buat Sayang?" tanya Ayah Ahmad Fatihurahman.

"Iya tapi tahu sendirikan kamu tak menyuapiku seperti Umi Fatimah disuapi suaminya." Mama Zahra Khumaira merajuk.

"Hehehehehehe, Mama sudah tahu ternyata tapi tenang saja Ma Yah kali ini garamnya pas kok." seru Aisha sambil memotong sayuran.

"Wah, Fatih bisa gemuk Yah saat menikah dengan nya, bau masakan nya saja sudah harum apalagi rasanya, Mama boleh bantu nak Aisha?" pinta Mama Zahra Khumaira.

"Mama duduk saja ya, tunggu bentar lagi matang kok." seru Aisha sambil memasukkan semua bumbu untuk masakan cah sayur.

Mama Zahra Khumaira dan Ayah Ahmad Fatihurahman saling berpandangan kemudian tersenyum, sementara Aisha bertambah akrab dengan bibi dan asisten rumah tangga di dapur.

"Alhamdulillah sudah selesai Bi, yuk kita makan bersama Ayah Mama." ajak Aisha sambil menarik tangan bibi dan asisten rumah tangga.

"Tapi Non? Kita kan......" ucapan bibi terputus karena tatapan tajam Aisha.

Aisha menaruh beberapa masakan dan lauk pauk di meja makan keluarga besar Ahmad Fatihurahman.

"Ayah Mama, Aisha boleh minta satu permintaan?" pinta Aisha sambil mengapit erat tangan bibi dan asisten rumah tangga.

"Apa yang kamu pinta nak? Bilang saja, mau apa hemmm anak Mama Zahra?" ucap Mama Zahra Khumaira lembut.

"Aisha ingin mengajak makan bibi dan mbak asisten rumah tangga untuk makan bersama boleh? Karena menurut Aisha derajat manusia itu sama di mata Allah SWT, boleh kan Ma Yah?" pinta Aisha sambil menunduk.

"Masya Allah Aisha, hanya itu permintaanmu? Sini bi mbak kita makan bersama." ajak Mama Zahra Khumaira beranjak menyambut Aisha serta bibi bersama asisten rumah tangga.

"Tapi Nyonya? Kita kan?" ucap bibi terlihat sedikit panik.

"Apa yang dikatakan Calon Menantuku itu benar bibi, sudah yuk kita makan bersama saja meskipun nanti Aisha pulang, bolehkan Yah?" Mama Zahra Khumaira meminta persetujuan ke suaminya.

"Apa yang di katakan Aisha itu benar Ma, kita selama ini kurang memperhatikan Bibi dan beberapa asisten rumah tangga kita, kita terlalu sibuk mengejar duniawi." sahut Ayah Ahmad Fatihurahman dengan tersenyum penuh bahagia.

Aisha segera menarik tangan Bibi dan asisten rumah tangga untuk segera bergabung untuk makan.

"Makasih Nona muda, kalau seperti ini pasti Den Fatih akan betah di rumah, Bibi doakan sehat selalu dan di lindungi oleh Allah SWT." ucap bibi.

"Amin amin amin." balas Mama Zahra Khumaira dan Ayah Ahmad Fatihurahman kompak.

Saat makan hanya dentingan sendok dan garpu yang terdengar dan wajah Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira sangat kagum dengan masakan Aisha.

"Alhamdulillah selesai, yuk Bi tak bantu ya, jangan nolak nanti tak bilangkan Abiku lho." ucap Aisha sambil menumpuk piring kotor.

"Baik Nona Muda tapi nanti yang cuci piring biar bibi dan asisten rumah tangga saja." balas bibi sambil tersenyum.

Sementara itu Mama Zahra Khumaira dan Ayah Ahmad Fatihurahman menunggu Aisha di ruang keluarga.

"Ayah Mama kenapa? Apa masakan Aisha tak enak? Maaf ya Ma Yah, Aisha jarang membantu Umi masak hanya melihat Umi memasak." ucap Aisha menunduk kepalanya.

"Sini duduk sini, Mama mau tanya." Mama Zahra Khumaira beranjak untuk mengajak Aisha duduk di sampingnya.

"Masakanmu sungguh enak Aisha, Ayah aja sampai lahap makan nya, Mama Zahra Khumaira mau mengajak Aisha ke Pusat Belanja mau?" tanya Ayah Ahmad Fatihurahman.

"Boleh Ma tapi Aisha lupa bawa uang." ucap Aisha sambil meringis.

"Subhanallah Aisha, Mama yang mengajak Aisha untuk memilih dan membeli perlengkapan pernikahan mu dengan Fatih, bagaimana Aisha? Aisha mau kan?" pinta Mama Zahra Khumaira.

"Maaf Ma maaf kan Aisha tadi berburuk sangka, iya Ma Aisha mau kok, yauda Aisha siap siap dulu ya." pinta Aisha sambil mencium pipi Mama Zahra Khumaira.

Mama Zahra Khumaira yang dicium oleh Aisha meneteskan air mata sambil menatap Aisha yang tengah bersiap untuk pergi bersama dengannya.

"Mama bahagia? Belum jadi mantu aja sebaik itu anaknya, semoga Fatih juga menyadari bidadarinya sudah hadir meskipun kita sedikit memaksa dengan perjodohan ini Ma, Ayah minta maaf kalah buat Mama kecewa." sahut Ayah Ahmad Fatihurahman sambil memeluk Mama Zahra Khumaira.

"Mas Ahmad Fatihurahman ndak salah apapun, Zahra bahagia Mas, Mama merasa nyaman dengan adanya Aisha di tengah keluarga kita." ucap Mama Zahra Khumaira.

Sementara itu Aisha yang tengah keluar dari kamar mandi setelah berdandan menatap sebuah foto keluarga besar Al-Fatih.

"Ternyata kamu yang bersama dengan cewek seksi itu, semoga kamu tersadar dengan tingkah lakumu." ucap Aisha dalan hati.

Lama Aisha menatap lekat foto Fatih hingga tak sadar Mama Zahra Khumaira berdiri di samping nya sambil memeluk pinggang Aisha. "Ini Fatih Nur Rakhman anaknya mama yang pertama, sering buat jantung Mama kumat, sementara ini anak Mama kedua bernama Riko Nur Fatihurahman, kebalikan nya dari Kakaknya sifat dan sikapnya."

"Mama bersabar ya, soalnya mereka berdua tadi ke Pondok Pesantren An-Nur, mungkin mau di ruqyah sama Abi Hamzah Ma." celetuk Aisha menghibur Mama Zahra Khumaira.

"Masya Allah Aisha, sudah ketemu Fatih? Kalau di ruqyah emang Abi Hamzah bisa meruqyah Fatih." tanya Mama Zahra Khumaira penuh heran.

"Ndak bisa Ma hehehehehehe, tapi tenang aja Kalau Kak Fatih kurang ajar sama Mama biar Aisha tendang, tapi kalau boleh tahu emang siapa calon Aisha? Kak Fatih atau Kak Riko?" tanya Aisha.

"Eits tak boleh tahu dulu, yauda yuk kita berangkat ke Pusat Belanja yuk keburu sore, Masya Allah mantunya mama cantik ya pakai niqab." puji Mama Zahra Khumaira.

Mama Zahra Khumaira dan Aisha di dampingi sopir pribadi atas permintaan Ayah Ahmad Fatihurahman meskipun Mama Zahra Khumaira bisa menyetir sendiri.

"Pak nanti tunggu saja di mobil ya, biar Saya dan Aisha masuk kedalam." pinta Mama Zahra Khumaira.

"Tapi Nyonya Besar? Saya di beri amanah untuk mendampingi Nyonya Besar dan Nona Muda untuk ikut ke dalam." jawab sopir pribadi nya.

"Bapak istirahat saja, ingat wanita kalau shoping pasti muter muter tak jelas, emang bapak mau capek? Kasihan nanti bapak, udah bapak istirahat saja ya di mobil, ayo Ma kita shoping." kelakar Aisha.

Akhirnya Mama Zahra Khumaira dan Aisha belanja beberapa kebutuhan rumah dan dapur, hingga sekitar satu jam berlalu Mama Zahra Khumaira melihat toko Perhiasan.

"Aisha temani Mama masuk sana mau?" pinta Mama Zahra Khumaira.

"Yuk Ma tapi Aisha cuman....." ucapan Aisha terputus karena jari tangan mama menempel di depan bibir Aisha yang terbalut dengan niqabnya.

"Sudah ikut Mama, hari ini Mama bahagia bisa bertemu dengan calon bidadari surganya anak Mama." senyum Mama Zahra.

Aisha mendengar ucapan Mama Zahra Khumaira langsung merona merah kedua pipinya hanya saja tak terlihat karena tertutup niqabnya.

Mereka berdua akhirnya masuk ke toko perhiasan dan Mama memilih beberapa perhiasan sambil mencocokkan dengan tangan Aisha hingga seorang wanita yang tengah berdebat menarik perhatian Mama Zahra Khumaira dan Aisha, Mama Zahra Khumaira yang merasa familiar dengan suara wanita tersebut sementara Aisha merasa familiar dengan tubuh seksi wanita tersebut.

"Maaf Kak. Semua kartunya terblokir dan tidak bisa di gunakan." ucap pegawai toko.

"Apa sih ke blokir, barusan saya cek kemarin masih bisa." sahut wanita tersebut.

Mama Zahra Khumaira pun menghampiri wanita tersebut dan menyapanya.....

" Assalamualaikum wr wb. Vina Renata?" panggil Mama Zahra Khumaira.

"Eh Mama mertua, Mama di sini pasti di suruh Fatih untuk menolong Vina Renata kan ya?" ucap Vina Renata berusaha memeluk Mama Zahra Khumaira.

"Jangan peluk saya!! Itu kartu anak saya kenapa di kamu!" ucap Mama Zahra Khumaira dengan nada tinggi.

"Lho Mama lupa? Vina Renata kan calon istri Fatih Ma jadi pasti memegang kartu black card unlimited ini dong Ma." Vina Vina Vina Renata berbangga diri.

"Kamu!!!!" Mama Zahra Khumaira naik pitam dan mengayunkan tangan hendak menampar Vina Renata.

Aisha yang melihat dari tadi adanya perselisihan antara Mama Zahra Khumaira dengan wanita tersebut langsung menahan tangan Mama untuk menghentikan tamparan Mama.

"Ma, sudah, Mama jangan emosi, sini biar Aisha yang berbicara dengannya." pinta Aisha sambil memberikan air minum ke Mama.

Mama Zahra Khumaira menurut dengan Aisha sementara itu Aisha langsung menatap lekat wanita tersebut.

"Assalamualaikum wr wb Kak, mohon maaf mengganggu, alangkah baiknya terhadap orangtua jangan seperti itu." ucap Aisha.

"Jangan sok alim, jangan memakai cadar kau berusaha sok alim, asal lu tau!! Gua tug calon menantunya keluarga besar Al-Fatih, pasti kamu pembantunya kan?" sinis Vina Vina Vina Renata.

"Yang pertama saya mengucapkan salam untuk kakak tapi Kakak tidak menjawab dan Kalau saya pembantunya keluarga besar Al-Fatih ada masalah dengan Kakak? Saya memakai niqab dan jilbab karena ingin membatasi yang bukan mahram saya melihat wajah saya karena saya berbeda dengan kakak, kakak terlihat seperti manusia kurang bahan pakaian ya." balas Aisha tajam sembari melihat tubuh Vina Renata dari ujung rambut hingga ujung kaki.

"Kamu!!!!, plak." sebuah tamparan mengenai pipi Aisha sebelah.

Mama Zahra Khumaira yang mengetahui Aisha Calon kuat menantunya pun meradang hingga berdiri dan berusaha menjambak rambut Vina Renata, tapi Aisha mencegah Mama Zahra Khumaira.

"Ma, biarkan, asal Mama tidak kenapa kenapa dan yang kedua orang marah tak bakal tahu akal sehatnya." ucapan Aisha kembali tajam.

Vina Renata yang mendengar ucapan Aisha membuat dirinya bertambah emosi dan ingin menampar kembali Aisha tetapi sayang satpam Mall sudah datang untuk mengamankan Vina Vina Vina Renata.

"Nak, kamu tak apa? Sini biar Mama lihat nak." pinta Mama Zahra Khumaira.

"Ma, Aisha tak apa ma, Mama jadi beli yang mana? Tuh kasihan kakaknya nungguin Mama lho." ucap Aisha sambil menunjuk kakak penjaga toko perhiasan.

"Kamu begitu kuat Aisha, kamu tak membalas perlakuan dari Vina Renata, tenang saja Aisha, akan Mama balas kan tamparan nya di pipi kamu." ucap Mama Zahra Khumaira dalam hati.

"Ma? Mama jangan dendam ke kakak tadi ya, mama doakan agar bisa berubah yang lebih kakak tadi karena Allah SWT dan Rasulullah SAW membenci umatnya pendendam Ma." ucap Aisha memeluk Mama Zahra Khumaira erat.

"Subhanallah Aisha, Mama minta maaf tidak akan dendam, yuk milih lagi." ajak Mama Zahra Khumaira.

Akhirnya kondisi toko perhiasan itu kembali normal, Mama Zahra Khumaira memilih beberapa perhiasan untuk Aisha tetapi Aisha setuju bahwa semua bagus.

"Yauda mbak ini semua bungkus ya untuk Menantu saya." ucap Mama Zahra Khumaira sambil menyerahkan kartu Black Card milik nya.

"Ma? Itu semuanya mahal lho kok buat Aisha? Ma?." ucap Aisha tak percaya.

"Jangan menolak Aisha, habis ini kita pulang atau makan Aisha?" tanya Mama Zahra Khumaira.

"Ma maaf, kita shalat yuk. Uda Ashar nih nanti setelah shalat baru Mama ditemani Aisha lagi karena kita di dunia hanya sebentar Ma, kita tidak tahu berapa dosa kita Ma di dunia." ucap Aisha lembut.

"Astaghfirullah iya nak, yuk kita pulang, terus Mama Ayah antar ya ke pondok pesantren An-Nur, bilang kakakmu kalau di antar Aisha." ucap Mama Zahra Khumaira sambil merangkul tubuh Aisha dari samping.

Aisha mengangguk dan segera menghubungi kakaknya untuk tidak menjemput nya tapi sayangnya kakak nya membalas.....

Aisha: Assalamualaikum wr wb kakak, kak jangan di jemput ya.

Kak Anas: Waalaikumsalam wr wb, dik, oh okeh, ciye di antar Mama mertua ciye.

Aisha: pulang kita baku hantam kak!!!!

Kak Anas: tidak semudah itu Aisha hahahahahahaha.

Aisha mendengus kesal, hingga dia tak sadar di perhatikan Mama Zahra Khumaira.

"Ada apa sayang?" tanya Mama Zahra Khumaira sedikit kepo.

"Kaka Anas nakal Ma." rengek Aisha.

Mama Zahra Khumaira tersenyum ke arah Aisha, hampir tiga puluh lima menit Mama Zahra Khumaira dan Aisha sudah sampai di kediaman keluarga besar Al-Fatih.

"Assalamualaikum wr wb, Ayah oh Ayah, Ayah sudah shalat?" tanya Mama Zahra Khumaira.

"Sudah Ma, lho itu pipi Aisha kenapa Ma?" tanya Ayah menunjuk pipi Aisha.

"Astaghfirullah Aisha, Bibi ambil kan kompres Bi cepat!!" teriak Mama Zahra Khumaira.

"Ma, tenang, yuk berwudlu dulu terus jamaah Ashar." ajak Aisha menggandeng lengan Mama Zahra Khumaira.

Sementara itu Bibi yang tengah tergopoh-gopoh membawa baskom air hangat hanya melongo hanya mendapati Tuan Besar Ahmad Fatihurahman.

"Lho Tuan Besar, Nyonya Besar mana? Siapa yang mau di kompres?" tanya Bibi dengan hormat.

"Tunggu mereka shalat dulu, Bi tolong panggil kan Pak Aden Bi, kenapa Aisha sampai pipinya merah gitu seperti bekas tamparan." ucap Ayah Ahmad Fatihurahman heran.

"Baik Tuan Besar." ucap Bibi dan bergegas pergi untuk memanggil sopirnya.

Setelah shalat Ashar, Aisha di buat heran karena Pak Aden sedang di interogasi oleh Ayah Ahmad Fatihurahman.

"Kamu gimana sih Aden? Kenapa kok tidak di jaga istri dan menantuku? Tadi saya berpesan gimana?" tanya Ayah Ahmad Fatihurahman dengan suara baritonnya.

Aisha yang mengerti keadaan saat ini segera berbisik ke Mama Zahra Khumaira untuk bilang ke Ayah Ahmad Fatihurahman karena itu murni permintaan dari Aisha.

"Pak Aden, makan dulu, Bi siapkan pak Aden makan ya, silahkan pak Aden." ucap Mama Zahra Khumaira sambil menatap tajam ke arah Suaminya.

"Baik Nyonya Besar, terimakasih banyak." ucap Pak Aden gemetar.

"Tapi Ma? Aden kan...." ucapan Ayah Ahmad Fatihurahman berhenti karena Mama melempar bantal ke arah suaminya tersebut.

Aisha yang melihat adegan tersebut hanya nyengir kuda, segera dia menghampiri Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira.

"Yah, Aisha yang mau bukan pak Aden yang salah." ucap Aisha.

"Tapi Nak itu kenapa pipimu bisa merah, Bi kompresnya Bi, anak sahabatku lecet sedikit bisa baku hantam nantinya duh Gusti." Ayah Ahmad Fatihurahman terllihat panik.

"Yah, biar Aisha ceritakan tapi sebelumnya Bibi kalau mengompresnya jangan terlalu nekan ya?" pinta Aisha.

Bibi pun mengangguk setuju, Aisha pun menceritakan semuanya sedetail mungkin tanpa menambah dan mengurangi sedikitpun, Ayah Ahmad Fatihurahman yang mendengar cerita Aisha mendadak merah padam mukanya.

"Fatih Nur Rakhman!!!! Habis kau nanti!!! Mama ayo kita jemput anak ****** itu." ucap Ayah dengan nada tinggi sembari berjalan cepat menuju garasi mobil untuk menyusul Fatih.

"Hah walang? Siapa Ma yang jadi walang?." polos Aisha.

"Haduh gimana jelasinnya ya? Yauda yuk daripada ayahmu itu menghajar habis Fatih." ajak Mama Zahra Khumaira.

Aisha pun diantar Mama Zahra Khumaira dan Ayah Ahmad Fatihurahman sambil memikirkan siapa jadi walang, di balik niqab nya Aisha masih memikirkan siapa yang jadi walang sementara Ayah Ahmad Fatihurahman di tenang kan Mama Zahra Khumaira.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Aisha oh Aisha polos benar kamu, walang itu belalang ya gaes ya, maklum Aisha kan polos hehehehehehehehe, hayo ada yang tahu ada adegan apa selanjutnya?

Terpopuler

Comments

Sadewa Dhani

Sadewa Dhani

Kartu kredit untuk belanja kok bisa di pegang si wanita itu sih? duh kah ini juga yang jadi jodoh Aisha siapa ya?? Riko atau Fatih sih??🤔🤔🤔

2022-11-07

1

Tyo Prasetyo

Tyo Prasetyo

Seperti nya Renata bau bau tak ingin melepas Fatih deh

2022-11-06

0

SMA TARBIYATUL MURIDIN

SMA TARBIYATUL MURIDIN

Renata oh Renata adakah alasan mu untuk melakukan itu ke Fatih? gemas rasanya.😡😡😡

2022-11-03

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Pengumuman
67 Episode 66
68 Episode 67
69 Episode 68
70 Episode 69
71 Episode 70
72 Episode 71
73 Episode 72
74 Episode 73
75 Episode 74
76 Episode 75
77 Episode 76
78 Episode 77
79 Episode 78
80 Episode 79
81 Episode 80
82 Episode 81
83 Episode 82
84 Episode 83
85 Episode 84
86 Episode 85
87 PENGUMUMAN
88 Episode 86
89 Episode 87
90 Episode 88
91 Episode 89
92 Episode 90
93 Episode 91
94 Episode 91
95 Episode 92
96 Episode 93
97 Episode 94
98 Episode 95
99 Episode 96
100 Episode 97
101 Episode 98
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Pengumuman
67
Episode 66
68
Episode 67
69
Episode 68
70
Episode 69
71
Episode 70
72
Episode 71
73
Episode 72
74
Episode 73
75
Episode 74
76
Episode 75
77
Episode 76
78
Episode 77
79
Episode 78
80
Episode 79
81
Episode 80
82
Episode 81
83
Episode 82
84
Episode 83
85
Episode 84
86
Episode 85
87
PENGUMUMAN
88
Episode 86
89
Episode 87
90
Episode 88
91
Episode 89
92
Episode 90
93
Episode 91
94
Episode 91
95
Episode 92
96
Episode 93
97
Episode 94
98
Episode 95
99
Episode 96
100
Episode 97
101
Episode 98

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!