🍃🍃🍃🍃🍃🍃
"Bertuturlah cinta mengucap satu nama Seindah goresan sabda-Mu dalam kitabku Cinta yang bertasbih mengutus hati ini Kusandarkan hidup dan matiku pada-Mu"
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Episode 7
Assalamualaikum wr wb, Bagaimana kabarnya pembaca Jalan Cinta Aisha Khumairah? Semoga selalu sehat dan tetap jaga Hati dari bisikan bisikkan yang memabukkan ya hehehehehehehehe.
Episode kali ini lebih seru sepertinya tetapi agak panjang jadi cermat sedetail mungkin ya...
Terimakasih, selamat membaca....
Wassalamu'alaikum wr wb.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
"Aisha anakku, jangan merasa bersalah, Umi yakin kamu bisa merubah Fatih nantinya menjadi lebih baik." ucapan Umi Fatimah menyejukkan hati Aisha.
"Aisha siap kapanpun Umi tapi bukan untuk Kak Fatih tetapi untuk Mama Zahra Khumaira saja, kesembuhan Mama Zahra lebih penting daripada anaknya yang tak tahu menyenangkan hati kedua orangtuanya ." sebal Aisha.
"Hust gak boleh begitu Aisha, ayok shalat dan berdoa untuk Mama Zahra Khumaira juga." ajak Umi Fatimah ke Aisha.
Sementara Fatih yang berada di depan kamar Mama Zahra Khumaira mendengar ucapan Aisha sedikit tercubit ke relung hatinya, Delon yang menyadari tingkah laku Tuan Mudanya yang menunduk......
"Sebaiknya Tuan melepaskan wanita yang bernama Vina Renata itu dan jika saya menjadi Tuan akan menerima
perjodohan ini karena saya kagum dengan Nona Muda itu, wanita yang baik dan mahal harganya adalah wanita yang mampu menutup aurat untuk muhrimnya kelak." ucap Delon sambil memukul pelan bahu Fatih.
Fatih menatap kosong lantai yang dipandanginya hingga suatu saat suara wanita menyadarkan lamunan nya.....
"Assalamualaikum wr wb, Mas Fatih masuk saja, sudah shalat? Mama Zahra Khumaira belum sadar, mohon di ajak bicara karena bagaimanapun Mas Fatih adalah anak dari Mama Zahra Khumaira dengan Ayah Ahmad Fatihurahman." ucap seorang wanita itu.
Fatih yang mendengar suara tersebut menatap ke arah sumber suara tersebut dan tampaklah seorang wanita
bercadar......
Fatih menatap lekat kedua wanita tersebut....
"Maaf anda siapa?" tanya Fatih lekat menatap kedua mata wanita itu.
"Astaghfirullah, maaf saya harus masuk karena Umi Fatimah memanggil saya." balas Aisha yang tadi sedikit banyak menatap kedua mata Fatih.
Fatih hanya melongo menatap kepergian Aisha, seumur hidupnya tidak ada wanita yang menolak dengannya saat berbicara dan berhadapan dengannya.
Delon yang menatap Fatih dan Aisha dari kejauhan hanya mampu tersenyum sambil berkata dalam hatinya "Tuan Muda Riko seharusnya lebih pantas dengan gadis itu bukan Tuan Muda Fatih."
Fatih melangkah masuk dan tidak beberapa lama Ayah Ahmad Fatihurahman dan Abi Hamzah ikut masuk.
"Sudah shalat Fatih?" tanya Ayah Ahmad Fatihurahman.
"Mau njaga Mama dulu dan mencari siapa yang membuat Mama seperti ini." nada bicara Fatih meninggi.
"Kau!! Sudah Ayah bilang!! Itu semua karena kau!! Ayah mau kau lepaskan wanita itu!!" Ayah Ahmad Fatihurahman meradang mendengar ucapan Fatih.
Ayah Ahmad Fatihurahman segera merangsek meninju tubuh Fatih sementara Delon yang memasuki kamar inap Mama Zahra Khumaira segera menahan Ayah Ahmad Fatihurahman.
"Tuan Besar cukup, jangan mengotori tangan Tuan." Delon merangkul kuat tubuh Ayah Ahmad Fatihurahman.
"Pukul lagi Ayah! Pukul lagi Fatih! Salahkan Fatih terus!" ucap Fatih keras.
"Pelan kan suaramu Tuan Muda!! Nyonya Besar sedang sakit!!" gertak Delon.
Abi Hamzah segera menenangkan Ayah Ahmad Fatihurahman, sementara Aisha hanya menunduk karena dia tahu penyebabnya adalah dia.
"Maaf Ayah Ahmad Fatihurahman, Abi Hamzah dan Umi Fatimah, ini semua kesalahannya Aisha, seandainya Aisha menolak Mama Zahra Khumaira untuk ke pusat belanja pasti tak bertemu dengan kekasihnya Mas Fatih tersebut." ucap Aisha menunduk.
Ucapan Aisha sontak membuat Ayah Ahmad Fatihurahman kembali lembut, sementara Abi Hamzah dan Umi Fatimah tersenyum mengerti keadaan sebenarnya.
"Nak Aisha, itu bukan kesalahanmu, jangan meminta maaf, istriku bahagia memilikimu kelak sebagai menantunya." ucap Ayah Ahmad Fatihurahman yang tengah berdiri di samping Abi Hamzah.
"Sampai kapanpun Fatih tak setuju dengan dia sebagai calon istri Fatih!!!" seru Fatih sambil menunjuk Aisha.
Mendengar ucapan Fatih tersebut Mama Zahra Khumaira terbangun sambil memanggil nama Aisha.
"A ...Aisha anakku. S ...Sini nak, peluk Mama." pinta Mama Zahra Khumaira dengan suara terputus putus.
"Alhamdulillah Mama, Ayah Ahmad Fatihurahman tolong panggil suster." ucap Aisha panik.
Mama segera menggeleng lemah, dia hanya ingin memeluk Aisha kemudian tatapan matanya beralih ke anaknya.
"Fatih, biarkan Aisha bercerita semuanya, agar kamu mengetahui kalau perlu Delon minta CCTV toko perhiasan dan bawa kemari." pinta Mama Zahra Khumaira ke arah Delon.
"Dengan senang hati Nyonya Besar, saya permisi dulu, assalamualaikum wr wb." sahut Delon sambil
berlalu.
Setelah kepergian Delon, Aisha bercerita semuanya kejadian hari itu secara detail hingga Ayah Ahmad Fatihurahman kembali emosi mendengar cerita Aisha tentang kejadian saat pertemuan dengan Vina Renata..
"Sudah dengar ceritanya nak? Saat itu mamamu ini di bela oleh Aisha calon istrimu ini, bukankah dia ingin melindungi mamamu ini?" sahut Mama Zahra Khumaira sambil menggenggam tangan Aisha.
"Halah paling dia hanya ingin mencari muka di depan Mama saja, Vina Renata juga bisa seperti itu ma tapi Mama dan Ayah saja yang tak pernah memberikan kesempatan kepada Vina Renata." Fatih menjawab enteng.
"Gundulmu tidak memberi kesempatan, sampai kapan anda terus seperti ini Mas? Membela wanita yang tak
seharusnya kamu bela?" sahut Aisha sedikit mengeraskan suaaranya di depan Fatih
"Heh kamu! Belum menjadi istriku saja berani menentangku! " geram Fatih melangkah maju ke arah Aisha.
Aisha yang geram segera maju tidak gentar dengan ucapan Fatih. "Saya tidak butuh seorang suami yang tak menghormati ibunya yang telah melahirkannya! Anda dengarkan ini!!! Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu dia berkata; “Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sambil berkata; “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku berbakti kepadanya?” beliau menjawab: “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “Kemudian siapa?” beliau menjawab: “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “kemudian siapa lagi?” beliau menjawab: “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “Kemudian siapa?” dia menjawab: “Kemudian ayahmu.” [HR. Bukhari no.5971 dan Muslim no.2548].Faham anda?" Aisha menjelaskan dengan detail dan memberikan tatapan tajam ke arah Fatih.
Mendengar ucapan tersebut Abi Hamzah, Umi Fatimah, Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira tersenyum menatap Aisha. Ayah Ahmad Fatihurahman ingin membuka suaranya untuk menambahkan tetapi Abi Hamzah menggeleng untuk menahan ucapan Ayah Ahmad Fatihurahman.
"Itu Rasulullah yang bersabda, kalau anda bilang saya mencari muka ke anda, maaf dan maaf, saya menyetujui
perjodohan ini karena saya ingin berbakti kepada kedua orangtua saya terutama Abi dan Umi saya! Dan ingat satu hal anda!! RIDHOOLLAAHI FII RIDHOOLWAALIDAIN WA SAKHOTHULLAAHI FIIl SAKHOTHILWALIDAIN artinya Ridha Allah ada pada ridha kedua orang tua dan kemurkaan Allah ada pada kemurkaan kedua orang tua (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban, Hakim), Anda memiliki orangtua yang hebat tapi apa yang anda dapatkan? Wajah? Tubuh? Atau harta Tuan? Tak berlaku ketika anda meninggal kelak Tuan Fatih yang terhormat !!" Aisha menambah ucapannya.
Fatih terdiam seribu bahasa, di satu sisi hatinya berteriak membenarkan ucapan Aisha dan di satu sisinya berteriak untuk menolak ucapan Aisha.
"Kenapa diam Fatih? Mama tak akan memberikan jurang dunia dan akhirat untukmu, haruskah kamu menolak Aisha?" ucap Mama Zahra Khumaira menatap Fatih dengan sendu.
"Ma, perjodohan itu kolot, kita ini bukan zaman Siti Nurbaya kenapa harus di jodohkan segala?" ucap Fatih tetap menunduk.
"Mama tak ingin kamu menyesal nantinya, pernikahan itu satu kali seumur hidup Fatih." sahut Mama Zahra Khumaira.
"Tapi wajahnya dia saja tidak kelihatan, jangan jangan dia laki laki yang menyamar sebagai perempuan." ucap Fatih menatap tajam Aisha.
Ayah Ahmad Fatihurahman mendengar ucapan Fatih anaknya tersebut segera menerjang dengan pukulan ke arah wajah dan tubuhnya bertubi-tubi.
"Ahmad Fatihurahman!! Cukup!! Tidak ada gunanya kamu memukul anak mu bagaimanapun juga dia adalah darah dagingmu!!" ucap Abi Hamzah sambil mengangkat kerah baju Ayah Ahmad Fatihurahman.
Aisha yang mendengar ucapan Fatih hanya tersenyum di balik niqab nya sambil berkata dalam hati "Duh aku
cantiknya begini di bilang menyamar, astaghfirullah ya Allah Aisha sombong.".
"Yakin anda mau melihat wajah saya? Tapi jika nantinya anda jatuh hati ke saya bagaimana Tuan Muda Fatih yang terhormat?" sahut Aisha menantang Fatih penuh intimidasi.
Sementara di luar ruangan Riko, Dio dan Arman hanya menunggu dengan bosan, hingga akhirnya Delon datang dengan tergesa-gesa.
"Mas Delon apa tuh??" tanya Riko menyelidik.
"Pesanan Tuan Besar, sebaiknya Tuan Muda beserta kalian berdua masuk." perintah Delon sambil merangsek
masuk.
Riko mengangguk diikuti Arman dan Dio bersamaan.
"Assalamualaikum wr wb, Tuan Besar ini bukti videonya, mau diputarkan melalui proyektor?" tanya Delon meminta persetujuan.
"Boleh, biar tuh anak ****** melihat dengan mata kepalanya sendiri." ucap Ayah Ahmad Fatihurahman sinis dan kejam.
"Astaghfirullah Ahmad Fatihurahman sebaiknya kamu tak ruqyah habis ini." ucap Abi Hamzah sambil
menjitak kepala Ayah Ahmad Fatihurahman.
"Biar dia sadar sahabatku Hamzah, ngomong ngomong masih suka kamu menjitak kepalaku ternyata." cengir Ayah Ahmad Fatihurahman.
Delon segera memutar video rekaman CCTV-nya beserta mengeraskan volumenya, sementara Riko, Dio dan Arman mengambil posisi seperti menonton bioskop. Fatih menatap video tersebut dengan detail hingga pandangan matanya menatap kedua mata Aisha.
"Kurang ajar banget tuh Vina Renata, masih jadi pacar saja seperti itu bagaimana setelah menjadi istri." celetuk Dio.
Ayah Ahmad Fatihurahman yang mendengar ucapan Dio segera menghampiri Dio. "Apa yang kamu katakan wahai Dio? Fatih dan wanita ****** itu masih berhubungan layaknya sepasang kekasih??" suara Ayah Ahmad Fatihurahman terasa sangat mengintimidasi Dio.
"Mampus kau Dio." celetuk Arman.
"Maksud saya begini Om...." suara Dio gemetar.
"Delon!!! Faham?? Bawa keluar mereka berdua dan beri pelajaran untuk mereka." ucap Ayah Ahmad Fatihurahman.
Delon segera mengangkat tubuh Dio dan Arman secara paksa hingga Aisha berkata.....
"Kak, lepaskan dan jangan siksa mereka berdua, mereka berdua tak bersalah." cegah Aisha.
"Tapi Nona Muda ini perintah Tuan Besar." sahut Delon sambil menunduk.
Dio dan Arman merasa teramankan oleh permintaan Aisha.
"Delon bawa mereka berdua keluar saja dan jangan di siksa." perintah Ayah Ahmad Fatihurahman.
Fatih terdiam seribu bahasa dan memutar kembali rekaman video tersebut.
"Itu asli Mas Fatih, beruntung kamu dijodohkan dengan dia." Riko membuka suaranya sambil menatap kedua
mata Aisha.
"Kalau mau ambil saja, aku tak butuh juga masih ada Vina Renata juga." enteng Fatih.
Mama Zahra Khumaira mendengar ucapan Fatih hanya menunduk sedih tetapi Aisha segera menghibur nya.
"Bagaimana Fatih? Masih meragukan Aisha? Kenapa diam? Bicaralah dengan lantang sebagai pria bukan sebagai orang bisu." gertak Ayah Ahmad Fatihurahman.
"Ma maafkan Fatih, jika Mama dan Ayah tidak merestui hubungan Fatih dengan Vina Renata maka dengan sangat menyesal Fatih akan kawin lari." ucap Fatih dengan entengnya.
Mendengar ucapan Fatih, Mama Zahra Khumaira jatuh pingsan kembali, Riko segera berlari ke arah ranjang Mama Zahra Khumaira yang berada dipelukan Aisha.
"Mama! Ma! bangun!" suara Riko bergetar.
Abi Hamzah segera berlari keluar untuk memanggil dokter dan suster sementara Fatih hanya mematung merutuki ucapannya.
"Jika kau tak bisa menjaga ucapanmu dan menyakiti Mama, aku tak sudi memiliki Kakak seperti kau! Dan
mulai detik ini akan kucari kekasihmu itu untuk aku hancurkan!!!" ucap Riko sambil mengangkat kerah baju Fatih.
Ayah Ahmad Fatihurahman yang panik memeluk tubuh istrinya yang tengah di pelukan Aisha, Umi Fatimah terus berdoa untuk sahabatnya tersebut.
Dokter dan beberapa suster menyuruh semua orang keluar untuk menolong Mama Zahra Khumaira, sementara Riko pergi mencari Vina Renata untuk di berikan pelajaran.
Ruang tunggu mencekam, terlihat Ayah Ahmad Fatihurahman di hibur oleh Abi Hamzah, sementara Umi Fatimah dan Aisha tak hentinya berdoa, Fatih? Tentu dihajar habis habisan oleh Delon.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Apa yang terjadi selanjutnya? apakah
Fatih berniat untuk kawin lari? apakah Aisha segera menikah dengan Fatih?
sementara Riko segera mencari informasi tentang Vina Renata untuk segera dia
habisi dengan tangannya sendiri.
Komentar nya ya gaes ya......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Miaa Olvyy
lama lama jadi geram dengan tingkahnya Fatih semakin menjadi-jadi. Aisha sama Riko aja.
2022-11-10
1
Sadewa Dhani
Fatih sini baku hantam yok, tuh ucapan gak di saring, sini ku saring dengan saringan Izrail sini kau😡😡😡😡
2022-11-07
1
Tyo Prasetyo
Fatih udah pernah di datangi malaikat maut belum? mau di cabut Ndak tuh nyawa?? masih sayang nyawa Ndak?😡😡😡
2022-11-06
0