🍃🍃🍃🍃🍃🍃
"Cinta kepada Allah adalah puncaknya cinta. Lemah nya adalah cinta kepada sesama oleh sebab itu Allah telah menuliskan nama pasanganmu. Yang perlu kau lakukan adalah memperbaiki hubunganmu dengan-Nya."
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
EPISODE 3
"Suamiku tenanglah, Fatih dengarkan Mama, Fatih sayang Mama? Fatih ingin masih bersama Ayah dan Mama di surga kelak?" sahut Mama Zahra Khumaira.
Fatih hanya menunduk lemas, sementara Riko hanya melongo mendengar kakak nya akan di jodohkan.
Fatih dan Vina Renata seumuran dan menjalin kasih sejak SMA hingga menjadi dosen, hati dan pikirannya berkecamuk hebat mendengar dia bakal di jodohkan dengan perempuan yang tak di kenalnya sama sekali.
"Fatih mau menerima perjodohan ini Ma asal ada beberapa syarat. Dan apakah Fatih bisa mengajukan persyaratannya?" pinta Fatih.
Mama Zahra Khumaira menatap suaminya kemudian Ayah Ahmad Fatih hanya mengangguk pelan karena menganggap permintaan dari Fatih pasti yang aneh nantinya akan tetapi dia akan menuruti permintaan anaknya itu.
"Silahkan Fatih kamu ajukan permintaan mu tapi beri penjelasan yang masuk di akal, paham kamu?!" tegas Ayah Ahmad Fatih.
"Oke, hanya satu permintaan Fatih! Pernikahan ini hanya dihadiri oleh kedua keluarga besar tidak lebih, apakah bisa Yah Ma?" Fatih merengek seperti anak kecil.
"Berikan alasan kuat darimu nak, jangan sampai kamu meminta tanpa memberikan alasan kuat." pinta Mama Zahra Khumaira.
"Karena ingin melindungi privasiku di kampus dan perusahaan." tegas Fatih menatap Ayah Ahmad Fatih.
"Alasan apa itu? Apakah kamu menyembunyikan sesuatu dari ayah? Jangan sampai ayahmu ini mengetahui kebohonganmu setelah kamu menikah dengan putri sahabat Ayah, paham kamu Fatih?!!" tegas Ayah Ahmad Fatih.
"Yah sabar, jangan marah suamiku, nantinya kalau setelah dia menikah kemudian menyakiti hati istrinya kelak bakal Mama tunggu di neraka saja, beres toh Yah?" ujar Mama Zahra Khumaira sambil tersenyum ke arah Fatih.
Sementara Fatih yang mendengar ucapan Mama hanya menelan ludahnya kasar.
"Gini aja Mas Fatih, saat kamu menyakiti istrimu itu sama saja menyakiti Mama karena istrimu adalah ibu anak anak mu kelak sama seperti Mama.Mama saja tidak pernah disakiti ayahmu baik hati maupun fisik, apa kamu tak ingat akan kehidupan akhirat kelak nak?" ucap Mama Zahra kembali.
"Sudah Ma, Ayah setuju kamu meminta syarat darimu tapi sebentar ya." Ayah Ahmad Fatih membakar rokoknya kembali.
Kemudian.......
"Delon!!! Sini cepat!!!" teriak Ayah Ahmad Fatih.
"Ayah kebiasaan teriak teriak!! Bibi minta tolong panggil kan Delon ya, terimakasih Bi." pinta Bibi asisten rumah tangganya.
Beberapa menit kemudian datang seorang laki laki berperawakan tegap, badan seperti binaraga memiliki otot di manapun, namanya Delon bodyguard dari Ayah Ahmad Fatih.
"Ya Tuan Besar ada yang bisa saya bantu?" Delon menunduk hormat.
"Duduk dulu Delon, jangan berdiri." pinta Mama Zahra Khumaira.
"Ya benar itu, sini duduk, saya tugas kan kamu untuk mendampingi Fatih kalau perlu sampai ke lubang semut sekalipun, faham kamu, Delon? Dan besok dampingi Fatih ke kampus setelah itu ke tempat ini, faham Delon?" ujar Ayah Ahmad Fatih sambil menyodorkan alamat pondok pesantren sahabat nya itu.
"Dengan senang hati Tuan Besar, ada tambahan lagi Tuan Besar?" tanya Delon.
"Oh ya, jika dia dekat dengan cewek selain mahramnya hajar saja, paham Delon? saya kasih kebebasan kamu untuk menghajar Fatih layaknya menghajar pencuri dan mafia." pinta Ayah Ahmad Fatih.
"Siap Tuan Besar, saya mohon izin terlebih dahulu, karena ada yang datang di depan rumah" pamit Delon.
"Oke Delon antar tamu kita kesini." pinta Ayah Ahmad Fatih kembali.
Delon mengangguk dan segera melenggang pergi, sementara Fatih yang mendengar permintaan ayahnya untuk selalu mengikuti kemanapun sedikit bergidik ngeri.
Dua orang laki laki merangsek masuk sambil pongah ke dalam rumah akan tetapi Delon segera menyusulnya, ya mereka sahabat Fatih bernama Arman dan Dio.
"Fatih, Fatih!!! Ayok kita keluar." teriak mereka berdua.
Mereka pun berjalan ke arah Fatih akan tetapi mereka berdua tak mengerti hadirnya Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira.
"Eh ada Om dan Tante." polos Arman.
"Duduk kalian berdua! Masuk rumah ucapkan salam!!" bentak Ayah Ahmad Fatih.
"Eh Om , assalamualaikum wr wb, wah ada rapat keluarga, yauda kita tinggal dulu deh Om Tante." pamit Dio sambil menarik tangan Arman untuk segera pergi.
"Duduk dulu, jangan tergesa-gesa Dio dan Arman, duduk sebelahnya Fatih." pinta Mama Zahra Khumaira.
Mereka berdua pun duduk dengan menundukkan kepalanya masing-masing.
"Sekarang Om tanya dan jawab jujur, apakah Fatih masih bersama dengan cewek bernama Vina Renata?" tegas Ayah Ahmad Fatih.
Fatih segera memberikan kode untuk memberikan instruksi agar berkata tidak.
"Oh Vina Renata ya Om, sudah menghilang tuh anak Om, ada apa ya Om?" tanya Dio.
"Jangan bohong, ingat lho di atas kamu ada siapa? Allah SWT lho, kalau berbohong mau kena azabnya?" ujar Ayah Ahmad Fatih sedikit menakuti mereka.
Mereka berdua pun menelan ludah dengan kasar sementara Fatih hanya berharap cemas karena jika nantinya mereka berdua jujur pasti tinggal nama nantinya.
"Bener Om, karena setiap Fatih ke kantor selalu sendiri, Om kan tau saya selalu keluar masuk dengan Dio, iya kan Dio?" ucap Arman sedikit mengintimidasi Dio.
"Eh iya Om, bener deh, suer samber gledek deh Om kita." ucap Dio sambil mengacung kedua tangannya berbentuk peace.
Ayah Ahmad Fatihurahman menganggukkan kepala seakan percaya, Delon segera berdiri di samping Ayah Ahmad Fatihurahman karena di beri kode olehnya.
Delon pun mengangguk setuju setelah di berikan instruksi dari Ayah Ahmad Fatihurahman.
"Yauda Om percaya, kalian berdua mulai besok ikut Fatih dan Riko untuk belajar agama ke pondok pesantren, hanya empat jam saja, jangan menolak, jangan membantah, paham?" tegas Ayah Ahmad Fatihurahman.
"Maaf sebelumnya Om Tante, kalau boleh tahu ada apa sebenarnya?” tanya Dio polos.
"Mas Fatih mau menikah dan menerima perjodohan dengan sahabatnya Ayah dan Mama dan oleh karena itu kita mendampingi Mas Fatih, jangan menolak kalian berdua bisa jadi perkedel kentang kalian, lihat tuh Delon sudah membawa alat kejut listrik." ucap Riko santai.
Dio dan Arman hanya menelan ludah kasar, seperti memakan buah simalakama, maju kena mundur pun kena, akhirnya mereka berdua mengangguk setuju.
"Tenang aja kalian berdua, Fatih Masih di bawah Om di perusahaan Al-Fatih Group jadi ketika kalian berdua di ancam bilang Om, oke Dio dan Arman?" ucap Ayah Ahmad Fatihurahman.
Dio dan Arman mengangguk dan menatap wajah Fatih dengan pandangan tak percaya, Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira melenggang pergi untuk beristirahat, sementara Riko kembali ke kamarnya.
Keesokan harinya di lain tempat............
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hayo mikir apa hayoo pembaca? tetap ikuti terus ya.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Sadewa Dhani
di balik nama emaknya Fatih yaitu Zahra Khumaira terdapat ke bar bar an yang menusuk jantung😂😂😂
2022-11-07
1
Tyo Prasetyo
Kata kata Mama nya Fatih terasa di ulu hati 😎😎😎
2022-11-05
0
Tyo Prasetyo
Tampaknya Ayah nya Fatih menahan emosi menghadapi Fatih ya😁😁😁
2022-11-05
0